;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Nilai Investasi Pabrik Yadea Capai Rp 2,41 T

14 May 2024

Jenama motor listrik asal China, Yadea, meletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik motor listriknya di Kawasan Industri Suryacipta di kabupaten Karawang, Jawa Barat. Nilai investasi diatas lahan seluas 27 hektare ini mencapai US$ 150 juta atau setara Rp2,41 triliun dan dijadwalkan akan dimulai beroperasi pada 2026. General Manager Yadea Indonesia Wang Jinlong mengungkapkan, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 3 juta unit. Dia menambahkan langkah startegis tersebut secara efektif juga untuk memenuhi permintaan  yang terus meningkat terhadap kendaraan roda dua lisrik berkualitas tinggi di pasar Indonesia. Fasilitas ini nantinya memiliki jalur perakitan otomatis dan pengelasan robotik guna memastikan proses produksi yang cepat, efisien, serta mampu menghasilkan sepeda listrik hanya dalam tiga detik. "Kami berharap Yadea dapat terus mampu memanfaatkan keunggulan teknologinya untuk menyediakan produk kendaraan roda dua listrik berkualitas tinggi ke pasar Indonesia," ucap Wang. (Yetede)

Empat Raja Besar Penguasa Industri Keuangan

14 May 2024

Rancangan revisi aturan terkait konglomerasi keuangan (KK) berpotensi menambah jumlah KK yang ada di Tanah Air. Karena grup keuangan dengan aset Rp 20 triliun-Rp 100 triliun akan dikategorikan sebagai KK. Revisi ini bisa jadi salah satu antisipasi regulator dalam menghadapi perkembangan konsolidasi perbankan lewat skema kelompok usaha bank (KUB). Namun langkah ini kemungkinan besar tidak mengubah signifikan dominasi segelintir konglomerasi keuangan di industri ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat di akhir tahun 2023 ada 15 KK di Indonesia. Total aset para konglomerasi keuangan ini mencapai sebesar Rp 9.018 triliun. Dari jumlah tersebut, ada empat KK yang memiliki aset di atas nilai Rp 1.000 triliun. Menurut catatan OJK, total aset keempat KK terbesar tersebut mencapai Rp 6.663 triliun. Artinya, keempat KK tersebut menguasai sekitar 73,89% total aset konglomerasi keuangan dalam negeri. Sebetulnya, jumlah KK saat ini sudah berkurang jauh dari 2015.

Saat itu, total konglomerasi keuangan mencapai 50. Sayangnya, OJK tidak secara terbuka mempublikasikan nama-nama konglomerasi keuangan yang tercatat di Indonesia saat ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae beralasan, publikasi tersebut bisa membawa dampak buruk bagi industri. Meski tak disebut gamblang, empat konglomerasi keuangan terbesar bisa dilihat dari laporan keuangan bank. Tahun lalu, ada empat bank memiliki aset di atas Rp 1.000 triliun, yakni Bank Mandiri, BRI, BCA dan BNI. Nama-nama ini sudah masuk daftar KK tahun 2015. Dominasi segelintir konglomerasi di sektor keuangan kian besar, akibat aksi kondolidasi yang dilakukan bank.

Grup BCA misalnya, memperbesar aset setelah mengakuisisi Rabobank Indonesia dan Bank Royal Indonesia pada tahun 2019. Rabo Bank sudah merger dengan BCA Syariah dan Bank Royal dikonversi menjadi bank digital yang kini bernama Bank BCA Digital. EVP Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan, pihaknya selalu mendukung kebijakan pemerintah maupun regulator, termasuk penguatan konglomerasi keuangan. Ia berharap revisi aturan ini dapat mendukung keuangan nasional tumbuh secara cermat dan berkelanjutan.

Menjaring Saham Saat Indeks Loyo

14 May 2024

Usai libur panjang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,15% ke level 7.099,26 Senin (13/5). Laju IHSG diikuti mayoritas indeks, termasuk indeks saham blue chip LQ45 dan IDX30.LQ45 menguat 0,24% dan IDX30 hanya naik tipis 0,06% secara harian. Namun sejak awal tahun, kinerja kedua indeks ini masih suram dengan level pelemahan  jauh lebih dalam dari IHSG. Saat IHSG dalam posisi -2,39%, LQ45 anjlok -7,73% dan IDX30 ambles -8,39%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menyoroti sejumlah faktor yang membuat LQ45 melorot.

Pertama, rilis kinerja kuartal I-2024 sudah priced in dan emiten yang telah membagikan dividen cenderung mengalami tekanan harga. Kedua, tekanan suku bunga di level tinggi yang berpotensi bertahan dalam waktu lebih panjang. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus sependapat, belum adanya tanda penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi katalis negatif pasar saham. Soal kinerja LQ45 dan IDX30 yang anjlok, Daniel lebih menyoroti kontribusi dari emiten perbankan big caps yang sedang melandai. Menurut Daniel, investor bisa memanfaatkan "diskon"  saham BBRI, BBNI dan TLKM, serta EXCL untuk jangka pendek. Secara teknikal, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melirik saham emiten perbankan dan telekomunikasi. 

