Ekonomi
( 40460 )KECELAKAAN SUBANG : Kemenhub Siapkan Regulasi Bus
Kementerian Perhubungan tengah merancang regulasi yang mengatur jual-beli armada bus di Indonesia menyusul maraknya perpindahan kepemilikan armada angkutan umum berbasis jalan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno menjelaskan rancangan peraturan baru itu merupakan salah satu langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi kecelakaan bus yang berulang. Dalam tragedi kecelakaan bus Trans Putera Fajar di Subang Jawa Barat, kendaraan yang dipakai sudah lima kali berpindah kepemilikan. Selain itu, Kemenhub juga menemukan adanya modifi kasi pada badan bus tersebut. Kecelakaan bus Trans Putera Fajar pada pekan lalu menewaskan 11 orang.
Selain regulasi kepemilikan bus, imbuhnya, Kemenhub juga meminta Dinas Perhubungan daerah untuk membenahi database kendaraan. pembenahan itu perlu dilakukan agar pengawasan armada dengan status Uji KIR masih aktif atau Uji KIR sudah mati.
Saat momen libur panjang, dia meminta pengecekan bus-bus pariwisata dilakukan lebih intensif di lokasi wisata bekerja sama dengan seluruh stakeholder termasuk dengan perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah.
Hendro mengatakan Ditjen Perhubungan Darat akan mengumumkan PO bus yang berizin dan laik jalan secara berkala. Namun, dia berharap masyarakat atau pengguna jasa ikut berperan serta dalam mengecek kelaikan jalan setiap armada yang akan digunakan melalui aplikasi Mitra Darat atau spionam.dephub.go.id.
EKSPOR KUARTAL I/2024 : Transformasi Cirebon sebagai Sentra Produksi Alas Kaki
Performa industri alas kaki di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kian kokoh setelah melanjutkan pertumbuhan ekspor sepanjang kuartal I/2024. Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat bahwa ekspor alas kaki wilayah ini menembus US$11,37 juta pada 3 bulan pertama tahun ini. Negara tujuannya adalah Korea Selatan, Australia, Jepang, Inggris, Singapura, Chile, dan Jibouti. Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengungkapkan, memang dalam beberapa tahun terakhir industri alas kaki di wilayahnya terus bertumbuh. Selain mampu meningkatkan ekspor daerah, industri ini juga menyerap tenaga kerja banyak, sehingga minat untuk bekerja ke luar daerah atau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) mampu ditekan.
Sementara itu, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengatakan potensi besar pasar Eropa sebagai tujuan ekspor perlu dioptimalkan guna merebut pangsa pasar China di kawasan tersebut. Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan, produk-produk China dikenakan tarif bea masuk yang sangat tinggi di Uni Eropa.
KAPASITAS PUSAT DATA : FONDASI KOKOH TRANSFORMASI DIGITAL
Sejumlah pemain pusat data berbondong-bondong meningkatkan kapasitas pusat data mereka di Indonesia. Langkah ini tak terlepas dari prospek ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh. Upaya ini sekaligus dapat menjadi fondasi kokoh transformasi digital pada masa depan. Terbaru, pemain utama pusat data di Indonesia, NTT DATA mengumumkan bahwa divisi Global Data Centers saat ini tengah membangun pusat data Jakarta 2 Annex (JKT2A) yang dijadwalkan selesai pada awal 2026. Sebagai bagian dari kompleks Jakarta 2 NTT DATA, JKT2A dirancang untuk memenuhi kebutuhan hyperscalers dan korporasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Pembangunan JKT2A merupakan bagian dari rencana investasi NTT DATA senilai lebih dari US$ 10 miliar untuk mengembangkan pusat data mulai 2023 hingga 2027 di pasar-pasar utama di seluruh dunia. Rencananya, pusat data Jakarta 2A akan memiliki kapasitas sebesar 12 megawatt (MW). Sementara, Untuk JKT2 yang berlokasi di Kuningan, Jakarta memiliki kapasitas 9,6 MW, sedangkan data center JKT3 memiliki kapasitas 45,6 MW. CEO dan Presiden Global Data Centers di NTT DATA Doug Adams menjelaskan bahwa peluncuran JKT2A yang baru ini menegaskan posisi kepemimpinan NTT di Indonesia, terutama dengan pertumbuhan jejak pusat data global perusahaan yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar.
Dia mengatakan bahwa pembangunan JKT2A ini bakal memperluas kehadiran NTT DATA di Jakarta, serta melengkapi kompleks JKT2 dan JKT3 yang sudah ada. Presiden Direktur Global Data Centers Indonesia, NTT DATA, dan PT NTT Indonesia Yasuhiro Kajiki menjelaskan bahwa peluncuran pusat data Jakarta 2 Annex merupakan langkah signifikan untuk memenuhi permintaan klien yang terus berkembang, di saat pelanggan menerapkan solusi kecerdasan buatan (artifi cial intelligent/AI) generasi berikutnya, dan memperluas interkoneksi di seluruh wilayah, Menurutnya, dari segi konektivitas jaringan, JKT2A akan mencakup berbagai jaringan seperti Global IP Network (GIN) NTT, JKT-IX yang menyediakan pertukaran internet terbesar di Indonesia, APRICOT Submarine Cable, dan koneksi langsung dengan layanan cloud publik utama. Dengan kebijakan carrier-neutral, imbuhnya, klien dapat memperoleh keuntungan dari berbagai layanan jaringan.
Selain itu, ekosistem jaringan seperti ini memungkinkan klien untuk memiliki rangkaian layanan ICT yang lengkap, termasuk cloud hybrid, manajemen jaringan, dan kolaborasi.
Sebelumnya, pemain bisnis pusat data di Indonesia juga tengah bersiap menambah kapasitas data center, menyusul kehadiran satelit orbit rendah milik Elon Musk, Starlink, di pasar ritel Tanah Air. Chief Executive Offi cer (CEO) PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) Jimmy Kadir mengatakan bahwa masuknya Starlink bagi bisnis pusat data sangat bagus.
Hal yang sama disampaikan oleh manajemen PT Indointernet Tbk. (EDGE) atau Indonet. Direktur Utama Indonet Andy Rigoly menilai apabila satelit rendah milik Elon Musk beroperasi di Indonesia, maka akan mempermudah lalu lintas data. Hal itu merupakan sinyal positif, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Triliuner Indonesia di Kancah Sepak Bola Dunia
Prestasi sepak bola Indonesia memang belum mendunia. Namun, triliuner Indonesia sudah lama malang melintang menjadi pemilik saham klub di Eropa. Meski sudah jelas punya motif bisnis, mereka juga ikut membawa nama Indonesia di panggung sepak bola dunia. Keberhasilan klub sepak bola Italia, Como 1907, naik ke kasta tertinggi liga Italia, Serie A, beberapa hari ini, mendadak jadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola dan para pengusaha di Indonesia. Bukan karena tim ini memiliki pesepak bola terbaik di dunia atau karena lokasi klub yang termasyhur dengan keindahan Danau Como, destinasi wisata ”Negeri Piza” itu. Akan tetapi, karena klub ini dimiliki oleh grup Djarum, grup konglomerasi bisnis salah satu orang terkaya di Indonesia, Hartono bersaudara. Kepemilikan Grup Djarum pada Como 1907 bermula pada 2019. Mengutip The Athletic, Djarum merogoh kocek 850.000 euro (Rp 14 miliar) dan membayar lunas seluruh utang sebesar 150.000 euro (Rp 2,6 miliar) untuk mengambil alih Como.
Saat itu Como sedang terjerembap di Serie D atau liga kasta keempat Italia akibat bangkrut dan gagal melunasi utang pada 2017. Suntikan finansial dari Grup Djarum itu berdampak pada prestasi Como yang langsung naik ke Serie C atau kasta ketiga liga Italia pada tahun itu. Kini, setelah lima tahun berselang, Como berhasil naik ke Serie A. Terakhir, mereka bermain di Serie A pada musim 2002/2003 atau 21 tahun lalu. Dari ditebus seharga Rp 14 miliar, kini, mengutip Transfermrkt per 14 Mei 2024, nilai valuasi Como 1907 telah meroket menjadi Rp 698,74 miliar. Kendati klubnya baru bergabung di Serie A, kekayaan Hartono bersaudara langsung melejit menjadi nomor wahid sebagai pemilik klub terkaya di Italia. Mengutip Bloomberg Billionaires Index per 13 Me 2024, kekayaan Robert Budi Hartono mencapai 22 miliar USD sehingga menempatkannya di posisi ke-86 orang terkaya sedunia. Adapun familinya, Michael Bambang Hartono, tercatat memiliki kekayaan 20,4 miliar USD, membuatnya duduk di posisi ke-96 orang terkaya sedunia.
Budi dan Michael tercatat sebagai orang terkaya ke-3 dan ke-4 Indonesia dalam daftar itu. Hartono bersaudara bukan orang Indonesia pertama yang punya klub Serie A. Sebelumnya, Erick Thohir pernah memiliki Inter Milan pada 2013-2016. Mengutip Forbes, Erick membeli 70 % kepemilikan saham Inter Milan dengan banderol 250 juta euro pada 2013. Ia pun didapuk menjadi presiden klub dengan seragam hitam-biru itu. Enam tahun berselang, Erick menjual kepemilikan sahamnya di Inter Milan kepada grup konglomerasi China senilai 350 juta euro. Artinya, Erick memperoleh keuntungan 100 juta euro dari transaksi kepemilikannya di Inter Milan. Selain Hartono bersaudara dan Erick, masih ada pula pengusaha Indonesia yang aktif menjadi pemilik klub di Eropa. Salah satunya adalah Sofjan Wanandi, pemilik klub Tranmere Rovers yang kini berkompetisi di League Two atau kasta keempat Liga Inggris. (Yoga)
Singapura Berada di Tangan yang Tepat
Lawrence Wong telah dilantik sebagai PM keempat Singapura. Ini menandai transisi kepemimpinan pertama Singapura dalam 20 tahun.Wong (51) menggantikan Lee Hsien Loong (72) yang tetap berada dalam kabinet sebagai menteri senior. Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam mengambil sumpah jabatan Wong pada Rabu (15/5) malam. Tharman dalam pidatonya mengatakan, dia sangat percaya pada kemampuan Wong memimpin seiring upaya Singapura yang belum terpetakan secara internasional. Dia menekankan peran penting Wong dalam menyusun kebijakan ekonomi dan sosial Singapura.
”Dia akan menjadi dirinya sendiri serta memakai pendekatan sendiri untuk membangun konsensus dan menemukan jalan terbaik ke depan. Dia pasti akan melakukannya sesuai ritme dan iramanya sendiri,” ujarnya. Tharman mengatakan, rakyat Singapura berada di tangan yang tepat. Wong dan timnya diyakini akan mampu membangun fondasi kuat yang sudah dibangun oleh para pendahulu. Tharman juga berterima kasih kepada Lee atas kepemimpinannya yang luar biasa sebagai PM selama 20 tahun terakhir. Lee dikatakan sudah memenuhi janjinya untuk menjadi PM bagi seluruh rakyat Singapura. Lee menjunjung tinggi standar kepemimpinan politik, integritas, dan tidak korupsi. ”Lee juga menjaga semangat rakyat tetap tinggi melalui krisis keuangan global dan pandemi Covid-19,” ujarnya. (Yoga)
Pengguna Tiktok di AS Gugat Pemerintah
Para pelaku usaha di AS yang menggunakan Tiktok dalam bisnis mereka, Selasa (14/5) menggugat Pemerintah AS terkait UU Larangan atas Tiktok yang telah ditandatangani Presiden Joe Biden. Mereka khawatir pelarangan Tiktok akan menurunkan omzet usaha, bahkan mematikan nafkah mereka. Gugatan itu diajukan oleh delapan pembuat konten Tiktok ke Pengadilan Federal AS. Para penggugat meminta pengadilan membatalkan pemberlakuan UU itu. Pada 24 April 2024, Biden menandatangani UU yang memaksa Tiktok menjual sebagian sahamnya kepada investor di AS. Saat divestasi tak bisa dipenuhi Tiktok, UU tersebut melarang toko aplikasi, seperti Apple dan Google Alphabet, untuk memberi tawaran kepada Tiktok.
