;
Kategori

Ekonomi

( 40498 )

Waspada Kredit Macet Memburuk

19 Oct 2023
JAKARTA — Industri pembiayaan atau multifinance terus berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit, khususnya terhadap segmen kredit kendaraan bermotor. BCA Finance, misalnya, berupaya menjaga tingkat rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) perseroan tetap di bawah 3 persen.  Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menuturkan tingkat NPL pada September lalu tercatat 2,63 persen. BCA Finance berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan pembiayaan, meski target pembiayaan baru pada tahun ini diharapkan dapat melesat hingga Rp 37 triliun. 

Adapun pada periode Januari hingga September 2023, pertumbuhan pembiayaan baru perseroan mencapai Rp 29,4 triliun atau naik 26 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu.  “Selebihnya, untuk mengantisipasi NPL, kami berusaha maksimal menagih kepada nasabah yang sudah masuk kategori macet,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dari sisi porsi pembiayaan, BCA Finance masih didominasi oleh pembiayaan mobil baru sebesar 70 persen. Sedangkan pembiayaan mobil bekas sebesar 30 persen. (Yetede)

Prajogo Pangestu, Taipan Paling Tajir di Bursa

19 Oct 2023
Lagi-lagi fenomena saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di lantai bursa. Sejak mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan harga saham BREN  telah membawa cuan besar bagi para pemilik sahamnya. Betapa tidak, sejak melantai di BEI pada 9 Oktober 2023, harga saham BREN terus meroket. Pada akhir perdagangan Rabu (18/10), BREN parkir di level Rp 3.790 per saham. Artinya, para investor yang mendekap saham BREN sejak initial public offering (IPO) di harga Rp 780 per saham, mereka sudah mencatatkan cuan hingga 385,89%. Tidak hanya investor publik yang sumringah. Nilai kekayaan taipan pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu dan keluarganya, juga melesat terangkat kenaikan harga saham emiten energi baru terbarukan (EBT) itu. Bahkan kini, Prajogo tercatat sebagai investor paling tajir di bursa dan di  Tanah Air, berkat dorongan BREN. Jika menghitung dengan saham-saham lain yang dimilikinya secara langsung maupun tak langsung, total nilai aset saham Prajogo dan keluarganya mencapai sekitar Rp 533,06 triliun. Nah, nilai aset saham milik Prajogo itu sudah melampaui kalkulasi nilai kekayaan Low Tuck Kwong, yang kini tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan Bloomberg Billionaires Index. Low Tuck Kwong adalah pemilik saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS). Nilai aset sahamnya ditaksir sekitar  Rp 407,62 triliun. Economist & Financial Market Specialist Lucky Bayu Purnomo melihat kenaikan harga BREN disebabkan  energi hijau yang tengah naik daun. BREN juga punya kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 885 megawatt (MW). Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, sebagai pebisnis,  langkah Prajogo membawa BREN listing di bursa merupakan bagian dari strategi pengembangan usahanya. Teguh Hidayat, Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama menilai harga BREN berpotensi  dikendalikan market maker karena porsi free float yang minim. Porsi kepemilikan masyarakat di BREN hanya 3%. 

Transaksi Berjalan Terancam Defisit Lagi

19 Oct 2023
Surplus neraca perdagangan tak berarti neraca transaksi berjalan mencetak surplus juga. Transaksi berjalan per kuartal ketiga terancam kembali membukukan defisit. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), akumulasi surplus neraca perdagangan barang pada kuartal III-2023 mencapai US$ 7,85 miliar, sedikit di atas surplus pada kuartal II-2023 yang mencapai US$ 7,82 miliar. Namun, itu jauh lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 17,08 miliar. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz tak melihat ada potensi neraca transaksi berjalan surplus pada kuartal III-2023. Dari hitungannya, neraca transaksi berjalan akan defisit sebesar 0,8% dari produk domestik bruto (PDB), atau melebar dari defisit di kuartal sebelumnya, yaitu 0,55% dari PDB. Bahkan, defisit transaksi berjalan kemungkinan berlanjut pada kuartal IV-2023. Dari perhitungan Faiz, defisit transaksi berjalan pada kuartal depan sebesar 0,3% PDB. Penyebabnya, defisit di neraca jasa yang kemungkinan naik. Jika itu terjadi, defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) 2023 bakal mencapai 0,4% PDB. Berbeda, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual masih optimistis, surplus neraca perdagangan barang akan membuka jalan bagi transaksi berjalan untuk mencetak surplus. Dari perhitungan David, surplus neraca transaksi berjalan di kuartal III sebesar 0,3% dari PDB. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga memperkirakan, defisit transaksi berjalan untuk tahun 2023 sebesar 0,65% PDB. Alasan dia, kinerja ekspor di sisa tahun ini akan sangat dipengaruhi performa ekonomi negara-negara yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.

