Ekonomi
( 40460 )Keberangkatan Haji di Bandara Adi Sumarmo Penuhi Aspek Keselamatan
Semua Pihak Diharapkan Berkolaborasi Berantas Judi Online
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kembali mengajak dan mengingatkan semua pihak terkait (stakeholder) di Tanah Air untuk berkolaborasi guna memberangus masih maraknya judi online di ruang digital. Hal ini perlu dilakukan agar upaya dilakukan punya potensi keberhasilan yang lebih baik. Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Judi Online yang melibatkan stakeholders di Tanah Air, termasuk Polri dan OJK, pun telah dibentuk guna menopang gerakan tersebut lebih efektif. Presiden Jokowi pun mempercayakan Menko Polhukham Hadi Tjahyanto untuk memimpin satgas tersebut.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, kerja sama lintas stakeholders untuk meredam bahkan membumihanguskan aktivitas judi online di Indonesia, sangat dibutuhkan. "Memang pengaturan di ruang digital itu berbeda dengan pengaturan di ruang fisik. ini yang jadi tantangan sebenarnya. Kalau di ruang fisik, kita lihat batasannya jelas, pintu masuknya jelas, yuridiksinya jelas," kata Samuel. Menurut dia, di ruang digital, semuanya tersambung tanpa ada batasan pasti (borderles). Kondisi ini pun menyulitkan pemerintah untuk melakukan tindakan yang tegas terhadap website/platform yang menyediakan aktivitas judi online. (Yetede)
3 Operator Jadikan Industri Telco lebih Sehat
Rencana merjer antar dua perusahaan telekomunikasi (telko), yakni PT XL Axiata Tbk dengan PT Smartfren Telecom Tbk, disambut positif. Sebab, penggabungan kedua perusahaan tersebut akan menjadikan bisnisnya lebih baik dan efisien. Selain itu, pengerucutan hanya tiga operator saja diyakini akan menjadikan industri telko di tanah Air lebih sehat di tengah kekhawatiran pertumbuhan bisnis seluler yang mulai jenuh dan stagnan. Pada akhirnya, rumor rencana merjer antara XL Axiata dengan PT Smartfren pun akan mendekati kenyataan. Hal itu akan terjadi karena pemilik saham mayoritas kedua perseroan tersebut telah menandatangani MoU merjer yang diumumkan pada Rabu (15/5/2024) pekan ini.
Jika nanti terealisasi, jumlah oprator telko di Indonesia pun berkurang menjadi tiga saja dari saat ini masih empat. Mereka terdiri atas PT Telkom yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk atau dikenal sebagai Indosat Ooredoo Huthinson (IOH), serta gabungan XL Axiata dan Smartfren yang sekarang sedang berproses. Simulasi dan perhitungan data berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit tahun 2023 pun akan menjadikan XL Axiata dan Smartfren lebih kuat, bersaing, dan sehat dilihat dari potensi kinerja pendapatan dan laba bersih, jumlah pelanggan, serta jumlah pelanggan, serta jumlah menara penguat sinyal selulernya. (Yetede)
Inkonsistensi Kebijakan Tekan Penjualan BEV Lokal
Setelah Izin Paytren di Cabut
Bank Tanah Siapkan Lahan untuk Bandara VVIP di IKN
Prajogo Pangestu Penguasa Bursa
Emiten milik grup konglomerasi masih menguasai Bursa Efek Indonesia (BEI). Kali ini, juaranya adalah Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang sejumlah saham miliknya berhasil menembus rekor harga tertinggi (all time high) pekan ini. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih membetot perhatian publik dengan level harga yang sudah menyentuh Rp 10.750. BREN kokoh di puncak emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di BEI, senilai Rp 1.438,20 triliun. Saudara sekandung BREN, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut melejit dan menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp 787,26 triliun.
Lompatan harga juga dialami tiga saham Prajogo Pangestu lainnya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Hitungan KONTAN market cap gabungan dari lima saham Praogo Pangestu ini menyentuh Rp 2.455,62 triliun. Jumlah itu setara dengan 19,77% dari total gabungan dari lima saham Praogo Pangestu ini menyentuh Rp 2.455,62 triliun. Jumlah itu setara dengan 19,77% dari total market cap emiten BEI sebesar Rp 12.420 triliun hingga akhir pekan ini. Selain berada di puncak konglomerat terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu menjadi taipan terkaya ke-23 di dunia.
Cuan Prajogo juga mengalir ke pasar saham, yang datang dalam wujud lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Punya bobot yang jumbo, kenaikan saham-saham Prajogo signifikan mendongkrak IHSG yang selama pekan ini mengakumulasi penguatan 3,22% ke level 7.317,23. Secara bersamaan, pesta pora saham Prajogo membawa rotasi di jajaran konglomerasi penguasa bursa. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati, rotasi saham di jajaran top market cap cukup volatil sejak April 2024. Saham big banks merosot imbas aksi profit taking dan kinerja yang di bawah ekspektasi. Sementara saham Prajogo terus menanjak. Ini berkat sejumlah sentimen positif. Termasuk aksi akuisisi dan masuknya TPIA di Indeks Standar Global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Head of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengamini, rotasi market cap seringkali dipengaruhi oleh sentimen terkini. Selain dari ekspansi, branding Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia dan masuk ke jajaran konglomerat dunia turut menambah daya tarik. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto juga sepakat, sentimen konglomerat yang sedang bersinar secara psikologis membawa optimisme. Hanya saja, William mengingatkan pelaku pasar perlu waspada lantaran lonjakan harga saham dan market cap tak selalu mencerminkan performa fundamentalnya.
