Ekonomi
( 40478 )Roadmap Industri Asuransi Tahun 2024
Klub Taipan Paling Cuan Sejagat Raya
Tahun 2023 membawa hoki dan cuan selangit bagi sejumlah taipan dunia. Pasalnya, di tahun kelinci air ini, kekayaan beberapa miliarder dunia semakin gendut. Hal tersebut tidak terlepas dari menguatnya pasar saham di seluruh dunia. Efeknya, harga saham-saham perusahaan milik para taipan melambung tinggi. Menurut laporan Forbes 15 Desember 2023, menguatnya pasar saham sepanjang tahun ini, menyebabkan lebih dari separuh dari 2.568 miliarder di dunia, bertambah tajir. Forbes mencatat, ada 10 taipan dunia yang memperoleh keuntungan terbesar tahun ini. Total harta kekayaan 10 taipan tersebut bertambah sekitar US$ 490 miliar atau sekitar Rp 7.580 triliun. Yang menarik, tujuh dari 10 miliarder yang aset kekayaannya bertambah di tahun ini adalah pemilik perusahaan di sektor teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Nvidia, Tesla, dan Meta. Padahal, di sepanjang tahun 2022 lalu, saham-saham perusahaan teknologi dunia hancur lebur. Dalam catatan Forbes, saham teknologi pada 2022 turun lebih dari 30%. Tapi, itu cerita tahun lalu, Kini, tahun 2023 menjadi tahun kebangkitan bagi saham-saham teknologi, khususnya di AS. Forbes mencatat, indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi melonjak 42%, hampir dua kali lipat kenaikan indeks S&P 500 sebesar 23%. Tak pelak, lonjakan saham bersandi TSLA itu menambah kekayaan sang pemilik perusahaan, yakni Elon Musk.
Catatan Forbes, hingga Jumat (22/12), total kekayaan Elon Musk mencapai US$ 255,6 miliar atau setara Rp 3,95 kuadriliun. Aset kekayaan Musk bertambah sekitar US$ 109,1 miliar dari posisi awal tahun sebesar US$ 146,5 miliar.
Keuntungan besar dari lonjakan saham perusahaan juga dinikmati Mark Zuckerber, pemilik Facebook dan Meta Platforms. Pada penutupan bursa Nasdaq kemarin, saham berkode META ini US$ 354,09, naik hampir tiga kali lipat dari awal tahun ini di posisi US$ 124,74 per saham.
Chairman And Founder Amazon, Jeff Bezos juga masuk daftar Forbes sebagai taipan dunia yang meraih keuntungan besar pada tahun 2023. Ini terlihat dari lonjakan aset Bezos yang mencapai US$ 68,8 miliar menjadi US$ 176,1 miliar per 22 Desember 2023 dibandingkan awal tahun yang masih US$ 107,3 miliar.
Eloknya, dari 10 taipan peraih keuntungan tertinggi di tahun ini, ada dua taipan yang berasal dari luar AS. Yakni, taipan petrokimia dan energi asal Indonesia Prajogo Pangestu dan pengusaha Spanyol pemilik bisnis ritel fesyen Zara, Amancio Ortega.
Masih mengutip laporan Forbes, per 22 Desember 2023, total kekayaan Prajogo Pangestu telah menembus angka US$ 55,1 miliar atau setara Rp 853 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun 2023 dengan nilai aset kekayaan sebesar US$ 4,9 miliar, maka penambahan kekayaan Prajogo bertambah US$ 50,2 miliar atau sekitar 777,29 triliun. Wow!
Kinerja saham perusahaan baru Prajogo juga tidak kalah moncer. Sebut saja saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). BREN mencatatkan saham perdana di bursa saham pada 9 Oktober 2023. Harga IPO BREN saat itu berada di harga Rp 780 per saham.
Sementara orang terkaya nomor dua di Indonesia ditempati oleh Low Tuck Kwong pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan total kekayaan sebesar US$ 27,6 miliar. Sementara Budi Hartono dan Michael Hartono masing masing berada di urutan nomor ketiga dan keempat.
Tesla Garap Pabrik di China
Produsen
electric vehicle
(EV) atau kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Motor Inc, siap membangun pabrik baterai kemasan di China. Tesla akan merealisasikan rencana ini setelah perusahaan milik miliarder Elon Musk itu mengakuisisi lahan di kawasan Shanghai, China.
Pabrik yang disebut Tesla sebagai Shanghai Megapack ini akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 10.000 unit baterai per tahun. "Pembelian lahan ini membuka jalan bagi perusahaan untuk memulai pembangunan pabrik," terang manajemen Tesla, seperti ditulis oleh
Reuters, Jumat (22/12).
