Ekonomi
( 40554 )Penambangan Material Gunung Merapi
Truk-truk tambang terlihat hilir mudik di area penambangan pasir Ngori di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2024). Setiap hari sekitar 700 truk mengambil material sisa erupsi Gunung Merapi dari kawasan itu. Setiap truk rata-rata mengangkut sekitar 14 meter kubik pasir dari Gunung Merapi yang laku dijual dengan harga sekitar Rp 500.000 per bak truk. (Yoga)
Nonhle Mbuthuma dan Sinegugu Zukulu, Keberanian Duo Penyelamat Lingkungan
Nonhle Mbuthuma dan Sinegugu Zukulu pernah diancam dibunuh lantaran memobilisasi masyarakat adat menolak rencana pertambangan titanium di wilayah pesisir Amadiba, Wild Coast, Afsel. Di wilayah yang sama pada 2022, keduanya berhasil memukul mundur raksasa migas dunia. Semua dilakukan demi menyelamatkan alam yang kaya dari kehancuran Perjuangan Mbuthuma (46) dan Zukulu (54) bersama masyarakat adat mendapat penghargaan Goldman Environmental Prize 2024 atau ”Nobel Hijau”. ”Saya harap penghargaan ini memperkuat kerja yang kami lakukan di Coast dan mendorong komunitas lokal dan aktivis lingkungan lain untuk memberi dukungan,” kata Mbuthuma, dikutip situs berita Afrika Daily Maverick edisi Senin (29/4). ”Jika seseorang memasuki halaman belakang rumah Anda dan mengotorinya, Anda pasti akan berkata ’tidak’. Jadi, bersikap bagi saya adalah hal yang logis,” tambah Zukulu.
”Halaman belakang rumah” mereka adalah Amadiba, bentangan paling utara Wild Coast yang kaya keanekaragaman hayati. Dalam lautnya mengalir arus hangat Agulhas yang kaya nutrisi sehingga menjadi pusat kehidupan aneka ragam makhluk hidup. Laut ini juga menjadi habitat paus bungkuk migran dan tempat paus jenis lain melahirkan di lepas pantai. Wilayah pantainya, Mpondo, seluas 145.000 hektar merupakan suaka utama bagi banyak spesies. Kawasan ini secara tradisional menjadi territorial suku Mpondo. Setidaknya ada 3.000 keluarga yang menjadikan kawasan ini sebagai sumber kehidupan, tempat tumbuh serta berkembangnya kebudayaan, kepercayaan, dan identitas mereka.
Ketenangan Wild Coast terusik seiring rencana survei seismik oleh sebuah raksasa migas global pada akhir 2021 untuk mengetahui cadangan minyak dan gas yang terpendam di dalamnya. Hak eksplorasi perusahaan itu dijamin Pemerintah Afsel pada 2014 dan diperbarui pada 2021. Survei seismik melibatkan tembakan gelombang sonar menghasilkan suara bising berkekuatan besar, 250 desibel, yang bisa menghancurkan zooplankton, telur ikan atau larva ikan. Mamalia laut bisa kehilangan pendengarannya sehingga sulit menentukan lokasi mangsa. Perusahaan migas itu mengaku telah berkonsultasi dengan nelayan komersial di wilayah tersebut yang tergabung pada asosiasi nelayan kulit putih. Perusahaan juga mengklaim pernah berbicara dengan para tetua adat Amadiba. Padahal, tak satu pun warga Amadiba mengetahui rencana tersebut.
”Kami sangat terkejut dan marah. Bagaimana pemerintah membuat keputusan tanpa berbicara dengan kami. Padahal, dampaknya sangat besar pada mata pencaharian dan lautan kami,” ujar Zukulu. Mbuthuma dan Zukulu bekerja cepat memobilisasi masyarakat adat pesisir Amadiba dengan mengumpulkan kesaksian warga Amadiba dan pendapat para ahli. Kesaksian dan pendapat ahli setebal 400 halaman itu dipakai sebagai pernyataan keberatan yang dibawa ke pengadilan tinggi pada Desember 2021. Untuk meminta restu leluhur dan dukungan, masyarakat Amadiba menggelar jalan bersama komunitas sejauh 7 km sepanjang pantai. Mereka mengunggah video pernyataan sikap sekaligus mendesak komunitas pesisir lain untuk ikut bergabung dengan gerakan itu. Mobilisasi itu berjalan lancar karena sebelumnya mereka pernah bersatu melawan rencana pertambangan titanium sepanjang 2007-2018.
Perlawanan warga Amadiba membuahkan hasil. Pada 28 Desember 2021, pengadilan mengabulkan gugatan warga dan memerintahkan raksasa migas itu segera menghentikan operasinya. Mei 2022, pengadilan tinggi menggelar rapat dengar pendapat untuk menimbang validitas izin eksplorasi perusahaan migas raksasa itu, hakim memutuskan bahwa izin eksplorasi tidak sah dan dibatalkan pada 1 September 2022. Pemerintah yang berwenang tidak mempertimbangkan potensi kerusakan situs spiritual suku Mpondo beserta kebudayaannya, kerugian nelayan setempat, dan ancaman perubahan iklim akibat eksplorasi tersebut. Inilah pertama kali sebuah gugatan atas kerusakan lingkungan sukses dengan mengangkat isu hak-hak budaya, spiritual, dan ekonomi masyarakat adat yang saling terkait. (Yoga)
Pemerintah Tidak Boleh Tutup Mata
Jaga Kualitas, Perbankan Tahan Bunga Kredit
Prabowo Bertemu MBZ Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan
Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih RI Prabowo Subianto membahas kerja sama di bidang pertahanan saat bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ, di Istana AL Shati, Abu Dhabi, Senin (13/5/2024). Kerja sama di bidang pertahanan ini bisa meliputi latihan perang bersama, pendidikan pertukaran prajurit hingga saling belajar tentang teknologi alutsista masing-masing negara. Selain membahas soal kerja sama di bidang pertahanan; Prabowo dan MBZ juga bertukar pandangan tentang sejumlah isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. "Hubungan Indonesia dan UEA dapat terus berkembang dan tumbuh sesuai dengan ambisi kedua negara dalam memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan," kata Prabowo. Pertemuan ini pun diyakini Prabowo dapat membangun hubungan bilateral yang baik antara UEA dengan Indonesia. Pihak UEA pun mengapresiasi niatan Prabowo membangun hubungan baik dengan melakukan kunjungan tersebut. Karenanya, presiden UEA memberikan medali "Zayed" kepada Prabowo. (Yetede)
Likuiditas Hingga Daya Beli Jadi tantangan Perbankan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai industri perbankan tahun ini memiliki sejumlah tantangan yang mengintai,mulai dari sisi likuiditas hingga daya beli masyarakat melambat yang akan memengaruhi kinerja perbankan. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, tahun ini perbankan memiliki faktor pendorong dan juga tantangan yang akan dihadapi. Dimana pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) akan menjadi pemicu karena akan ada perebutan dana di era suku bunga tinggi. "Pertama, likuiditas akan menjadi tantangan yang akan memengaruhi pertumbuhan kredit, terutama bank-bank besar pertumbuhannya low double digit, sementara DPK mid single digit. Ini tantangan likuiditas yang perlu diantisipasi 2024 ini," ujar Andry. Tantangan kedua, rencana pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diproyeksikan baru akan terjadi pada akhir tahun ini. Hal tersebut juga tergantung kondisi ekonomi global, salah satunya adalah suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan belum ada titik terang untuk turun. "Ketiga, pengusaha masih wait and see, banyak yang menunggu struktur kabinet baru setelah pada Oktober nanti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Keempat, ini jdi concern kami terutama daya beli kelas bawah ini bagaimana kita perlu antisipasi agar tidak semakin memburuk," urai Andry. (Yetede)
Mesin Pertumbuhan Baru Chanadra Asri
Emiten petrokimia terintegrasi milik Taipan Parjogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) optimistis akan mencatatkan kinerja cemerlang setelah mengakuisisi aset Shell Energy and Chemical Park (SECP). Aset kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan sebanyak 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong, Singapura ini, diyakini akan membantu meningkatkan pendapatan Chandra Asri hingga lima kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Chandra Asri bersama Glencore Plc telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV), CAPGC Pte Ltd, untuk mengaukisisi 100% Ltd.
Dengan kepemilikan bisnis kilang ini TPIA dapat mengolah minyak mentah secara langsung dan menghasilkan produk-produk bahan baku seperti bensin, solar, avtur, dan aspal yang belum dapat di produksi oleh fasilitas TPIA sebelumnya. Sementara itu, dengan adanya Glencore, salah satu trader komoditas terbesar di dunia, sebagai mitra strategis dapat meningkatkan daya saing TPIA di level global melalui jaringan distribusi serta stabilitas suplai minyak. (Yetede)
Garap Potensi Ekosistem Halal, BSI Gelar International Expo
RI dan Inggris Jajaki Kerja Sama Digital
Startup Jejaki Raih Pendanaan US$ 2,7 Juta
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









