;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

29 Nov 2023
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)

Apa Itu COP dan Mengapa Pertemuan Itu Penting

29 Nov 2023
COP atau Conference of The Parties adalah pertemuan tahunan global untuk membahas ancaman krisis iklim. Namun konferensi antarpemerintah ini juga menjadi biang kontroversi, terutama akibat minimnya kemajuan dalam penanggulangan bencana iklim. Sejak pertama kali berlangsung pada 1995, setiap COP menghasilkan pengurangan emisi secara bertahap. Sementara itu, transformasi besar-besaran dan sistemik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan Perjanjian Paris masih jauh panggang dari api.

Meski demikian, kita juga perlu memahami besarnya tantangan untuk mencapai konsensus bagi 198 negara peserta. Di tengah kondisi itu, COP telah meraih sejumlah tonggak penting, terutama Perjanjian Paris. Maka, meski progresnya sangat lambat, COP tetap menjadi mekanisme paling potensial untuk memberi tekanan kepada semua pemerintah untuk menjalankan perubahan besar agar pemanasan global tak melebihi 1,5 derajat Celsius, atau setidaknya, tetap berada di ambang batas 2 derajat Celsius.

Secara resmi, COP adalah badan pengambil keputusan tertinggi pada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan perjanjian-perjanjian di bawahnya. UNFCCC, yang aktif sejak Maret 1994, berupaya mencegah segala aktivitas manusia yang mengganggu sistem iklim. Badan ini menekankan pentingnya pencapaian tujuan itu dalam batas-batas waktu tertentu supaya ekosistem dapat beradaptasi secara alami terhadap perubahan iklim, menjaga produksi pangan, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Yetede)

Berlomba Talangi Program Jumbo

29 Nov 2023
 JAKARTA – Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029 mengobral berbagai program yang menelan biaya jumbo untuk menggaet pemilih. Strategi penguatan fiskal untuk mendongkrak penerimaan negara dibutuhkan untuk menalangi program tersebut. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki program yang relatif mirip serta membutuhkan biaya besar. Misalnya program pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan memberikan makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk anak usia balita dan ibu hamil.

Program itu menyasar lebih dari 80 juta orang dengan cakupan 100 persen pada 2029. Jika makan gratis senilai Rp 15 ribu per orang, setidaknya butuh Rp 1,2 triliun untuk membiayai program tersebut dalam sekali waktu. Program tersebut diperkirakan menyedot dana ratusan triliun rupiah jika berlangsung secara rutin.

Menurut Piter, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud Md. juga memiliki program-program yang membutuhkan biaya besar serta berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Piter menilai realistis-tidaknya program tersebut terletak pada upaya-upaya para calon meningkatkan penerimaan negara untuk membiayainya.  “Ketika menganggarkan pengeluaran yang begitu besar, tapi di sisi lain target penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi dibatasi, program-program tersebut menjadi sulit dilaksanakan,” kata Piter saat dihubungi Tempo, kemarin. (Yetede)

Mencari Titik Keseimbangan antara Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Ekonomi

28 Nov 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah terus memperkuat peran pembiayaan  dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim. Namun dalam implementasinya sering terjadi kontradiksi antara penanganan dampak  dampak perubahan iklim dan upaya mendorong perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan titik kesimbangan agar penanganan perubahan iklim bisa berjalan beriringan dengan ikhtiar mendorong geliat perekonomian.  Berdasarkan data bank Dunia, tercatat bahwa dalam 20 tahun terakhir peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengentasan kemiskinan berjalan seiring dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Upaya Indonesia dalam meningkatkan pendapatan per kapita naik dua kali lipat sementara income per kapita naik hampir empat kali lipat. Ini menggambarakan Indonesia masih perlu terus meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan pembangunan. (Yetede)

