;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Presiden Dorong Starlink Berkolaborasi Dengan ISP Lokal

21 May 2024
Presiden Jokowi bertemu dengan CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk di sela Konferensi Tingkat  Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 di Bali International Contivention Center (BICC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin (20/5/2024). Presiden meminta Elon Musk agar mendorong kolaborasi Starlink dengan ISP dan operator telko lokal, akselerasi transformasi digital, hingga pengembangan investasi di Indonesia. Terkait dengan Starlink, penyedia layanan internet berbasis satelit bagian dari SpaceX yang mulai resmi beroperasi di Tanah Air sejak Minggu (19/05/2024), Presiden Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet (internet  service provider/ISP) dan operator telekomunikasi (telko) yang telah terlebih dahulu beroperasi di Indonesia. Hal ini sangat didorong oleh Presiden  untuk penyedia akses internet yang lebih terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan public, termasuk dilayanan kesehatan/puskesmas hingga wilayah terpencil (tertinggal, terdepan, dan terluar/3T) Tanah Air. (Yetede)

Market Share Domain .id Telah Capai 41,79%

21 May 2024
Penguasaan Pasar (Market share) nama domain asli Indonesia.id di Tanah Air telah mencapai 41,79% pada akhir 2023 dan terus berkembang sejak diperkenalkan tahun 2005. Persentasi market share tersebut hanya kalah dari nama domain .com asal Amerika Serikat yang telah mencapai 44,74%. Artinya, pemanfaatan nama domain .id makin kuat dan sudah menyaingi nama domain .com. Sebagai pengelola, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menargetkan domain.id tembus 1,2 juta pada kahir 2024, bertambah 249 ribu (26,18%) dari pencapaian 951 ribu akhir tahun 2023. Target tersebut akan dikejar dengan berbagai program kegiatan, diantaranya melalui sosialisasi dan literasi digital kepada masyarakat Indonesia. Ketua Pandi John Sihar Simanjuntak  mengatakan, untuk perluasan pasar, startegi pemasaran nama  domain .id perlu disusun. Salah satu yang dilakukan perlu adanya riset untuk mengindetifikasi serta memahami pasar nama domain.id di Indonesia. (Yetede)

Otonomi Daerah Bisa Jadi Kekuatan Pengembangan Ekonomi Syariah

21 May 2024
Otonomi daerah dapat bermanfaat untuk memperkuat edukasi, membangun infrastruktur yang memadai, serta mendorong inovasi dan kerja sama pengembangan sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah. "Jika dikelola secara bijak dan optimal, otonomi daerah akan menjadi kekuatan dan kesempatan luas untuk mewujudkan  pembangunan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan," kata Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Wapres mengatakan, masyarakat akan semakin merasakan manfaat nyata ekonomi dan keuangan syariah di tingkat daerah, melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan sinergi pusat dan daerah yang efektif. Pada kesempatan itu, Wapres pun memberikan  beberapa arahan, khususnya bagi pemerintah daerah dalam terkait pengembangan  ekonomi dan keuangan syariah. (Yetede)

Blok Rokan dan Mahakam Simbol Kebangkitan Energi Nasional

21 May 2024
PT Pertamina (Persero) berhasil meningkatkan peran startegis dalam penyediaan energi Indonesia melalui pengelolaan dua blok migas raksasa, yaitu Blok Rokan di Riau dan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Kemampuan Pertamina dalam menjalankan operasi dan bisnis hulu migas di kedua blok ini membawa semangat baru dalam  simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi nasional.  Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan bahwa  sejak alih kelola Blok Mahakam dan Blok Rokan, Pertamina mampu meningkatkan produksi migas sehingga berdampak pada kinerja operasional sektor hulu perusahaan yang lebih tinggi. "Blok Mahakam dan Rokan merupakan lapangan-lapangan migas mature. Melalui beragam inovasi dan penerapan teknologi yang tepat, Pertamina berhasil menahan laju penurunan produksi alamiah dan sekaligus meningkatkan produksi migas Pertamina yang sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia," kata Fadjar.                                                     

Indonesia Akan Ekspor 65 Ribu Ton Jagung

21 May 2024
Pemerintah mengkaji pembukaan keran ekspor jagung demi menjaga harga komoditas itu agar tidak kian jatuh di tingkat petani. Usulan ekspor telah disampaikan dua perusahaan  pembeli siap siaga (off-taker) jagung lokal, yakni PT Gorontalo Pangan Sejahtera (GPS) 15 ribu ton dan PT Seger Agro Nusantara (SAN) 50  ribu ton. Hasil panen raya yang melimpah  membuat harga jagung anjlok di bawah Rp4.000 per kg, sementara penyerapan oleh pemerintah melalui Perum Bulog, perusahaan pakan ternak, dan pemangku kepentingan lainnya terbentur kapasitas simpanan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area Badan Statistik (KSA BPS), produksi  jagung pipilan kering (JPK) kadar air 14% pada Januari-Juni 2024 diperkirakan hanya 6,56 juta ton atau turun 1,75 juta ton (10,61%) dibandingkan 2022 yang mencapai 16,53 juta ton. (Yetede)

RI-Vietnam Kerja Sama Pertanian Padi Lahan Rawa

21 May 2024

Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat kerja sama pengembangan pertanian padi di lahan rawa, khususnya varietas bibit untuk lahan rawa  dengan produktivitas tinggi serta teknologi mekanisme dan pertanian presisi. Hal itu demi memacu produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi di lahan rawa. Kedua negara juga sepakat mengembangkan  sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable agriculture).

Demikian inti pertemuan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman serta menteri Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam Le Minh Hoan bseretaa pejabat tinggi Kementerian Pertanian dan Pembangunan Desa Republik Sosialis Vietnam (MARD) di kantor Pusat MARD di Hanoi, Vietnam, Minggu (19/05/2024). Pertemuan ini menyepakati kerja sama teknologi lahan rawa yang sedang digalakkan RI. Pada akhir pertemuan, Menteri Pertanian RI dan Vietnam meneken MoU on Agriculture Cooperation. Sebagai tindak lanjut, kedua Menteri sepakat Membentuk Kelompok Kerja Pertanian yang beranggotakan perwakilan pejabat teknis kedua negara. (Yetede)

Ironi Pertanian Tanpa Petani

21 May 2024
SEBAGIAN hasil Sensus Pertanian 2023 (ST23) yang dirilis Badan Pusat Statistik menginformasikan banyak data dan hal-hal penting ihwal perkembangan pertanian Indonesia pada periode 2013-2023. Salah satunya isu regenerasi petani. Selama ini, isu regenerasi petani dipandang sebelah mata. Akibatnya, upaya mengatasi persoalan tersebut masih setengah hati. Hasil ST23 membuka fakta bahwa pertanian Indonesia mengalami gerontokrasi akut. Tanpa upaya serius membalik kondisi ini, pertanian kita akan makin terpuruk.

Menurut ST23, jumlah petani tua makin besar, sebaliknya jumlah petani muda menurun. Dalam satu dekade terakhir, proporsi petani pengelola unit usaha perorangan berusia 55-64 tahun meningkat dari 20,01 persen menjadi 23,3 persen. Begitu juga petani berusia 65 tahun ke atas, proporsinya meningkat dari 12,75 persen menjadi 16,15 persen. Sebaliknya, pada periode yang sama, proporsi petani berusia 25-34 menurun dari 11,97 persen menjadi 10,24 persen. Begitu pula petani berusia 35-44 tahun yang proporsinya menurun dari 26,34 persen menjadi 22,08 persen.

Kecenderungan menurunnya jumlah generasi muda memasuki sektor pertanian dalam satu dekade terakhir ini berkebalikan dengan kondisi sepuluh tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari hasil Sensus Pertanian 2013 yang menyebutkan ada kenaikan jumlah generasi muda yang menekuni pertanian dibanding hasil sensus 2003. Atas kondisi ini, muncullah sejumlah pertanyaan: mengapa generasi muda saat ini kian menjauh dari sektor pertanian? Apa saja faktor yang membuat mereka tak melirik sektor pertanian? Bukankah Kementerian Pertanian memiliki program khusus untuk menarik petani muda? Apa yang generasi muda butuhkan agar mau masuk ke sektor pertanian? (Yetede)


Menguji Kredibilitas Anggaran Prabowo-Gibran

21 May 2024

Potret ekonomi pemerintah baru mulai nampak. Pemerintah kemarin menyerahkan proyeksi dan asumsi makro ekonomi Indonesia 2025 ke parlemen. Ini akan jadi modal awal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia lima tahun ke depan, atau mulai Oktober 2024-Oktober 2029. Lewat Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, ini akan menjadi acuan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  untuk menyusun Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Merujuk dokumen yang sama, target pertumbuhan ekonomi 2025  dipatok 5,1%-5,5%. Angka jauh dari target Prabowo-Gibran yang menginginkan ekonomi tumbuh hingga 8% selama tiga tahun ke depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan ditopang stabilitas inflasi, kelanjutan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik, hingga digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM. Untuk mencapai target ekonomi tumbuh di sasaran 5,1%-5,5%, pemerintah memproyeksikan belanja negara di kisaran 14,59%-15,18% dari produk domestik bruto (PDB). Yang menarik, untuk membiayai belanja itu, target pendapatan negara lebih rendah dari belanja atau  berkisar 12,14%-12,36% PDB.

Alhasil, anggaran 2025 akan defisit 2,45%-2,82% PDB. Target ini lebih besar dari defisit APBN 2024 yang dipatok sebesar 2,29% PDB. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dengan indikasi rasio pendapatan yang rendah ketimbang belanja negara, itu memperkuat argumen bahwa tahun depan pemerintah akan mengandalkan pendanaan alternatif sebagai tambahan pendanaan utama. Pada 2025, pemerintah memasang target imbal hasil surat berharga negara atau yield SBN tenor 10 tahun berkisar 6,9%-7,3%, lebih tinggi dibanding target 2024 sebesar 6,7%.

Alhasil, beban pokok sekaligus bunga utang pemerintah bakal lebih besar. Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menyoroti target pertumbuhan ekonomi yang berkutat di level 5%. Meski realistis, angka ini belum mencerminkan perbaikan fundamental ekonomi kita. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita juga melihat, pemerintahan Prabowo-Gibran masih terjebak tren pertumbuhan era Jokowi di kisaran 5%. Jadi "Pekerjaan mencapai 8% tidak mudah," ucap dia.

Berharap Investasi dari Korea Selatan Meningkat

21 May 2024
Pemerintah berharap Korea Selatan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Sebab, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korsel kembali menguat pasca pandemi Covid-19. Dalam kunjungan kerja ke Seoul, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga bertemu sejumlah investor. Utamanya mereka yang telah menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, CEO LG CNS Shingyoon Hyun. Airlangga mengaku senang dengan langkah LG CNS yang telah meneken memorandum of agreement dengan Sinar Mas Group untuk mendirikan perusahaan joint venture (JV) di bidang layanan konsultasi manajemen data center serta teknologi informasi dan komunikasi. "Kami berharap Korea Selatan dapat meningkatkan investasinya di berbagai bidang," kata Airlangga dalam keterangan resminya, kemarin. Selain LG, Airlangga juga bertemu CEO Hyundai Motor Group, Euisun Ching. Selama ini Hyundai terlibat aktif di berbagai proyek hidrogen secara global. Lalu bertemu Chairman Lotte Chemical. Sebagai gambaran, perdagangan bilateral Indonesia-Korea Selatan mencapai US$ 20,8 miliar di 2023. Korea Selatan juga merupakan investor ketujuh terbesar di RI dengan nilai investasi mencapai US$ 2,5 miliar pada tahun 2023.

Pasar Obligasi Mulai Unjuk Gigi Meski Masih Dibayangi Fluktuasi

21 May 2024

Pasar obligasi pemerintah masih bergerak volatil, meski mulai ada perbaikan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh the Federal Reserves (The Fed) yang semakin tinggi menjadi pendorongnya. Ini tercermin dari imbal hasil (yield) yang melandai ke bawah 7%. Dikutip dari Bloomberg, yield Surat Utang Negara (SUN) acuan 10 tahun di level 6,93% pada Senin (20/5). Turun dari level 7,24% pada akhir April 2024. Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengatakan, turunnya yield menandakan ada perbaikan harga obligasi. Secara jangka menengah, ada peluang yield bergerak di level yang lebih rendah, mempertimbangkan potensi pelonggaran moneter ke depan. Namun dalam satu-dua bulan ke depan, ia masih khawatir pergerakan yield masih akan volatil. Sebab, risiko geopolitik masih perlu diwaspadai. The Fed juga belum 100% yakin memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Belum lagi faktor geopolitik. Terbaru seperti dikutip Reuters dari kantor berita IRNA, Senin (20/5), Presiden Iran, Ebrahim Raisi, tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh dalam cuaca buruk di pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan. Ini terjadi setelah "perang bayangan” yang panjang antara Iran dan Israel pecah bulan lalu dengan saling tembak-menembak drone dan rudal. Pada semester II, kata Darto, yield akan bergerak menurun karena ada peluang suku bunga diturunkan, baik eksternal maupun domestik. Sejauh ini, tingkat inflasi domestik terus bergerak di rentang target, yang positif untuk memulai pelonggaran. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana memproyeksi, yield 10 tahun bisa lebih baik seiring ekspektasi penurunan Fed Rate yang lebih dekat. Ia memperkirakan yield 10 tahun bisa kembali ke 6,3%-6,6%. Dengan catatannya ada ruang fiskal yang berubah karena ada perubahan di pemerintahan.