;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Kasad, TNI AD Menjunjung Tinggi Netralisasi di Pemilu 2024

30 Nov 2023
JAKARTA,ID-Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa TNI AD selalu menjunjung tinggi sikap netral di Pemilu 2024. Segala bentuk pelanggaran terkait  itu akan direspon secara cepat melalui sanksi hukum berdasarkan  bukti. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang menekankan pentingnya netralitas TNI di Pemilu 2024. "Itu sudah pasti, karena zaman sekarang itukan  mencari bukti itukan tidak sulit. Banyak orang tiba-tiba sudah ada rekaman video, jadi sangat mudah sebetulnya, kalau sudah ada bukti, ya kita pasti ada tindakan," kata Maruli usai dilantik sebagai Kasad di istana Negara Jakarta, Rabu (29/11/2023). Presiden Jokowi melantik panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (pangkostrad) Letnan Jendral TNI Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dengan pangkat Jenderal TNI. (Yetede)

Industri Keuangan Non-Bank Jadi Sorotan

30 Nov 2023
JAKARTA — Kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi tiga sektor utama industri keuangan non-bank, yaitu asuransi, dana pensiun, dan teknologi finansial (fintech), dinilai rendah. Akibatnya, muncul banyak kasus kejahatan di ketiga sektor tersebut yang merugikan masyarakat. “Berbagai kasus, seperti fraud Asuransi Jiwasraya, Bumiputera, dana pensiun BUMN, hingga jeratan pinjaman online, menimbulkan kerugian yang masif,” ujar Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Said Abdullah kepada Tempo, kemarin. 

Kasus penyelewengan yang menimpa Jiwasraya bermula dari gagal bayar serta kelalaian pengelolaan investasi yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp 16,8 triliun. Sedangkan asuransi AJB Bumiputera mengalami defisit keuangan sejak 1997, diikuti dengan gagal bayar klaim, sebelum akhirnya diselamatkan OJK. Adapun dana pensiun pelat merah diterpa persoalan likuiditas hingga dugaan tindak pidana korupsi. Kementerian Badan Usaha Milik Negara bahkan mengungkapkan 70 persen entitas dana pensiun BUMN dalam kondisi sakit dan berpotensi merugikan negara. (Yetede)

Restrukturisasi Jiwasraya Masih Menyiasatkan Masalah

29 Nov 2023

Restrukturisasi Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) ke Asuransi Jiwa Indonesia Financial Group (IFG Life) nyatanya masih meninggalkan masalah. Terbaru adalah kembalinya protes keras dari pensiunan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Para pensiunan BUMN ini kompak protes atas opsi restrukturisasi program anuitas seumur hidup yang ditawarkan Jiwasraya. Terlanjur memilih salah satu dari opsi restrukturisasi, para pensiunan itu kini meminta agar hal tersebut diubah. Dasar yang menjadi alasan adalah, salah satunya, keputusan yang diambil para pensiunan kala itu dalam keadaan force majeur (keadaan kahar). "Kami harus menerima salah satu opsi dan saat itu dalam keadaan panik dan dalam tekanan," sebut Arif Hartanto, pensiunan Garuda Indonesia kepada KONTAN, Selasa (28/11). Dari opsi yang dipilihnya, lanjut Arif, uang pensiun yang dia terima memang sama seperti sebelum restrukturisasi. Bedanya, uang pensiun hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu, tidak lagi seumur hidup seperti dalam aturan Undang-Undang (UU) Dana Pensiun Nomor 11 tahun 1992. Saat program restrukturisasi, Jiwasraya menawarkan tiga opsi penyelesaian kepada para pensiunan BUMN. Salah satu opsi yang cukup kontroversial adalah adanya permintaan agar pemegang polis menambah ( top up ) premi. Nilai top up yang diminta berbeda antara BUMN satu dan lainnya. Bambang Sri Muljadi, Mantan Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia pun angkat suara mengenai permintaan top up premi oleh Jiwasraya untuk membenahi kondisi keuangan mereka. Hal itu, menurut Bambang, tidak sesuai UU dan Peraturan Pemerintah (PP). "Bila pemberi kerja menyerahkan dana manfaat pensiun ke perusahaan asuransi jiwa, tanggungjawab beralih ke asuransi," terang Bambang, Senin (27/11). Maka, Syahrul Tahir Ketua Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir bertanggung jawab. Sayang, upaya Kontan untuk mewawancarai Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo tak berbalas. Dihubungi KONTAN, Hexana Tri Sasongko, Dirut IFG (Holding) minta KONTAN menghubungi Dirut Jiwasraya Angger P. Yuwono. Namun, Angger tak membalas pertanyaan KONTAN.

Penerimaan Cukai Akan Sulit Mencapai Target

29 Nov 2023

Pemerintah terus mengeduk penerimaan dari berbagai sumber, termasuk cukai dan kepabeanan. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Oktober 2023 mencapai Rp 220,8 triliun. Realisasi itu mencapai 72,8% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Kementerian Keuangan, Encep Dudi Ginanjar mengatakan sektor cukai masih menjadi tumpuan penerimaan kepabeanan dan cukai dengan total penerimaan mencapai Rp 169,77 triliun. Hanya saja, realisasi tersebut baru mencapai 69,17% dari target dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 245,45 triliun. Realisasi ini juga menurun 4,14% secara tahunan alias year on year (yoy). Penurunan penerimaan cukai ini terjadi pada hasil tembakau (HT) dan etil alkohol (EA). Namun realisasi penerimaan cukai MMEA naik 0,66% yoy menjadi Rp 6,32 triliun, atau mencapai 72,91% dari target. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya industri pariwisata serta produksi dalam negeri yang kembali tumbuh 0,4%. "Meskipun ada perlambatan di beberapa sektor, Bea Cukai tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui kinerja pelayanan dan pengawasan," ujar Encep, Selasa (28/11). Di sisi lain, dia bilang, penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp 41,4 triliun atau tumbuh tipis sebesar 1,8%. Kinerja ini baru setara 87,13% dari target dalam APBN 2023 sebesar Rp 47,53 triliun. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperkirakan, penerimaan cukai pada tahun ini tidak akan mencapai target. Hal ini dipengaruhi daya beli masyarakat yang masih lemah, serta maraknya fenomena downtrading dan peredaran rokok ilegal. "Berat mencapai target, daya beli masyarakat lagi lemah," kata dia, kemarin. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga bilang, penerimaan cukai tahun ini tidak akan mencapai target. Hal itu karena tingginya tarif cukai yang berakibat pada potensi penurunan produksi atau konsumsi. "Sepertinya sih sulit mencapai 100% target," kata dia.

Utang Pemerintah Terus Merangkak Naik

29 Nov 2023

Pemerintah terus memupuk utang. Posisi utang pemerintah pada Oktober tahun ini mencapai Rp 7.950,52 triliun, atau tumbuh dari posisi September 2023 yang senilai Rp 7.891,61 triliun. Mengutip Buku APBN KITA Edisi November 2023, rasio utang pemerintah saat ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 37,68%. Rasio utang tersebut menurun dibandingkan akhir 2022 dan berada di bawah batas aman 60% PDB sesuai UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. "Rasio ini juga masih lebih baik dari yang telah ditetapkan pada kisaran 40% dalam Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2023-2026," tulis laporan buku tersebut dikutip, Selasa (28/11). Adapun posisi utang pada September didominasi utang dari surat berharga negara (SBN) yang nilainya mencapai Rp 7.048,9 triliun. SBN ini terdiri dari SBN domestik mencapai Rp 5.677,55 triliun dan SBN valuta asing (valas) mencapai Rp 1.371,35 triliun. Posisi utang pemerintah diperkirakan sulit kembali ke era sebelum pandemi Covid-19 yakni Rp 4.779,28 triliun. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto bahkan meramal, posisi utang pemerintah akan melonjak pada akhir 2023. Hal senada dikemukakan Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, yang memperkirakan, rasio utang pemerintah baru akan kembali sebelum pandemi yakni pada tahun 2027 mendatang.  "Dengan mengikuti trend perkembangan penurunan rasio utang saat ini maka paling cepat waktu yang dibutuhkan agar rasio utang kembali ke era sebelum pandemi sekitar tiga sampai empat tahun," sebut Yusuf.

