;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Asing Hengkang dari SBN Susutkan Utang Luar Negeri

16 May 2024
Utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali menurun. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal I-2024 sebesar US$ 403,9 miliar, turun dibandingkan posisi kuartal IV-2023 yang sebesar US$ 408,5 miliar. "Penurunan utang luar negeri pemerintah terutama dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada surat berharga negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global," kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono, kemarin.

Sentimen Kocok Ulang MSCI Cuma Sementara

16 May 2024

Kocok ulang indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali terjadi. MSCI Indonesia mengumumkan rebalancing  MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index. Kocok ulang indeks MSCI ini akan berlaku pada penutupan tanggal 31 Mei 2024. Kemudian indeks tersebut mulai berlaku efektif per per 1 Juni 2024. Dalam kocok ulang indeks MSCI tersebut, salah satu emiten Grup Barito yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Sementara PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) harus tergeser dari indeks tersebut dan masuk ke kategori MSCI Small Cap Index. Selain itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Compa Tbk (ULTJ) juga masuk dalam jajaran MSCI Small Cap Index. Sementara PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) keluar dari indeks tersebut. 

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menjelaskan, hasil perombakan MSCI  merupakan hal yang wajar terjadi secara berkala. Menurutnya ini mencerminkan dinamika pasar modal dan perubahan kinerja perusahaan yang terdaftar. Pasca kocok ulang  indeks MSCI tersebut, Sukarno melihat prospek jangka pendek saham yang masuk indeks MSCI cukup positif. Dan ini sudah direspons pelaku pasar, tercermin dari kenaikan saham yang signifikan. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy sependapat TPIA layak masuk MSCI Global Standard Index. Sebab kapitalisasi pasar TPIA sudah berada di angka Rp 789,42 triliun. Selain kapitalisasi pasar, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta melihat, aksi korporasi dari TPIA saat ini juga tengah  dicermati oleh para investor. Langkah tersebut menurutnya merupakan upaya manajemen TPIA untuk menjaga kepercayaan para investor.

ADRO Tebar Dividen Final US$ 400 Juta

16 May 2024

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masih konsisten mengguyur dividen.Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (15/5), menyetujui pembagian dividen dengan total nilai US$ 800 juta atau 48,74% dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar US$ 1,64 miliar. Dividen ini termasuk US$ 400 juta yang telah dibayar pada 12 Januari 2024 sebagai dividen interim. Sedangkan US$ 400 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final. Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, tahun ini, ADRO akan fokus mendorong transisi bisnis di luar batubara thermal. ADRO mengejar kontribusi pendapatan dari bisnis non-batubara thermal bisa seimbang, yaitu 50% pada tahun 2030.

ADRO mengoptimalkan cadangan dan sumber daya batubara pada aset yang ada saat ini. Sebagai gantinya, ADRO menggenjot kontribusi batubara metalurgi dan pengembangan industri aluminium melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Direktur ADRO, Michael William Soeryadjaya mengatakan, dengan posisi neraca di atas US$ 1 miliar dan dana yang sudah dicadangkan, ADRO tidak menemui kendala menggarap proyek smelter aluminium dan PLTA fase pertama. Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai aksi buyback ADRO memberikan sinyal positif, dan menandakan harga saham ADRO relatif sedang undervalue. Di sisi lain, Felix memandang pembagian dividen ADRO sudah priced in dengan harga sahamnya.

Merger FREN dan EXCL Kian Dekat

16 May 2024

Hilal rencana konsolidasi atau merger antara PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) mulai nampak. Kedua induk emiten telekomunikasi itu telah menandatangani nota kesepahaman. Sinar Mas melalui PT Wahana Inti Nusantara dan PT Global Nusa Data bersama Axiata Group Berhad telah meneken nota kesepahaman dengan Axiata Group Berhad yang bersifat tidak mengikat, Rabu (15/5). Direktur Utama Smartfren Telecom, Merza Fachys mengatakan, pihaknya berharap dengan sinergi ini, akan terjadi efisiensi bisnis. Selain itu, sumber daya untuk melayani pelanggan bisa semakin kuat. Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman memastikan, seluruh proses yang berlangsung saat ini akan mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku. Dia menegaskan, dokumen nota kesepahaman masih bersifat tidak mengikat. Sehingga ada potensi merger ini tidak terlaksana. Namun, aksi korporasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi industri.