BREN Siapkan Dana Belanja US$ 160 Juta

14 May 2024

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyiapkan dana jumbo untuk ekspansi tahun ini. Total belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan pada 2024 sebesar US$ 160 juta atau sekitar Rp 2,57 triliun. Direktur Barito Renewables Energy Merly mengatakan, hingga kuartal I 2024 realisasi capex BREN masih sekitar US$ 13 juta. Jumlah itu baru mencapai 8,12% dari anggaran capex tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk persiapan aktivitas pengeboran (drilling) aset BREN, seperti di aset panas bumi Darajat.Rencananya, BREN baru akan intensif mengucurkan capex pada kuartal berikutnya. Presiden Direktur Barito Renewables Energy Hendra Soetjipto Tan menambahkan, BREN juga mengalokasikan capex untuk perawatan dan belanja rutin, terutama untuk pengeboran sumur.

Supaya tingkat ketersediaan uap pada pembangkit listrik panas bumi bisa terjaga. Secara bersamaan, BREN sedang mengembangkan aset geotermal untuk mengejar tambahan kapasitas sebanyak 116 Megawatt (MW). Saat ini, BREN mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas 886 MW. Sumbernya dari tiga aset, yakni Salak, Wayang Windu dan Darajat. Nah, BREN ingin menambah kapasitas 116 MW dari ketiga aset tersebut. Selain geotermal, emiten milik Prajogo Pangestu ini juga getol merambah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin. BREN telah mengakusisi sejumlah aset listrik tenaga angin yakni di Sidrap, Sukabumi, dan Lombok. PLTB Sidrap 1 sudah beroperasi sebesar 78 MW. Nah, terkait harga saham BREN, analis Stocknow.id, Sinta Dwi Untari mengatakan, harga saham BREN saat ini sudah tinggi dan overvalue. Sehingga, lebih baik melakukan trading jangka pendek-menengah.

Korporasi Antre IPO Total Rp 11,38 Triliun

14 May 2024
Rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) masih akan ramai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, ada sekitar 80 rencana IPO dalam pipeline OJK. Nilainya mencapai Rp 11,38 triliun. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif. "Per 30 April 2024, nilai penawaran umum sudah mencapai Rp 77,64 triliun dengan 17 emiten baru," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (13/5). "Ini menunjukan tren penggalangan dana masih tinggi," tandasnya.

JSMR DIdongkrak Kenaikan Tarif Ini

14 May 2024

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan lonjakan pertumbuhan laba bersih di kuartal I-2024. Perolehan emiten jalan tol pelat merah ini berkat kenaikan tarif jalan tol dan rekonsiliasi ruas tol. Prospek kinerja emiten pengelola jalan tol ini diprediksi masih baik seiring potensi peningkatan pendapatan dari kenaikan tarif tol. Laba bersih JSMR mencapai Rp 585 miliar pada kuartal I-2024 atau meningkat 17,75% secara tahunan atau year on year (yoy). Hasil ini didorong oleh rekonsolidasi tiga ruas tol yaitu: Semarang-Batang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono, sebagai ruas strategis Jalan Tol Tran-Jawa (JTTR). Pendapatan jalan tol secara keseluruhan juga didukung oleh penyesuaian tarif pada 21 seksi selama 2023 dan empat seksi di sepanjang kuartal I-2024, jelas Analis Yuanta Sekuritas Indonesia Chandra Pasaribu dalam riset 6 Mei 2024.

Di sisi lain, Chandra melihat, adanya peningkatan tarif cukup merugikan lalu lintas jalan tol JSMR apabila ditambah adanya penyesuaian tarif khusus. Alhasil, volume lalu lintas konsolidasi hanya tumbuh 0,4% yoy, dengan volume ruas tol lama turun 0,5% yoy dan ruas baru tumbuh 5,7% yoy. Sehingga, kenaikan tarif ditambah penyesuaian khusus berdampak pada lalu lintas jalan tol. Meskipun demikian, menurut kami dampaknya hanya bersifat sementara, imbuh Chandra. Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim memandang JSMR punya prospek pertumbuhan pendapatan jalan tol yang kuat. EBITDA JSMR direvisi naik menjadi Rp 12,1 triliun dan Rp 13,4 triliun untuk 2024-2025. Tahun ini JSMR menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 8 triliun–Rp 10 triliun sama dengan 2023. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, lalu lintas jalan tol tahun ini diperkirakan akan lebih ramai terutama karena pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Mata Uang Utama Berpotensi Menguat

14 May 2024

Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) yang masih dominan menekan laju sejumlah mata uang utama. Namun diperkirakan laju mata uang utama lainnya akan kembali naik seiring pemangkasan suku bunga the Fed. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, sejumlah data ekonomi AS, seperti Non-Farm Payroll, dan Jobless Claim berada di bawah ekspektasi. Namun, dolar AS juga didukung oleh pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat The Fed pada pertemuan FOMC. Di sisi lain, dengan inflasi AS yang lebih tinggi membuat investor meyakini penurunan suku bunga Fed akan lebih lambat dibandingkan sejumlah bank sentral lainnya.

Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menurunkan suku bunga pada Juni. Sedangkan Reserve Bank of Australia (RBA) diprediksi akan mulai menurunkan suku bunga tahun depan. Founder Kepointrading.com Alwi Assegaf bilang, dengan ekspektasi adanya pemangkasan suku bunga The Fed, maka prospek mata uang utama tersebut akan kembali naik. Alwi memperkirakan pada semester I 2024 mata uang utama masih akan bergerak di kisaran angka saat ini. GPB diperkirakan bergerak dengan support 1,2400 dan resistance 1,2650.

MENGAKSELERASI KAWASAN INDUSTRI

14 May 2024

Terobosan baru digulirkan oleh pemerintah untuk memoles daya tarik kawasan industri yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan manufaktur di Tanah Air. Teranyar, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 20/2024 tentang Wilayah Industri yang mendesain ulang klasterisasi industri dan skema insentif untuk kawasan industri. Dalam beleid yang diundangkan 7 Mei 2024 itu, pemerintah mengatur insentif fiskal dan nonfiskal yang difokuskan untuk wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan industri. Dari sisi fiskal, fasilitas yang disediakan pemangku kebijakan relatif sama dengan kebijakan sebelumnya yakni menyangkut pemangkasan pajak serta kemudahan di sektor pabean.  Adapun, insentif nonfiskal berbentuk penyediaan lahan atau lokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, pelimpahan hak produksi atas suatu teknologi yang lisensi patennya dimiliki pemerintah, serta fasilitas lain yang bisa diberikan oleh menteri teknis. Aneka kemudahan itu ditujukan khusus untuk perusahaan kawasan industri yang berlokasi di dalam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI). 

Dunia usaha pun merespons positif beleid baru ini dan optimistis mampu menopang kinerja industri yang siap melanjutkan ekspansi setelah berakhirnya musim wait and see akibat hiruk pikuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar, mengatakan ketentuan baru ini berbeda dibandingkan dengan regulasi sebelumnya yakni PP No. 142/2015 tentang Kawasan Industri karena dalam PP No. 20/2024 mengatur pemberian insentif bagi kawasan industri dan perusahaan industri dengan berdasar pada pengelompokan Wilayah Pengembangan Industri (WPI) dan/atau status pengembangan WPPI. Menurutnya, insentif pemda berupa pengurangan atau pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) hingga pengurangan atau pembebasan pajak penerangan untuk jalan lingkungan cukup menarik. Namun di sisi lain, obral stimulus itu dirasa belum cukup memuaskan pelaku usaha. 

Pelaku industri masih membutuhkan jenis insentif lainnya untuk mendorong investasi, inovasi, dan pertumbuhan bisnis. Sementara itu dari lantai bursa, emiten yang bergerak di sektor kawasan industri juga menyambut baik PP No. 20/2024 dan diyakini membantu upaya perusahaan untuk merealisasikan target pada tahun ini. Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) Haryanto Adikoesoemo, mengatakan target penjualan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) mencapai 130 hektare. Keyakinan serupa disampaikan PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) yang menaikkan target penjualan pemasaran lahan industri Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan pada 2024 dari 65 hektare menjadi 184 hektare. 

Erlin Budiman, VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, memaparkan revisi ke atas target marketing sales itu sejalan dengan besarnya minat terhadap lahan industri perseroan. Manajemen SSIA memaparkan target penjualan pemasaran lahan industri seluas 184 hektare tersebut setara dengan Rp2,2 triliun. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah memang tengah gencar untuk memperluas pembangunan dalam rangka pemerataan pusat industri di Tanah Air. Sementara itu, kalangan ekonom memandang strategi pemerintah dengan menerapkan zonasi spesialisasi industri cukup positif lantaran disesuaikan dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing wilayah. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal, mengatakan klasterisasi kawasan industri harus diimbangi dengan klasterisasi dari sisi insentif baik dari sisi fiskal maupun nonfiskal.

