Ekonomi
( 40733 )Produsen Elektronik Lokal Belum Jadi Tuan di Negeri Sendiri
Pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan
dukungan agar bisa bersaing di sektor pasar barang elektronik dalam negeri. Dengan
masyarakat membeli dan menggunakan barang elektronik produk lokal turut mendorong
pertumbuhan pabrik lokal dan memperluas kapasitas atau menambah tenaga kerja
yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Direktur Operasional PT
Adi Pratama Indonesia Tri Isyanta mengatakan, saat ini pelaku industri barang
elektronik merek lokal hanya mendapatkan 2 % pasar barang elektronik dalam
negeri. Selebihnya masih dikuasai barang elektronik merek global atau asing. Tri
menambahkan, pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan dukungan
keberpihakan negara dan diberikan kesempatan lebih luas untuk meningkatkan volume
penjualannya.
”Beri kesempatan dan kepercayaan kepada merek lokal barang
elektronik ini. Kualitasnya bisa bersaing dengan merek global,” ujar Tri saat
ditemui di kantornya di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/12). PT Adi
Pratama Indonesia merakit dan memproduksi berbagai barang elektronik, seperti
laptop, televisi, CCTV, dan interactive flat pannel (IFP). Dengan membeli dan
menggunakan produk elektronik merek lokal, lanjut Tri, bisa membantu pelaku
industri ini untuk terus bertumbuh. Melalui peningkatan kapasitas produksi dan bisnis,
pelaku industri merek lokal ini bisa berekspansi dan menambah serapan tenaga kerja
sehingga harapannya bisa mendorong perekonomian nasional. (Yoga)
Asuransi Kredit Meningkat Signifikan
Kinerja asuransi kredit pada kuartal III-2023 mengindikasikan
adanya tren peningkatan penyaluran kredit sekaligus perbaikan kualitas kredit.
Di sisi lain, perbankan tetap menjaga kualitas kredit yang diberikan dengan
mengedepankan prinsip kehati-hatian. Mengutip data Asosiasi Asuransi Umum
Indonesia (AAUI), premi dicatat industri asuransi umum pada lini asuransi
kredit, terutama kredit jangka panjang, meningkat signifikan sebesar 28,7 %
secara tahunan menjadi Rp 13,86 triliun pada kuartal III-2023. Di sisi lain,
klaim asuransi kredit juga meningkat 21,2 % secara tahunan menjadi Rp 9,81 triliun.SeniorResearchAssociate
IndonesiaFinancial Group (IFG) Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan,
kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit UMKM menjadi segmen terbesar dalam
asuransi kredit.
”Sampai dengan kuartal III-2023, alokasi KUR utamanya pada
sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan jasa-jasa. Sementara itu, dari
sisi pelaku asuransi kredit, Askrindo (PT Asuransi Kredit Indonesia) dan
Askrida (PT Asuransi Bangun Askrida) memiliki proporsi yang besar,” katanya
saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (1/12). Berdasarkan data OJK, outstanding
penyaluran kredit oleh Bank Umum kepada segmen UMKM meningkat dari Rp 1.332 triliun
pada awal 2023 menjadi Rp 1.466 triliun pada September 2023. AAUI melaporkan,
rasio klaim lini asuransi kredit yang dibayar asuransi umum tercatat sebesar
70,8 %. Capaian ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun
sebelumnya, yakni 75,2 %. ”Artinya, kualitas kredit meningkat. Kemudian,
debitor juga mampu mengelola kredit yang diterima untuk keberlangsungan
aktivitas bisnisnya sehingga tidak bangkrut,” lanjut Ibrahim. (Yoga)
Bisnis Menara Mitratel Diperluas ke Luar Jawa
Jutaan Benur Ilegal Mengalir ke Vietnam
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan,
kebutuhan benih bening lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun.
Seluruh kebutuhan itu dipenuhi oleh benih bening lobster ilegal hasil
selundupan dari Indonesia. Pengetatan patroli dan kerja sama industri tengah diupayakan
untuk menghentikan penyelundupan tersebut. Dirjen Pengawasan Sumber Daya
Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan,
larangan ekspor benih bening lobster atau benur belum berjalan optimal. Benur
diselundupkan melalui jalur darat, laut, dan udara, dan hingga kini terus berlangsung.
”Industri Vietnam mengakui semua benur berasal dari
Indonesia. Padahal, Indonesia tidak membolehkan ekspor benur. Jadi, bisa
disimpulkan, industri di Vietnam mendapatkan pasokan benur secara ilegal,” kata
Adin di Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau, saat membuka Operasi
Terkoordinasi Pengawasan dan Penindakan Penyelundupan Benih Bening Lobster,
Jumat (1/12). Ia menambahkan, permintaan benur untuk industri pembesaran
lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Dengan asumsi penyelundup
benur mendapat keuntungan Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per ekor benur, penyelundupan
itu menghilangkan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berkisar Rp
3 triliun hingga Rp 30 triliun per tahun. (Yoga)
Masyarakat Kelola Lumbung Udang Kalteng
Pemprov Kalteng sedang membangun lumbung udang (shrimp
estate) di Kabupaten Sukamara. Pembangunan tambak udang tersebut didanai oleh
pemerintah, tetapi pengelolaannya akan diserahkan kepada masyarakat setempat. Kadis
Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng Darliansjah menjelaskan, lumbung udang
itu dibangun di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Sukamara. Luas lumbung udang
mencapai 40,17 hektar atau 50 kali lapangan sepak bola. Pembangunan tambak untuk
lumbung udang itu menggunakan dana APBD Provinsi Kalteng.
