;

Waspadai Saham Gorengan Menjelang Pemilu

Ekonomi Yoga 17 Jan 2024 Kompas
Waspadai Saham Gorengan Menjelang Pemilu

Pasar modal berisiko disalahgunakan untuk pencucian uang terkait aktivitas pemilu. Manipulasi pasar menjadi salah satu modus yang paling berisiko. Otoritas perlu lebih memperketat pengawasan perdagangan dan peningkatan literasi agar investor tidak dirugikan. Selama masa kampanye pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2024, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan adanya kenaikan transaksi keuangan yang besar pada rekening bendahara parpol atau rekening pribadi calon anggota legislatif. Sebaliknya, dana pada rekening khusus dana kampanye (RKDK) yang seharusnya menjadi sarana transparansi kampanye cenderung datar. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, yang sempat melaporkan temuan tersebut dalam ”Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Proyeksi Kerja serta Langkah-langkah Strategis PPATK Tahun 2024”, mengatakan fenomena ini dapat terjadi melalui mekanisme industri keuangan, seperti pasar modal.

”Iya (pasar modal), termasuk dari industri nonperbankan,” katanya kepada Kompas, Selasa (16/1). Aliran dana kampanye yang tidak transparan atau pencucian uang di pasar modal berpotensi terjadi. PPATK sejauh ini menemukan beberapa modus transaksi dana kampanye yang tidak sesuai, antara lain pemanfaatan rekening lain yang bukan RKDK untuk kepentingan pendanaan kampanye 2024 dan penerimaan setoran tunai dalam jumlah signifikan oleh nomine ke rekening calon anggota legislatif. PPATK dengan Bareskrim Polri pada 2020 membuat penilaian risiko sektoral tindak pidana pencucian uang hasil tindak pidana pasar modal. Menggunakan data kuantitatif dan kualitatif periode 2017 - 2019, ditemukan bahwa manipulasi pasar menjadi satu dari lima jenis delik pidana pasar modal dengan risiko tertinggi.

Manipulasi pasar,  dilakukan dengan menciptakan gambaran semu atau menyesatkan harga efek di bursa efek sehingga harga saham naik atau turun dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli, menjual, atau menahan efek. Indikator dari transaksi mencurigakan lewat skema ini antara lain penggunaan nomine untuk bertransaksi pada satu saham melalui perusahaan efek berbeda dan adanya pembukaan rekening dana nasabah dari para pihak nomine pada bank yang sama dalam periode waktu yang berdekatan. Kemudian, ada kenaikan atau penurunan yang signifikan pada volume, nilai, lalu frekuensi transaksi. Indikasi mencolok lainnya adalah drastisnya naik turun harga saham yang kerap mencirikan ”saham gorengan”. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :