;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Merah-Biru Rapor Sri Mulyani

19 Jan 2024
Sri Mulyani Indrawati semula dikenal sebagai pribadi yang memegang prinsip disiplin fiskal sejak menjabat Menteri Keuangan pada 2016. Kinerja pengelolaan keuangan negara pada awal kepemimpinan Sri Mulyani, kata ekonom dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Latif Adam, memastikan beban fiskal seimbang. Dia menilai Sri Mulyani memiliki kompetensi, jejaring, dan prinsip dalam menakhodai Kementerian Keuangan. Salah satunya menjaga utang pemerintah tidak melebihi batas yang ditoleransi undang-undang, yakni defisit anggaran 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang maksimal 60 persen terhadap PDB. 

Agar beban fiskal sehat, kata Latif, Sri Mulyani mencari sumber baru penerimaan perpajakan melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. Pengelolaan anggaran pembangunan juga diarahkan ke badan usaha milik negara (BUMN) agar utang pemerintah tidak bertambah. Kedua cara tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara. “Tapi, di akhir-akhir masa jabatannya, pertahanan Menkeu runtuh,” kata Latif kepada Tempo, kemarin. Belakangan, dia mengatakan, sejumlah program berikut anggaran dengan jumlah jumbo digarap kementerian teknis.

Latif mencontohkan program lumbung pangan alias food estate dari Kementerian Pertahanan yang menelan dana triliunan rupiah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan pada Juni 2022 bahwa ditemukan banyak masalah dalam program itu dan berpotensi memboroskan anggaran ratusan miliar rupiah. Tingginya anggaran yang diperlukan, dia menuturkan, membuat ruang fiskal untuk program lain menyempit. Latif mengandaikan, jika program food estate dikelola BUMN, perencanaannya akan lebih ketat. “Akan lebih rigid hitungan untung-ruginya karena BUMN dituntut membuat utang produktif,” katanya.

Kasus food estate, menurut Latif, adalah contoh pemborosan anggaran dari dalam pemerintah yang menjadi tantangan Sri Mulyani. Pemborosan anggaran disebutkan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2022 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2022. Dalam laporan tersebut, BPK menemukan pemborosan anggaran senilai Rp 25,85 triliun dari ketidakhematan, ketidakefisienan, hingga kelemahan sistem pengendalian intern. Presiden Joko Widodo juga pernah menyinggung pemborosan uang negara untuk perjalanan dinas dan rapat, salah satunya dari anggaran stunting. (Yetede)

China Waspada meski Pertumbuhan Melebihi Target

18 Jan 2024

Perekonomian China tumbuh sedikit di atas harapan. Meski demikian, Bejing tetap waspada karena masalah properti dan perlambatan ekspor tetap melanda. Dalam pernyataan pada Rabu (17/1) Biro Statistik Nasional (NBS) China mengungkapkan, PDB 2023 tumbuh 5,2 %. Capaian itu selaras dengan taksiran Bank Dunia dan sejumlah lembaga investasi. Sementara Pemerintah China dan IMF menaksir PDB China 2023 hanya tumbuh 5 %. Kini, perekonomian China bernilai 17,6 triliun USD, dan mempertahankan status sebagai perekonomian terbesar kedua setelah AS. PDB AS hampir 26 triliun USD.

Pertumbuhan PDB China lebih baik dibandingkan dengan global dan berbagai negara Eropa Barat serta Amerika Utara. Analis makroekonomi China Tian Yun menyebut, perekonomian China terbantu industri otomotif, manufaktur dirgantara, dan kapal. Secara umum, pertumbuhan sektor industri China di atas 4 %. Tahun lalu, China menjadi eksportir mobil terbesar di dunia. Bahkan, pada triwulan IV 2023, BYD dari China menjual lebih banyak mobil listrik dibandingkan Tesla. China juga sukses mengatasi persoalan industri teknologi tinggi. ”Stimulus bekerja dan tepat sasaran bisa memperkuat,” ujar Tian kepada media China, Global Times.