Aturan juga melarang layanan internet yang mendukung Tiktok. Jika sampai 19 Januari 2025 tidak ada penjualan saham, AS akan melarang total Tiktok beroperasi dan berlaku mulai April 2025. Dengan 170 juta pengguna di AS, Tiktok menjadi salah satu media sosial yang paling digemari. Penggugat UU tersebut, antara lain, peternak, penjual kue, pembuat video komentar olahraga, pembuat kuis Alkitab, dan pegiat advokasi hak-hak penyintas kekerasan seksual. Para penggugat itu menggunakan Tiktok dalam usaha dan aktivitas mereka. ”Meskipun berasal dari tempat, profesi, latar belakang, dan pandangan politik yang berbeda, mereka satu pandangan bahwa Tiktok memberi mereka sarana unik dan tak tergantikan untuk mengekspresikan diri dan membentuk komunitas,” demikian isi gugatan yang diungkapkan di Washington, Selasa waktu setempat.
Davis Wright Tremaine LLP, firma hukum yang mewakili para penggugat, mengatakan, gugatan telah diajukan ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Distrik Columbia. Pelarangan Tiktok di AS dinilai akan merugikan kehidupan warga AS. Jika diberlakukan, ketentuan baru itu akan menghalangi warga AS mengungkapkan ekspresi dan berkomunikasi dengan cara Tiktok yang khas. Juru bicara Tiktok mengatakan, perusahaannya menanggung biaya hukum atas gugatan yang diajukan para pengguna aplikasi itu. (Yoga)
Neraca Perdagangan RI Surplus Beruntun
Neraca perdagangan barang migas dan nonmigas Indonesia mengalami surplus selama empat tahun terakhir atau 48 bulan beruntun sejak Mei 2020. Komoditas penopang utamanya adalah bahan bakar mineral yang didominasi batubara serta lemak dan minyak hewan nabati, terutama minyak sawit dan produk turunan. BPS, Rabu (15/5) merilis, neraca perdagangan migas dan nonmigas Indonesia pada April 2024 surplus 3,56 miliar USD, turun 1,02 % secara bulanan dan 0,38 % secara tahunan. Nilai ekspor RI pada April 2024 sebesar 19,62 miliar USD, turun 12,97 % secara bulanan, sedangkan impor senilai 16,06 miliar USD, turun 10,6 % secara bulanan.
Meskipun tren surplus neraca perdagangan barang turun sejak akhir 2022, RI masih mengalami surplus neraca dagang sejak Mei 2020 hingga April 2024. Sepanjang periode itu, neraca perdagangan RI surplus 157,15 miliar USD dengan komoditas utama penopangnya adalah batubara dan minyak sawit beserta turunannya. Deputi Bidang Statistik Perdagangan dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, sebelumnya, Indonesia pernah mengalami surplus beruntun neraca perdagangan barang. Surplus neraca dagang paling lama terjadi selama 152 bulan berturut-turut sejak Juni 1995 hingga April 2008. ”Kemudian, pada Januari 2016 hingga Juni 2017, neraca dagang Indonesia juga mengalami surplus selama 18 bulan beruntun,” ujarnya dalam konferensi pers secara hibrida di Jakarta. BPS mencatat, surplus neraca perdagangan barang selama empat tahun terakhir disokong surplus nonmigas yang mencapai 224,15 miliar USD. (Yoga)
”Booming” Kecerdasan Buatan Picu Investasi untuk Pusat Data
Booming inovasi teknologi kecerdasan buatan di kancah internasional mendorong peningkatan investasi fasilitas pusat data di Asia Pasifik. Dari operator telekomunikasi, investor ekuitas, manajer aset, dan perusahaan raksasa teknologi global ikut melirik. Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi yang tetap dipandang strategis. NTT Data, lini usaha pusat data bagian dari korporasi telekomunikasi asal Jepang, NTT Group, Rabu (15/5) di Jakarta, mengumumkan akan menambah investasi fasilitas pusat datanya di Indonesia. Keputusan bisnis ini bertujuan untuk mengambil potensi ceruk pasar pusat data yang diperkirakan semakin besar karena booming teknologi kecerdasan buatan.
