Ekonomi
( 40460 )Kisah Kuburan Hilang di Kebun Sawit
Sudah puluhan tahun sebagian warga di Kotawaringin Timur, Kalteng, tersandera konflik sawit. Mereka lelah kehilangan banyak hal. Dari sulitnya mencari makam leluhur, rindu damai yang hilang, hingga dinginnya ruang penjara pernah mereka rasakan. Dedi Susanto (32), warga Desa Penyang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, adalah pemilik kisah kelam itu. 20 tahun terakhir, hidupnya berada dalam pusaran konflik antara warga dan perusahaan kelapa sawit di desanya. Pada Rabu (8/5) ia menceritakan pengalaman di tahun 2003, untuk pertama kalinya perusahaan masuk ke Desa Penyang. Dedi yang belum lulus SD tidak tahu apa perusahaan itu. Namun, ayahnya, almarhum Sargianto, murka. Dedi mengatakan, perusahaan datang tanpa sosialisasi. Mereka lalu membabat hutan, lima kilometer dari rumahnya di pinggir jalan Trans-Kalimantan, untuk dijadikannya kebun sawit. Sargianto keberatan karena di sekitarnya ada kuburan orangtuanya dan kerabat yang lebih tua.
”Sampai sekarang kuburan itu sulit kami temukan karena sudah tertutup sawit,” kata Dedi. Kuburan orang Dayak tidak seperti kuburan pada umumnya. Tidak ada batu nisan atau gundukan tanah atau semen. Penandanya adalah kayu. Kuburan milik nenek moyang Sargianto, ditandai dengan sapundu, tiang kayu ulin (Eusideroxylon zwageri). Kayu itu diukir serupa citra orang yang meninggal. Beberapa sapundu diukir bentuk orang. Sebagian lainnya menyerupai hewan. Jika orang yang meninggal itu dikenal sebagai penakluk ular, biasanya dihiasi ukiran ular. Tidak hanya sapundu yang hilang, sanding atau tempat menyimpan tulang juga tidak terlihat lagi. Semua rata dengan tanah. Sargianto tidak menyerah begitu saja, ia mendatangi semua pejabat desa hingga kecamatan untuk melaporkan kejadian di lahan tersebut. Ia juga menuntut perusahaan dan meminta mereka mengikuti sidang adat. Akan tetapi, perusahaan mangkir dalam sidang adat. ”Sampai ayah saya meninggal tahun lalu, jangankan ganti rugi, kata maaf pun tidak ada,” ujar Dedi.
Tahun 2020, misalnya, tiga warga asal Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, yakni James Watt, Dilik, dan Hermanus, ditangkap polisi. Ketiganya mengklaim hanya menuntut haknya memanen buah sawit. Namun, aparat menganggap ketiga warga itu mencuri sawit. Kasus ini mendapat kritik dari banyak pihak. Proses hukum terus berjalan. Bahkan, Hermanus meninggal di dalam penjara, sebelum hakim menjatuhkan putusan. Dalam sebulan terakhir, setidaknya terjadi empat penangkapan warga. Semuanya dituduh mencuri sawit milik perusahaan di tiga kabupaten di Kalteng, yakni Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat. Setidaknya 46 orang ditangkap. Tiga orang di antaranya masih diperiksa,tetapi 43 orang lainnya sudah ditetapkan menjadi tersangka. (Yoga)
Neraca Dagang Indonesia Simpan Problem Struktural
Grup Barito Kuasai Tiga Besar Market Cap Bursa
Saham Grup Barito, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menguasai tiga besar kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kontribusi masing-masing mencapai 10,9% dan 6,49%. Saham BREN kokoh ini di posisi puncak dengan market cap Rp1.335 triliun, sedangkan saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu lainnya, TPIA, berada di urutan ketiga dengan market cap Rp789 triliun. Sementara itu, di posisi kedua, ada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap Rp 1.159 triliun. Kemarin, saham-saham Group Barito melejit, sehingga turut mengerek indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 1,36% ke level 7.279. Nilai transaksi di bursa pada perdagangan kemarin mencapai Rp11,73 triliun, dengan 296 saham mencatatkan kenaikan, 257 saham terkoreksi, dan 224 saham stagnan. "Derasnya capital inflow yang masuk ke BREN dan TPIA membuat market cap-nya terus meningkat, sehingga wajar saja kalau dua saham tersebut berhasil masuk tiga besar market cap bursa," kata Senior Invesment Information-Retail Business Mirea Aseet Sekurita Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily. (Yetede)
Babak Baru Merjer XL Axiata dan Smartfren
Kabar penggabungan usaha (merjer) antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) resmi memasuki babak baru, lewat penandatanganan MoU dari masing-masing induk perseroan. Merjer diekspektasikan menghasilkan efisiensi belanja modal di tengah industri telekomunikasi yang sunset. Induk EXCL, Axiata Group Berhad, menekan MoU yang bersifat tidak mengikat dengan Grup Sinar Mas melalui PT Wahana Inti Nusantara (WIN), kemudian PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Tujuannya, untuk menjajaki rencana merjer antara EXCL dan FREN dalam rangka menciptkan entitas baru (MergeCo).