Jelang Tutup Tahun, Emiten Rajin Akuisisi

19 Oct 2023
Aksi akuisisi emiten kembali terjadi. Teranyar, emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) menggali lebih dalam potensi bisnis di bidang nikel. Melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), UNTR kembali menjalankan aksi akuisisi perusahaan nikel. Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR menginformasikan pengambilalihan saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR) oleh Danusa Tambng Nusantara. Anugerah Surya  merupakan perusahaan tambang nikel dan kegiatan usaha lain terkait dengan nikel. Sara membeberkan, pada 16 Oktober 2023, Danusa telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan tiga perusahaan. Meliputi PT Kalira Pascama (KP), PT Bintang Prima Investama (BPI), serta  PT Anugerah Dayakaya Angkasa (ADA). Lantas sebanyak 16,67% milik Bintang Prima dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ASPR. Serta sebanyak 16,67% milik Anugerah Dayakaya Angkasa dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Anugerah Surya. Sebelumnya, pada 21 September 2023 UNTR melalui Danusa Tamabang Nusantara juga  telah menyelesaikan transaksi dengan Nickel Industries Limited (NIC) atas pengambilan 857 juta saham biasa baru yang dikeluarkan NIC. Total nilai transaksi ini mencapai A$ 942,7 juta. Melihat aksi akuisisi yang kian marak jelang akhir tahun, analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengatakan tujuan emiten melakukan akuisisi tentunya untuk memperkuat pertumbuhan bisnis. Selain itu, bisa juga untuk efisiensi operasional dengan menggabungkan teknologi, dan infrastruktur yang dimiliki oleh ekosistem perusahaan sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi, hingga akhir tahun 2023 akan semakin marak emiten melakukan aksi akuisisi karena memang selalu terjadi menjelang akhir tahun.

Daya Beli Loyo Menjadi Tantangan

19 Oct 2023
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diprediksi cenderung stagnan sepanjang tahun ini. Sebab, perseroan ini masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Cindy Alicia mengatakan, dari domestik tantangan datang dari perubahan perilaku pelanggan serta daya beli konsumen yang lesu. Sementara dari luar negeri, ketidakstabilan nilai tukar di Nigeria memiliki dampak negatif pada kinerja ekspor pada semester II ini. Pasar Nigeria cukup berpengaruh signifikan terhadap pendapatan ekspor SIDO lantaran porsi ekspor ke Nigeria mencapai 30% dari total ekspor perusahaan. Meski begitu, SIDO berusaha menjalankan strategi jangka panjangnya, seperti fokus pada branding untuk beberapa produk baru seperti minuman siap minum dan Esemag melalui peningkatan investasi dan edukasi produk. Kemudian, distributor baru di Filipina yang diharapkan akan beroperasi penuh di semester II ini, setelah mulai beroperasi sejak Mei 2023. "Selain itu bisnis minyak atsiri yang juga aktif dijajaki peluangnya di pasar domestik untuk memperluas portofolio klien," jelasnya, Rabu (18/10). Segmen tersebut mencetak pertumbuhan 9,24% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 595,19 miliar. Marjin laba kotor segmen tersebut juga naik menjadi 31% akibat menurunnya bebarapa harga bahan baku. Sementara laba bersih diperkirakan masih akan stagnan atau sama dengan tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun. Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya menilai, prospek SIDO ke depan didorong ekspansi penguatan produk. Harapannya, ini bisa memperluas pangsa pasar SIDO dan meningkatkan pendapatan jangka panjang. Analis Panin Sekuritas Rizal Rafly juga memandang positif upaya inovasi produk SIDO. Perseroan ini juga telah menunjukkan rekam jejak penetrasi pasar yang kuat, dengan fokus berkembang ke luar Jawa, seperti ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia. Vanessa mengatakan, usai pandemi terjadi pergeseran alokasi belanja masyarakat terhadap produk kesehatan. Karenanya, ia memproyeksi pertumbuhan yang cenderung mendatar untuk SIDO tahun ini dengan kisaran 1%-5%. "Kami memprediksi pertumbuhan perusahaan akan flat to soft growth," sebut Vanessa.

