;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

PENANAMAN MODAL : MENANTI TUAH ANDAL KEK KENDAL

26 Dec 2023

Koridor manufaktur Jawa Tengah bagian selatan yang mulai meredup membawa angin baru bagi sejumlah kawasan industri di pesisir pantai utara, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sejumlah perwajahan dan fasilitas yang diselesaikan pada 2023, diharapkan menjadi pengungkit inventasi di jantung Pulau Jawa itu pada tahun depan. Sektor manufaktur di Indonesia pada pengujung 2023 masih berada pada fase ekspansif. Hal tersebut terlihat dari laju pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencapai angka 5,20% secara tahunan (yaer-on-year/YoY) pada kuartal III/2023. “Saya juga ingin menyampaikan data lain yang memperkuat bahwa Indonesia sedang mengalami ekspansi dari sektor industri manufakturnya, yakni hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada November 2023 menunjukkan angka sebesar 52,43 [poin], atau meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan Oktober 2023,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, kinerja cemerlang itu tak begitu terasa di Jawa Tengah yang jadi salah satu motor manufaktur Pulau Jawa. Sinyal pelemahan manufaktur Jawa Tengah terlihat dari konsumsi listrik pada sektor industri yang turun 4,75% sepanjang tahun ini. Alhasil, laju pertumbuhan sektor manufaktur juga masih terhambat. Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah hingga kuartal III/2023, laju pertumbuhan sektor usaha industri pengolahan secara kuartalan masih tertahan di bawah angka 1,50 poin secara kuartal (quarter-to-quarter/QtQ).Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa secara YoY, laju pertumbuhan atas dasar harga konstan sektor tersebut berkisar di angka 3,9—4,9 poin. Sedikit lebih baik, mengingat laju pertumbuhan tahunan pada 2022 hanya 3,88 poin YoY. Pada 2019, tepatnya dengan terbitnya PP No. 85/2019, Kawasan Industri Kendal (KIK) ditunjuk sebagai KEK pertama di Pulau Jawa dan digadang-gadang mampu mendatangkan investasi dalam jumlah besar ke Jawa Tengah.KIK sendiri punya luas lahan hingga 2.200 hektare, meski saat ini yang telah dikembangkan pada fase pertama pembangunan baru mencapai 1.000 hektare. 

Harapannya, 70% dari keseluruhan produksi di KIK dapat dilepas ke pasar ekspor usai disematkannya status KEK oleh pemerintah. “KIK siap menerima para investor yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia. Apalagi KIK telah ditetapkan sebagai KEK yang tentunya memberikan lebih banyak keuntungan kepada para investor, berupa pemberian insentif dan fasilitas tax holiday, tax allowance, kepabeanan, serta yang terpenting jaminan ketersediaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan industri,” kata Didik Pambudi, Executive Director KIK, pada awal 2023. “Sekitar sebulan lalu, diresmikan auto gate yang merupakan pelayanan satu pintu, sehingga setiap pemasukan barang itu terdata,” kata Cahya Nugraha, Kepala Seksi Humas Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah-DI Yogyakarta, kepada Bisnis, pekan lalu. Sebagai informasi, pada tahun ini hampir di setiap bulan nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah berada di bawah kinerja 2022, dengan pengecualian pada Mei dan Oktober 2023. BPS mencatat pada Mei 2023, nilai ekspor nonmigas berada di angka US$955,46 juta. Sementara itu, di Oktober 2023, nilainya US$858,27 juta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji bahkan mengungkapkan bahwa toll fee atau biaya pengangkutan gas melalui pipa Cisem-1 menjadi lebih rendah, hanya sekitar US$0,3 per MMBTu.Dampak positifnya, imbuhnya, industri di KIK akan mendapatkan harga gas yang lebih murah, sehingga produktivitas dan daya saing industri meningkat, terjadi peningkatan investasi, serta penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat. KIK juga tidak tinggal diam. Pengelola aktif berjejaring dan mempromosikan kawasan itu di berbagai kesempatan, misalnya dengan mengikuti gelaran Hannover Messe 2023 di Jerman pada awal tahun ini. Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto bahkan menyempatkan diri untuk menjemput investor ke Hong Kong demi mendatangkan proyek pengolahan limbah plastik ke KIK.Dari berbagai usaha tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan Resilience & Sustainable Industry 2023 kepada KIK sebagai pengelola kawasan, serta Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai pemerintah daerah.

DKI: Relaksasi Biaya Sewa Rusun sampai Juni 2024

26 Dec 2023

Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya sewa rumah susun sederhana sewa atau rusunawa hingga Juni 2024. Payung hukum terkait penundaan penerapan tarif sewa rusun itu masih disiapkan. Penarikan biaya sewa rusun secara otomatis melalui autodebet Bank DKI untuk Desember ini dialihkan untuk pembayaran Juli 2024. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menormalkan biaya sewa rusun setelah gratis selama pandemi Covid-19. Keputusan ini tercantum dalam Pergub No 36 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19, yang diundangkan 14 November 2023 dan berlaku mulai 21 November 2023. Tapi, kebijakan menormalkan biaya sewa rusun itu dikeluhkan sejumlah penghuni yang rata-rata berpendapatan rendah.

Seiring keluhan penghuni rusun, Pemprov DKI Jakarta dan Komisi D DPRD DKI Jakarta, dalam rapat kerja yang berlangsung pekan lalu, sepakat menggratiskan biaya sewa rusun hingga Juni 2024. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan hal tersebut, Minggu (24/12) malam. Biaya sewa rusunawa gratis hingga Juni 2024 sesuai permintaan warga karena kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. ”Retribusi rusun tidak ditarik dulu. Sudah dipenuhi seperti permintaan masyarakat. Relaksasi sampai tahun depan,” ujar Heru. Kepala Unit Pengelola Rusunawa II Marunda, Jakut, Uye Yayat Dimiati menyatakan belum memulai sosialisasi kepada 2.352 keluarga yang menempati 24 blok rusun karena masih menunggu aturan hukum penundaan penerapan tarif sewa rusun. ”Penundaan retribusi belum dijalankan karena harus ada aturan legalnya. Otomatis pembayaran autodebet bulan ini juga berjalan. Nanti kami sesuaikan pembayaran itu dengan aturan legalnya,” kata Uye, Senin (25/12). (Yoga)

Capres Kembali Sapa Pemilih di Wilayah Basis Dukungan

26 Dec 2023

Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden kembali menyapa pemilih di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi penyumbang suara. Daerah-daerah itu, antara lain, menjadi basis suara partai politik pengusung, basis suara pada pemilu presiden sebelumnya, dan memiliki kantong-kantong komunitas pendukung yang kuat. Pada Sabtu-Senin (23-25/12) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, memulai kampanye di Jateng. Muhaimin berkampanye di Kudus, Demak, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang, sedangkan Anies berkampanye di Brebes, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Rembang. Anies-Muhaimin juga  mendapatkan dukungan pengasuh Popes Lirboyo, Kediri; Ponpes Al Falah Ploso, Kediri; Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Magelang; dan Ponpes Ma’hadul ’Ulum Asy-Syar’iyyah Rembang.

Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, berkampanye pula di Jateng, khususnya di SoloRaya. Ganjar menghadiri apel siaga kader PDI-P di Surakarta, Minggu (24/12). Mantan Gubernur Jateng itu juga menggelar pertemuan dengan tim pemenangan cabang, calon anggota legislatif, partai koalisi, dan sukarelawan se-Sragen, Senin (25/12). Calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tidak melakukan kampanye dua hari terakhir. Seusai debat cawapres, Gibran berkampanye di DKI Jakarta dan Manado, Sabtu (23/12). Sementara itu, Prabowo diagendakan kampanye di Aceh, Selasa (26/12), salah satu wilayah yang memenangkannya di Pilpres 2019. Dalam pidatonya di Sragen, Ganjar meminta pendukungnya untuk mempertahankan suara pemilih di Solo Raya guna mendukung kandidat yang diusung PDI-P. Seluruh pengurus, kader, dan simpatisan diminta mengunci ”kandang banteng” bersama parpol koalisi.