Akhir Tahun, Likuiditas Perbankan Mulai Ketat

28 Nov 2023
JAKARTA,ID-Industri perbankan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 7.982,3 triliun per Oktober 2023, tumbuh 3,9% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini jauh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya yang 6,4% (yoy). Baik akhir tahun ini diperkirakan likuiditas perbankan mulai mengalami pengetatan. Berdasarkan data Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), simpanan yang mengalami  penurunan terbesar adalah simpanan korporasi. Per Oktober 2023, simpanan korporasi tumbuh 4,3% (yoy) menjadi Rp 3.454,8 triliun, anjlok dibandingkan September 2023 yang meningkat 9,2% (yoy). Sementara simpanan perorangan juga melambat  namun tidak signifikan dari pertumbuhan 4,6% (yoy) per September 2023 menjadi 4,4% (yoy) per Oktober 2023 dengan nilai simpanan Rp 4.059,4 triliun. 

Jasa Marga Siapkan Capex Jumbo Rp 10 Triliun

28 Nov 2023
JAKARTA,ID-Emiten jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 10 triliun pada tahun depan. Dana tersebut diantaranya akan digunakan untuk mendanai investasi perseroan di sejumlah proyek tol. "Kalau kami hitung, kurang lebih capex yang akan kami anggarkan, terutama untuk capex investasi di 2024 sekitar 10 trliun," kata Direktur Manajeman dan Risiko Jasa Marga Paramitha Wulanjani. Menurut beliau, besar capex 2024 tersebut berkaitan dengan alokasi yang disiapkan pemerintah untuk pembebasan lahan dan progres konstruksi jalan tol yang sedang dibangun." Tak kalah penting, alokasi capex tersebut juga disesuaikan  dengan kondisi keuangan perseroan saat ini. "Jadi, harapan kami bisa menjaga free cash flow tetap positif, sehingga dalam pengeluaran capex kedepan lebih memerhatikan kapabilitas keuangan dari perusahaan. (Yetede)

Industri Rokok Sasar Generasi Muda melalui Pemasaran Digital

28 Nov 2023

Laporan terbaru Vital Strategies menemukan, industri rokok berusaha melawan kemerosotan tingkat konsumsi rokok secara global dengan berinvestasi dalam berbagai perangkat pemasaran digital tercanggih, seperti metaverse, siniar, dan karya seni nonfungible token atau NFT. Berbagai media baru tersebut sejauh ini belum teregulasi dan didominasi oleh audiens muda. Laporan Vital Strategies itu merupakan bagian dari inisiatif sistem pemantauan pemasaran rokok di media digital Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM). Laporan tersebut memaparkan bukti bagaimana perusahaan rokok mengeksploitasi berbagai platform digital. Bukti yang dilaporkan ini berdasarkan tinjauan dari media social dan situs digital lain di India, Indonesia, dan Meksiko.

”Konsumsi rokok secara global terus merosot dan industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya  jumlah perokok,” sebut Nandita Murukutla, Vice President Global Policy and Research Vital Strategies, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11). Dalam laporannya, Vital Strategies memaparkan bagaimana industri rokok menempuh segala cara untuk mendapatkan konsumen baru. Mereka memanfaatkan anggaran pemasaran yang sangat besar untuk memasang iklan di seluruh penjuru internet, yang regulasinya masih sangat lemah. ”Termasuk yang sangat meresahkan adalah menyasar ruang-ruang yang justru adalah sarana media yang ramai digunakan oleh anak muda,” kata Murukutla. Contohnya, seorang pemengaruh Indonesia dengan 42.000 lebih pengikut memajang produk rokok elektronik. Taktik pemasaran ini dinilai efektif karena dapat diakses di mana saja, interaktif, dan sering kali disesuaikan dengan selera personal, terutama anak-anak muda. Saat ini, terdapat 5,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. (Yoga)