Mesin Baru AKRA di Kawasan Industri

29 Nov 2023

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merancang kawasan industri dan pelabuhan sebagai motor penggerak laba yang berkelanjutan. AKRA siap menggenjot tiga sumber pendapatan dari Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Direktur & Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo, Suresh Vembu membeberkan tiga sumber pendapatan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Gresik ini. Pertama, penjualan lahan dengan memonetisasi 850 hektare (ha). Total nilai indikatif mencapai Rp 19 triliun-Rp 20 triliun. Kedua, utilities income atau pendapatan dari penyediaan kebutuhan listrik, air dan gas. AKRA berpotensi memonetisasi kebutuhan 1,1 gigawatt (GW)-1,3 GW listrik, 800 liter per detik (lps)-850 lps air, dan 65 juta kaki kubik per hari (mmcfd)-75 mmcfd gas saat semua tenant memanfaatkan fasilitas. Ketiga, AKRA akan meraup pendapatan dari pelabuhan (port income) dengan kapasitas 10 juta ton kargo curah. Bisnis kawasan industri dan pelabuhan ini akan menunjang pendapatan berulang (recurring income) AKRA. Sumbangan dari kawasan industri & pelabuhan akan menanjak. Sebagai estimasi, kontribusinya ditaksir 22% terhadap laba kotor AKRA tahun 2024, dan bakal mencapai jadi 32% pada tahun 2030. Selain itu, Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo meyakini prospek kinerja di segmen bahan kimia dan BBM akan tumbuh. Arus investasi yang meningkat, ikut mengangkat permintaan dari industri. Apalagi dengan semakin banyaknya smelter yang beroperasi. Suresh menambahkan, AKRA juga menjalankan ekspansi infrastruktur dan penambahan kapal untuk meningkatkan kekuatan logistik. Secara bersamaan, AKRA menjajaki pengembangan bisnis di segmen bahan bakar aviasi, pelumas dan metanol. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai saham AKRA layak koleksi dengan strategi trading buy. Cermati support resistance saham AKRA di level Rp 1.400-Rp 1.555.

Insentif Kartu Kredit Kembali Diperpanjang

29 Nov 2023

Bank Indonesia (BI) kembali memperpanjang relaksasi kartu kredit hingga pertengahan tahun 2024. Ini sejalan dengan bisnis kartu kredit yang memang masih terlihat lesu. BI mencatat, pada Oktober 2023,  nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp 664,87 triliun atau turun sebesar 3,53% secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun, perpanjangan relaksasi meliputi batas minimum pembayaran pemegang kartu kredit sebesar 5% dari total tagihan dan kebijakan nilai denda keterlambatan sebesar maksimum 1% dari total tagihan serta tidak melebihi Rp 100.000. GM Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang bilang relaksasi tersebut cukup berdampak pada peningkatan nilai maupun volume transaksi hingga sepuluh bulan pertama tahun ini di kisaran 20% secara tahunan. Hanya saja, ia tak mau menyebut nilai pastinya. Grace meminta perpanjangan relaksasi ini juga perlu diikuti dengan peninjauan ulang terkait kebijakan tingkat bunga kartu kredit yang kini maksimal 1,75%. Mengingat, tren suku bunga sudah mengalami kenaikan. Sependapat, SVP Credit Cards Grup Bank Mandiri Erin Young juga optimistis bahwa pertumbuhan bisnis di segmen ini akan tetap tumbuh. Ini terbukti dari volume transaksi sudah meningkat hingga 30% secara tahunan. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menilai perpanjangan insentif itu merupakan upaya dalam menjaga momentum pemulihan perekonomian domestik. Ia menyebutkan hingga saat ini kartu kredit masih menjadi salah satu pembayaran andalan nasabah BCA. Per Septermber 2023, transaksi kartu kredit  BCA mencapai Rp 78,5 triliun, naik  34% yoy.

Premi Dihantui Bunga Tinggi

29 Nov 2023

Industri asuransi pada tahun depan masih dibayangi laju inflasi tinggi. Inflasi diperkirakan masih berada di level tinggi, karena suku bunga acuan Bank Indonesia diprediksi masih tinggi. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Iwan Pasila, memperkirakan, inflasi yang berpotensi naik dalam beberapa periode ke depan, membuka peluang bagi otoritas moneter untuk menaikkan suku bunga lebih lama ( higher for longer ). Presiden Direktur PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), Widodo mengamini, tingginya suku bunga acuan berkepanjangan bisa mengerek bunga surat berharga negara (SBN) yang baru diterbitkan. Ini akan ikut menurunkan harga SBN yang terbit saat suku bunga masih lebih rendah. Selama ini, lanjut Widodo, ASBI masih mampu membukukan investasi dengan hold to maturity method. Namun, strategi ini memiliki konsekuensi SBN tidak dapat terjual bila ada kebutuhan likuiditas. "Masalah ini yang menyebabkan bangkrutnya Silicon Valey Bank (SVB) di Amerika Serikat," imbuh dia. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengakui, kenaikan suku bunga yang berkepanjangan bisa bedampak negatif terhadap pertumbuhan portofolio investasi asuransi. Ini terutama untuk investasi jangka panjang. Budi belum bisa memproyeksi kinerja industri asuransi di tahun depan, karena masih wait and see. Yang pasti, pihaknya selalu mengingatkan pelaku industri untuk mencari instrumen investasi yang bisa mendorong peningkatan premi.