TRANSPORTASI MASSAL : Sentuhan Jerman pada BRT Semarang Raya

14 May 2024

Pengembangan proyek jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT) atau BRT Dedicated Lines di kawasan Semarang Raya memperoleh titik terang setelah adanya komitmen dari Jerman. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan rapat bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi guna membahas proyek tersebut. Dia menjelaskan bahwa nantinya jalur khusus BRT Dedicated Lines ini akan menghubungkan antara daerah pedalaman (hinterland) Kota Semarang dengan daerah-daerah penyangga di sekitar Kota Semarang. Menurutnya, sudah ada lembaga dari Jerman yang tertarik untuk memberikan suntikan dana dalam pengembangan proyek BRT ini. 

Rencananya, pembangunan BRT Dedicated Lines ini akan dimulai pada 2025 dan akan dijadikan sebagai salah satu program yang diajukan di APBD Kota Semarang Tahun 2025. Adapun, wacana pembangunan jalur khusus untuk BRT tersebut sudah mengemuka sejak 2023. Studi kelayakan proyek BRT Dedicated Line juga telah dilakukan pada November 2023. Sementara itu, penyusunan dokumen lingkungan dan analisis lingkungan dilakukan pada Oktober 2023—Februari 2024.

EKSPOR BUAH TROPIS : KOLABORASI BERSEMI DEMI PASAR NEGERI SAKURA

14 May 2024

Kerja sama pemerintah kabupaten di Provinsi Jawa Barat perlu diperkuat guna memenuhi kebutuhan permintaan mangga jenis gedong gincu dari pasar Jepang. Kolaborasi penyediaan lahan perkebunan menjadi pijakan awal guna mendongkrak produksi gedong gincu Bumi Pasundan. Setidaknya, langkah kolaboratif ini ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dan Pemkab Kuningan agar produksi mangga gedong gincu wilayah ini dapat memenuhi ekspor ke Jepang. Lewat kolaborasi kedua daerah tingkat II ini, lahan produk mangga gedong gincu bakal mencapai 13.000 hektare (ha). Perinciannya, 7.000 ha berada di Sumedang dan 6.000 ha terdapat di Kuningan. Penjabat (Pj.) Bupati Sumedang Yudia Ramli menjelaskan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Pemkab Kuningan dalam hal mengekspor mangga gedong gincu ke pasar Jepang. Bahkan, pihaknya juga telah mengunjungi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memetakan potensi daerah. Yudia menilai bahwa ada satu potensi di dua kabupaten ini yakni memiliki komoditas unggulan mangga gedong gincu. 

Sementara itu, Pj. Bupati Kuningan HR Iip Hidajat menjelaskan bahwa poin penting dalam pertemuan tersebut adalah mencoba menyamakan persepsi dalam pemerintahan dan kolaborasi. “Karena saya berpikir tidak ada superman yang ada super tim. Ketika dalam pemerintahan ada beberapa langkah yang bisa dikerjasamakan kenapa tidak dirintis kembali. Untuk kebermanfaatan bagi kedua kabupaten,” kata Iip. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Barat Abdul Sobur mengungkapkan bahwa meskipun kondisi ekonomi global tidak sedang baik-baik saja, tetapi Jawa Barat masih memimpin sebagai eksportir nasional. “Produk strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah industri agro,” jelasnya kepada Bisnis. Pada 2022, total nilai ekspor industri agro menembus US$36 miliar. Industri ini juga berkontribusi hingga 35,36% pada ekspor sektor manufaktur yakni sebesar US$82,76 miliar. Abdul menilai bahwa perkembangan industri agro di Indonesia cukup prospektif. 

Potensi ini a.l. lantaran didukung pasar domestik yang besar, sumber daya pertanian yang berlimpah sebagai sumber bahan baku industri agro dalam negeri, perubahan pola konsumsi konsumen yang cenderung beralih ke makanan kemasan modern, serta munculnya pemain-pemain industri agro nasional yang sudah mampu bersaing di tingkat global. “Perlu juga dilakukan upaya untuk memperkuat daya saing produk dari segi kualitas, harga, dan kemampuan delivery dalam rangka memenuhi pasar Asean dan global,” ujarnyaSelain itu, imbuhnya, kemampuan sumber daya manusia (SDM) pun perlu ditingkatkan, bagi penguasaan teknis dan teknologi guna memperkuat kemampuan produksi nasional di pasar global. “Kolaborasi kekuatan sektoral ekonomi bangsa ini diharapkan akan berdampak pada kemajuan multi dimensi yang signifikan dan hal ini harus diinisiasi oleh GPEI sebagai salah satu stakeholder utama sebagai penggerak ekonomi nasional yang berbasis ekspor,” jelasnya. Dia berharap GPEI Jabar bisa menjadi fasilitator, informan, dan sekaligus menjadi pelatih bagi para pelaku usaha di provinsi yang jumlah penduduknya hampir 50 juta jiwa ini.