;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Likuiditas Hingga Daya Beli Jadi tantangan Perbankan

15 May 2024

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai industri perbankan tahun ini memiliki sejumlah tantangan yang mengintai,mulai dari sisi likuiditas hingga daya beli masyarakat melambat yang akan  memengaruhi kinerja perbankan. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, tahun ini perbankan memiliki faktor pendorong dan juga tantangan yang akan dihadapi. Dimana pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) akan menjadi pemicu karena akan ada perebutan dana di era suku bunga tinggi. "Pertama, likuiditas akan  menjadi tantangan yang akan memengaruhi pertumbuhan kredit, terutama bank-bank besar pertumbuhannya low double digit,  sementara DPK mid single digit. Ini tantangan likuiditas yang perlu diantisipasi 2024 ini," ujar Andry. Tantangan kedua, rencana pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diproyeksikan baru akan terjadi pada akhir tahun ini. Hal tersebut juga tergantung  kondisi ekonomi global, salah satunya adalah suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan belum ada titik terang untuk turun. "Ketiga, pengusaha masih wait and see, banyak yang menunggu struktur kabinet baru setelah pada Oktober nanti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Keempat, ini jdi concern kami terutama daya beli kelas bawah ini bagaimana kita perlu antisipasi agar tidak semakin memburuk," urai Andry. (Yetede)

Mesin Pertumbuhan Baru Chanadra Asri

15 May 2024

Emiten petrokimia terintegrasi milik Taipan Parjogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) optimistis akan mencatatkan kinerja cemerlang setelah mengakuisisi aset Shell Energy and Chemical Park (SECP). Aset kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan sebanyak 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong, Singapura ini, diyakini akan membantu meningkatkan  pendapatan Chandra Asri hingga lima kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Chandra Asri bersama Glencore Plc telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV), CAPGC Pte Ltd, untuk mengaukisisi 100% Ltd.

Dengan kepemilikan bisnis kilang ini TPIA dapat mengolah minyak mentah secara langsung dan menghasilkan produk-produk bahan baku seperti bensin, solar, avtur, dan aspal yang belum dapat di produksi oleh fasilitas TPIA sebelumnya. Sementara itu, dengan adanya Glencore, salah satu trader komoditas terbesar di dunia, sebagai mitra strategis dapat meningkatkan daya saing TPIA di level global melalui jaringan distribusi serta stabilitas suplai minyak. (Yetede)

Garap Potensi Ekosistem Halal, BSI Gelar International Expo

15 May 2024
Bank Syariah Indoensia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan ekosistem keuangan syariah dan gaya hidup halal. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran BSI Internasional Expo 2024, pameran ekosistem keuangan syariah dan gaya  hidup halal berskala internasional pertama di Indonesia yang digelar oleh BSI dalam rangkaian milad ketiga. Pameran ini akan diikuti oleh para pelaku UMKM nasional dan mitra perusahaan. Terdapat sekitar 196 booth yang saat ini sudah terisi 100%. BSI juga menghadirkan sejumlah pelaku bisnis mancanegara, diantaranya dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Tajikistan, dan Turki. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sebagai pusat gravitasi syariah global. Dia berharap gelaran BSI Internasional Expo 2024 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap gelaran pameran berskala besar tentang industri dan gaya hidup halal atau halal lifestyle. (Yetede)

RI dan Inggris Jajaki Kerja Sama Digital

15 May 2024
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menerima kunjungan Menteri Kantor Kabinet Inggris John Glen. Keduanya membahas transformasi digital dan menjajaki peluang kerja sama Pemerintah Indonesia (RI) dan Inggris di bidang digital. Kepada Menteri Kabinet Inggris John Glen, Budi Arie pun menyatakan antusiasmenya untuk terlibat dalam diskusi  peluang kerja sama dengan Pemerintah Inggris. "Saya yakin pertemuan ini akan menjajaki arah kita menuju potensi  kerja sama di masa depan," ungkap Budi Arie. Pada pertemuan tersebut, Menkominfo didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenkominfo Mira Tayyiba, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail, dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pengerapan. Pada kesempatan itu Budi Arie juga  menyampaikan bahwa teknologi digital menjadi salah satu aspek fundamental yang memungkinkan pertumbuhan lintas sektor pembangunan. (Yetede)

Startup Jejaki Raih Pendanaan US$ 2,7 Juta

15 May 2024
PT Jejak Enviro Teknologi (Jejakin), perusahaan startup solusi perubahan iklim (climate  tech) asal Indonesia yang fokus  pada pengembangan platform manajemen karbon, berhasil mendapatkan pendanaan baru senilai US$ 2,7 juta. Pendanaan akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi, pertumbuhan pasar dan lainnya. Investor yang terlibat termasuk PT ITM Bhineka Power, bersama perusahaan modal ventura (venture capital) dan korporasi terkemuka lain di Asia Tenggara, yakni Indogen Capital, SMDV, dan Ventures. CEO & Founder Jejakin Arfan Arlanda mengatakan, pihaknya senang telah mendapatkan  dukungan dari para investor yang luar biasa, salah satunya East Ventures. "Kami yakin pendanaan ini akan mendorong kami maju dalam misi untuk meningkatkan kondisi lingkungan dengan mempercepat aksi mitigasi iklim menggunakan teknologi," ujar Arfan. (Yetede)

Upaya Menggembosi Mahkamah Konstitusi

15 May 2024
KOMISI Hukum Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat mendadak pada masa reses, dua hari lalu. Mereka tiba-tiba melanjutkan pembahasan rancangan revisi keempat Undang-Undang Mahkamah Konstitusi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Rapat itu tak dihadiri sebagian besar anggota Komisi III DPR. Sebagian dari mereka masih berada di daerah pemilihan maupun tengah berada di luar negeri. Anggota Komisi Hukum yang hadir juga mendapat informasi ihwal kelanjutan rapat lewat telepon dari Sekretariat DPR.  Anggota Komisi III, Sarifuddin Sudding, mengaku mendapat undangan rapat lewat telepon dari Sekretariat Dewan. Politikus Partai Amanat Nasional ini membenarkan bahwa banyak anggota Komisi Hukum tidak mengikuti agenda lanjutan pembahasan revisi keempat UU Mahkamah Konstitusi tersebut. “Cuma saya tidak tahu, apa mereka diundang atau tidak,” kata Sarifuddin, Selasa, 14 Mei 2024.

Anggota Komisi III dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan; Benny Kabur Harman dari Partai Demokrat; dan Taufik Basari dari Partai NasDem mengaku tak mendapat pemberitahuan ihwal kelanjutan pembahasan revisi keempat UU Mahkamah Konstitusi tersebut. Arteria mengatakan pembahasan tanpa kehadiran semua anggota Komisi Hukum itu tak perlu dipersoalkan. Sebab, semua perwakilan fraksi di Komisi III sudah menyetujui hasil pembahasan revisi keempat UU MK pada tingkat pertama dalam rapat terakhir sebelum reses. Hanya, kelanjutan pembahasan itu tertunda karena perwakilan pemerintah meminta waktu sebelum menandatangani kesepakatan rapat tingkat pertama tersebut.

“Kalau sekarang pemerintah oke, ya, enggak masalah. Ini kan in line dengan rapat terakhir yang semua fraksi sudah oke,” kata Arteria. Seorang anggota Komisi Hukum DPR mengatakan memang tidak semua koleganya di Komisi Hukum diundang untuk menghadiri pembahasan pada Senin lalu tersebut. Meski begitu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sudah memberi tahu ke anggota Komisi III bahwa pimpinan DPR telah menyetujui kelanjutan pembahasan revisi UU Mahkamah Konstitusi antara Komisi Hukum dan pemerintah tersebut.  (Yetede)


Suka-suka Uji Kelayakan Kendaraan Umum

15 May 2024
Kecelakaan bus pariwisata Trans Putera Fajar yang menewaskan belasan siswa SMK Lingga Kencana di Ciater, Jawa Barat, adalah buah persekutuan jahat pengusaha nakal dengan instansi pemerintah yang bertugas memastikan kelayakan angkutan umum. Praktik lancung tersebut sudah lama terjadi, tanpa pernah ada koreksi menyeluruh.  Insiden maut pada Sabtu pekan lalu itu memakan korban 11 orang dan 12 lainnya mengalami luka berat. Penyebab kecelakaan adalah rem blong, yang membuat bus kehilangan kendali dan terbalik. Kejadian yang sejatinya bisa diantisipasi jika pemilik bus taat mematuhi peraturan standar kelayakan kendaraan umum.

Urusan rem blong pada bus pariwisata ini juga bisa dicegah kalau Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah tegas menegakkan aturan uji kir atau uji kelayakan kendaraan bermotor. Dari hasil uji berkala setiap enam bulan itu akan diketahui kelayakan bus beroperasi di jalan raya hingga kelengkapan administrasi bus ataupun perusahaan otobus. Di jalan raya, polisi lalu lintas seharusnya juga menjadikan hasil uji kir bagian dari pengecekan kendaraan yang melintas. Dengan begitu, setiap angkutan jalan raya tak akan berani melintas tanpa dilengkapi hasil uji kelayakan kendaraan.  Fakta di lapangan, bus Trans Putera Fajar abai menjalani uji kir secara rutin. Terbukti, bus dengan nomor kendaraan AD-7524-D itu terakhir kali menjalani uji kelayakan pada 6 Juni 2023. Artinya, uji kir itu kedaluwarsa sejak Desember tahun lalu. Meski uji kir kedaluwarsa, bus pariwisata itu tetap leluasa beroperasi di jalan raya. (Yetede)

Mengail Saham Big Caps yang Sudah Murah

15 May 2024

Tekanan jual asing yang masih terjadi semakin menggerus kinerja saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Selain saham-saham perbankan, sejumlah saham big caps di jajaran Indeks Kompas100 sempat menyentuh level terendahnya. Penurunan saham big caps turut membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,16% dalam sebulan terakhir ke 7.088,76. Dengan koreksi besar-besaran yang terjadi belakangan ini, beberapa saham big caps pun bisa dibilang sudah murah. Saham PT Astra International Tbk (ASII), misalnya. Pada pedagangan Selasa (14/5), saham ASII anjlok 9,75% atau turun 495 poin ke Rp 4.580 per saham. Berdasarkan data RTI, ini merupakan level terendah ASII dalam tiga tahun terakhir. Beberapa saham big caps lain juga berada di zona merah.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, saat ini memang tengah terjadi diskon besar-besaran pada saham dari sejumlah emiten yang memiliki fundamental baik. Nico mencontohkan, penurunan harga saham ASII salah satunya disebabkan rencana pembagian dividen. Pasalnya, ex-date dividen ASII jatuh pada 14 Mei 2024. Meski demikian, secara fundamental, ASII masih punya landasan dan prospek yang kokoh. Hal yang sama juga terjadi kepada saham bank-bank besar setelah mendistribusikan dividen. Nah untuk menilai suatu saham sudah murah atau mahal, Equity Research Analyst Bahana Sekuritas Christine Natasya mengatakan, dari valuasi harganya, saham ASII diperdagangkan dengan PER sekitar 5,3 kali untuk tahun 2024. Menurutnya valuasi ini tersebut tergolong menarik.

Selain saham perbankan, Nico menilai, saham di sektor konsumen primer dan ritel dapat dicermati. Contohnya, seperti saham PT Ace Hard-ware Tbk (ACES), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Adrian Joezer, Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri Sekuritas mengatakan, dalam tiga sampai enam bulan ke depan, pertumbuhan percepatan paling tinggi akan dirasakan oleh emiten non-perbankan. Sementara secara teknikal, Vice President Samuel Sekuritas Indonesia, M. Alfatih mengatakan, penguatan pada saham perbankan bisa menjadi awal tren kenaikan kembali setelah melalui tren penurunan sejak Maret 2024. Namun perubahan tren ini masih perlu konfirmasi. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sinyal pelonggaran moneter bisa memicu kembalinya dana asing di semester kedua.

Konsumsi Rumah Tangga Masih Akan Melambat

15 May 2024

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan sulit menembus level 5% year-on-year (yoy) setelah momen pemilihan umum dan Ramadan berlalu. Kondisi ini akan mempengaruhi perekonomian nasional mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Beberapa indikasinya, pertama, Indeks Penjualan Riil (IPR) berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2024 diperkirakan 243,2, atau hanya tumbuh 0,1% yoy menjadi 243,2. Padahal pada Maret 2024, IPR tercatat 235,4 atau tumbuh menanjak 9,3% yoy. Bahkan, Indeks Ekspektasi Penjualan Eceran (IEP) pada Juni 2024 hanya 127,5, lebih rendah dari 147,8 di periode sebelumnya.

Hal ini lantaran adanya musim ujian sekolah serta berakhirnya program diskon di periode itu. Kedua, Indeks Nilai Belanja maupun Indeks Frekuensi Belanja berdasarkan Mandiri Spending Index per 5 Mei 2024 menurun masing-masing ke level 229,6 dan 639,2 dari level tertinggi pada satu pekan sebelum Idulfitri 2024. Ketiga, melambatnya ekspansi manufaktur yang ditandai Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur April 2024 tercatat 52,9, melorot 1,3 poin dari bulan sebelumnya. Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menilai, outlook konsumsi rumah tangga ke depan masih cukup baik. Pada Juli nanti akan ada belanja terkait pendidikan. Selain itu, pilkada mulai akhir kuartal ketiga menuju kuartal keempat 2024 akan menopang konsumsi rumah tangga.

Namun ramalan Ekonom Bank Permata Faisal Rachman, pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2024 masih di bawah 5% year on year (yoy), (yoy), yakni di kisaran 4,9% atau stagnan dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,91%. Bank Mandiri maupun Bank Permata meramal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini melambat daripada kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 5,11% yoy. "Perkiraan kami (pertumbuhan ekonomi kuartal II) akan relatif lebih rendah dibandingkan kuartal pertama karena puasa dan pemilu ada di kuartal pertama," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini sedikit melambat menjadi 5,1% yoy. Sementara sepanjang 2024, ekonomi diperkirakan hanya tumbuh 5,07% yoy.

Kenaikan Impor Pangkas Surplus Neraca Dagang

15 May 2024
Kembali normalnya aktivitas produksi pasca Idulfitri berpeluang meningkatkan kinerja impor pada April tahun ini. Hanya saja, hal tersebut bisa menyebabkan surplus neraca perdagangan menyusut. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, neraca perdagangan April 2024 sebesar US$ 3,15 miliar, turun dari surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$ 4,47 miliar. Banjaran meramal, ekspor pada April kembali tumbuh positif di kisaran 6% month to month (mtm), setelah terkontraksi 4,19% mtm pada Maret 2024. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky juga meramal, surplus neraca perdagangan April 2024 di kisaran US$ 3,5 miliar hingga US$ 4 miliar karena penurunan ekspor dan impor. Namun penurunan ekspor diperkirakan lebih dalam sehingga surplus neraca dagang menyusut. Di sisi lain, kinerja ekspor berpeluang meningkat ke depan, terutama disebabkan potensi kenaikan harga minyak sawit setelah produksi Malaysia stagnan yang diiringi permintaan tinggi dari emerging market.