Menurut Ferry, rencana merger ini juga sejalan dengan strategi pengembangan portofolio bisnis pilar usaha Sinar Mas. Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/5), rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren akan menciptakan entitas baru yang akan disebut dengan MergeCo. Manajemen Axiata meyakini MergeCo akan memiliki kelincahan yang strategis, kompetensi dan kemampuan yang mumpuni untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari konsumen, bisnis dan sektor publik. Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis mengatakan, penggabungan antara FREN dan EXCL akan memberikan beberapa keuntungan bagi masing-masing emiten. "Keduanya memiliki posisi pasar fixed broadband dan fixed wireless access (FWA) yang tetap tinggi. Ini yang tidak ada dalam merger Indosat dan Hutchinson," tulisnya dalam riset.

Mendongkrak Kinerja, ELPI Mulai Fokus di Logistik Migas

16 May 2024

Emiten terus melancarkan aksi korporasi pada tahun ini. Misalnya PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Salah satu emiten pelayaran logistik ini menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) sepanjang tahun 2024. Pada periode Januari–Maret 2023, Eka Taniputra, Direktur Utama Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari menjelaskan bahwa  sumber dana capex itu rencananya berasal dari kas internal dan pendanaan pihak ketiga, yaitu perbankan. Namun komposisi tersebut masih belum pasti, mengingat ELPI masih mencermati potensi dan risiko yang akan datang, terutama untuk pembelian kapal. Eka bilang, jika risikonya besar, ELPI akan mengandalkan pendanaan internal terlebih dulu.

Emiten yang berbasis di Surabaya ini juga berencana menambah empat unit  offshore support vessel sepanjang tahun ini. ELPI akan kedatangan 10 unit armada baru pada tahun ini. Menurut Eka  langkah tersebut diambil, lantaran ELPI tahun ini bakal fokus pada bidang logistik pendukung migas dan gas (migas) serta batubara. Untuk itu, ELPI lebih banyak menambah armada di komoditas curah, khususnya batubara. Sejalan dengan penambahan armada itu, ELPI mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di akhir tahun ini. Yakni masing-masing bisa tumbuh 15% dibandingkan pencapaian pada 2023. ELPI berencana membagikan dividen Rp 46,69 miliar  atau Rp 6,3 per saham dari tahun buku 2023.

Tembaga Memoles Prospek MDKA

16 May 2024

Angka produksi tembaga yang menguat bakal memoles kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Emiten pertambangan bijih logam ini berpeluang kembali menadah laba bersih pada tahun ini, setelah di tahun 2023 lalu menelan kerugian. Analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael mengatakan, tahun ini, MDKA membidik 14.000-16.000 ton tembaga. Naik dibandingkan dengan produksi tembaga di tahun lalu yang sebesar 12.706 ton.Dengan kenaikan produksi tembaga pada tahun ini, MDKA diprediksikan bisa mencapai laba tipis, setelah merugi pada tahun 2023 sebesar US$ 20,7 juta. Pada kuartal IV-2023, MDKA mencetak laba bersih sebesar US$ 3,1 juta, turun hingga 87,8% secara kuartalan. Sedangkan pendapatan MDKA tumbuh cukup kuat sebesar 120% year on year (yoy) pada kuartal IV-2023.

Dalam riset 5 April 2024, Benyamin mengatakan, harga komoditas nikel yang lebih rendah akan menjadi tantangan utama MDKA pada tahun 2024. Benyamin memperkirakan, pendapatan MDKA pada tahun 2024 akan mencapai US$ 2,29 miliar, tumbuh dari tahun 2023 yang mencapai US$ 1,7 miliar. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, banyak peluang yang dapat diraih MDKA pada tahun ini, sejalan dengan kenaikan produksi tembaga. Selain itu, Nico mengatakan ada indikasi peningkatan cadangan tembaga di proyek Tujuh Bukit Banyuwangi. Cadangan tembaga naik dari sebelumnya 442 juta ton menjadi 755 juta ton. Hal ini menjadi katalis positif untuk MDKA, di tengah sejumlah risiko yang masih membayangi sektor tambang nikel. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai, prospek bisnis MDKA di tahun ini masih positif, di tengah banyaknya proyek yang sedang digarap.