Pabrik Shanghai Megapack akan menjadi pabrik megapack khusus kedua yang dimiliki Tesla, setelah pabrik Lathrop di California, Amerika Serikat (AS). Produksi megapack juga dapat dilakukan di fasilitas EV Tesla di Nevada, AS.
DILD Menambah Porsi Rumah Tapak
Emiten saham properti, PT Intiland Development Tbk (DILD), berniat untuk memperbesar proyek hunian rumah tapak atau landed house. DILD akan memanfaatkan sekitar 75% bank tanah atau landbank miliknya yang seluas 2.000 hektare (ha) untuk pengembangan proyek rumah tapak. Direktur DILD, Archied Noto Pradono mengatakan, ada sejumlah proyek hunian rumah tapak yang akan dikembangkan di tahun depan oleh perusahaan ini. Salah satunya adalah peluncuran klaster baru di Serenia Estate yang berlokasi Jakarat Selatan. "Rencananya kami luncurkan pada semester I-2024," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (21/12). Namun demikian, segmen properti di segmen pasar menengah atas atau upper market bakal lebih landai di 2024. Pasalnya, di tahun politik banyak customer atau investor yang cenderung wait and see. Hingga saat ini, DILD masih memiliki sejumlah proyek eksisting yang masih berjalan. Antara lain Serenia Hill Estate, Talaga Bestari, Graha Natura, Batang Industrial park, dan Ngoro Industrial.
Sampai dengan September 2023, DILD telah merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 825 miliar dari total alokasi capex sebesar Rp 1 triliun. Properti residensial tapak masih menjadi penopang utama kinerja marketing sales DILD hingga kuartal III 2023. Perolehan marketing sales dari segmen ini tercatat sebesar Rp 348,7 miliar hingga kuartal III-2023. Sekretaris Perusahaan DILD, Theresia V. Rustandi menyatakan, marketing sales segmen residensial tapak ini berasal dari penjualan Serenia Hills, Talaga Bestari, Graha Natura, Magnolia Residence dan South Grove. "Segmen kawasan industri mencatatkan marketing sales dengan total Rp 94,3 miliar dari penjualan kavling industri di Kawasan Industri Batang dan gudang di Aeropolis Technopark," ungkap Theresia. DILD optimistis, tren positif yang terjadi di pasar properti sepanjang tahun 2023 akan semakin membaik jelang akhir tahun ini. DILD berharap, penghujung tahun ini menjadi momentum pemulihan bagi pasar properti nasional sekaligus meningkatnya daya serap pasar.
Hilirisasi Digital Hasilkan Generasi Emas
Pemerintah Optimistis Masa Depan Ekonomi Indonesia
IHSG Kembali Ukir Rekor Baru di 7.237
Tarif Pengiriman Kargo Mencapai US$ 10.000
Dorong Kenaikan DPK, BTN Incar Nasabah Kakap
Beban Utang Persempit Ruang Fiskal
Kementerian Keuangan mengungkapkan utang pemerintah per 30 November 2023 berjumlah Rp 8.041 triliun. Angka ini meningkat dibanding jumlah utang pada bulan sebelumnya yang sebesar Rp 7.950,52 triliun. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan beban untuk pembayaran utang pemerintah berpotensi mempersempit ruang fiskal. “Ketika belanja untuk pembayaran bunga utang bertambah, proporsi dari belanja pemerintah pusat untuk belanja produktif semakin berkurang,” kata Yusuf kepada Tempo, kemarin. Dia menambahkan, belanja bunga utang merupakan konsekuensi dari penarikan utang dalam jumlah besar.
Saat ini, utang pemerintah terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Penerbitan SBN didominasi oleh SBN domestik sebesar Rp 5.725,25 triliun dan SBN valuta asing senilai Rp 1.372,7 triliun. Sementara itu, pinjaman didominasi dari luar negeri sebesar Rp 886 triliun dan dalam negeri senilai Rp 29,97 triliun. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan utang pemerintah masih dapat dikendalikan. Pasalnya, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih 38,11 persen. "Rasio utang tetap di bawah 40 persen, terendah dibanding negara maju. Bahkan negara berkembang lainnya ada yang di atas 100 persen,” kata Airlangga di sela acara Seminar Nasional Perekonomian Outlook Indonesia, kemarin. Angka ini juga lebih kecil dibanding batasan yang ditetapkan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas maksimal rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 60 persen. Menurut Airlangga, sejauh ini utang telah digunakan dengan baik, khususnya untuk pembangunan infrastruktur. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