Pada Pemilu 2019, PDI-P menjadi parpol pemenang di Jateng dengan raihan 5,8 juta suara, diikuti PKB yang menempati urutan kedua dengan raihan 2,7 juta suara. Anies mengatakan, suara pemilih Jateng tak hanya didominasi satu parpol. PKB yang menjadi salah satu parpol pengusung Anies-Muhaimin (AMIN) juga memiliki kekuatan yang tak kalah dengan PDI-P di Jateng karena berada di urutan kedua. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Juri  Ardiantoro, mengatakan, semua daerah ingin dikunjungi karena memiliki prioritas yang sama. Namun, ada keterbatasan waktu kampanye yang singkat dan tugas negara yang masih dijalankan Prabowo-Gibran. (Yoga)

”Sek-sek”... Kami Hidup dan Berguru dari Tenun

24 Dec 2023

Tenun tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga jadi pegangan hidup warga Pringgasela Selatan. Pada motif indahnya tersirat pesan kehidupan yang berharga. Tonggak budaya itu terus diwariskan secara turun-temurun dan dijaga bersama-sama. Kalimat ”Mun Ndek Ta Belajar Lekan Nengka, Punah Tenun Ta” (jika tidak belajar dari sekarang, punah tenun kita) tertulis pada spanduk di dinding rumah di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela Selatan, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/12). Di bawahnya, Halwa (10) dan belasan anak perempuan antusias belajar menenun. Suara ”sek-sek” yang terdengar saat Halwa mengentakkan belida bercampur riuh suara anak-anak. Ada yang berdiskusi dengan teman, bertanya kepada guru, hingga mencoba berbagai proses menenun. Para guru yang juga petenun senior dengan sabar mendampingi, jika ada kesalahan, mereka memberi solusi dan menunjukkan teknik yang benar. Sekolah tenun itu diinisiasi oleh Kelompok Nina Penenun (perempuan petenun) sejak 2017.

”Tak mungkin orang-orang tua yang umurnya sudah 60-70 tahun terus kita harapkan untuk menenun. Jadi, kalau bukan dari kita yang regenerasi, tenun ini tidak ada yang meneruskan, pasti akan punah,” kata Sri Hartini (45), Kepala Sekolah sekaligus Ketua Kelompok Nina Penenun Pringgasela Selatan. Saat ini, sudah ada 25 siswa di Sekolah Tenun Kelompok Nina Penenun. Mereka adalah anak-anak Pringgasela Selatan yang rata-rata masih duduk di bangku SD hingga SMP. Sekolah tenun berlangsung dua kali seminggu dari pukul 14.00 sampai 17.00. Saat ini, ada 700 petenun di desa yang berada 40 km timur Mataram, ibu kota NTB, itu. ”Saya sedang menenun ragi (motif) Bayanan,” kata Raehan (48), warga Gubuk Lauk, Pringgasela Selatan, Selasa siang.

Selain menenun sendiri, petenun di Pringgasela Selatan mulai tergabung dalam Kelompok Nina Penenun yang dibentuk sejak 2017. Berkat kelompok ini, mereka semakin mendapat akses ke pasar sehingga produk mereka semakin bernilai. Sebelumnya, mereka harus melepas tenunnya dengan harga murah karena kebutuhan hidup. Bahkan sampai terjerat rentenir. Harga tenun bisa jatuh hingga Rp 150.000 per lembar. Kini, tenun mereka bernilai Rp 400.000 hingga jutaan rupiah per lembar. Pesan kehidupan yang tergambar di motif tenun Pringgasela Selatan adalah warisan berharga yang harus dijaga, sama seperti menjaga tenun itu sendiri. Ini adalah ikhtiar agar tenun Pringgasela Selatan yang menjadi sumber ekonomi dan pegangan hidup tidak punah. Dari tenun, mereka hidup dan berguru. (Yoga)

