;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kurangi Opex, Kinerja Fintech Kian Menanjak

17 May 2024
Industri fintech peer-to-peer lending (fintech lending) terus mencetak keuntungan, seiring dengan efisiensi yang dilakukan. Langkah evaluasi yang dilakukan industri pun bisa menjadi sebuah barometer untuk kemajuan industri ini ke depan. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, OJK mencatat kerugian fintech lending terus menurun dari Rp 135,57 miliar per Januari menjadi Rp97,53 miliar di Februari, dan berkurang lagi menjadi Rp 27,3 miliar pada akhir Maret. "Dengan tren ini, diharapkan industri fintech lending dapat kembali mencetak keuntungan pada triwulan kedua 2024," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pembiayaan, ePrusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, baru-baru ini. menurut Agusman, untuk tetap meraih keuntungan, para pelaku usaha fintech lending perlu melakukan evaluasi secara berskala agar dapat menerapkan efisiensi serta menekan biaya operasional dan layanan pinjaman. (Yetede)

Saratoga Berburu Aset Healthcare

17 May 2024
Sektor kesehatan (healthcare) masih menjadi salah satu primadona bagi investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbl (SRTG) pada tahun ini. Dana investasi tahunan senilai US$ 100-150 juta atau setara Rp2,39 triliun telah siap diperseroan, salah satunya untuk berburu aset potensial di sektor tersebut. Portfolio aset emiten milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini memang tersebar di berbagai industri. Mulai dari energi, energi baru terbarukan (EBT), konstruksi, media,  infrastruktur digital, logistik, industri, dan tanpa terkecuali sektor healthcare. Setahun belakangan bisa dibilang menjadi episode paling agresif bagi Saratoga. Disatu sisi perseroan melakukan divestasi atas  aset data center Atria DC dan saham Prima Hospital, namun pada saat bersamaan juga gencar berinvestasi di industri healthcare, yaitu klinik kecantikan ZAP. Bahkan teranyar perseroan resmi mengakuisisi mayoritas  saham rumah sakit Brawijaya dari perusahaan asal Singapura, Falcon House Partner. (Yetede)

China Investasi Rp 245 Triliun di Manufaktur RI

17 May 2024
Investasi China di manufaktur Indonesia mencapai US$ 15,4 miliar atau Rp245,1 triliun (kurs Rp15.906) sepanjang 2019-2023. Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan kerja sama di sektor industri dengan pemerintah China. Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A Cahyanto menerangkan, industri di Tanah Air memiliki potensi besar untuk bisa meningkatkan devisa negara, sehingga investasi yang masuk ditujukan untuk mendorong industrialisasi itu bisa dilakukan melalui pengisian pohon-pohon industri yang masih kosong, supaya lebih memberikan  dampak positif, serta bisa membentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. "Kita ingin memperkuat pendalaman struktur industri. Kedua kita ingin meningkatkan daya saing. Ketiga tentu kita harus menciptakan nilai tambah karena pada akhirnya kan ke penyerapan tenaga kerja nanti," ucap Eko. 

Kemenhub Siapkan Sanksi Perusahaan Otobus Nakal

17 May 2024
Dalam mengevaluasi dan membentuk bus pariwisata yang berkeselamatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap memberi efek jera bagi para pelaku pelanggar peraturan, khususnya moda angkutan darat yang mengancam keselamatan penumpang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan rapat koordinasi  dengan kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan, para pakar transportasi dan pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda). Rapat ini dilakukan guna mengevaluasi dan membentuk bus pariwisata yang berkeselamatan. Menhub menyampaikan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk memberi rasa jera pada pelaku pelanggaran peraturan, khususnya pada angkutan darat yang mengancam keselamatan penumpang. Seperti pada kecelakaan Bus Trans Putera Fajar yang terjadi di Subang, Jawa barat pada 11 Mei 2024. "Dalam jangka pendek, kami akan melakukan penegakan hukum dengan pasal-pasal dan penyelidikan yang benar. Sehingga bukan saja supir yang salah, tetapi harus ada pihak lain yang turut bertanggung jawab," kata Menhub. (Yetede)

2023, Realisasi PNBP Telko Rp26,52 Triliun

17 May 2024

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berhasil mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor telekomunikasi (telko) senilai Rp 26,52 triliun pada 2023 atau turun Rp0,61 triliun (-2,25%) dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya Rp27,13 triliun. Namun pencapaian PNBP telko tahun 2023 juga lebih baik atau melampaui 105,74 dari yang ditargetkan senilai Rp25,08 triliun. PNBP Kemenkominfo berasal dari dua sumber utama, yakni Biaya Hak Penggunaan (BHP) Telko dengan besaran kontribusi terhadap total PNBP Kemenkominfo tahun lalu masing-masing sebesar 80,31% dan 4,96%.

