Aksi Merger dan Akuisisi Lesu Darah
Aksi merger dan akuisisi (M&A) di sektor industri keuangan global lesu darah di sepanjang tahun 2023 berjalan. Menurut data Bloomberg, Rabu (29/11), nilai transaksi merger dan akuisisi di sektor jasa keuangan global hanya tercatat senilai US$ 580,9 miliar. Realisasi tersebut mencatatkan penurunan 44,1% secara tahunan.
Jika ditelisik, penurunan nilai merger dan akuisisi terjadi di banyak negara, baik dari benua Asia, Amerika hingga Eropa. Contoh aksi merger dan akuisisi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yakni Amerika Serikat (AS). Di sepanjang tahun berjalan ini, nilai M&A di AS hanya mencapai US$ 1,5 triliun, turun 19,7%.
Melandainya nilai M&A di Negeri Uwak Sam tersebut, salah satunya disumbang oleh anjloknya nilai merger dan akuisisi di sektor jasa keuangan sebesar 37% secara tahunan menjadi US$ 264,4 miliar.
Tak berbeda, transaksi merger dan akuisisi di Indonesia juga terkoreksi dua digit, yakni 12,2% secara tahunan menjadi US$ 12,7 miliar atau sekitar Rp 186,27 triliun. Nilai transaksi M&A sektor jasa keuangan menempati posisi kedua penurunan terdalam di bawah sektor teknologi, dengan koreksi 33,40% menjadi US$ 2,3 miliar atau setara Rp 35,4 triliun.
Toh, merger dan akuisisi di sektor keuangan Indonesia tahun ini masih cukup marak. Terjadi beberapa aksi M&A, baik yang dilakukan perusahaan asing maupun perusahaan domestik. Transaksi terutama banyak terjadi di industri keuangan non bank.
Salah satunya adalah rencana akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan keuangan asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc terhadap PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance). Nilai akuisisi diperkirakan mencapai sekitar Rp 7,04 triliun.
Managing Director Mandala Finance Cristel Lasmana menyebut, semua pihak terlibat sinergi berkelanjutan agar proses berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. "Diperkirakan transaksi ini akan selesai pada 2024," ujar Cristel, Rabu (29/11).
Di sektor perbankan, Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga akan mencaplok bank syariah. Aksi korporasi ini dilakukan BTN dalam rangka memisahkan unit usaha syariah miliknya jadi bank umum syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menegaskan, tahun ini memang cukup banyak perusahaan IKNB yang terlibat aksi akuisisi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menambahkan, semangat konsolidasi di industri perbankan masih tinggi. Sebab, potensi keuntungan dan peluang bisnis bank tanah air masih terbuka di semua segmen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023