Ketika Pringgasela Selatan Bangkit dari Tidur

24 Dec 2023

Setelah puluhan tahun tertidur, Desa Pringgasela Selatan bangkit. Lewat tangan-tangan anak mudanya, berbagai kekayaan yang dulu pernah terkubur dibangunkan lagi untuk kembali ke identitas sejati warga sebagai penjaga budaya. Pringgasela Selatan berada di kaki Gunung Rinjani yang subur. Masyarakatnya mayoritas petani dengan hasil panen tiga kali setahun. Kekayaan yang melimpah cukup bagi warga untuk hidup sejahtera. Kenyataannya, desa yang berada di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, ini lebih kaya dari itu. Desa yang dihuni tiga trah besar, yakni Tanaq Gadang, Sumbawa atau Rempung, dan Masbage, ini memiliki sejarah dan tradisi kuat. Nizar Azhari (39), pemuda asli Pringgasela Selatan yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta, menemukan kisah ini saat menggali kembali kekayaan lokal desanya. Nizar adalah daya desa atau pendamping kebudayaan desa. Ia dan kawan-kawannya dari daya warga dengan dukungan Kemendikbudristek mencoba menggali kisah lalu Pringgasela Selatan. Pringga berarti prajurit, Sela berarti batu atau bisa berasal dari kata Selaparang, nama kerajaan di Lombok.

Leluhur desa ini, lanjut Nizar, dikenal sebagai penjaga, tetapi bukan penjaga kerajaan, melainkan tanah tempat hidup mereka. Mereka melawan berbagai invasi, termasuk penjajah yang hendak menguasai wilayah itu. Kisah heroik mereka diabadikan di sebuah tugu penanda jalan desa. Kuda-kuda pacu jadi warisan yang pernah ada di desa-desa tersebut. ”Dulu ada banyak kuda di sini. Setelah kami pelajari sejarah desa, kuda-kuda itu ternyata bagian dari pasukan kavaleri desa,” kata Nizar. Sayangnya, keberadaan kuda-kuda kavaleri itu sudah hilang tergeser alat transportasi lain. Pringgasela Selatan juga memiliki tradisi blanjakan atau bertarung di tengah sawah berlumpur seusai panen padi. Blanjakan mengandalkan ketangkasan adu kaki, mirip olahraga muay thai. Dari kepingan-kepingan sejarah itu, para pemuda desa mencoba untuk merekonstruksi kekayaan lampau mereka. Mereka menemukan musik sejenis gamelan yang dikenal dengan nama klenang nunggal.  

Amak Maisur, sesepuh Pancur Kopong yang ahli bermusik dan sesepuh lain merangkai melodi menjadi alunan gending dari 23 klenang yang berhasil ditemukan. Tenun Pringgasela tetap terawetkan hingga kini. Masih ada 600-700 penenun di Desa Pringgasela Selatan. Temuan-temuan lama dan berbagai kekayaan budaya itu diangkat dalam Festival Dongdala atau pelangi yang digelar 19-21 Desember. Festival ini membangkitkan kebanggaan warga Pringgasela Selatan akan kekayaan budaya mereka. Puncak festival yang berupa pawai Nyiru Jaja Bejangkongan, Rabu (20/12) mergambarkan semanga warga berpartisipasi dalam mengangkat kekayaan budayanya. Ribuan orang tanpa diminta turut datang mengikuti pawai memakai baju terbaiknya untuk tampil. Nizar dan rekan-rekannya masih punya banyak pekerjaan rumah. Hingga kini, proses temu dan kenali kebudayaan Pringgasela Selatan masih berjalan, begitu pula pengembangan dan pemanfaatannya. Mereka tak hanya menggali, tetapi juga menjaga budaya desanya. Jika berhasil, Pringgasela Selatan bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaya. (Yoga)

Menunggu Suara Peluit di Pasar Barter Wulandoni

24 Dec 2023

Suatu pagi pertengahan Agustus 2023 di Lamalera. Matahari mulai naik saat perjalanan sejauh 7 km melewati jalan rusak menyisir jalan di pinggir pantai menuju Pasar Barter Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT. Puluhan pedagang dari pegunungan mempersiapkan dagangan berupa hasil bumi, seperti pisang, singkong, umbi-umbian hutan, kacang-kacangan, dan jagung. Sementara istri-istri nelayan mempersiapkan ikan segar di ember plastik. Sebagian menggelar ikan belelang, ikan kering yang berbentuk seperti gelang yang terbuat dari paus, lumba-lumba, ataupun pari manta. Lapak beton yang melingkar mulai penuh terisi dagangan. Kosmas Dua (64) ditemani seorang petugas linmas mulai memungut retribusi berupa sedikit hasil bumi dan ikan asin. Retribusi yang dimasukkan ke karung tersebut akan dilelang setelah penutupan pasar untuk kas desa. Kosmas mengitari pasar, memastikan semua pedagang sudah siap. Tepat pukul 10.00, peluit ditiup.. pritttt, prittttt.

