Penetrasi Mobil Listrik Rendah, Hybrid Merajalela
21 Oct 2023
Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) memang meroket 179% menjadi 10.406 unit per September 2023, seiring guyuran masif insentif dari pemerintah. Akan tetapi, penetrasi mobil listrik masih rendah, hanya 1,3% dari total pasar sebanyak 755 ribu unit, di bawah rata-rata Asean 2% dan dunia 4%. Harga yang masih mahal dan minimnya infrastruktur pengecasan baterai menjadi alasan utama leletnya peningkatan adopsi BEV di Indonesia. Selain itu, hanya ada dua pabrikan besar yang bermain di pasar BEV, yakni Wuling dan Hyundai. Sisanya pendatang baru, seperti MG dan sejumlah merek mobil China, yang tidak mendapatkan insentif. Penjualan HEV melaju kencang, setelah Toyota melepas model rakitan lokal, yakni Innova Zenix dan Yanis Cross. (Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
30 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023