Konsisten Jaga Transparansi, Bank Mandiri Raih Juara 1 Perusahaan Go Publik Keuangan Annual Report Award (ARA) 2022

29 Nov 2023

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kembali berhasil meraih gelar Juara 1 di ajang penganugerahan Annual Report Award (ARA) 2022 dalam kategori Go Publik Keuangan. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, penghargaan ini menjadi wujud dari konsistensi dan komitmen perseroan untuk mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam memaksimalkan nilai perusahaan. “Penghargaan ini kami harap dapat semakin meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap Bank Mandiri, dengan mengedepankan budaya tata kelola yang terbuka dan transparan,” terang Rudi dalam keterangan resminya, Senin (27/11).Annual Report Award adalah penghargaan atas keterbukaan perusahaan pemerintah dan swasta, publik (Listed) dan Non Publik (Non Listed) yang ditunjukkan dalam Laporan Tahunan (Annual Report) perusahaan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) untuk meningkatkan kualitas informasi dan governance. ARA juga menjadi salah satu penghargaan prestisius yang menekankan pada kualitas Penerapan Good Corporate Governance (GCG). Terlebih lagi, kinerja keuangan Bank Mandiri terus mencatatkan perbaikan yang selaras dengan kondisi perekonomian Indonesia yang masih solid serta diikuti dengan transformasi bisnis yang menyeluruh. Tercatat, pada akhir September 2023 Bank Mandiri berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi yang menembus Rp 2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut pun beriringan dengan protabilitas Bank Mandiri yang semakin membaik. Tercermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi melesat 27,4% YoY menjadi Rp 39,1 triliun hingga September 2023. Kenaikan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada ekosistem baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.

DESA BUDAYA, Berburu Paus Bukan Cuma Urusan Sejengkal Perut

29 Nov 2023

Bagi orang Lamalera, tradisi berburu paus, lumba-lumba, dan pari manta bukan urusan sejengkal perut semata. Tradisi ratusan tahun di selatan Pulau Lembata, NTT, itu menjadi landasan hidup yang mewujud dalam beragam ekspresi budaya. Alunan syair lie yang dinyanyikan Kristoforus Plea Hariona (66) di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Lembata, Senin (20/11) malam memecah keheningan, sang lamafa atau juru tikam ikan paus tersebut melantunkan syair berbahasa Lamalera dalam festival budaya ”Tani Tenane Fule Penete”. Lie merupakan nyanyian selama proses melaut yang dipercaya bisa mendatangkan pertolongan. Syairnya beragam, beberapa di antaranya ditujukan untuk meminta angin saat berlayar dan kemudahan mendapatkan ikan.

”Sayangnya, banyak generasi muda mulai lupa. Padahal, ini budaya dari nenek moyang yang harus terus dilestarikan,” ujarnya. Orang Lamalera memburu paus, lumba-lumba, dan pari manta tidak sekadar untuk kebutuhan keluarga. Setelah ikan-ikan besar itu ditangkap, dagingnya dibagikan kepada warga setempat, termasuk fakir miskin, janda, dan orang sakit. Dalam festival budaya itu, warga Lamamanu membawakan tutu koda meminta hujan untuk memulai musim tanam. Sebab, kemarau masih melanda meskipun sudah di pengujung tahun. Selain tradisi lisan dan tarian, tradisi berburu paus di Lamalera juga mewujud dalam obyek kebudayaan lainnya, yaitu pengetahuan tradisional menenun yang disebut tani tenane. Gambar peledang, paus, dan pari manta menjadi motif umum tenun Lamalera.

Setiap Sabtu pagi, ibu-ibu dari Lamalera naik bus menuju Pasar Barter Wulandoni yang berjarak 9 km. Di sana mereka bertemu orang-orang dari gunung untuk menukarkan hasil laut dengan komoditas pertanian, seperti jagung, singkong, keladi, dan sayur-mayur. Tiga tahun terakhir, Alexander menjadi daya desa di Lamalera A. Ia bertugas menggerakkan warga mengoptimalkan potensi desa untuk mendukung program pemajuan kebudayaan desa dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek. “Tradisi berburu paus ibarat akar bagi budaya Lamalera yang mewariskan nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, kerja keras, dan peduli terhadap sesama. ”Jadi, ini bukan cuma urusan perut. Kalau tradisi berburu paus yang sudah berjalan ratusan tahun dilarang, budaya-budaya Lamalera pun akan hilang,” katanya. (Yoga)