Meski melebihi harapan, pertumbuhan PDB China tetap memicu kewaspadaan. Sejak 2011, PDB China tak pernah tumbuh lebih dari 10 %. Tian juga memperingatkan persoalan yang belum selesai. Sektor properti terus menjadi beban perekonomian China. Banyak warga China berinvestasi pada property, tapi belakangan, harga properti China anjlok dan sejumlah pengembang bangkrut. Persoalan lain adalah perlambatan ekspor. Bea dan Cukai China mencatat, ekspor 2023 hanya tumbuh 0,2 %. Merujuk data Bank Dunia, 40 % PDB China didapatkan dari ekspor-impor. Kondisi ini dikhawatirkan belum membaik di 2024. Sebab, berbagai mitra terus membatasi perdagangan dengan China. (Yoga)

Pengusaha Spa Keberatan Digolongkan ke Hiburan

18 Jan 2024

Pengusaha spa menentang jenis usahanya digolongkan dalam kelompok hiburan yang terdampak kebijakan kenaikan tarif pajak hiburan sebesar 40-75 %. Pelaku usaha melihat kegiatan usaha mereka berkaitan dengan kebugaran dan kearifan lokal. Mereka meminta pemerintah menunda penerapan pajak itu. ”(Tarif pajak) Dari 15 %, sekarang jadi minimal 40-75 %, sangat mengagetkan dunia usaha,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya yang juga menaungi bisnis spa, Rabu (17/1). Ia menyayangkan, para pengusaha di Bali tak pernah dilibatkan menyusun regulasi UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang menetapkan pajak hiburan tertentu sebesar 40-75 %.

Karena itu, pihaknya mendukung uji materi yang tengah dilakukan pengusaha spa Indonesia ke MK. Rai berharap agar pemerintah menunda penerapan pajak hiburan. Selain pajak, pemerintah daerah di Bali juga menetapkan pungutan Rp 150.000 bagi wisatawan asing mulai 14Februari 2024. Pungutan ini digunakan untuk melestarikan budaya dan lingkungan di Bali, termasuk penanganan sampah. Rai menilai, banyaknya komponen yang perlu dibayarkan wisatawan itu memberatkan. Apabila hal ini terus terjadi, bukan tak mungkin mereka memilih berlibur ke negara-negara lain, seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. (Yoga)

Asal Efisien dan Kompetitif, Ekonomi RI Tak Terpengaruh China

18 Jan 2024

Perekonomian China belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat. Kendati demikian, pelaku usaha optimistis kontraksi China tidak serta-merta melumpuhkan ekonomi Indonesia selama iklim usaha dan investasi dapat semakin efisien dan kompetitif untuk investor. Dalam laporan terbaru Bank Dunia bertajuk ”Prospek Ekonomi Global 2024” yang terbit Januari ini, ekonomi China sepanjang 2024 diproyeksi hanya tumbuh 4,5 %, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 5,2 %. Berdasarkan laporan itu, negara dengan perekonomian terbesar nomor dua di dunia ini tengah memasuki masa kritis dan sedang bergulat dengan perlambatan struktural yang ditandai dengan pelemahan daya beli, sulitnya warga untuk mendapatkan pekerjaan, dan terpuruknya kepercayaan investor.

Dari kacamata dunia usaha dalam negeri, perlambatan ekonomi China yang terjadi dalam satu hingga dua tahun belakangan turut memperlambat putaran roda ekonomi Indonesia. Sebab, di sektor perdagangan, China menjadi penyuplai terbesar bahan baku dan bahan penolong untuk Indonesia. Selain itu, China juga menjadi negara tujuan ekspor utama bagi Indonesia. BPS mencatat China sebagai mitra dagang utama baik dari sisi impor dengan nilai perdagangan 62,18 miliar USD (Rp 972 triliun) maupun ekspor yang mencapai 64,94 miliar USD (Rp 1.015 triliun) sepanjang 2023.