Suara peluit dijadikan penanda kegiatan pasar barter bisa dilakukan. Istri nelayan menyerbu lapak, menukar ikan dengan hasil bumi. Tawar-menawar hanya menunjukkan barang. Kalau kesepakatan pertukaran disetujui bersama, maka barang akan segera berganti pemilik. Pasar Wulandoni hanya buka sepekan sekali setiap hari Sabtu. Pasar barter terbesar di Pulau Lembata yang sudah ada sejak tahun 1830-an ini mempertemukan orang-orang pesisir dan pegunungan yang saling membutuhkan. Semua hasil barter untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk dijual kembali. Pasar barter tak hanya ajang menukar barang. Selain memangkas rantai pasok, pasar juga mempertemukan dan mengakrabkan orang-orang pesisir yang sebagian besar Muslim dan orang-orang gunung yang mayoritas Kristen. Pasar Barter Wulandoni melibatkan warga dari puluhan kampung yang tersebar dan lebih dari 100 orang dalam transaksi barter tiap hari Sabtu. (Yoga)

NATAL BERSAMA KELUARGA, SEDERHANA DAN BERMAKNA

24 Dec 2023

Pilihan aktivitas masyarakat untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas 7-9 Desember. Hasilnya, berkumpul bersama keluarga menjadi kegiatan favorit pengisi libur akhir tahun. Pengumpulan pendapat dilakukan melalui telepon. Sebanyak 514 responden dari 34 provinsi berhasil diwawancara. Tim Litbang memilih responden secara acak sesuai proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 %, margin of error penelitian ± 4,35 % dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Sebagian besar responden (34,1 %) berencana menjalani momen Natal ber sama keluarga. Salah satu agenda yang disiapkan ialah menonton acara hiburan khusus.

Sebanyak 5,1 % responden berencana berlibur ke luar kota atau ke tempat wisata di sekitar tempat tinggal mereka. Pilihan untuk merayakan libur Natal dengan sederhana ini terjadi merata di masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kesederhanaan dalam merayakan Natal juga tercermin dari biaya yang disiapkan oleh masyarakat. Sekitar 22 % responden menyiapkan dana di bawah Rp 1 juta untuk merayakan Natal. Namun 12 % responden menyiapkan biaya cukup besar hingga di atas Rp 3 juta. Pilihan publik merayakan Natal dan akhir tahun bersama keluarga dalam momen kesederhanaan tidak lepas dari tekanan situasi ekonomi. Kenaikan harga barang-barang, terutama bahan kebutuhan pokok, membuat publik menghitung ulang dampak daya belinya. (Yoga)

”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku

24 Dec 2023

Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini, berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas, mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual, mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara, menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura dapat ditempuh dalam 20-30 menit.

Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon. Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung. Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon. Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)

Masyarakat Gandrungi Obligasi Negara pada 2023

23 Dec 2023

Masyarakat pada 2023 semakin berminat berinvestasi di obligasi pemerintah. Peminat obligasi ini mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan investasi aset keuangan lainnya. Kebanyakan investor adalah kelompok tabungan menengah. Pertumbuhan dana simpanan nasabah bank yang terbaca dalam data dana pihak ketiga (DPK) dalam dua bulan terakhir terus menurun. BI mencatat, total dana masyarakat di bank hanya naik 3,04 % secara tahunan pada November, turun dari 3,9 % pada Oktober 2023. Pertumbuhan itu hampir hanya sepertiga dibandingkan dengan 8,08 % pada November 2022 dan 9,01 % pada Desember 2022. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, pada acara Outlook Perekonomian Indonesia 2024 oleh Kemenko Perekonomian di Jakarta, Jumat (22/12) mengatakan, lonjakan kenaikan DPK pada tahun lalu adalah anomali karena kebangkitan ekonomi pascapandemi. Angka DPK tahun ini justru disebut mendekati tren sebelum pandemi.