Setoran Pajak dari Sektor Usaha Andalan Melambat

28 Nov 2023

Setoran pajak dari industri pengolahan dan perdagangan melambat sepanjang tahun ini, bahkan terkontraksi selama dua triwulan berturut-turut. Lesunya sumbangan pajak dari kedua sektor andalan itu patut diwaspadai karena keduanya menyumbangkan hingga lebih dari separuh total penerimaan pajak negara. Berdasarkan laporan kinerja APBN Oktober 2023, sektor industri pengolahan dan perdagangan menyumbangkan penerimaan pajak tertinggi dibandingkan dengan sektor lain. Setoran pajak dari kedua sektor ini berkontribusi lebih dari separuh total penerimaan pajak. Pada Oktober 2023, industri pengolahan berkontribusi 27,3 % terhadap total penerimaan pajak sebesar Rp 1.523,7 triliun. Sementara sektor perdagangan menyumbangkan 24,2 %. Akan tetapi, sumbangsih kedua sektor itu terpantau melemah sepanjang tahun ini. Setoran pajak dari industri pengolahan tumbuh minus selama dua triwulan berturut-turut, yaitu minus 7 % pada triwulan II-2023 dan minus 9,4 % pada triwulan III-2023.

Pada Oktober 2023, penerimaan pajak dari sektor manufaktur mulai tumbuh positif, yaitu 6,7 %. Namun, pertumbuhan itu masih jauh di bawah pertumbuhan pajak industri pengolahan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 13,4 % pada Oktober 2022. Sektor perdagangan yang menjadi kontributor pajak kedua terbesar juga mengalami kontraksi selama dua triwulan berturut-turut, yakni minus 1,6 % (triwulan II) dan minus 0,3 % (triwulan III), kemudian anjlok semakin dalam pada Oktober 2023 hingga minus 28,5 %. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Senin (27/11) menduga, turunnya penerimaan pajak dari industri pengolahan itu karena beberapa faktor. Selain efek basis yang tinggi (high-based effect) akibat lonjakan harga komoditas pada tahun 2022, penerimaan pajak tergerus karena kinerja ekspor-impor yang menurun tajam di tengah pelemahan ekonomi dunia. (Yoga)

INDUSTRI TEKSTIL, Membangkitkan Raksasa yang Tertidur

28 Nov 2023

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pernah begitu berjaya karena menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor Indonesia dan mampu menyerap tenaga kerja jutaan orang. Hanya saja, kini terus merosot dan tertekan. TPT, ibarat raksasa yang tersungkur dan kelimpungan. Pada dekade 80-an dan 90-an, industri tekstil Tanah Air sedang jaya-jayanya. Ekspor TPT Tanah Air melanglang buana ke seluruh dunia. Saking melimpahnya omzet, bahkan salah satu sentra TPT, yakni Majalaya, Kabupaten Bandung, dijuluki sebagai kota dollar. Namun, kini industri TPT tengah terpuruk. Berita pabrik tekstil tutup dan merumahkan karyawannya silih berganti mewarnai media masa. Pudar sudah kejayaan kota dollar. Mengutip data BPS, produk industri tekstil dan pakaian jadi triwulan III-2023 mencapai Rp 33,9 triliun, turun 2,69 % dari periode sama pada 2022. Kontribusinya industri terhadap PDB nasional pada triwulan ketiga 2023 sebesar 1,08 %, menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di 1,17 %.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan jumlah serapan tenaga kerja di industri ini terus menurun. Saat ini jumlahnya mendekati 3 juta orang, menurun dibandingkan dengan 2019 yang menyerap hingga 3,5 juta orang. Melambatnya industri ini juga tecermin dari kinerja perusahaan tekstil yang juga tengah tertekan. Salah satu raksasa perusahaan TPT, misalnya PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal Sritex, pun tengah tertekan. Pada Sembilan bulan 2023, penjualan neto perusahaan merosot 47,6 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Akhirnya, perusahaan pun menanggung kerugian operasional 105,14 juta USD. Emiten berkode saham SRIL itu bahkan masuk dalam papan pemantauan khusus lantaran berkategori ekuitas negatif dan likuiditas rendah. Efek SRIL itu sudah disuspensi atau tidak diperdagangkan selama 30 bulan sejak 18 Mei 2021 (Kompas, 24/11).