Manajeman Axiata Group Berhad menyampaikan bahwa rencana transaksi tersebut sampai saat ini masih tahap evaluasi awal. mengingat, baik Axiata maupun Sinar Mas sama-sama berkeinginan menjadi pemegang saham pengendali MergeCo. Makanya, diskusi yang sekarang berlangsung diantara para pihak belum menghasilkan kesepakatan atau penyelesaian rencana transaksi yang mengikat. validasi atas penggabungan dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, uji tuntas, persiapan rencana bisnis bersama dan kesepatakan atas persyaratan penting akan menjadi kegiatan utama yang dilakukan selama tahap penjajagakan yang diatur dalam MoU. (Yetede)
Ekspansi ESG, BSI Rilis Sukuk Keberlanjutan Rp 3 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menerbitkan instrumen environment, social, governance (ESG) sukuk pertama kali di Indonesia berupa sustainability sukuk (sukuk mudharabah keberlanjutan) tahap pertama sebesar Rp 3 triliun. Hasil dana tersebut nantinya digunakan perseroan untuk ekspansi pembiayaan ke sektor ESG. BSI memiliki target penerbitan sukuk keberlanjutan dengan total Rp 10 triliun, untuk tahap pertama sebesar Rp 3 triliun tahun ini. Perseroan siap mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui implementasi instrumen keuangan syariah yang fokus terhadap ESG. Efek syariah dengan aset (kegiatan usaha) yang menjadi dasar (underlying sukuk) ini adalah pembiayaan dengan kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS). Instrumen ini akan memberikan values berbeda bagi investor yakni memberikan manfaat besar dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Per Maret 2024, portfolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp59,19 triliun yang terbagi atas katagori KUBL sebesar Rp12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp46,62 triliun. (Yetede)
Industri TPT Masih Menanti Keampuhan Lartas
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) masih menanti keampuhan larangan terbatas (lartas) impor dari pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dengan perubahan terakhir melalui Permendag 7/2024. Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi menerangkan, ada perbaikan di Kuartal I-2024 dengan meningkatkan order UMKM/konveksi rumahan pasca terbitnya Permendag 36/2023. Dia mengatakan, 6-12 tahun pasca Permendag tahun 2023 ini di sahkan baru semua industri TPT bisa dapat pulih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri PTP tumbuh 2,64% pada kuartal I-2024. Menanggapi data tersebut, Farhan mengatakan, pada kuartal IV-2023 industri TPT tertinggal minus 1,15% secara kuartal ke kuartal. "Jadi kalau pertumbuhan di kuartal I-2024 sudah psoitif, bisa jadi itu betul. namun memang efeknya belum sampai ke industri serat," kata dia. (Yetede)
Kemenhub Rampungkan 25 PSN Sektor Tranportasi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merampungkan 25 proyek strategis nasional (PSN) di sektor transportasi dari total 35 PSN yang ditetapkan pemerintah Presiden Jokowi. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan dengan adanya pembangunan proyek infrastruktur PSN, diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas dan layanan logistik, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru diberbagai daerah. "Hingga saat ini Kemenhub telah menyelesaikan sebanyak 25 PSN sektor transportasi," kata Budi Karya. Untk diketahui, dari total 35 PSN di sektor transportasi yang ditetapkan pemerintah Presiden Jokowi, 25 proyek telah selesai pembangunannya. Proyek tersebut meliput pembangunan bandara tujuh proyek, kereta api tujuh proyek, dan pelabuhan 11 proyek. "Sisanya 10 proyek PSN sektor transportasi saat ini dalam masa penyelesaian dengan proyek yang akan selesai di tahun 2024," jelas Budi. (Yetede)
Kemenkominfo dan IBM Hadirkan Inkubasi Startup
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama IBM kembali membuka program pendaftaran inkubasi Startup Studia Indonesia (SSI). Kegiatan ini digelar bagi startup tahap awal yang tertarik untuk meningkatkan skala bisnis (Scale up) dan mengikuti pembinaan agar produk siap masuk ke pasar (product-product fit/PMF). Setelah sukses meluluskan 132 dari delapan batch sebelumnya, pada 2024 ini, proram SSI hadir dengan bendera dan nama baru, yakni SSI X IBM, hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi global IBM asal Amerika Serikat. Melalui program tersebut, tidak hanya bertujuan untuk membantu para founder strartup menjadi PMF, tetapi juga membuka peluang bagi startup untuk menjadi official build partner IBM dan mendapatkan eksposur ke jajaran klien serta ekosistem IBM. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo Boni Pujianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan kurikulum pelatihan yang praktis, tepat guna dan sesuai kebutuhan para peserta startup. "Kolaborasi terbaru SSI dengan IBM diharapkan dapat membantu startup untuk mencapai PMF, menciptakan model finansial yang berkelanjutan, serta memiliki rencana yang solid dalam pencapaian profitabilitas," ungkap Boni. (Yetede)
Struktur Tetap Sehat, Utang Luar Negeri Menurun
Bank Indonesia (BI) menegaskan struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia tetap sehat dan didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian. Adapun utang luar negeri pada kuartal I-2024 mencapai US$ 403,9 miliar atau menurun dari posisi kuartal IV-2023 yang mencapai US$ 408,5 miliar. Dengan perkembangan tersebut, utang luar negeri Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,02% secara year on year (yoy) pada kuartal sebelumnya. "ULN Indonesia pada kuartal I-2024 menurun. Penurunan posisi utang luar negeri sektor publik maupun swasta," tutur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. Erwin mengungkapkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermnin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB yang turun menjadi 29,3% dari 29,8% pada kuartal sebelumnya, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,8% dari total ULN. "Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi resiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," ungkap Erwin. (Yetede)
Pemerintah Tingkatan Produktivitas Karet
Pemerintah berupaya memacu produktivitas tanaman karet guna mengubah nasib petani komoditas tersebut yang kini cukup memprihatinkan. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (DHK) dari industri karet, barang dari karet, dan plastik turun 7,18%, yakni dari Rp 16,6 triliun pada kuartal II-2022 menjadi Rp 15,85 triliun di kuartal II-2023. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, taraf hidup dan ekonomi petani karet di Indonesia penting untuk dinaikkan. Presiden Jokowi prihatin atas kondisi petani karet di Tanah Air, ada dua isu yang dihadapi mereka, yaitu penurunan harga dan produktivitas yang merosot. "Bahkan, sempat ada kebijakan pemerintah untuk membeli hasil para petani karet, ini prihatin sekali. Karenanya, pemerintah mencoba memastikan nasib mereka segera berubah," ujar Moeldoko. Karenanya, Moeldoko, mewakili KSP, yang juga selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, bekerja sama dengan PT Mercu BioTech Nusantara untuk menggunakan teknologi mercu system. Teknoloi itu bisa menambah produktivitas karet hingga 300%. Pemanfaatan teknologi MTS dapat digunakan dalam segala cuaca, termasuk saat curah hujan cukup tinggi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









