;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

DERU MANUFAKTUR SAMBUT NATARU

02 Dec 2023

Deru mesin pabrik manufaktur berpacu lebih kencang menjelang tutup tahun demi menangkap momentum permintaan yang lebih kuat pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2024. Kendati sederet pekerjaan rumah masih belum selesai, industri manufaktur tetap menunjukkan tren positif. Sejumlah subsektor manufaktur yang sebelumnya sempat mengalami perlambatan dan kontraksi, menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) ini berhasil rebound. Tren positif ini setidaknya tecermin dari penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia edisi November 2023 dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan yang sama. Momentum perbaikan ekonomi di dalam negeri juga dibarengi dengan tingkat inflasi yang terkendali, sehingga menjadi katalis positif dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan catatan inflasi pada November 2023 sebesar 0,38%, inflasi Indonesia mencapai 2,86% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dan 2,19% (YtD). Tingkat inflasi pada November 2023 sesuai dengan konsensus ekonom yang meramal terjadi peningkatan, baik secara bulanan maupun tahunan. Realisasi inflasi ini juga masih dalam rentang target yang ditetapkan yaitu 3% +/- 1%. Adapun, berdasarkan catatan S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia menguat ke level 51,7 pada November 2023, meningkat 0,2 poin dari 51,5 pada Oktober 2023. Padahal, dalam 2 bulan terakhir industri manufaktur sempat terkontraksi meski tetap ekspansif. Menurut S&P Global, pesanan baru yang akan datang untuk barang produksi Indonesia kembali naik pada November 2023, yang didukung oleh perbaikan kondisi permintaan dan ekspansi basis pelanggan. Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Jingyi Pan menyebut tingkat kepercayaan bisnis naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya, meskipun masih di bawah rata-rata jangka panjang. Sementara itu, Kemenperin meyakini persiapan libur Nataru mendorong industri pengolahan untuk rebound pada November 2023. Permintaan pemenuhan pesanan pada akhir tahun juga diyakini mendorong peningkatan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun, menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, laju pertumbuhan IKI sejatinya bisa lebih tinggi dengan adanya pengendalian impor, serta penegakan hukum terkait dengan produk impor ilegal. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum Asosasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani, tren PMI yang positif disebabkan oleh stabilitas daya beli masyarakat dan appetite konsumsi pasar domestik yang masih sangat encouraging, khususnya karena mendekati momentum konsumsi akhir tahun. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia Redma G. Wirawasta menyoroti banyaknya produk impor yang mengambil porsi pasar dalam negeri sehingga membuat para pelaku UMKM menjerit. Di sisi lain, Ketua Bidang Perdagangan Apindo Anne Patricia Sutanto mengungkapkan pelaku usaha masih menantikan dampak dari kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang bakal berlaku efektif per 1 Januari 2024 terhadap tren rebound PMI akhir tahun ini. Dalam kesempatan terpisah, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan perlunya mewaspadai risiko ketidakstabilan global meskipun kondisi kegiatan usaha pada November 2023 lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Komitmen, Konsistensi, dan Keberlanjutan

02 Dec 2023

Indonesia bercita-cita menjadi negara dengan pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, sehingga dapat keluar dari Middle Income Trap (MIT). Oleh karena itu, Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan, dari reformatif menjadi transformatif, melalui tiga area perubahan, yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.Cita-cita tersebut muncul dalam bentuk visi Indonesia Emas 2045 yang melalui sebuah koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah disepakati sejak pertengahan 2023.Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% yang saat ini telah digapai, masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar pada 2041 Indonesia dapat keluar MIT. Sementara itu, dengan skenario sangat optimistis, dibutuhkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7% agar pada 2038 Indonesia dapat keluar MIT.Modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang pantas diperhitungkan, yaitu pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan angkatan kerja sebesar 146,6 juta. Modal kedua, yaitu optimalisasi peluang bonus demografi. Ketiga, letak wilayah Indo ne sia yang strategis sangat menguntungkan dalam perdagang an internasional. Keempat, melimpahnya sumber daya alam dengan kekayaan cadangan mineral yang sangat besar, di mana Indonesia menjadi peringkat pertama cadangan nikel (21 juta metric ton), bauksit peringkat ke-6 (1 miliar metric ton), tembaga peringkat ke-7 (24 juta metric ton), dan timah peringkat ke-1 (0,8 juta metric ton). Visi Indonesia Emas 2045 yakni Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan hanya akan terwujud melalui kemajuan industri yang selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Harian ini, sebagai salah satu punggawa pilar demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif tentu saja mendorong pencapaian Indonesia Emas. Itu menjadi tugas utama. Peningkatan pendapatan perkapita tentu perlu dikontribusi oleh industri manufaktur. Untuk meraih Visi Misi Indonesia Emas 2045, kontribusi industri manufaktur setidaknya harus mencapai 28% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari posisi saat ini sekitar 18%.Industri manufaktur penting mengingat bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