Jelang Rilis Kinerja, Saham Bank Besar Terkoreksi

19 Oct 2023
Jelang rilis laporan keuangan kuartal III, saham-saham bank besar yang masuk dalam kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 justru dilanda koreksi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dijadwalkan mengumumkan kinerja hari ini. Kemarin, saham BBCA ditutup terkoreksi 1,12% ke level Rp 8.850 per saham. Sementara saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup melorot 2,5% ke level Rp 5.850 per saham dan saham Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 1,44% jadi Rp 5.125 per saham. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat stabil di level Rp 5.150 per saham. Tapi, saham bank ini sempat terkoreksi sebesar 1,9% pada hari sebelumnya. Memang, bila mengacu pada laporan keuangan per Agustus, kinerja bank besar di kuartal III tampaknya tak secerah di paruh pertama. Pertumbuhan laba secara bank only di periode tersebut lebih rendah dari pertumbuhan sepanjang enam bulan pertama. Laba bersih BBCA misalnya, dalam delapan bulan tumbuh 29,1%, lebih rendah dari pertumbuhan laba konsolidasi di paruh pertama, 34%. Laba bersih BBNI hanya tumbuh 11,9%. Padahal di semester satu  labanya naik 17%. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai, koreksi yang terjadi saat ini masih dalam kategori wajar. Ini lebih dipengaruhi oleh sentimen makro. Nafan melihat investor sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait penetapan tingkat suku bunga. Dia memprediksi suku bunga tidak akan berubah pada Oktober, karena The Fed masih mengambil kebijakan hawkish. Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memaparkan, koreksi saham bank besar kemarin dipengaruhi faktor eksternal, yakni perang Israel-Hamas. Jika eskalasi perang membesar, dampaknya bisa terasa ke ekonomi.

GGRP Berharap Penjualan Baja Naik

19 Oct 2023
Emiten produsen baja, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melihat ada ruang untuk pertumbuhan kinerja perusahaan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Optimisme ini muncul setelah pemerintah merilis kebijakan bea masuk bagi produk baja impor. Seperti diketahui, pemerintah menambah daftar barang yang dikenakan tarif bea masuk. Barang-barang yang baru akan dikenakan tarif bea masuk ini antara lain sepeda, jam tangan, kosmetik, dan produk baja. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2023. Beleid ini bertujuan mengatasi banjir barang impor yang beredar melalui penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE) alias perdagangan online. Direktur Corporate Affairs GGRP, Fedaus mengatakan, perusahaan masih mencermati kondisi pasar baja dalam negeri, serta melakukan analisa lebih lanjut untuk menentukan dampak kebijakan pemerintah ini terhadap rencana bisnis perusahaan. Ia menerangkan, selama ini GGRP melihat upaya pemerintah mengurangi impor produk baja cukup baik. Contohnya saat penerapan trade remedies (anti dumping dan safeguard) atas produk baja impor untuk menghindari praktik perdagangan tidak sehat. Selain itu, pemerintah juga cukup ketat mengawasi produk baja impor yang tidak memenuhi standar produk yang wajib berlaku di Indonesia. Antara lain Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Pasalnya, menurut Fedaus, penjualan baja GGRP hingga akhir tahun ini sangat dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain pasokan dan permintaan (supply and demand), harga, kondisi perekonomian dan lain sebagainya. Fedaus menambahkan, untuk memaksimalkan kinerja, GGRP memiliki strategi bisnis yang komprehensif untuk memperkuat posisi di pasar industri baja. Perusahaan akan terus beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi perubahan kondisi pasar. Fokus utama GGRP saat ini meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. Selain juga memperluas pasar di dalam negeri dan melihat potensi pasar luar negeri.

MESIN AKSELERASI EKONOMI RI

19 Oct 2023

Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menopang laju ekonomi tetap di jalur ekspansi. Ada sejumlah indikator menguatkan optimisme tersebut, mulai dari infl asi yang kian terkendali hingga manufaktur yang terus menggeliat.Seluruh komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) pun mendapatkan sentimen positif, baik konsumsi, investasi, hingga ekspor. Kemitraan investasi hingga perluasan akses dagang pun terus dipacu.Termutakhir, Indonesia meneken 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan China, mencakup beberapa sektor ekonomi strategis yakni investasi, perdagangan, kesehatan, hingga pembangunan.Dus, MoU yang ditandatangani Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping itu memberi angin segar, mengingat Negeri Panda merupakan mitra strategis perdagangan dan investasi.Masih soal investasi, Indonesia Investment Forum (IIF) 2023 yang digelar di London, Inggris berhasil mengamankan 20 investor untuk masuk ke 13 proyek investasi di sektor energi, industri, kendaraan listrik, pariwisata, infrastruktur, transportasi, pertambangan, dan digitalisasi.Adapun, nilai proyek yang ditawarkan dalam agenda tersebut mencapai US$276 juta untuk industri kendaraan listrik dan US$1,7 miliar di sektor pariwisata. Hal ini pun menambah tabungan investasi yang sebelumnya diperoleh dalam Forum Bisnis Indonesia-China. (Bisnis, 18/10). Belum lagi manuver anyar Kepala Negara yang menerbitkan Perpres No. 70/2023 tentang Pengalokasian Lahan Bagi Penataan Investasi. Beleid yang ditetapkan 16 Oktober 2023 itu menguatkan kepastian kemudahan berusaha yang selama ini acap kali terhambat persoalan lahan.Selain itu, ekspektasi kalangan ekonom yang memprediksi Bank Indonesia (BI) mempertahankan level suku bunga acuan 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, memberikan napas tambahan untuk mengakselerasi konsumsi dan investasi. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,31% pada kuartal II/2023 serta menahan laju infl asi di bawah 3%. Sementara itu, kemitraan dengan China dalam konteks ekspor akan melanjutkan tren positif kinerja dagang. Didukung dengan kebijakan suku bunga yang ramah usaha, peluang bagi pebisnis untuk ekspansi amat terbuka.Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan menuturkan bahwa BI sejauh ini telah proaktif dalam menghadapi inflasi sehingga fondasi makroekonomi Indonesia cukup baik. Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual, menambahkan Perpres No. 70/2023 menjadi pengiring dari masuknya komitmen investasi dari China dan negara lain baru-baru ini.

