;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Kinerja Industri Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

17 May 2024
Indonesia perlu mendongkrak kinerja sektor energi industri untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kedepan. Adapun pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6-8% lebih pada tiga tahun kedepan untuk menjadi negara maju pada 2045. "Hal yang bisa dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong aktivitas sektor industri dan juga mendorong iklim kompetisi di Indonesia makin membaik," kata Ekonom Utama Departeman Riset Ekonomi dan Kerja Sama Regional Bank Pembangunan Asia (ADB) Arief Rahmayandi. Dia menjelaskan, ADB memprediksi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2024 dan 2025. Konsumsi rumah tangga akan terus jadi penopang utama produk domestik bruto (PDB). Namun kontribusi ekspor diperkirakan masih akan lemah pada tahun ini. Melemahnya ekpsor merupakan imbas  dari gejolak perekonomian global, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia namun juga oleh berbagai negara lainnya. (Yetede)

Banyak Sandungan Menuju 8 Persen

17 May 2024
Berbicara dalam Forum Ekonomi Qatar pada Rabu, 15 Mei lalu, Prabowo Subianto sebagai pemenang pemilihan presiden mengklaim bisa dengan mudah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen per tahun. "(Bisa tercapai) dalam dua hingga tiga tahun," ujarnya. Prabowo mengklaim sudah berbicara dengan banyak ahli dan mempelajari adanya kemungkinan pertumbuhan ekonomi tersebut. Kuncinya, menurut dia, berkaitan dengan sektor pertanian serta produksi dan distribusi pangan, tanpa menjelaskan detailnya. Faktor lain adalah efektivitas belanja pemerintah. Dia berencana berfokus pada anggaran untuk mendukung program pendorong ekonomi. 

Tapi optimisme yang sama tidak tampak dari sejumlah ekonom setelah mendengar pernyataan Prabowo itu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai ekonomi Indonesia memang berpotensi tumbuh hingga 8 persen, tapi tidak dalam waktu dekat.  "Tidak ada sejarahnya kita bisa melakukan lompatan sebanyak 3 persen dalam waktu satu hingga tiga tahun," katanya kepada Tempo, kemarin. Mengacu pada pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 yang hanya 5,05 persen, menurut Faisal, ekonomi Indonesia harus naik 3 persen per tahun. 

Padahal proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini pun tak berbeda jauh dibanding pada tahun lalu. Pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2 persen selama 2024. Sejumlah institusi memasang angka serupa. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi tumbuh 4,7-5,5 persen dan Bank Dunia memasang angka 4,9 persen.  Sementara itu, Bank Pembangunan Asia atau ADB dan Dana Moneter Internasional alias IMF sama-sama memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen. Sedangkan proyeksi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) lebih tinggi, yaitu 5,2 persen. (Yetede)

Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Hijau

17 May 2024
Bank Muamalat Indonesia Tbk menggenjot penyaluran pembiayaan hijau. Pionir Bank Syariah di Tanah Air ini menargetkan pertumbuhan pembiayaan hijau sebesar 50% secara year on year (yoy) pada tahun ini. Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, pada akhir Desember 2023 penyaluran pembiayaan pada segmen environtal, social, and governance atau ESG tercatat sekitar Rp 1,3 triliun. mayoritas penyaluran pembiayaan tersebut dilakukan pada sektor transportasi  ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya  alam hayati, dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. "Tahun ini kami memproyeksikan penyaluran pembiayaan ESG tumbuh sebesar 50% dengan fokus pada sektor  pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,". Indra menjelaskan, konsep pembiayaan hijau yang berlandaskan pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) sejalan dengan prinsip  maqashid syaiah yang diterapkan oleh bank syariah, termasuk Bank Muamalat. (Yetede)