Duit Elektronik Terus Naik

16 May 2024

Duit yang mengendap di kartu uang elektronik (e-money) bank kian tambun. Peningkatan jumlah dana mengendap di uang elektronik ini sejalan dengan meningkatnya transaksi masyarakat dalam menggunakan uang elektronik untuk berbagai kebutuhan pembayaran. Data statistik sistem pembayaran Bank Indonesia (BI) menunjukkan, sampai Februari 2024, total dana mengendap e-money telah mencapai Rp 12,35 triliun, naik dari Rp 10,78 triliun di periode serupa tahun 2023. Dari total dana mengendap tersebut, dana float penerbit e-money perbankan sebanyak Rp 4,02 triliun, tumbuh 10,74% secara tahunan dari Rp 3,63 triliun pada Februari 2023. Ambil contoh dana mengendap Bank Mandiri Tbk. Per Maret 2024, nilai dana mengendap e-money Bank Mandiri sebesar Rp 1,85 triliun, naik 4,44% secara tahunan dari Rp 1,77 triliun. Ali Usman, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri mengatakan, pertumbuhan transaksi e-money pada kuartal pertama tahun ini didorong momentum mudik Lebaran 2024.

Di momen tersebut, pengguna e-money Bank Mandiri banyak melakukan transaksi untuk pembayaran tarif jalan tol. Sampai April 2024, jumlah kartu e-Money Bank Mandiri yang beredar sudah mencapai 35 juta keping, dengan nilai transaksi untuk top up atau isi ulang dan pembelian tumbuh 15% secara tahunan. Sampai akhir 2024, Ali menargetkan pertumbuhan kartu beredar tumbuh 12% secara tahunan. Senada, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn bilang, jumlah dana mengendap Flazz BCA terus tumbuh hingga akhir tahun 2024. Hera menambahkan, meningkatnya pengendapan dana di Flazz BCA sejalan dengan tren transaksi penggunanya yang terus positif. Hal ini ditandai dengan adanya pertumbuhan frekuensi transaksi Flazz sebesar 5,9% secara tahunan di kuartal I-2024, dengan lebih dari 255 juta transaksi. Nominal transaksinya lebih dari Rp 3,7 triliun.

Laba Jasa Raharja Naik 33%

16 May 2024
PT Jasaraharja Putera membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Perusahaan yang kerap disebut Jasa Raharja Insurance ini mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 124,6 miliar, tumbuh 33,3% year-on-year (yoy). Hasil laba yang tumbuh moncer ini ditopang dari pendapatan premi bruto yang naik 30,6% secara tahunan menjadi menjadi Rp 1,11 triliun pada 2023. Pendapatan premi reasuransi Jasa Raharja tumbuh 31,1% yoy menjadi Rp 339,1 miliar. Pendapatan underwriting juga meningkat 19,88% yoy menjadi Rp 821,7 miliar. Hasil investasi Jasa Raharja juga tumbuh 26% yoy menjadi Rp 334,5 miliar.

BERGULAT UNGKIT KINERJA DAGANG

16 May 2024

Laju ekonomi Indonesia berpotensi masuk jalur cepat, setelah pada awal tahun sempat tersendat di jalur lambat. Deru mesin ekonomi nasional juga mulai menguat sejalan dengan perbaikan kinerja perdagangan pada awal kuartal II/2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada April 2024 mencapai US$19,62 miliar atau naik 1,72% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu US$19,28 miliar. Adapun, total impor pada bulan yang sama 2024 mencapai US$16,06 miliar atau terkerek 4,62% dibandingkan dengan April 2023 yang hanya US$15,35 miliar. Menariknya, nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal pada April tahun ini cenderung meningkat dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Hal ini memberikan sinyal positif mulai bergairahnya industri manufaktur di dalam negeri yang menyerap bahan baku/penolong dan barang modal. 

