;

Sekitar 1 Juta Petani dan Nelayan Berkurang di 2030

Ekonomi Yoga 01 Dec 2023 Kompas (H)
Sekitar 1 Juta Petani dan
Nelayan Berkurang di 2030

Peningkatan intensitas dan frekuensi anomali iklim berdampak pada penurunan hasil panen petani dan tangkapan nelayan. Jika kondisi anomali iklim kian ekstrem, hampir 1 juta petani dan nelayan berpotensi beralih pekerjaan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Anomali iklim yang berujung pada hujan ekstrem ataupun kekeringan berkepanjangan diperkirakan semakin sering terjadi pada tahun-tahun ke depan. Kecenderungan itu dapat terjadi lantaran perubahan iklim yang tengah berlangsung. Merujuk data BPS selama 1993-2022, jumlah pekerja di sector pertanian, kehutanan, dan perikanan rata-rata tumbuh 0,13 % per tahun. Namun, saat terjadi anomali iklim, seperti IOD positif yang bersifat kering pada 1994, jumlah pekerja turun 2,03 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat terjadi La Nina yang bersifat basah pada 2011, jumlah pekerja turun 2,4 juta pekerja dibandingkan dengan 2010. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas memproyeksikan hingga tahun 2030, jumlah petani dan nelayan akan menurun 2,4 % atau sekitar 926.492 pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya akibat perubahan iklim. Jumlah petani dan nelayan yang berusaha sendiri ataupun bekerja pada orang lain berpotensi menurun jika pola anomali iklim El Nino, La Nina, ataupun Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) makin ekstrem. Lebih rentan Mereka yang beralih kerja paling banyak diperkirakan buruh yang tidak memiliki lahan pertanian atau kapal. Angka penurunan buruh tani dan nelayan 2022-2030 diprediksi minimal 20 %. Adapun angka penurunan pekerja yang berstatus berusaha sendiri minimal 6 %. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :