Ekonomi
( 40465 )PELUANG WARALABA : KILAP BISNIS JANGAN BIKIN KALAP
Bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha atau business opportunity (BO) masih menjadi pilihan masyarakat yang ingin memulai usaha. Namun, masyarakat diminta jangan kalap dengan janji-janji bisnis franchise. Sejumlah pameran waralaba tahun lalu masih terus didatangi masyarakat yang tertarik membuka bisnis lewat jalur kemitraan. Bahkan, ada beberapa brand yang mampu mendapatkan hingga ratusan mitra baru hanya dalam beberapa hari pameran. Hal itu diceritakan oleh Djoko Kurniawan Ketua Umum Himpunan Kemitraan & Peluang Usaha Indonesia (HIKPI). Menurutnya, itu indikasi minat orang membuka bisnis franchise tetap tinggi. “Hampir semua klien saya yang awalnya tidak berminat ikut pameran, akhirnya ketagihan karena mendapatkan banyak mitra setiap kali pameran. Maka, bisa dikatakan bahwa bisnis franchise atau waralaba, kemitraan, dan peluang usaha ‘sangat enak’ dan ‘berprospek sangat baik’,” ujar Djoko yang juga merupakan konsultan di DK Consulting ini. Berdasarkan survei HIKPI bersama DK Consulting, ditemukan banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan bisnis melalui skema waralaba, kemitraan dan peluang usaha karena ingin mencari penghasilan tambahan dan memiliki bisnis dengan cara yang cepat.
Beberapa jenis usaha yang diperkirakan memiliki prospek bagus pada 2024 dan tahun mendatang adalah bisnis di bidang F&B (kuliner), gaya hidup (klinik kecantikan, salon, barber, dll.), dan edukasi. “Bayangkan jika di pameran ada 20 calon mitra yang memberikan DP Rp5 juta, total pemasukan sudah Rp100 juta. Lalu saat calon mitra membatalkan kerja sama, maka uang hangus. Inilah yang banyak dilakukan ‘pebisnis jahat’ untuk mencari keuntungan,” jelasnya. Hal ini tentu saja membuat para mitra merugi, yang pada akhirnya menimbulkan citra buruk pada bisnis waralaba.Terlebih cukup banyak diantara ‘oknum’ tersebut yang menggunakan istilah franchise saat menawarkan bisnisnya. Di Indonesia, bisnis boleh menggunakan terminologi franchise atau waralaba hanya yang memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, hanya ada 135 merek lokal yang telah memiliki STPW. Sementara itu Senior Business Consultant dari SBM Consulting Gunawan mengatakan, bagi para pelaku usaha, skema bisnis kemitraan atau peluang usaha bisa menjadi tahap awal dalam mengembangkan bisnis sebelum masuk dan melabelkan bisnisnya sebagai franchise atau waralaba. “Jangan sampai baru mulai bisnis, keuntungan belum terlihat, analisis bisnis belum ada tetapi sudah menawarkan peluang usaha kepada mitra, bahkan membawa istilah franchise. Itu akan memberi dampak negatif bagi para mitra yang merasa dibohongi dan membawa stigma buruk bagi bisnis franchise atau kemitraan,” tuturnya.
Waspadai Dampak Perang Timur Tengah
Militer AS dan Inggris, didukung beberapa negara lain, untuk
pertama kali, Jumat (12/1/2023) dini hari waktu setempat, menggempur sejumlah
fasilitas kelompok Houthi di Yaman. Serangan itu menunjukkan perang telah meluas
di Timur Tengah. Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Irak
menyebut bahwa serangan itu bisa memperluas konflik di kawasan. Serangan bukan
solusi atas konflik di Timur Tengah. Shane Oliver, ekonom pada bank investasi
AMP di Australia, menyebutkan bahwa serangan AS dan sekutunya meningkatkan
peluang Iran terlibat langsung konflik di kawasan. Akibatnya, pasokan minyak
global akan terancam. ”Meluasnya konflik Israel-Hamas menimbulkan risiko terhadap
pertumbuhan dan inflasi global,” ujarnya. Perekonomian global ditaksir melemah
pada semester I-2024.
Pengaruh perang, yang potensinya membesar selepas serangan
AS, menjadi salah satu faktor pelemahan. Beberapa jam selepas serangan, harga minyak
Brent dan Texas WTI naik 4 %. ”Ketakutan di pasar minyak adalah kawasan ini
mengarah pada peningkatan ketegangan yang tak bisa diperkirakan, yaitu pada suatu
saat pasokan minyak akhirnya akan hilang,” kata Bjarne Schieldrop, kepala
analis komoditas di SEB bank. Serangan balasan AS dan sekutunya menembakkan
rudal dari jet tempur, kapal perang, dan kapal selam. Sebagian jet itu terbang
dari Bahrain.Presiden AS Joe Biden menyebutkan, serangan itu merupakan
pembalasan atas serangan-serangan Houthi. Menurut dia, Houthi melancarkan serangan
yang belum pernah terjadi. Kelompok itu menggunakan rudal balistik untuk menyerang
kapal niaga.
Dalam pernyataan tertulis, Inggris mengklaim serangan ke Yaman
dibenarkan oleh hukum internasional. London menyebutnya sebagai pembelaan diri.
Serangan dilancarkan beberapa jam sebelum sesi kedua pembukaan sidang Mahkamah
Internasional. Dalam sesi itu, giliran Israel menjawab tuduhan melakukan genosida
di Gaza. Israel digugat Afrika Selatan dalam kasus itu. Sejumlah anggota
Kongres AS menilai serangan seharusnya dilancarkan dari dulu. Alasan mereka,
ulah Houthi mengganggu keamanan pelayaran di Laut Merah yang penting bagi
perekonomian AS serta sekutunya. (Yoga)
Mitigasi Defisit JKN
Tanpa upaya mitigasi, defisit, bahkan potensi gagal bayar
kembali mengancam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke depan (Kompas,
12/1/2024). Peringatan itu diungkapkan kalangan praktisi dan pengamat jaminan
sosial nasional. Tahun ini defisit pembayaran klaim manfaat dan penerimaan
iuran diperkirakan mencapai Rp 19 triliun. Defisit yang kemungkinan terus membesar
ini akan menggerus dana jaminan kesehatan BPJS Kesehatan; dan jika tak segera
ditanggulangi akan mengancam kesinambungan program JKN. Untuk mengatasi
defisit, opsi menaikkan tarif iuran yang harus dibayar masyarakat dinilai
menjadi keniscayaan. Persoalannya, menaikkan iuran sudah pasti bukan langkah populer,
terlebih pada tahun politik seperti sekarang. Pembengkakan biaya kesehatan itu
terjadi seiring meningkatnya pemanfaatan layanan dan bertambahnya kasus
penyakit katastropik di masyarakat, sebagai penyumbang terbesar peningkatan
biaya kesehatan secara nasional.
Langkah pemerintah menaikkan tarif Indonesian Case Base Groups
(INA-CBG’s) dan biaya kapitasi yang dibayarkan ke fasilitas kesehatan pada 2023
juga menyumbang pada pembengkakan biaya manfaat. Ditambah lagi, perluasan
manfaat baru, seperti perawatan Covid-19 dan vaksinasi, untuk peserta penerima
bantuan iuran yang kini juga ditanggung JKN. Semua itu kian membebani program
JKN. Persoalannya, kenaikan biaya manfaat ini tak ditopang oleh meningkatnya pendanaan
dari iuran peserta. Iuran terakhir naik pada 2020. Berdasarkan Perpres No
82/2018, tarif iuran disesuaikan dua tahun sekali. Namun, kenaikan iuran selalu
jadi isu sensitif dan memunculkan reaksi penolakan.Belum lagi dampak berupa
risiko naiknya tunggakan iuran dan terhambatnya target cakupan kesehatan
semesta. Selain menaikkan tarif iuran, upaya menekan defisit harus didorong
melalui peningkatan kepesertaan aktif program JKN dan mengendalikan biaya
manfaat. Khususnya biaya CBG, dengan menekan rasio rujukan dan meningkatkan
kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah lain, memperketat
pengawasan untuk mencegah fraud. (Yoga)
RI-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik
Indonesia dan Vietnam memperkuat kerja sama bilateral di
bidang perekonomian. Selain untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, kerja
sama ini juga untuk meningkatkan investasi sektor industri manufaktur. Salah
satu sektor yang hendak dikembangkan adalah ekosistem mobil listrik. Komitmen
itu tertuang dalam pertemuan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan
Menperin dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien, di Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024)
dalam rangkaian agenda Menperin RI mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan
kenegaraan di Vietnam. ”Vietnam adalah salah satu negara mitra dagang utama Indonesia.