KomiteTetap Kebijakan Publik Kadin, Chandra Wahjudi, mengatakan, meski pelemahan ekonomi China dapat mengurangi volume ekspor Indonesia ke ”Negeri Tirai Bambu” tersebut, surplus neraca perdagangan tetap bisa terjaga tahun ini jika kebijakan hilirisasi industri diimplementasikan secara tepat. ”Neraca perdagangan akan tetap surplus bergantung pada implementasi kebijakan hilirisasi industri yang memberikan tambahan nilai yang lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (17/1) di Jakarta. Selain menggelontorkan insentif untuk memacu hilirisasi industri, Chandra menilai pemerintah harus melakukan penyederhanaan regulasi dan perizinan ekspor untuk setiap produk ekspor.untuk memacu kinerja ekspor. (Yoga)

Reksa Dana Berbasis Global Bisa Jadi Pilihan

18 Jan 2024

Reksa dana dengan portofolio berupa efek perusahaan di luar negeri lebih rentan terdampak oleh pemburukan ekonomi global dibandingkan dengan investasi di dalam negeri. Namun, di sisi lain, diversifikasi portofolio menjanjikan keuntungan lebih. Reksa dana atau investasi efek yang dikelola manajer asset tak hanya menawarkan produk dari dalam negeri. Masyarakat juga memiliki pilihan untuk berinvestasi di saham, obligasi, atau aset jangka pendek lain yang diperdagangkan di luar negeri (offshore). ”Untuk investor yang dananya memadai dan melihat adanya ketidakpastian rupiah dan politik nasional, diversifikasi global bisa menjadi pilihan,” kata pengamat pasar modal UI, Budi Frensidy, Rabu (17/1).

Salah satu keuntungan berinvestasi di reksa dana offshore adalah apresiasi mata uang asing yang digunakan. Investasi reksa dana pendapatan tetap juga bisa menghasilkan keuntungan dalam bentuk capital gain. Perusahaan manajemen aset pun coba membuat produk reksa dana offshore lebih tersegmentasi sehingga menarik minat pasar. Seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) yang baru saja meluncurkan Manulife Saham Syariah ESG Transisi Global Dolar AS (MAGET) Kelas A2 berdenominasi dollar AS. (Yoga)

Sawit Diandalkan untuk Perekonomian

18 Jan 2024

Komoditas kelapa sawit akan menjadi salah satu unggulan bagi para pasangan calon presiden dan calon wakil presiden guna memacu laju pertumbuhan ekonomi mendatang. Upaya tersebut didukung dengan peningkatan tata kelola dan kepastian hokum melalui pembentukan dewan atau lembaga khusus yang berwenang langsung terhadap sawit. Hal ini mengemuka dalam forum diskusi bertajuk ”Urun Rembuk Bersama Stakeholder Sawit Nasional” yang diselenggarakan harian Kompas, di Jakarta, Rabu (17/1). Acara tersebut dihadiri para pemangku kepentingan, antara lain Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin), dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir).

Turut hadir perwakilan Timnas Pemenangan Anies-Muhaimin (Amin), Achmad Nur Hidayat; perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Panji Irawan; serta perwakilan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Danang Girindrawardana. Komoditas kelapa sawit merupakan salah satu contributor yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional. BPS mencatat, ekspor CPO Indonesia ke lebih dari 160 negara pada 2022 mencapai nilai 29,62 miliar USD atau setara Rp 462,04 triliun. Selain itu, terdapat 16,2 juta orang yang terlibat dalam perkebunan kelapa sawit, baik sebagai tenaga kerja maupun pemilik perkebunan rakyat.