INSENTIF PROPERTI : Kemenkeu Siapkan Rp3,7 Triliun

02 Dec 2023

Dukungan insentif untuk sektor perumahan atau properti terus diberikan pemerintah untuk menggairah sektor tersebut dan menopang kinerja pertumbuhan ekonomi.Diantaranya berupa dukungan fiskal atau insentif dari Kementerian Keuangan untuk sektor properti senilai Rp3,7 triliun untuk periode 2024 dan 2025.Mengutip keterangan resmi Kemenkeu, total perkiraan dari Rp3,7 triliun tersebut meliputi dukungan untuk rumah komersil, rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah masyarakat miskin.“Dengan kebijakan tersebut, diharapkan dapat menggairahkan sektor perumahan sehingga memberikan multiplier effect yang besar serta dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dan 2024,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat (1/12).Menurutnya, langkah tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk merespon pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III/2023 yang sebesar 4,94%, melambat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang mencatatkan sebesar 5,17%.  Di lain sisi, pemerintah juga memberikan dukungan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 120/2023 mengenai Pajak Pertambahan Nilai atas Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Tahun Anggaran 2023.Dukungan tersebut juga merupakan bagian dari Paket Kebijakan Fiskal yang diluncurkan kuartal IV/2023. Pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan PPN DTP rumah tapak dan rusun pada tahun anggaran 2024.  Adapun untuk mendapatkan fasilitas tersebut, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi rumah tapak atau rumah susun, yakni harga jual paling tinggi Rp5 miliar, merupakan PPN terutang pada periode November hingga Desember 2023, sepanjang penyerahan fi sik rumah. Nantinya dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) terjadi paling lambat tanggal 31 Desember 2024.Pemerintah juga meningkatkan akses bagi MBR dengan pemberian Bantuan Biaya Administrasi (BBA) yang diatur melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2023 tentang Bantuan Biaya Administrasi Pembiayaan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

INDIKATOR HARGA : Inflasi Terjaga Hingga Akhir 2023

02 Dec 2023

Tingkat inflasi hingga akhir tahun diproyeksi tetap terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia, berada di bawah 3%.Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyampaikan bahwa puncak dari permintaan akhir tahun yang meningkat dan persediaan yang terbatas akibat musim El Nino dalam beberapa bulan terakhir telah memicu lonjakan yang cukup besar. Hal ini tercermin dari infl asi pada komponen harga bergejolak yang mencapai 7,59% yoy pada November 2023. Pada November 2023, infl asi komponen inti tercatat sebesar 1,87% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 1,91% yoy. Meski harga sewa rumah dan gula menunjukkan tren kenaikan, tapi komponen lainnya tetap rendah karena tekanan biaya input yang moderat.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat infl asi pada November 2023 mencatat 2,86% secara tahunan (year-on-year/yoy).Infl asi tahunan November 2023 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 2,56% yoy. Dengan berbagai perkembangan tersebut, Faiz memperkirakan tingkat inflasi Indonesia pada akhir 2023 akan berada di bawah 3%, terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia. “Dengan semua angka-angka ini, kami mempertahankan perkiraan infl asi umum akhir tahun di 2,7% yoy, jauh di bawah target atas BI,” katanya.Dia menambahkan, base effect yang masih ada dari penyesuaian harga bahan bakar bersubsidi tahun lalu dan biaya input yang moderat akan mendukung rendahnya infl asi pada akhir tahun.

PRODUK BARU : SRI Investasi US$12 Juta

02 Dec 2023

Memasuki tahun kelima berproduksi, PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengalokasikan investasi senilai US$12 juta untuk pengembangan produk baru.Michel Lefebvre, President Director PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengatakan SRI saat ini memiliki kapasitas produksi bahan baku ban ramah lingkungan 120.000 ton per tahun.“Kami belum berencana memperluas kapasitas produksi saat ini, meski demikian kami berencana menghadirkan inovasi berupa produk baru. Proyek pengembangannya kami mulai pada tahun ini,” kata Lefebvre di sela-sela Kunjungan Media ke Pabrik SRI di Cilegon, Kamis (30/11/2023). SRI, pabrik solution styrene butadiene rubber pertama dan satu-satunya di Indonesia, saat ini memproduksi butadiene rubber (BR) dan styrene butadiene rubber (SBR). Sekitar 60% produk SRI adalah SBR.Keduanya merupakan bahan baku untuk ramah lingkungan. “Dengan teknologi Michelin, bahan baku tersebut didesain mampu mencegah hilangnya energi dari gesekan ban, membuat bahan bakar lebih hemat, dan menekan emisi CO2.”Direktur SRI Ali Mustofa mengungkapkan BR yang produk dan teknologinya banyak tersedia di pasar itulah yang akan dihentikan produksinya. Adapun produk SSBR akan tetap dipertahankan. SRI adalah bagian penting bagi rantai pasok Michelin secara global, mengingat Michelin hanya memiliki tiga pabrik elastomer di dunia dan PT SRI adalah salah satunya. SRI sendiri merupakan perusahaan patungan antara Michelin dan Chandra Asri Petrochemical. Menelan investasi US$435 juta, SRI mulai berproduksi pada 2018.

TRANSAKSI RITEL : BISNIS BARANG MEWAH KIAN BERGAIRAH

02 Dec 2023

Barang mewah dengan harga tinggi seringkali dipandang sebagai simbol sekaligus standar kemapanan, keberhasilan, dan kesuksesan.Takayal,memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kesuksesan. Tak ayal, memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kepada orang lain.kepada orang lain. Hal inilah yang membuat pasar barang mewah masih terus potensial hingga saat ini. Data dari Bain & Company bersama Altagamma, asosiasi industri produsen barang mewah Italia, menyebutkan bahwa pasar barang mewah global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun euro pada 2023. Angka itu tercatat tumbuh sebesar 8%-10% dibandingkan dengan 2022.Pertumbuhan itu juga terjadi di lingkup Asia. Luxehouze, platform barang mewah yang berbasis di Singapura, menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2021, pasar barang mewah terus tumbuh positif. Dari keseluruhan penjualan, harga jam tangan mewah mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022. Founder Luxehouze Shawn Ting menuturkan, tren penjualan bisnis barang mewah di Luxehouze berlangsung dinamis. Berdasarkan klasifi kasi, segmen pembeli barang mewah seperti jam tangan dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pada konsumen pemula, berada di kisaran harga sekitar Rp230 juta. Sedangkan segmen pembeli kelas menengah berada di kisaran Rp800 juta, disusul segmen pembeli kelas atas bernilai di atas Rp900 juta. Shawn menjelaskan bahwa kalangan konsumen barang mewah umumnya terbagi dua yakni sophisticated luxury consumer dan general luxury consumer. Sophisticated luxury consumer adalah kalangan konsumen dengan pengetahuan yang besar mengenai merek dan pasar barang mewah, sehingga sangat mementingkan elemen eksklusivitas, keahlian dari produk tersebut, serta pengalaman berbelanja yang menyeluruh.Sementara general luxury consumer adalah kalangan pembeli dan peminat barang mewah yang datang dari berbagai latar belakang sosial. Namun, di samping itu, konsumen barang mewah juga kini banyak yang berasal dari kalangan anak muda atau milenial. Dalam menjalankan bisnis barang mewah, Shawn menyebutkan ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, perubahan selera konsumen. Kedua, pengaruh teknologi. Kemajuan teknologi, terutama e-commerce, dapat menjadi tantangan bagi bisnis barang mewah yang tradisional. Ketiga, yakni perekonomian global. Sementara itu CEO Irressavenue Marisa Tumbuan mengatakan pasar barang mewah tak lepas dari bisnis preloved, yakni sistem jual beli item luxury brand yang masih layak pakai dan dapat dibuktikan keasliannya. Selain itu juga memiliki harga yang bersaing dan diburu para peconta fesyen. Sejumlah barang-barang preloved yang layak diperljual belikan misalnya seperti tas, baju, sampai sepatu dari jenama fesyen terkemuka di dunia. Pakar Marketing Inventure Consulting Yuswohady menilai tren bisnis barang mewah selama ini cenderung bergerak stabil. Hal itu lantaran bisnis satu ini ditopang oleh kemampuan orang-orang kaya yang seleranya cenderung tidak tergantung dengan pergerakan tren ataupun krisis. Khusus di Indonesia, dia berpendapat perkembangan bisnis barang mewah juga tak terlepas dari ketimpangan sosial yang ada. Lantaran sebagian besar masyarakat berasal dari kalangan menengah ke bawah, banyak orang kaya yang akhirnya berlomba-lomba untuk menaikkan statusnya.