INDUSTRI PROPERTI : Pesona Jakarta Tetap Menggoda

19 Oct 2023

Sektor properti Jakarta diproyeksi tidak akan terpengaruh dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara di Kalimantan Timur. Jakarta tetap akan menjadi wilayah yang menarik untuk sektor real estat dengan statusnya sebagai salah satu kota besar di Indonesia. Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Yunus Karim menjelaskan, prospek pasar properti di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bakal tetap stabil. Alasannya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi Indonesia. Di samping itu, Yunus menambahkan optimisme terhadap pasar properti di Jakarta disandarkan kepada asumsi besarnya segi bisnis yang terkonsentrasi di wilayah Jakarta dan sejumlah daerah penyokongnya.Dia menyebut, 304 hari menjelang upaya pemindahan Ibu Kota ke Nusantara, prospek pasar properti di Jakarta tetap menunjukkan geliat positif. Adapun, tingkat hunian sektor perkantoran, khususnya di wilayah Jakarta tercatat duduk stabil di level 70% sepanjang kuartal III/2023. Sektor lain yang juga terus mendominasi permintaan di kuartal ini, yaitu fast fashion, beauty, dan juga fasilitas hiburan. Selain itu, peritel mancanegara baru juga terlihat membuka gerai pertama mereka di beberapa pusat perbelanjaan.Kemudian dari sisi industri dan logistik, tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau stabil di tingkat 88%, sama seperti kuartal sebelumnya.

TRANSPORTASI MASSAL : ASA BUS LISTRIK SARBAGITA

19 Oct 2023

Ambisi Pemerintah Provinsi Bali untuk memanfaatkan bus listrik sebagai moda transportasi massal dipandang bakal memberikan dampak positif untuk mengurai kemacetan, terutama di wilayah selatan provinsi ini. Apalagi, strategi ini telah mampu mengundang minat investor untuk mendukung aksi tersebut. Apalagi, minat masyarakat Bali baik penduduk setempat maupun wisatawan dalam memanfaatkan kendaraan jenis bus beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan yang cukup baik.Hal ini ditandai dengan jumlah bus yang ada di Bali meningkat hingga dua digit sepanjang tahun lalu. Lompatannya bahkan jauh melebihi jenis kendaraan lainnya yang hanya berkisar 5%. Tak ayal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama sejumlah pihak kini telah memulai proses studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk pembangunan bus listrik terpadu atau electric bus rapid trans (EBRT) dan electric vehicle charging point (EVCP) yang bakal dihadadirkan di kawasan Denpasar, Badung, Giayar, dan Tabanan (Sarbagita).Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ervan Maksum menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal berbasis listrik di Bali dinilai sudah mendesak. “Bayangkan 4,4 juta unit sepeda motor, jika satu sepeda motor disubsidi Rp6.000, maka setahun pemerintah mengeluarkan Rp10 triliun untuk subsidi bahan bakar minyak di Bali saja,” jelasnya, Rabu (18/10). Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi menjelaskan bahwa LRT dan EBRT akan terintegrasi di sentral parkir Kuta dan sejumlah titik di kawasan pariwisata di Seminyak dan Canggu. “Dengan konsep transportasi terintegrasi antara LRT dan EBRT, kami yakin masyarakat akan mau beralih ke transportasi massal, karena memang sudah sangat mendesak. Bali tidak selamanya bisa membangun jalan raya,” jelasnya. Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menilai bahwa proyek EBRT dan LRT itu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Pulau Bali. Direktur Eksekutif MCA Indonesia Maurin Sitorus menjelaskan bahwa pelaksana studi kelayakan di lapangan adalah Pricewaterhousecoopers (PWC) dan KIAT. Di sisi lain, Bisnis mencatat bahwa Millenium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat melalui MCA Indonesia telah mendanai empat proyek transportasi, dan satu proyek pasar di Indonesia.MCC merupakan sebuah program hibah dari Pemerintah Amerika Serikat ke berbagai negara yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.