”Kami dari pasangan Amin punya concern serius menjadikan sawit sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.,” ujar Achmad.. Panji Irawan menyebut, salah satu fondasi Indonesia Maju sebagaimana visi yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen sawit nomor satu di dunia untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Danang Girindrawardana berpendapat, komoditas kelapa sawit akan menjadi salah satu penopang utama visi pasangan Ganjar-Mahfud untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 % dan menciptakan 17 juta lapangan kerja. (Yoga)

BI Tahan Suku Bunga, Fokus Jaga Rupiah

18 Jan 2024
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan, BI rate, sebesar 6%, suku bunga deposit  facility sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility 6,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), 16-17 Januari 2024. Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tergelincir 0,58% ke level 7.200, kemarin, setelah BI mengumumkan kebijakan suku  bunga. Koreksi indeks sejalan pelemahan bursa saham Asia. Hal itu dipengaruhi  sikap pelaku pasar yang menurunkan ekspektasi penurunan  suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat. Ini terjadi seiring pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller bahwa The Fed tidak bisa terburu-buru menurunkan suku bunga. Hal ini mendongkrak imbal hasil obligasi AS 10 tahun sebesar 11,9 basis poin menjadi 4,0695%, sedangkan yield obligasi di Eropa berfluktuatif. (Yetede)

Jokowi: Tidak Ada Alasan Ragu Berinvestasi di IKN

18 Jan 2024
Presiden Joko WIdodo (Jokowi) meminta investor untuk tidak ragu-ragu untuk menanamkan modalnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) seiring dengan kemudahan yang ditawarkan pemerintah untuk berinvestasi di IKN. Hal tersebut dikatakan Presiden saat menghadiri pelaksanaan peletakan batu (groundbreaking) pertama  tahap 4 di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (17/1/2023). Terdapat 10 proyek yang dilakukan groundbreaking, diantaranya Nusantara Logistic Hub, Studio Siaran radio, Sun Hub, Jambuluwuk Hotel & Resort, Green Pesantren oleh Benihbaik.com, Nusantara Warehouse Park, Kantor Otorita IKN, Mesjid Negara, Memorial Park dan Kantor LPS. "Dengan perkembangan IKN seperti saat ini, setiap bulan ada groundbreaking pembangunan berbagai jenis infrastruktur maka tidak ada alasan bagi investor  untuk ragu-ragu berinvestasi di IKN, memanfaatkan sebaik-baiknya  berbagai insentif dan kemudahan berusaha  yang ditawarkan pemerintah," ucap Presiden. (Yetede)

Ekspor Manufaktur Tembus US$ 187 Miliar

18 Jan 2024
Ekspor industri manufaktur sepanjang 2023 berhasil menembus US$ 186,98 miliar atau menyumbang 72,24% dari total nilai ekspor nasional sebesar US$ 258,82 miliar. Hasil tersebut juga melampaui target ekspor sebesar US$ 186,40 miliar. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan,  ditengah kondisi dunia yang sedang tidak stabil, industri manufaktur tetap agresif  untuk memperluas pasar ekspornya. "Untuk 2024, kami menargetkan US$ 193,4 miliar. Kami optimis segera tercapai," ungkap dia. Menperin menyebutkan, beberapa sektor yang menjadi penyumbang  paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri manufaktur nasional, antara lain industri logam dasar, industri makanan, industri bahan kimia, industri kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer, industri komputer kertas dan barang dari kertas. (Yetede)

Kredit Perbankan Meningkat 10,38%

18 Jan 2024
Industri perbankan sepanjang tahun lalu telah mengucurkan kredit dengan pertumbuhan 10,38% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi per Desember 2023 ini lebih  tinggi dari periode November 2023 yang tumbuh 9,74% (yoy), namun lebih lambat dibandingkan kredit 2022 yang meningkat 11,35%.  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas perkiraan BI 9-11%," ujar Perry. Pertumbuhan kredit 2023 lebih rendah dibandingkan 2022, namun jika menarik data  dari 2019 sebelum covid-19 kredit bank hanya tumbuh 6,08% (yoy) dengan dana pihak ketiga (DPK) 6,54%. Kemudian pada 2020 kredit anjlok menjadi minus 2,41% (yoy) akibat pandemi, sebaliknya DPK naik drastis 11,11% (yoy). Di 2021, kredit kembali rebound  denan pertumbuhan 5,24% (yoy) dan DPK naik 12,21% (yoy). (Yetede)