Hujan Cuan Saham Sepanjang November Rain

01 Dec 2023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan November 2023 dengan menguat 4,87% ke posisi 7.080,74 pada Kamis (30/11). Indeks LQ45 juga ikut menguat sebesar 4,22% sepanjang bulan yang diwarnai mendung dan hujan. Kenaikan indeks ini diiringi oleh lonjakan sejumlah saham. Paling mencolok adalah saham Bank Jago Tbk (ARTO) yang melambung 103,17% ke level Rp 3.200 per saham sepanjang November. Emiten yang terafiliasi dengan Bank Jago, yakni PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga ikut melejit 62,67%. Masih dari deretan LQ45, jika ditarik dari awal 2023, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menjadi kampiun dengan penguatan saham 51,21%. Disusul saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik taipan Prajogo Pangestu yang telah melambung 38,41%. Head of Information Investment Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mencermati kenaikan saham-saham teknologi itu karena pergerakan sahamnya sudah negatif sepanjang 2023 dan rebound pada bulan ini. Sedangkan Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lukman Hakim melihat kenaikan saham-saham teknologi juga ditopang kocok ulang indeks MSCI. ARTO yang bermain di bisnis bank digital menjadi penghuni anyar MSCI Small Cap. Jika diihat secara tahunan, Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai kenaikan saham jagoan IHSG yakni PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) tergolong tak wajar. Salah satunya lantaran kenaikan harga KAYU tidak berjalan seiring kondisi fundamentalnya. Dengan kondisi tersebut, Lukman mencermati pada Desember 2023 bursa saham masih akan dipengaruhi sentimen eksternal. Terutama dari keputusan The Fed dalam arah kebijakan moneter ke depannya. Para investor dipercaya telah mengekspektasikan The Fed telah selesai menaikkan suku bunga. Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bakal melaju ke level 7.200 di akhir tahun ini. Sementara Mirae Asset Sekuritas jauh lebih optimistis dan memproyeksikan IHSG bisa berada di level 7.400 di ujung tahun 2023.

Lagi, Sinyal Cukai Plastik dan Minuman Manis

01 Dec 2023

Pemerintah mengirim sinyal lagi untuk menerapkan kebijakan cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada tahun depan. Indikasinya, pemerintah kembali memasang target penerimaan dari dua objek cukai tersebut. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 76/2023 tentang Rincian APBN 2024, pemerintah membidik penerimaan cukai pada tahun depan mencapai Rp 246,1 triliun. Angka tersebut meningkat 8,3% dibandingkan outlook 2023 yang sebesar Rp 227,2 triliun. Dari angka itu, penerimaan cukai plastik ditargetkan senilai Rp 1,85 triliun. Adapun penerimaan cukai MBDK dibidik sebesar Rp 4,39 triliun. Dus, total keduanya mencapai Rp 6,24 triliun. Sebenarnya, target penerimaan cukai plastik dan MBDK 2024 bukan kali pertama masuk dalam APBN. Melainkan sejak APBN tahun 2016 silam. Sayangnya, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Penggunaan Barang dan Jasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto belum bisa memastikan apakah cukai plastik dan MBDK akan diterapkan mulai 2024. Sebab, "Aturan turunan cukai plastik dan MBDK harus ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah (PP), dan sampai saat ini PP terkait pengaturan tersebut masih dalam proses penyusunan," terang Nirwala, Kamis (30/1). Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kemkeu Askolani mengatakan, implementasi cukai plastik dan MBDK masih disiapkan oleh pemerintah. Tak lupa, pihaknya juga masih mengkaji kebijakan tersebut dengan berbagai pihak terkait. Selain itu, pemerintah masih akan terus mengikuti perkembangan ekonomi nasional dan global pada tahun depan sebelum menerapkan dua objek cukai tersebut. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, penerapan cukai plastik dan MBDK menjadi kebijakan strategis jika Indonesia mau lebih serius membangun ekonomi berkelanjutan. Di satu sisi, kebijakan ini akan memberikan konsekuensi bagi industri terkait. Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah memaklumi rencana perluasan objek cukai sempat tertunda lantaran pemerintah masih mempertimbangkan kondisi ekonomi dan masyarakat menengah ke bawah yang belum pulih.