Sejatinya, industri TPT ini sangat strategis dan punya potensi yang sangat besar. Di tengah cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045, industrialisasi harus bisa bertumbuh dan menyerap banyak tenaga kerja. Inilah peran yang bisa dimainkan oleh industri TPT yang memang memiliki karakter padat karya sehingga menyerap secara luas tenaga kerja. Untuk mendongkrak industri ini, banyak yang perlu dibenahi. Pemerintah perlu melindungi pasar dalam negeri dari gempuran impor. Pelaku industri mendambakan adanya proteksi pasar dengan pagar tarif bea masuk impor. Tak hanya itu, aparatur juga perlu memperketat pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus dari penyelundupan produk tekstil ilegal. Pemerintah juga perlu aktif membuka pasar baru tujuan ekspor. Ini supaya ada alternatif negara tujuan  ekspor ketika permintaan dari negara mitra dagang tradisional tengah melambat. Sudah saatnya industri TPT ini direvitalisasi.  (Yoga)

Balada Masyarakat Makan Tabungan

28 Nov 2023

Satu tahun terakhir ini, Trixy (27) kesulitan menabung. Dulu, ia bisa menyisihkan pemasukannya untuk ditabung di bank atau diinvestasikan dalam bentuk emas dan valuta asing (valas). Setidaknya Rp 500.000 dari gaji bulanannya yang sekitar Rp 5 juta ditabung. Namun, belakangan, simpanannya semakin sering ditarik untuk mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi, setelah orangtuanya pensiun, Trixy jadi tulang punggung keluarga. Tabungannya paling lama hanya bertahan dua bulan sebelum diputar lagi untuk macam-macam kebutuhan. ”Dulu waktu awal-awal kerja, punya rencana mulia mau rutin nabung, investasi. Tapi, namanya hidup ada aja,” katanya saat dijumpai, Kamis (23/11). Trixy kini tidak bisa lagi menabung secara rutin. Terlebih, gajinya cenderung jalan di tempat setelah enam tahun bekerja. Kalah dengan biaya hidup yang naik lebih cepat dan lebih tinggi.

Ongkos transportasi untuk bekerja memakai ojek daring naik 20 % satu tahun terakhir ini. Dalam sebulan, ia harus menyisihkan Rp 1,5 juta untuk transportasi. Urusan rumah dan kebutuhan pokok bulanan juga naik, dari Rp 2 juta mendekati Rp 3 juta. Tabungannya tak hanya terpakai untuk kebutuhan pokok. Trixy juga harus mengeluarkan uang untuk tuntutan pergaulan meski ia berusaha tidak terlalu ”hedon”. Ia dan teman-temannya, misalnya, mulai ”nongkrong” di kos atau rumah ketimbang kafe atau mal. Namun, ada saja ongkos yang harus dibayar untuk menjadi manusia yang aktif di masyarakat. ”Kebetulan ini tahun nikahan. Teman dekat yang nikah sampai 11 orang. Ikut happy pasti, tetapi enggak mungkin, kan, enggak kasih amplop, patungan bridal shower, atau kasih kado,” kata karyawati swasta asal Surabaya itu.

Berdasarkan kajian terbaru Mandiri Spending Index (MSI) per November 2023, meski tingkat konsumsi masyarakat terjaga, nilai tabungan kelompok bawah (setara masyarakat kelas menengah-bawah) dengan saldo di bawah Rp 1 juta terus turun sejak awal 2022 hingga sekarang. Terutama, sejak Lebaran. Per November 2023, indeks tabungan masyarakat menengah-bawah anjlok ke level 47,4, terendah dalam nyaris dua tahun terakhir ini. Sebagai perbandingan, pada Juli 2023, indeks tabungan kelompok ini masih di level 83. Seiring berkurangnya tabungan, indeks belanja mereka mulai melambat meski masih tum- buh di level 269,2. ”Tabungan kelompok ini berkurang sangat dalam, sudah 53 % sejak tahun lalu. Dampak dari tabungan yang terus terpakai untuk konsumsi itu mulai terlihat, kemampuan belanja mulai turun,” kata Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono. (Yoga)