Kenaikan Impor Pangkas Surplus Neraca Dagang
Kembali normalnya aktivitas produksi pasca Idulfitri berpeluang meningkatkan kinerja impor pada April tahun ini. Hanya saja, hal tersebut bisa menyebabkan surplus neraca perdagangan menyusut. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, neraca perdagangan April 2024 sebesar US$ 3,15 miliar, turun dari surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$ 4,47 miliar. Banjaran meramal, ekspor pada April kembali tumbuh positif di kisaran 6% month to month (mtm), setelah terkontraksi 4,19% mtm pada Maret 2024. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky juga meramal, surplus neraca perdagangan April 2024 di kisaran US$ 3,5 miliar hingga US$ 4 miliar karena penurunan ekspor dan impor. Namun penurunan ekspor diperkirakan lebih dalam sehingga surplus neraca dagang menyusut. Di sisi lain, kinerja ekspor berpeluang meningkat ke depan, terutama disebabkan potensi kenaikan harga minyak sawit setelah produksi Malaysia stagnan yang diiringi permintaan tinggi dari emerging market.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023