Incar Peluang Bisnis Jasa Interior
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) meyakini bisnis desain interior dan jasa kontraktor di Indonesia masih memiliki prospek positif. Emiten baru dengan kode saham MEJA ini mengutamakan inovasi, agar bisa bersaing menjadi perusahaan jasa arsitektur terkemuka. Harta Djaya Karya yang dikenal dengan merek jasa Interra, memiliki bisnis utama jasa konsultasi desain. Interra menawarkan jasa konsultasi desain, mulai dari perencanaan ruang (space planning) sampai dengan pemilihan bahan yang digunakan (material picking). MEJA juga merupakan pelaksana konstruksi interior. Selain itu, MEJA menawarkan jasa pembuatan produk furnitur yang diproduksi secara khusus dan spesifik dan juga loose furniture yang tidak terpasang secara permanen dan mudah dipindahkan seperti meja, kursi, sofa. Titik balik perkembangan MEJA dimulai saat mendapatkan kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai instansi pemerintah seperti DPRD DKI Jakarta, Kepolisian dan Kementrian Perdagangan.
MEJA juga mulai menjadi mitra utama perusahaan-perusahaan swasta terkenal, seperti PT Trinusa Travelindo (Traveloka), PT Goodyear Indonesia Tbk, dan British School Jakarta. Di tahun-tahun berikutnya, MEJA cukup banyak mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN dan pengerjaan interior proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto mengatakan, langkah initial public offering (IPO) MEJA juga akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk membentuk kemitraan strategis yang lebih erat dan merambah pasar industri konstruksi dengan lebih luas. Di samping menjaring dana untuk membiayai proyek-proyek berjalan.
Dana hasil IPO MEJA sekitar 72% atau Rp 32,72 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Sementara itu, sekitar 24% atau Rp 10,91 miliar akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek dan kendaraan. Richie optimistis MEJA dapat menghimpun pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun pertamanya tercatat sebagai emiten. Bahkan, pendapatan yang dipatok capai Rp 63 miliar diyakini sudah bisa tercapai pada semester I-2024. "Kami yakin kemungkinan target pendapatan di kuartal II 2024 sudah tercapai. Sementara, target laba kami di tahun ini sekitar 12% dari total pendapatan yang didapatkan, ujar Richie saat ditemui usai seremoni pencatatan IPO, belum lama ini. Dalam lima tahun ke depan, MEJA memiliki rencana dapat membangun workshop baru. Selain itu, emiten ini juga akan membangun experience center di beberapa lokasi.
LPKR Siap Terjun ke Bisnis Parkir
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) kembali melakoni aksi korporasi. Setelah melepas sebagian saham PT Siloam Internationals Hospitals Tbk (SILO), salah satu entitas Grup Lippo tersebut berencana menambah kegiatan usaha. Melansir keterbukaan informasi, Jumat (17/5), salah satu emiten properti ini berencana menambah kegiatan usaha, yaitu pengelolaan lahan parkir. Maka, LPKR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Juni 2024 untuk meminta restu terkait aksi korporasi itu.
Studi kelayakan sudah disiapkan LPKR terkait aktivitas perparkiran di badan jalan (on street parking) dan aktivitas perparkirandi luar badan jalan (off street parking). Manajemen LPKR menjelaskan, kegiatan usaha aktivitas perparkiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha real estat yang saat ini dijalankan oleh perseroan ini. Guna meningkatkan kinerja, LPKR mengintegrasikan jasa usaha perparkiran dalam kegiatan usaha utamanya. Dari studi kelayakan LPKR, net present value (NPV) dari penambahan kegiatan usaha ini sebesar Rp 8,96 miliar. Lalu, internal rate of return sebesar 64,38%. Sementara itu, profitability index sebesar 1,19 dan break even point 41%. Lantas titik impas bisnis ini bisa lebih cepat dari lima tahun menjadi 3 tahun 5 bulan.
Sejumlah Bankir Borong Saham Bank
Para bankir aktif melakukan penambahan kepemilikan saham di bank yang mereka pimpin. Analis menilai aksi tersebut bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham bank terkait. Teranyar, tiga direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) aktif membeli saham BMRI di awal Mei. Direktur Keuangan Sigit Prastowo merogoh kocek Rp 8,23 miliar untuk membeli 1,3 juta saham BMRI. Sehingga kepemilikannya di BMRI menjadi 10,86 juta. Lalu, Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama menarik isi dompet sebesar Rp 937,5 juta membeli 150.000 saham BMRI. Alhasil, kepemilikan sahamnya kini sudah mencapai 6,88 juta saham di BMRI. Riduan, Direktur Corporate Banking melakukan transaksi pembelian 100.000 saham BMRI senilai Rp 620 juta.
Kepemilikannya kini di BMRI mencapai 11,1 juta saham, Tiga direksi Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga memborong saham BNGA pada 1 April 2024. Mereka melakukan pembelian total 502.700 saham senilai Rp 1,07 miliar. Mereka adalah Presiden Direktur Lani Darmawan, Direktur Consumer Noviady Wahyudi, dan Direktur Compliance, Fransiska Oei. Menurut Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana, aksi para bankir itu secara tak langsung menunjukan kepercayaan kepada prospek bank yang dipimpin. Itu memberi sinyal ke investor bahwa manajemen percaya dengan keberlangsungan bisnisnya, ujar Wawan kepada KONTAN, Jumat (17/5). Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menilai wajar jika para bankir ini mulai menambah kepemilikan sahamnya. Harga sahamnya terbilang murah dengan adanya koreksi beberapa waktu terakhir.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