Lebih Ketat Menyeleksi Papan Akselerasi

17 May 2024

Bursa saham India terguncang oleh skandal yang melibatkan emiten baru di papan usaha kecil dan menengah. Securities and Exchange Board of India (SEBI) menyelidiki dugaan manipulasi laporan keuangan untuk mendorong harga saham pada Varanium Cloud Ltd dan Add-Shop E-Retail Ltd. Varanium Cloud diduga menyalahgunakan dana hasil initial public offering (IPO) pada tahun 2022, serta memanipulasi laporan keuangan dengan mencatatkan pembelian dan penjualan fiktif. Sedangkan Add-Shop dituding melakukan transaksi penjualan fiktif lewat pihak berelasi untuk mengerek penjualan. Kasus ini layak menjadi alarm Bursa Efek Indonesia (BEI), agar lebih waspada dan selektif menyaring saham. Regulator dan investor di pasar modal Indonesia pun mesti mengantisipasi agar skandal serupa tidak terjadi. Di Indonesia, perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah diwadahi dalam papan akselerasi. BEI meluncurkan papan pencatatan ini untuk mendorong lebih banyak usaha kecil menengah (UKM) melakukan IPO sebagai penggalangan dana untuk ekspansi.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai, skandal sejumlah emiten mini di India selayaknya menjadi alarm.Terutama bagi otoritas pasar modal agar lebih selektif terhadap pelaporan emiten maupun penyaringan perusahaan yang akan IPO. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, pelaku pasar mesti jeli mengamati laporan keuangan dan aksi korporasi dari para pemilik emiten. Dia bilang, lonjakan pendapatan dan laba di luar kewajaran skala bisnis maupun sektor industri emiten tersebut bisa menjadi indikasi adanya potensi manipulasi. Terkait UKM yang diakomodasi dalam papan akselerasi,  Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memandang, papan ini hanya kategorisasi emiten berdasarkan kapitalisasi pasar. Bukan berarti saham-saham di papan akselerasi tidak memiliki potensi untuk tumbuh. Dia menyatakan, kecenderungan ketika tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melandai, saham di papan akselerasi atau saham market cap kecil akan menguat. Begitu sebaliknya.

Masih Sulit Mengangkat Laju Ekonomi di Atas 5%

17 May 2024

Harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi 8% dalam dua tiga tahun ke depan tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkutat di angka 5%, di saat yang sama, sederet tantangan internal dan eksternal masih mengadang.Lima lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan tak akan beranjak dari level 5%-an. Kelima lembaga global tersebut adalah Asian Development Bank, Fitch Ratings, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Bank Dunia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia.

Tahun ini ekonomi Indonesia dibayangi risiko eksternal sehingga menekan permintaan ekspor. Akan tetapi, di saat yang sama prospek positif datang dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berjalan kondusif dan lancar. Arief pun memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 5% masing-masing pada 2024 dan 2025. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand. Selain itu, Arief bilang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia penting untuk memacu produktivitas tenaga kerja. "Salah satu tantangan pembangunan jangka menengah panjang adalah produktivitas ketenagakerjaan kita yang belum kompetitif, serta komposisi tenaga kerja yang didominasi masyarakat berpendidikan relatif rendah," ungkap dia. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar 4,9%-5%, sementara pada 2025 di level 5%-5,2%. Ronny juga bilang, perekonomian Indonesia masih ditopang konsumsi. Melihat faktor itu, dia melihat langkah pemerintah mengguyur anggaran bantuan sosial (bansos) cukup masuk akal demi mengatasi tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok.

Indonesia Menjajaki Kerjasama dengan Jerman

17 May 2024
Pemerintah Indonesia memastikan menerima investasi dari negara manapun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengungkapkan, penguatan hubungan kerja sama ekonomi bilateral dengan berbagai negara tentu akan membantu Indonesia mencapai tujuannya, termasuk juga menjalin kerja sama dengan Jerman. "Saya bertemu dengan Menteri Ekonomi Federal Robert Habeck dan berharap dapat memulai bisnis dengan Jerman, ekonomi terbesar di Eropa. Sementara Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Lebih dari itu, kami menginginkan akses yang lebih baik terhadap teknologi dan investasi Jerman. Akses pasar yang lebih mudah juga penting bagi kami," kata Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (16/5). Dia menuturkan bahwa investasi tidak memiliki bendera, sehingga Indonesia terbuka untuk semua pihak yang ingin menanamkan modalnya di Tanah Air. Menurut Airlangga, negara yang berinvestasi di Indonesia bukan hanya China , tapi juga ada Amerika Serikat yang berinvestasi di pertambangan tembaga Freeport.

Lebih Royal Agar Investor Lebih Loyal

17 May 2024

Dari ratusan perusahaan yang ada tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ada sejumlah emtiten yang tergolong memperhatikan pemegang saham publik. Tujuannya supaya investor tersebut tetap setia mengempit saham di emiten yang bersangkutan. Selain dividen, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer ada beberapa tanda yang menunjukkan sebuah perusahaan terbuka tergolong royal. Misalnya rajin menyampaikan keterbukaan  tepat waktu. Agar bisa menggelar aksi korporasi seperti pembagian dividen atau pembelian kembali saham (buyback), emiten memiliki fundamental positif dan kuat. Agar mempermudah seleksi, investor bisa menyortir dari konstituen indeks IDX High Dividend 20.

Miftha mencermati kumpulan saham di indeks yang loyal membagikan dividen sedang mengalami tekanan. "Saham seperti ASII, ICBP, BBRI masih cukup layak dikoleksi karena masih memiliki prospek yang cukup baik dan valuasinya sudah murah," jelasnya. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menimpali dari beberapa saham yang loyal kepada pemegang sahamnya,  ASII dan ITMG menarik untuk dicermati. Namun secara valuasi, Cheril mencermati indikator price earning ratio (PER) ASII sudah berada di bawah minus 2 standar deviasi dalam periode lima tahun terakhir. Kemudian PER ITMG juga sudah masih menyentuh minus standar deviasi dalam lima tahun terakhirnya. Selain itu, PER INDF juga masih lebih murah dibandingkan perusahaan sejenis. 

Peritel Makin Gencar di Ranah Digital

17 May 2024

Bisnis ritel yang masih positif menyebabkan para peritel semakin mengepakkan sayap bisnis. Salah satunya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Emiten pengelola gerai Alfamart ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 4,5 triliun untuk belanja modal (capex). Dana tersebut bakal AMRT pakai untuk menambah 1.000 gerai ritel pada 2024. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian menjelaskan, anggaran untuk pemenuhan capex akan berasal dari pendanaan internal, tanpa bantuan pihak eksternal. "Untuk penyerapan capex kuartal I-2024 kurang lebih sudah mencapai Rp 1 triliun dari total anggaran capex sebesar 2024 sebesar Rp 4,5 triliun," jelasnya di paparan publik, Kamis (16/5). Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Anggara Hans Prawira menuturkan, AlfaGift akan menjadi mesin pertumbuhan Grup Alfa yang baru ke depan.

Dia optimistis pertumbuhan AlfaGift masih akan tinggi. Anggara menyampaikan, sepanjang 2024, layanan pesan antar AlfaGift masih akan bebas ongkos kirim. Namun selepas tahun ini, dia belum bisa memastikan apakah gratis biaya kirim ini masih ada. Sebelumnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sudah mengembangkan lini bisnis di ranah digital. Hasilnya sendiri sudah makin terlihat di kuartal I-2024. Di periode tersebut, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. Vice President Investor Relation, Corporate Communication and Sustainability MAPI, Ratih D. Gianda dalam keterbukaan menjelaskan selama kuartal I 2024, MAP melanjutkan ekspansi gerai fisiknya di Indonesia dan regional.

Kalbe Farma Mengincar Laba Dobel Digit Tahun Ini

17 May 2024

Kinerja yang positif di kuartal I-2024 membuat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mematok pertumbuhan positif sepanjang tahun ini. Salah satu emiten farmasi ini mematok pertumbuhan bisnis antara 6%-7% sepanjang tahun ini. Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady optimistis target tersebut bisa tecapai. Target kinerja yang dipasang Kalbe di tahun 2024 ini, menurut Irawati, juga didorong oleh realisasi kinerja di kuartal I 2024. Pada kuartal I 2024. Kalbe mencatat kinerja yang positif di periode tersebut. Melansir laporan keuangan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), KLBF mencatat perolehan laba ke entitas pemilik sebesar Rp 957,56 miliar di kuartal I-2024.

Hasil tersebut naik 11,90% secara tahunan dari periode yang sama pada tahun 2023 yang sebesar Rp 855,7 miliar. Kenaikan laba bersih Kalbe juga terangkat oleh peningkatan penjualan. Penjualan neto KLBF naik 6,22% menjadi Rp 8,36 triliun di kuartal pertama 2024. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan neto Kalbe sebesar Rp 7,87 triliun. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada Kamis (16/5) Kalbe Farma juga akan membagikan dividen Rp 1,4 trilliun atau setara Rp 31 per saham. Pembayaran dividen tersebut sebesar 52% dari laba bersih di tahun 2023. Kalbe Farma meraup laba bersih sebesar Rp 2,77 trilun di periode tahun 2023 kemarin. Sementara pendapatan Rp 30,45 triliun. Kemarin, harga saham KLBF tutup di level Rp 1.445.

Laba Bugar dari Ekspansi RS Baru

17 May 2024

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat kinerja positif di kuartal pertama 2024. Kinerja emiten rumah sakit ini diperkirakan kian bugar sejalan dengan upaya pembukaan rumah sakit baru dan lebih banyak kamar rawat. Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Ismail Fakhri Suweleh, mencermati pendapatan MIKA pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan panduan. Pendorongnya, margin lebih tinggi. MIKA melaporkan pendapatan kuartal I-2024 sebesar Rp 1,2 triliun, bertumbuh 21% year on year (yoy) dan laba bersih sebesar Rp 289 miliar yang bertumbuh 25% yoy. Sementara itu, margin EBITDA meningkat sebesar 210 basis poin (bps) menjadi 37% didukung oleh margin obat-obatan yang lebih baik.

MIKA menetapkan kenaikan harga rata-rata 8%-10%,dari keseluruhan peningkatan harga jual (ASP) sekitar 5%-7% yang efektif berlaku pada Januari 2024. Sementara porsi BPJS Kesehatan terhadap pendapatan menurun pada kuartal I-2024. Ismail mencatat, porsi pendapatan MIKA dari BPJS Kesehatan menjadi 15,7% pada kuartal pertama 2024. Turun dibandingkan 18,4% pada akhir 2023. Analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra, menambahkan, MIKA mencatat pertumbuhan positif pada pendapatan rawat inap per hari pada kuartal I-2024 yang bertumbuh 6,6% yoy. Hal itu karena pertumbuhan pendapatan pasien swasta sebesar 24,7% yoy melampaui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS sebesar 4,4% yoy.

Andrianto bilang, selama April lalu secara keseluruhan volume lalu lintas rumah sakit lebih sepi karena dipengaruhi oleh perayaan Lebaran. Selain itu, kasus DBD sudah melandai sejak Maret 2024. Walau demikian, lalu lintas dinilai sudah terlihat pulih pasca libur Lebaran. Ismail mengharapkan, momentum pendapatan MIKA di awal tahun ini akan dipertahankan untuk sisa tahun fiskal 2024. Ini bisa terjadi jika tren kenaikan terus berlanjut, seiring dengan strategi perusahaan untuk memberikan lebih banyak pembukaan tempat tidur untuk pasien non-BPJS, ungkap Ismail dalam riset 3 Mei 2024. Menurut Ismail, apabila tren positif ini bertahan, maka pertumbuhan pendapatan MIKA semestinya melampaui panduan 12,5%-15%. Dengan margin EBITDA sebesar 35,5% hingga 37% di tahun 2024.