;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

DPR Tegaskan Tidak Ada Larangan Investigasi Penyiaran

16 May 2024

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meluruskan kesalahpahaman terkait larangan konten jurnalistik investigasi dalam Rancangan Revisi Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang penyiaran (RUU Revisi Penyiaran). Sebab tidak akan ada larangan investigasi terkait masalah publik yang dilakukan media penyiaran. Menurut dia, RUU Revisi Penyiaran yang kini masih dibahas di Komisi I DPR tidak akan melarang jurnalisme investigasi penyiaran terkait pendalaman terhadap suatu kriminal dan untuk kepentingan publik tertentu, misalnya membongkar bisnis makanan yang tidak sehat, judi online, sindikat narkotik, dan lainnya. "Tapi yang dimaksud (pelarangan konten siaran) itu menggunakan frekuensi publik untuk penyiaran gosip dengan hak eksklusif. Misalnya, ada artis nikah terus disiarkan berhari-hari secara eksklusif menggunakan frekuensi publik. Itu yang diatur," ungkap Sukamta. Dia juga menjelaskan, terkait masalah perselisihan terhadap suatu pemberitaan yang ditayangkan secara sepihak. Selama ini, jika ada perselisihan antara media penyiaran dengan seseorang/satu pihak, mekanisme penyelesaiannya dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui pemberian hak jawab. Kedua, jika masih berperkara, penyelesaiannya dapat dilanjutkan ke pangadilan. (Yetede)

Kemendikbudristek Bakal Panggil Rektor

16 May 2024
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek) bakal memanggil rektor sejumlah perguruan tinggi negeri, terkait polemik mahalnya uang kuliah tunggal (UKT) yang di protes mahasiswa. Kami akan minta laporan kepada seluruh perguruan tingggi, bahkan kami minta perguruan tinggi untuk membuka kanal pelaporan," kata Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Tjitjik Sri Tjahandarie. Ia mengaku pihaknya menyadari adanya gelombang protes karena mahalnya UKT mahasiswa baru di sejumlah PTN. Namun, menurutnya penyesuaian  tersebut karena adanya PTN yang menambah kelompok UKT untuk menggaet mahasiswa dari kalangan mampu. Pihaknya, lanjut Tjitjik, selalu memberikan sosialisasi  kepada perguruan tinggi agar dalam penetapan UKT memerhatikan kondisi finansial mahasiswa, selain situasi di perguruan tinggi. Selain itu, dia juga menekankan pemerintah tidak menutup mata terkait aksi demo mahasiswa di sejumlah kampus buntut UKT mahal. (Yetede)

Kinerja Bank Besar Saat Turbulensi Global

16 May 2024

PERTUMBUHAN laba bersih pada empat bank besar yang berada dalam kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV merosot tajam. Berdasarkan laporan keuangan publikasi kuartal I-2024, misalnya, laba bersih BRI hanya tumbuh 2,69 persen secara tahunan (yoy), Mandiri 1,13 persen, BCA 11,7 persen, dan BNI 2,00 persen. Kondisi ini berbeda setahun lalu. Pada kuartal I-2023, perolehan laba keempat bank tersebut melonjak tajam. Laba bersih BRI tumbuh 27,4 persen (yoy), Mandiri 25,2 persen, BCA 43,00 persen, dan BNI 31,8 persen. Meski secara persentase menyusut, secara nominal perolehan laba keempat bank itu tetap fantastis. BRI mencatatkan laba sebesar Rp 15,88 triliun, Mandiri Rp 12,70 triliun, BCA Rp 12,9 triliun, dan BNI Rp 5,32 triliun. Dalam industri perbankan nasional, aset gabungan keempat bank tersebut cukup mendominasi. Porsinya mencapai 56,11 persen dari total aset perbankan Tanah Air. Karena itu, kondisi yang terjadi pada keempat bank tersebut dapat menjadi gambaran kondisi industri perbankan secara umum.

Memang tidak bisa dimungkiri bahwa tingginya pertumbuhan laba bersih pada kuartal I-2023 lebih disebabkan faktor basis level yang rendah. Pada 2022, perbankan masih terpapar dampak pandemi Covid-19, sehingga aktivitas perbankan merosot dan berimbas pada laba yang rendah. Ketika dampak pandemi memudar pada 2023 dan kondisi beralih menuju normal, aktivitas perbankan kembali bergairah sehingga mengerek laba. Dengan demikian, saat ini sebenarnya pertumbuhan laba perbankan relatif sudah normal. Bahkan tumbuhnya laba bank besar pada kuartal I-2024, meski melambat, dipandang masih cukup bagus. Terutama mengingat berbagai ketidakpastian global yang terus menghadang perbankan.

Kendati begitu, kondisi ini tetap menarik untuk ditelisik lebih detail. Apakah pertumbuhan laba yang lebih rendah daripada tahun lalu itu merupakan efek dari ketidakpastian global? Atau ada faktor dari suku bunga acuan tinggi yang mendongkrak biaya dana? Pertanyaan lainnya, apakah hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan kredit bermasalah (NPL)? Ataukah ada faktor lain yang mempengaruhi. Apabila berkaca pada aktivitas intermediasi, penyaluran kredit keempat bank tersebut sebenarnya cukup menjanjikan dan tumbuh tinggi di kisaran target Bank Indonesia 10-12 persen (yoy) pada 2024. Pertumbuhan kredit paling tinggi diraih Bank Mandiri sebesar 19,1 persen (yoy), diikuti BCA 17,1 persen, BRI 10,9 persen, dan BNI 9,6 persen. Hanya BNI yang kreditnya tumbuh di bawah industri yang mencapai 12,40 persen. (Yetede)

Biang Macet Proyek Strategis Nasional

16 May 2024

Berawal dari minimnya infrastruktur dan terbatasnya anggaran belanja pemerintah, Presiden Joko Widodo merancang proyek strategis nasional atau PSN. Rencana pembangunan yang menyandang status PSN bakal mendapat berbagai kemudahan dari pemerintah. Namun dukungan tersebut tidak menjamin pekerjaan bisa berjalan mulus. Selama delapan tahun terakhir, pengerjaan sejumlah proyek tersendat dan dikeluarkan dari daftar PSN. Pada akhir tahun lalu misalnya, pemerintah mencabut status PSN dari 12 proyek, termasuk pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya. Penyebabnya antara lain soal ketidakpastian pembiayaan. Kementerian Perhubungan sebagai pengusul program itu juga belum menyerahkan hasil studi kelayakan proyek hingga batas waktu evaluasi.

Sekretaris Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas alias KPPIP Suroto menyebutkan pembiayaan merupakan salah satu faktor yang banyak membuat PSN tersendat. Isu pembiayaan terutama mulai sering ditemukan setelah pandemi Covid-19. Menurut dia, banyak lembaga pembiayaan dan perbankan yang memperketat pendanaan di beberapa sektor. Pemerintah sendiri turut mengencangkan ikat pinggang karena harus mengutamakan anggaran untuk penanganan pandemi. "Akibatnya, pengerjaan proyek infrastruktur tertunda," kata dia kepada Tempo, kemarin.

Kondisi ini juga yang membuat Jokowi mulai mengutamakan PSN yang mengandalkan pembiayaan dari swasta. Pada tahun ini, pemerintah berencana menambah 16 PSN yang berasal dari usulan badan usaha milik negara dan swasta dengan pembiayaan sepenuhnya tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara alias APBN. Pemerintah gencar menawarkan skema pembiayaan, seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU, Limited Concession Scheme, dan Land Value Capture, untuk menarik minat swasta turut serta dalam PSN. Pemerintah juga menugasi PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, dan Indonesia Investment Authority menjembatani kolaborasi dengan swasta. (Yetede)

Tren Penurunan Surplus Perdagangan Berlanjut

16 May 2024

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus, meski menyusut. Hal tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja impor pada April 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor pada April 2024 senilai US$ 19,62 miliar, menurun 12,97%secara bulanan atau month to month (mom). Koreksi ini dipicu ekspor nonmigas yang menurun 14,06% mtm menjadi US$ 18,27 miliar, terutama pada komoditas logam mulia dan permata (HS 71), dengan kontribusi penurunan 2,12%. Lalu, "Penurunan juga didorong mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) dengan andil 1,44%, beserta kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan andil penurunan 0,77%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Rabu (15/5). Di sisi lain, ekspor migas mencapai US$ 1,35 miliar, naik 5,03% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikannya terutama didorong pertumbuhan ekspor gas dengan kontribusi 0,80%. Sementara itu, kinerja impor pada April 2024 mencapai US$ 16,06 miliar, turun 10,60% mtm. Namun penurunannya lebih rendah ketimbang ekspor.

Penurunan impor terutama pada komponen migas sebesar 11,01% mtm menjadi US$ 2,96 miliar. Selain itu, nilai impor nonmigas tercatat US$ 12,10 miliar, turun 10,51% mtm. "Penurunan impor secara bulanan disebabkan penurunan nilai impor nonmigas dengan andil 8,57%," tambah Pudji. Sehingga neraca perdagangan Indonesia pada April kembali melanjutkan tren surplus, yakni mencapai US$ 3,56 miliar, meski menyusut 5,17% dari bulan sebelumnya. "Surplus neraca perdagangan ini sudah berlangsung selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," tambah dia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, koreksi impor yang lebih baik dibandingkan ekspor sejalan dengan meningkatnya permintaan minyak untuk kebutuhan Idul Fitri. Ditambah lagi, harga minyak di level yang tinggi lantaran tersengat konflik di Timur Tengah. Senada, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan ekspor maupun impor pada Mei akan meningkat. Adapun kenaikan ekspor sejalan dengan perbaikan harga sejumlah komoditas. Sementara kenaikan impor dipicu oleh kinerja manufaktur yang masih di level ekspansi.

Asing Hengkang dari SBN Susutkan Utang Luar Negeri

16 May 2024
Utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali menurun. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal I-2024 sebesar US$ 403,9 miliar, turun dibandingkan posisi kuartal IV-2023 yang sebesar US$ 408,5 miliar. "Penurunan utang luar negeri pemerintah terutama dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada surat berharga negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global," kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono, kemarin.

Sentimen Kocok Ulang MSCI Cuma Sementara

16 May 2024

Kocok ulang indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali terjadi. MSCI Indonesia mengumumkan rebalancing  MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index. Kocok ulang indeks MSCI ini akan berlaku pada penutupan tanggal 31 Mei 2024. Kemudian indeks tersebut mulai berlaku efektif per per 1 Juni 2024. Dalam kocok ulang indeks MSCI tersebut, salah satu emiten Grup Barito yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Sementara PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) harus tergeser dari indeks tersebut dan masuk ke kategori MSCI Small Cap Index. Selain itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Compa Tbk (ULTJ) juga masuk dalam jajaran MSCI Small Cap Index. Sementara PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) keluar dari indeks tersebut. 

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menjelaskan, hasil perombakan MSCI  merupakan hal yang wajar terjadi secara berkala. Menurutnya ini mencerminkan dinamika pasar modal dan perubahan kinerja perusahaan yang terdaftar. Pasca kocok ulang  indeks MSCI tersebut, Sukarno melihat prospek jangka pendek saham yang masuk indeks MSCI cukup positif. Dan ini sudah direspons pelaku pasar, tercermin dari kenaikan saham yang signifikan. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy sependapat TPIA layak masuk MSCI Global Standard Index. Sebab kapitalisasi pasar TPIA sudah berada di angka Rp 789,42 triliun. Selain kapitalisasi pasar, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta melihat, aksi korporasi dari TPIA saat ini juga tengah  dicermati oleh para investor. Langkah tersebut menurutnya merupakan upaya manajemen TPIA untuk menjaga kepercayaan para investor.

ADRO Tebar Dividen Final US$ 400 Juta

16 May 2024

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masih konsisten mengguyur dividen.Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (15/5), menyetujui pembagian dividen dengan total nilai US$ 800 juta atau 48,74% dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar US$ 1,64 miliar. Dividen ini termasuk US$ 400 juta yang telah dibayar pada 12 Januari 2024 sebagai dividen interim. Sedangkan US$ 400 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final. Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, tahun ini, ADRO akan fokus mendorong transisi bisnis di luar batubara thermal. ADRO mengejar kontribusi pendapatan dari bisnis non-batubara thermal bisa seimbang, yaitu 50% pada tahun 2030.

ADRO mengoptimalkan cadangan dan sumber daya batubara pada aset yang ada saat ini. Sebagai gantinya, ADRO menggenjot kontribusi batubara metalurgi dan pengembangan industri aluminium melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Direktur ADRO, Michael William Soeryadjaya mengatakan, dengan posisi neraca di atas US$ 1 miliar dan dana yang sudah dicadangkan, ADRO tidak menemui kendala menggarap proyek smelter aluminium dan PLTA fase pertama. Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai aksi buyback ADRO memberikan sinyal positif, dan menandakan harga saham ADRO relatif sedang undervalue. Di sisi lain, Felix memandang pembagian dividen ADRO sudah priced in dengan harga sahamnya.

Merger FREN dan EXCL Kian Dekat

16 May 2024

Hilal rencana konsolidasi atau merger antara PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) mulai nampak. Kedua induk emiten telekomunikasi itu telah menandatangani nota kesepahaman. Sinar Mas melalui PT Wahana Inti Nusantara dan PT Global Nusa Data bersama Axiata Group Berhad telah meneken nota kesepahaman dengan Axiata Group Berhad yang bersifat tidak mengikat, Rabu (15/5). Direktur Utama Smartfren Telecom, Merza Fachys mengatakan, pihaknya berharap dengan sinergi ini, akan terjadi efisiensi bisnis. Selain itu, sumber daya untuk melayani pelanggan bisa semakin kuat. Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman memastikan, seluruh proses yang berlangsung saat ini akan mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku. Dia menegaskan, dokumen nota kesepahaman masih bersifat tidak mengikat. Sehingga ada potensi merger ini tidak terlaksana. Namun, aksi korporasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi industri.

Menurut Ferry, rencana merger ini juga sejalan dengan strategi pengembangan portofolio bisnis pilar usaha Sinar Mas. Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/5), rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren akan menciptakan entitas baru yang akan disebut dengan MergeCo. Manajemen Axiata meyakini MergeCo akan memiliki kelincahan yang strategis, kompetensi dan kemampuan yang mumpuni untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari konsumen, bisnis dan sektor publik. Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis mengatakan, penggabungan antara FREN dan EXCL akan memberikan beberapa keuntungan bagi masing-masing emiten. "Keduanya memiliki posisi pasar fixed broadband dan fixed wireless access (FWA) yang tetap tinggi. Ini yang tidak ada dalam merger Indosat dan Hutchinson," tulisnya dalam riset.

Mendongkrak Kinerja, ELPI Mulai Fokus di Logistik Migas

16 May 2024

Emiten terus melancarkan aksi korporasi pada tahun ini. Misalnya PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Salah satu emiten pelayaran logistik ini menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) sepanjang tahun 2024. Pada periode Januari–Maret 2023, Eka Taniputra, Direktur Utama Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari menjelaskan bahwa  sumber dana capex itu rencananya berasal dari kas internal dan pendanaan pihak ketiga, yaitu perbankan. Namun komposisi tersebut masih belum pasti, mengingat ELPI masih mencermati potensi dan risiko yang akan datang, terutama untuk pembelian kapal. Eka bilang, jika risikonya besar, ELPI akan mengandalkan pendanaan internal terlebih dulu.

Emiten yang berbasis di Surabaya ini juga berencana menambah empat unit  offshore support vessel sepanjang tahun ini. ELPI akan kedatangan 10 unit armada baru pada tahun ini. Menurut Eka  langkah tersebut diambil, lantaran ELPI tahun ini bakal fokus pada bidang logistik pendukung migas dan gas (migas) serta batubara. Untuk itu, ELPI lebih banyak menambah armada di komoditas curah, khususnya batubara. Sejalan dengan penambahan armada itu, ELPI mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di akhir tahun ini. Yakni masing-masing bisa tumbuh 15% dibandingkan pencapaian pada 2023. ELPI berencana membagikan dividen Rp 46,69 miliar  atau Rp 6,3 per saham dari tahun buku 2023.