Meski demikian, ia melihat, saat ini masyarakat cenderung lebih berminat menyimpan uangnya di instrumen keuangan lain yang lebih bervariasi. ”Termasuk dengan kemungkinan investasi di SBN atau juga di pasar modal, atau berkaitan dengan deposito,” ujarnya dalam acara yang disiarkan secara daring. Gubernur BI Perry Warjiyo pada konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (21/12), juga menyebut rendahnya pertumbuhan penyimpanan uang nasabah di perbankan dipengaruhi pergeseran ke investasi berupa pembelian obligasi pemerintah. Pergeseran initerjadi terutama pada kelompok tabungan menengah. ”Ada alternatif investasi lain, yang dulunya DPK di tabungan perbankan, sekarang bisa beli SBN, ritel, ataupun investasi-investasi yang lain. Jadi, komponennya di dalam neraca bank bukan lagi DPK, melainkan ke net claim to government, itu ada perpindahan-perpindahan,” kata Perry. (Yoga)

”Kerja Rodi” Lahan Pangan

23 Dec 2023

Sektor pertanian pangan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Permasalahan dan tantangan yang muncul tak hanya mencakup aktor utama, kebijakan, dan produksi pangan. Tanah sebagai wadah hidup tanaman pangan juga terus dipaksa ”kerja rodi” demi mengejar peningkatan produksi. Sepanjang 2023, La Nina dan El Nino menampakkan kerapuhan sektor pertanian pangan nasional, terutama pada sumber pangan utama masyarakat, yakni beras. Berdasarkan hasil penghitungan kerangka sampel area, BPS memperkirakan produksi beras nasional pada 2023 turun 650.000 ton, berbeda dengan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) yang memproyeksikan produksi beras anjlok 1,5 juta ton. Situasi itu memicu kenaikan harga gabah dan beras. Panel harga Bapanas mencatat, harga rata-rata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg, naik 16,24 % secara tahunan dan 17,49 % di atas HET beras medium di tingkat konsumen di zona I.

Untuk menstabilkan stok dan harga beras, pemerintah semula mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton, yang kemudian ditambah 1,5 juta ton menjadi 3,5 juta ton. Pada 2024, pemerintah sudah berancang-ancang akan mengimpor lagi beras sebanyak 2 juta ton. Wajah rapuh sektor pertanian tak berhenti di situ. Petani yang merupakan aktor utama penyedia pangan masyarakat juga semakin menua dan mengalami guremisasi.”Hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Pekerja di sektor pertanian yang semakin menua membutuhkan regenerasi petani yang berkelanjutan. Bertambahnya petani gurem juga dapat menurunkan kesejahteraan petani,” kata PLT Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (4/12). Kini, pola tanam padi (musim tanam/MTI)-padi(MT II)-palawija (MT III) mulai banyak ditinggalkan daerah-daerah sentra penghasil beras.

Padahal, pola tanam itu bertujuan untuk mengendalikan hama dan penyakit serta menjaga kesuburan tanah. Kini, pola tanam itu berubah menjadi padi-padi-padi. Bahkan, pola tanam itu didukung dengan penyediaan sumur-sUmur bor berbasis listrik di areal persawahan, seperti di Sragen, Jateng (Kompas, 19/9). Sawah yang dipaksa ”kerja rodi” menghasilkan gabah sepanjang tahun itu dapat menyebabkan kesuburan tanah berkurang. Apalagi jika tidak diikuti dengan pola pemupukan yang seimbang, hal itu akan mempercepat berkurangnya ”kesehatan” tanah. Sebagian besar sawah di Jawa bahan organiknya di bawah 1 persen. ”Lahan dengan bahan organik di bawah 1 persen merupakan lahan sakit. Kalaupun ditingkatkan produktivitasnya, hasilnya tetap tidak akan maksimal. Untuk itu, upaya-upaya mengembalikan kesuburan lahan pertanian juga sangat penting dilakukan,” katanya. (Yoga)