Genjot Investasi untuk Mengerek Ekonomi

01 Dec 2023

Upaya Indonesia lepas dari jebakan pertumbuhan ekonomi tahunan 5% masih akan menemui hambatan. Sebab, pemerintah harus mendongkrak kinerja investasi agar berkontribusi lebih besar lagi terhadap produk domestik bruto (PDB). Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11), Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2028 mendatang bisa bergerak di kisaran 5,3% hingga 6,1%. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan tersebut seiring stabilitas ekonomi yang terjaga. Namun menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus level 6% dan lepas dari jebakan pertumbuhan 5%, Indonesia harus menaikkan porsi investasi pada angka PDB. Saat ini, kontribusi pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 sekitar 29,68%. "Kalau mau pertumbuhan ekonomi lebih kencang, maka kontribusi investasi harus dinaikkan menjadi sekitar 40%," ungkap David kepada KONTAN, Kamis (30/11). Sementara kontributor utama PDB Indonesia masih berasal dari konsumsi rumah tangga dengan persentase lebih dari 50%. Menurut dia, apabila pertumbuhan ekonomi terus bertumpu pada kinerja konsumsi dalam negeri, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan maksimal. Dia menilai, untuk menggenjot pertumbuhan investasi, pemerintah sebenarnya sudah punya bekal. Salah satunya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Menurut David, pemerintah perlu memaksimalkan implementasi UU sapu jagat tersebut dan juga mengebut aturan turunan yang belum ada. Dengan ini, para investor akan berbondong-bondong masuk Indonesia. Meski demikian, David mengingatkan pemerintah tetap perlu waspada dengan beberapa peristiwa yang mampu menjegal kinerja pertumbuhan ekonomi ke depan.Seperti fluktuasi harga komoditas dan konflik global yang belum tahu kapan akan berakhir. Ramalan David, pertumbuhan ekonomi Indonesiaa akan berada di kisaran 5% hingga 5,2% pada tahun 2024.

TLKM Memangkas Target Pendapatan

01 Dec 2023

Segmen telekomunikasi yang menjadi bisnis utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mulai melambat. Namun, emiten pelat merah itu tetap yakin membukukan pertumbuhan pendapatan dengan mengandalkan kontribusi bisnis lainnya. Di akhir September 2023, Telkom mencatatkan pendapatan Rp 111,23 triliun. Angka ini naik 2,17% secara tahunan. Seiring dengan melambatnya bisnis utama di industri telekomunikasi, TLKM memperkirakan pendapatan menjadi low to mid single digit di tahun 2023. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TLKM Heri Supriadi menuturkan, bisnis telekomunikasi atau legacy TLKM turun sejalan dengan pergeseran konsumsi dan teknologi. Lihat saja, per kuartal III-2023, pendapatan seluler TLKM mencapai Rp 66,59 triliun. Dari angka ini, bisnis legacy turun 26,5% dan bisnis digital naik 7% secara tahunan. Di tengah penurunan pendapatan telekomunikasi, TLKM pun mengoptimalkan pendapatan dari bisnis lainnya. Direktur Strategic Portfolio TLKM Budi Setyawan Wijaya mengatakan, masih ada beberapa aksi korporasi yang akan dilakoni TLKM setahun ke depan. Ekspansi TLKM di bisnis menara cukup agresif. Kemarin, anak usaha TLKM, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel juga mengumumkan mengakuisisi 803 menara milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Equity Research Analyst Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi melihat prospek TLKM masih cerah. Dia menyarankan buy TLKM dengan target Rp 4.500.