”Masyarakat atau kelompok perikanan yang mengelola, bahkan
manajemennya juga mereka. Pemerintah
memfasilitasi dan mendampingi. Apalagi, ini salah satu program prioritas
Pemprov Kalteng,” tutur Darliansjah di Palangkaraya, Jumat (1/12). Lumbung
udang itu terdiri atas empat kluster tambak udang dengan total 72 kolam. Semuanya
akan diisi udang vaname atau udang kaki putih (Litopenaeus vannamei). Menurut
dia, pembuatan kolam yang sudah mencapai 94 % itu dilakukan dengan teknik berkelanjutan
dengan konsep bebas sampah (zero waste). Proses pembangunannya didampingi
tenaga professional akuakultur dan laboratorium dari Denfarm PT Central Proteina
(CP) Prima Sidoarjo. ”Saat ini kami
sudah mulai menebar benur (benih udang) di tiap kolam,” ujarnya. (Yoga)
LRT Jabodebek Beri Tarif Promo dan Tambah Rangkaian
Ramai - Ramai Masuk Energi Hijau
Bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) kian membetot minat para konglomerat Tanah Air. Terbukti, belakangan makin banyak daftar emiten kakap milik para taipan agresif merambah bisnis energi bersih ini.
Terbaru adalah ekspansi yang digelar emiten milik Prajogo Pangestu. Melalui PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Prajogo bakal melancarkan akuisisi bernilai triliunan rupiah di sektor EBT.
Sumber KONTAN membisikkan, BREN kini sedang negosiasi untuk mengakuisisi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sulawesi. "Nilainya US$ 100 juta," ujar sumber KONTAN, Rabu (29/11) .
Jika tak ada halangan, akuisisi itu tuntas akhir tahun ini. Ekspansi ini sejalan keputusan BREN mendirikan anak usaha baru bernama PT Barito Wind Energy, pada Oktober lalu.
KONTAN pun meminta penjelasan manajemen BREN mengenai kabar akuisisi itu. "BREN aktif menggarap berbagai potensi EBT, termasuk listrik tenaga angin. Tapi, kami belum bisa memberikan konfirmasi apa-apa," ujar Merly, Sekretaris Perusahaan BREN, kepada KONTAN, Kamis (30/11).
Emiten kakap lain yang gencar merambah sektor hijau adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Emiten milik taipan Boy Thohir ini tengah menyiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk di Kalimantan Utara.
Investor Relation Adaro Energy Indonesia, Danuta Komar bilang, groundbreaking PLTA Mentarang Induk sudah dilakukan pada Maret 2023. "Dalam 12 bulan ke depan diharap sudah mencapai penandatanganan perjanjian jual beli listrik," ujarnya, Selasa (28/11).
Perusahaan lain yang tak kalah gencar menggarap bisnis hijau adalah PT United Tractors Tbk (UNTR). Anak usaha PT Astra International Tbk ini giat memacu pengembangan bisnis EBT, sebagai agenda diversifikasi di segmen non batubara.
Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis bilang, UNTR terus memacu kontribusi pendapatan dari segmen non batubara, dengan target kontribusi pendapatan hingga 50% di tahun 2030.
Analis Energi Institute of Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Putra Adhiguna menuturkan, transisi ke energi yang lebih bersih memacu pelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru.
Laba Ciamik dari Bisnis Plastik
Investor Obligasi Tunggu Hasil Pemilu
JSMR Bidik Peningkatan Trafik
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah mempertahankan kinerja positif hingga kuartal III 2023. Capaian ini sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group.
Kinerja positif ini tecermin dari pendapatan usaha sebesar Rp 11 triliun, tumbuh 7,7% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan kuartal III 2022.
Kinerja pendapatan usaha itu disumbang dari pendapatan tol sebesar Rp 9,8 triliun yang meningkat 5,1% dari kuartal III 2022.
Selain itu, dikontribusi dari pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,2 triliun, atau tumbuh 34,8% dibanding hasil di periode sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih JSMR di kuartal III 2023 tercatat sebesar Rp 5,97 triliun.
Berkat konsolidasi itu pula aset JSMR di kuartal III 2023 mengalami kenaikan menjadi Rp 124,89 triliun, dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 100,52 triliun.
Dengan torehan kinerja tersebut, JSMR masih memegang posisi sebagai market leader di industri jalan tol. Adapun total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.260 kilometer (km).
"Panjang jalan tol Jasa Marga Group merepresentasikan 48% panjang jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia," kata Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head JSMR, Jumat (1/12).
JSMR optimistis kinerja hingga akhir tahun akan terus meningkat. Pasalnya, di kuartal IV ini ada momen liburan Natal dan tahun baru (Nataru) yang bakal mengerek trafik jalan tol JSMR.
"Di antaranya peningkatan layanan jalan tol dalam rangka antisipasi kepadatan di jalur, gerbang tol, dan rest area," ungkap Lisye.
Peningkatan layanan ini juga akan didukung dengan teknologi digital, peningkatan operasional jalan tol dengan memastikan kesiapan infrastruktur baik dari kapasitas lajur maupun persiapan akses ruas fungsional, serta peningkatan layanan preservasi terutama dalam mengantisipasi cuaca ekstrem.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