Secara keseluruhan, total perdagangan Indonesia dan Vietnam terus meningkat. Pada
2022, nilai perdagangan kedua negara sebesar 13,3 miliar USD,” kata Agus dalam keterangannya
yang diterima di Jakarta, Kamis malam.
Indonesia Jaga Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan
Ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mencapai hampir 3
juta ton setiap tahun. Suplai ini untuk memenuhi 90 % kebutuhan minyak nabati
mereka sebagai bahan baku industri. Indonesia ingin menjaga, bahkan meningkatkan
pasokan minyak sawit ke Pakistan ini untuk mengantisipasi dampak persyaratan
nondeforestasi, terutama ke Uni Eropa, Inggris, dan AS. Di sisi lain, Pakistan
juga menginginkan hubungan imbal balik, seperti keseimbangan neraca perdagangan
mereka dengan Indonesia ataupun kerja sama lain. Dari total 4,3 miliar USD
nilai impor Pakistan dari Indonesia, sekitar 3,1 miliar USD berupa komoditas
minyak sawit. ”Dalam pertemuan dengan Kadin dan pemerintah di sini selalu
muncul soal kepastian pasokan (minyak sawit). Muncul juga permintaan mengapa
tidak ada nilai lebih di sini,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konsul Jenderal
Republik Indonesia di Karachi, Pakistan, Kamis (11/1/2024), di Karachi.
Ia saat itu menerima rombongan peserta dari Indonesia yang
akan hadir dalam Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference/PEOC)
2024 yang berlangsung di Karachi, Sabtu (13/1). Ajang tahunan ini diikuti para
produsen dan industri sawit sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan
Pakistan. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya
Alam Menko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, yang juga turut dalam rombongan,
mengatakan, Pakistan pasar ekspor minyak sawit penting bagi Indonesia. Pakistan
di peringkat ketiga setelah China dan India dalam hal tujuan ekspor sawit dari Indonesia.
”Menghadapi pasar lain yang semakin banyak cerewetnya, jangan sampai terjadi
penurunan (ekspor sawit) ke Pakistan,” tuturnya. (Yoga)
Panen Melimpah, Saatnya Berburu Durian Murah di Palembang
Bulan Januari-Maret merupakan masa panen durian di Susel.
Sejumlah daerah di Sumsel dibanjiri durian, termasuk di Palembang. Para penggemar
berburu ”si raja buah” yang enak dengan harga murah. Dede (29) memilih durian
yang kulitnya mulai kecoklatan, lalu mencium aromanya. Kalau kurang harum,
dipilihnya durian yang lain, kemudian durian itu diketuk-ketuk dengan pisau milik
penjual durian. Suara ”nyaring” karena ada rongga antara isi dan kulit di dalam
durian akan menandakan buahnya sudah matang. ”Ini teknik dasar memilih buah
durian yang enak,” ujar warga Kertapati, Palembang itu, saat membeli durian di
Pasar Durian Kuto, Palembang, Kamis (11/1/2024) malam. Isinya sesuai yang
diharapkan. Ada durian berwarna putih dengan rasa manis pahit, ada yang
berwarna kuning dengan rasa manis legit. Ada yang dagingnya tebal, ada juga
yang tak terlalu tebal.
”Dengan harga Rp 25.000 per buah, kualitas dan ukuran durian
ini sesuai harapan,” ucapnya. Dede dan keluarganya sangat menggemari durian. Kalau
musim panen di Sumsel tiba, mereka pasti berburu durian. Sejak pekan pertama
tahun ini, durian mulai berdatangan ke Palembang. Tak heran, penjual durian
dadakan bermunculan di sejumlah pinggiran jalan. Untuk memancing pembeli,
mereka memasang plang harga durian, mulai dari yang termurah Rp 5.000 per buah,
Rp 10.000, dan Rp 15.000. Pemilik kios durian Aduhai di Pasar Durian Kuto, Aman
(63), menuturkan, musim durian di Sumsel biasanya berlangsung selama
Januari-Maret. Namun, masa puncak panen baru terjadi pada Februari. ”Sekarang
masih tergolong masa awal panen sehingga buah yang dihasilkan belum terlalu
banyak,” ujar Aman yang ikut orangtua berjualan durian di Pasar Kuto sejak
1974.