Sinyal positif itu diperkuat dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tetap masuk zona ekspansif di level 52,9 pada April, lebih baik dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu pada level 52,7. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 berada di level 52,50, sedangkan pada April 2023 bertengger pada level 51,38. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai impor Indonesia pada April 2024 tercatat positif sebesar 4,62% (year-on-year/YoY). “Secara tahunan, impor seluruh jenis penggunaan meningkat, dengan kenaikan terbesar pada kelompok barang modal yang meningkat 13,7%,” katanya, Rabu (15/5).

Kabar baiknya, Pudji menyatakan neraca perdagangan barang Indonesia tetap mencetak surplus pada April 2024 sebesar US$3,56 miliar atau 48 bulan secara berturut-turut. Bila dihitung sejak Mei 2020, nilai surplus neraca perdagangan selama 4 tahun berturut-turut mencapai US$157,21 miliar. "Jika dipilah menurut komponen migas dan nonmigas selama 48 bulan terakhir, komponen migas defisit US$66,93 miliar dan nonmigas surplus US$224,15 miliar," ujarnya. Surplus kinerja neraca perdagangan yang panjang itu juga pernah terjadi pada Juni 1995—April 2008 atau selama 152 bulan berturut-turut. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan industri pengolahan domestik mulai bergeliat, sejalan dengan performa apik industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki serta industri tekstil dan pakaian jadi selama triwulan I/2024. 

Pertumbuhan positif industri itu disebabkan permintaan luar negeri dan domestik yang masih kuat. Pada kuartal I/2024, permintaan luar negeri untuk produk tekstil mengalami peningkatan volume yaitu 7,34% YoY, produk pakaian jadi naik 3,08 YoY, dan kenaikan 12,56 YoY untuk alas kaki. Ketua Komite Tetap Kebijakan Pablik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menyebutkan kinerja perdagangan pada kuartal II/2024 masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi di negara mitra seperti Jepang dan Uni Eropa. Oleh karena itu, dia memperkirakan kinerja ekspor pada kuartal II/2024 tidak banyak mengalami perubahan signifikan. Sebaliknya, konflik geopolitik yang berkepanjangan dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed memengaruhi daya beli di negara mitra dagang Indonesia. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menilai penurunan surplus neraca dagang pada April 2024 dipicu normalisasi harga komoditas dan meningkatnya ketidakpastian global.

Waskita Karya Berpacu Hindari ”Delisting”

15 May 2024

PT Waskita Karya (Persero) Tbk optimistis hukuman suspensi saham akan segera dicabut sehingga saham perseroan bisa lolos ancaman pembatalan pencatatan atau delisting dari papan bursa. Kendati demikian, perseroan mesti berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan berbagai masalah keuangan. Saham Waskita Karya disuspensi sejak 8 Mei 2023 karena perseroan gagal menyelesaikan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020. Sejak itu, 7,1 miliar lembar saham berkode WSKT milik public tertahan. Sesuai dengan regulasi, otoritas bursa dapat mendepak saham Waskita Karya secara paksa bila periode suspensi telah mencapai 24 bulan. Artinya, perseroan saat ini hanya punya waktu kurang dari setahun untuk menyelesaikan seluruh urusan utang dan memperbaiki kondisi finansial mereka.

SVP Corporate Secretary PT Waksita Karya (Persero) Tbk Ermy Puspa Yunita optimistis suspensi saham perseroan akan dibuka kembali setelah mendapat seluruh persetujuan terkait skema restrukturisasi oleh seluruh kreditor. Dengan waktu yang tersisa, manajemen Waskita Karya berkomitmen melakukan percepatan proses kajian komprehensif terhadap perjanjian restrukturisasi induk (master restructuring agreement/MRA) dengan seluruh kreditor, baik perbankan maupun pemegang obligasi. ”Manajemen perseroan saat ini telah berhasilmendapat persetujuan dari 21 perbankan, baik BUMN maupun swasta, dan juga telah mendapat persetujuan restrukturisasi atas 3 seri obligasi terkait dengan usulan skema restrukturisasi Waskita,” ujarnya dalam pesan tertulis, Selasa (14/5). (Yoga)