NTT Data sebelumnya telah mengoperasikan dua fasilitas pusat data di Indonesia, yakni fasilitas pusat data JKT-2 (Kawasan Bisnis Kuningan, Jakarta) dan JKT-3 (Bekasi, Jabar). Tambahan investasi fasilitas pusat data diberi nama JKT-2 Annex dan berlokasi 20 km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presdir Global Data Centers Indonesia NTT Data dan PT NTT Indonesia Yasuhiro Kaiji dalam konferensi pers, Rabu, di Jakarta, mengatakan, fasilitas pusat data JKT-2 Annex dijadwalkan selesai dibangun pada awal 2026. Pembangunan fasilitas ini menggunakan konsep ramah lingkungan dan menerapkan solusi kecerdasan buatan.
Pembangunan JKT-2 Annex merupakan bagian dari komitmen investasi NTT Data senilai lebih dari 10 miliar USD untuk pembangunan fasilitas pusat data 2023–2027 di seluruh dunia. Asia Pasifik akan memegang porsi besar. Ia menyebut nilai investasi khusus JKT-2 Annex saja sudah mencapai 120 juta USD. NTT Data saat ini mengoperasikan lebih dari 17 fasilitas pusat data di tujuh negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia dan Malaysia. Kapasitas total telah mencapai 278 megawatt. Kini direncanakan ekspansi kapasitas lebih dari 60 megawatt. ”Booming inovasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menciptakan kebutuhan besar kapasitas fasilitas pusat data. Kami ingin mengambil peluang pasar dari booming fenomena itu,” ujar CEO dan Presiden Global Data Centers NTT Data Doug Adams. (Yoga)
Kuota Rumah Bersubsidi 2024 Menurun
Tampak salah satu perumahan bersubsidi yang berada di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/5/2024). Kuota rumah bersubsidi sebesar 166.000 unit tahun ini diprediksi habis terserap pada triwulan III-2024. Subsidi berupa fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan itu menurun dibandingkan pada tahun 2023 yang berjumlah 229.000 unit. (Yoga)
Benih Lobster Sitaan Akan Dipasok ke Pembudidaya
Pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan benih bening lobster atau BBL hasil sitaan untuk dibesarkan dan dipasarkan ke pembudidaya di Tanah Air. Setelah keran ekspor BBL dibuka, setidaknya enam kasus penyelundupan digagalkan aparat. Adapun ekspor BBL tercatat baru tiga kali. Ekspor BBL dibuka dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) yang diundangkan tanggal 21 Maret 2024. Pemberian izin ekspor benih diberikan kepada lima perusahaan Vietnam yang bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri dan sudah berbadan hukum.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga 15 Mei, tercatat baru tiga kali pengiriman BBL secara resmi keluar negeri. Ekspor dilakukan PT Mutagreen Aquaculture International dengan total 306.200 ekor. Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari tiga kali ekspor tersebut ditaksir Rp 918,6 juta. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP TB Haeru Rahayu mengemukakan, pemerintah baru selesai memverifikasi tiga perusahaan dari total lima perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benih.Pengiriman benih bening lobster ke luar negeri dinilai masih butuh tahapan.Negara memungut tarif PNBP dari ekspor benih lobster sebesar Rp 3.000 per ekor. ”Jumlah benih yang dikirim (ekspor) dikalikan tarif PNBP Rp 3.000, itu menjadi pemasukan buat negara,” kata Haeru di sela-sela peresmian Project Management Office (PMO) 724 di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Sementara itu, penyelundupan benih bening lobster masih terus berlangsung. Sejak awal tahun 2024, tercatat delapan kasus penyelundupan benih bening lobster telah digagalkan aparat, dengan jumlah benih yang diselamatkan dan disita negara tercatat 982.025 ekor. Sebanyak enam kasus diantaranya berlangsung setelah keran ekspor dibuka. Hasil sitaan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggon mengemukakan, BBL hasil sitaan negara kerap dilepasliarkan ke alami. Akan tetapi, benih itu memiliki tingkat hidup rendah, yakni kurang dari 1 persen, karena dimangsa biota lain. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