Sebagian besar durian yang masuk ke Palembang berasal dari
Kabupaten Muaraenim. Kalau sudah puncak panen, durian yang masuk berasal dari
banyak daerah, antara lain Kabupaten Lahat, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu,
dan Musi Banyuasin. Aman menerima 1.100-1.300 buah durian per hari yang tiba
setiap pukul 05.00. Durian dijual sesuai ukuran, yang kecil Rp 10.000-Rp 25.000
per buah, yang sedang Rp 35.000 per buah, dan yang besar Rp 50.000 per buah.
Ada pula durian montong lokal seharga Rp 70.000-Rp 150.000 per buah. Pasar Kuto
adalah pusat lapak pedagang durian yang eksis sejak tahun 1970-an. Di sana, durian
dijual sepanjang tahun. Melihat fenomena itu, Pemkot Palembang meresmikan
lokasi itu menjadi destinasi wisata durian dengan nama Pasar Durian Kuto pada
awal 2020. (Yoga)
SIASAT MASYARAKAT HADAPI EKONOMI 2024
Sejumlah lembaga menyebutkan, ekonomi tahun 2024 belum tentu
akan lebih baik dari tahun lalu, bahkan diprediksi cenderung melemah. Hasil jajak
pendapat Kompas pada 3-5 Januari 2024 menunjukkan, lebih dari separuh responden
(54,4 %) mengkhawatirkan gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok. Kekhawatiran
lain responden ialah ancaman krisis global dan
ketersediaan lapangan kerja. Meski sempat membayangi perlambatan ekonomi, inflasi
Indonesia kini relatif terkendali. Inflasi Desember 2023 masih terjaga sebesar
2,61 % dan dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah berkisar 3±1 %.
Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan November 2023. Terkendalinya
inflasi tersebut belum mampu menekan harga menjadi lebih terjangkau. Sejumlah
harga riil kebutuhan terpantau mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu. Beras, pada
awal tahun 2023 harganya rata-rata Rp 10.550 per kg, tetapi di pengujung tahun 2023
harganya naik 18 % menjadi Rp 12.500 per kg. Kenaikan harga ini juga terjadi pada
kebutuhan pokok rumah tanga lainnya, seperti gula pasir, minyak goreng, bawang
putih, hingga cabai.
Kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan itu berpotensi menimbulkan
kekhawatiran, terutama dari golongan sosial ekonomi menengah ke bawah. Menyikapi
sejumlah kekhawatiran perekonomian Indonesia akibat gejolak ekonomi global,
publik pun mengatur strategi guna tetap bertahan di tahun ini. Hal yang paling banyak
persiapkan adalah mencari sumber pendapatan lain atau sampingan sebagai persiapan
jika sewaktu-waktu harga kebutuhan naik tak terkendali. Nita (34), karyawan
swasta di Semarang, Jateng, Ibu anak satu itu berjualan buku anak sebagai upaya
memperoleh pendapatan sampingan. Ide itu berawal dari kegemaran anaknya pada
buku cerita dan menggambar. Sembari berbelanja untuk hobi anaknya, Nita membeli
buku lebih dari yang dibutuhkan dan dijual kepada teman-temannya. Selain kepada
teman kerjanya, Nita rutin memasarkan usaha sampingannya melalui media sosial. Di
era serba digital saat ini, mencari pendapatan sampingan relatif lebih mudah.
Selain dapat menjadi ruang untuk pemasaran, media digital bisa menjadi tempat
meraup rupiah. Misalnya, membuat konten yang dibagikan melalui kanal-kanal
media sosial. (Yoga)
OJK: Proposal BTN Akuisisi Bank Muamalat Segera Diterima
Bank Optimistis Capai Target Penyaluran KUR
Prabowo: Hilirisasi Ekonomi Dapat Majukan UMKM
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