Selain itu, terdapat PNBP yang dipungut dan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) dan lainnya di Kemenkominfo yang berkontribusi sebesar 15,20%. BPH frekuensi selama ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI). Dalam catatannya, Kemenkominfo berhasil  memungut BPH frekuansi Rp 21,14 triliun, BPH Telko Rp1,24 triliun, PNBP BLU (USO) Rp3,12 triliun, sertifikasi perangkat telekomunikasi Rp 217 miliar, Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP) Rp 37 miliar, serta PNBP lainnya Rp 520 miliar pada 2023. (Yetede)

Kinerja Industri Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

17 May 2024
Indonesia perlu mendongkrak kinerja sektor energi industri untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kedepan. Adapun pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6-8% lebih pada tiga tahun kedepan untuk menjadi negara maju pada 2045. "Hal yang bisa dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong aktivitas sektor industri dan juga mendorong iklim kompetisi di Indonesia makin membaik," kata Ekonom Utama Departeman Riset Ekonomi dan Kerja Sama Regional Bank Pembangunan Asia (ADB) Arief Rahmayandi. Dia menjelaskan, ADB memprediksi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2024 dan 2025. Konsumsi rumah tangga akan terus jadi penopang utama produk domestik bruto (PDB). Namun kontribusi ekspor diperkirakan masih akan lemah pada tahun ini. Melemahnya ekpsor merupakan imbas  dari gejolak perekonomian global, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia namun juga oleh berbagai negara lainnya. (Yetede)

Banyak Sandungan Menuju 8 Persen

17 May 2024
Berbicara dalam Forum Ekonomi Qatar pada Rabu, 15 Mei lalu, Prabowo Subianto sebagai pemenang pemilihan presiden mengklaim bisa dengan mudah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen per tahun. "(Bisa tercapai) dalam dua hingga tiga tahun," ujarnya. Prabowo mengklaim sudah berbicara dengan banyak ahli dan mempelajari adanya kemungkinan pertumbuhan ekonomi tersebut. Kuncinya, menurut dia, berkaitan dengan sektor pertanian serta produksi dan distribusi pangan, tanpa menjelaskan detailnya. Faktor lain adalah efektivitas belanja pemerintah. Dia berencana berfokus pada anggaran untuk mendukung program pendorong ekonomi. 

Tapi optimisme yang sama tidak tampak dari sejumlah ekonom setelah mendengar pernyataan Prabowo itu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai ekonomi Indonesia memang berpotensi tumbuh hingga 8 persen, tapi tidak dalam waktu dekat.  "Tidak ada sejarahnya kita bisa melakukan lompatan sebanyak 3 persen dalam waktu satu hingga tiga tahun," katanya kepada Tempo, kemarin. Mengacu pada pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 yang hanya 5,05 persen, menurut Faisal, ekonomi Indonesia harus naik 3 persen per tahun. 

Padahal proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini pun tak berbeda jauh dibanding pada tahun lalu. Pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2 persen selama 2024. Sejumlah institusi memasang angka serupa. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi tumbuh 4,7-5,5 persen dan Bank Dunia memasang angka 4,9 persen.  Sementara itu, Bank Pembangunan Asia atau ADB dan Dana Moneter Internasional alias IMF sama-sama memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen. Sedangkan proyeksi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) lebih tinggi, yaitu 5,2 persen. (Yetede)

Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Hijau

17 May 2024
Bank Muamalat Indonesia Tbk menggenjot penyaluran pembiayaan hijau. Pionir Bank Syariah di Tanah Air ini menargetkan pertumbuhan pembiayaan hijau sebesar 50% secara year on year (yoy) pada tahun ini. Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, pada akhir Desember 2023 penyaluran pembiayaan pada segmen environtal, social, and governance atau ESG tercatat sekitar Rp 1,3 triliun. mayoritas penyaluran pembiayaan tersebut dilakukan pada sektor transportasi  ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya  alam hayati, dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. "Tahun ini kami memproyeksikan penyaluran pembiayaan ESG tumbuh sebesar 50% dengan fokus pada sektor  pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,". Indra menjelaskan, konsep pembiayaan hijau yang berlandaskan pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) sejalan dengan prinsip  maqashid syaiah yang diterapkan oleh bank syariah, termasuk Bank Muamalat. (Yetede)

Lebih Ketat Menyeleksi Papan Akselerasi

17 May 2024

Bursa saham India terguncang oleh skandal yang melibatkan emiten baru di papan usaha kecil dan menengah. Securities and Exchange Board of India (SEBI) menyelidiki dugaan manipulasi laporan keuangan untuk mendorong harga saham pada Varanium Cloud Ltd dan Add-Shop E-Retail Ltd. Varanium Cloud diduga menyalahgunakan dana hasil initial public offering (IPO) pada tahun 2022, serta memanipulasi laporan keuangan dengan mencatatkan pembelian dan penjualan fiktif. Sedangkan Add-Shop dituding melakukan transaksi penjualan fiktif lewat pihak berelasi untuk mengerek penjualan. Kasus ini layak menjadi alarm Bursa Efek Indonesia (BEI), agar lebih waspada dan selektif menyaring saham. Regulator dan investor di pasar modal Indonesia pun mesti mengantisipasi agar skandal serupa tidak terjadi. Di Indonesia, perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah diwadahi dalam papan akselerasi. BEI meluncurkan papan pencatatan ini untuk mendorong lebih banyak usaha kecil menengah (UKM) melakukan IPO sebagai penggalangan dana untuk ekspansi.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai, skandal sejumlah emiten mini di India selayaknya menjadi alarm.Terutama bagi otoritas pasar modal agar lebih selektif terhadap pelaporan emiten maupun penyaringan perusahaan yang akan IPO. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, pelaku pasar mesti jeli mengamati laporan keuangan dan aksi korporasi dari para pemilik emiten. Dia bilang, lonjakan pendapatan dan laba di luar kewajaran skala bisnis maupun sektor industri emiten tersebut bisa menjadi indikasi adanya potensi manipulasi. Terkait UKM yang diakomodasi dalam papan akselerasi,  Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memandang, papan ini hanya kategorisasi emiten berdasarkan kapitalisasi pasar. Bukan berarti saham-saham di papan akselerasi tidak memiliki potensi untuk tumbuh. Dia menyatakan, kecenderungan ketika tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melandai, saham di papan akselerasi atau saham market cap kecil akan menguat. Begitu sebaliknya.

Masih Sulit Mengangkat Laju Ekonomi di Atas 5%

17 May 2024

Harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi 8% dalam dua tiga tahun ke depan tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkutat di angka 5%, di saat yang sama, sederet tantangan internal dan eksternal masih mengadang.Lima lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan tak akan beranjak dari level 5%-an. Kelima lembaga global tersebut adalah Asian Development Bank, Fitch Ratings, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Bank Dunia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia.

Tahun ini ekonomi Indonesia dibayangi risiko eksternal sehingga menekan permintaan ekspor. Akan tetapi, di saat yang sama prospek positif datang dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berjalan kondusif dan lancar. Arief pun memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 5% masing-masing pada 2024 dan 2025. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand. Selain itu, Arief bilang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia penting untuk memacu produktivitas tenaga kerja. "Salah satu tantangan pembangunan jangka menengah panjang adalah produktivitas ketenagakerjaan kita yang belum kompetitif, serta komposisi tenaga kerja yang didominasi masyarakat berpendidikan relatif rendah," ungkap dia. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar 4,9%-5%, sementara pada 2025 di level 5%-5,2%. Ronny juga bilang, perekonomian Indonesia masih ditopang konsumsi. Melihat faktor itu, dia melihat langkah pemerintah mengguyur anggaran bantuan sosial (bansos) cukup masuk akal demi mengatasi tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok.