;

Banyak Sandungan Menuju 8 Persen

Banyak Sandungan Menuju 8 Persen
Berbicara dalam Forum Ekonomi Qatar pada Rabu, 15 Mei lalu, Prabowo Subianto sebagai pemenang pemilihan presiden mengklaim bisa dengan mudah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen per tahun. "(Bisa tercapai) dalam dua hingga tiga tahun," ujarnya. Prabowo mengklaim sudah berbicara dengan banyak ahli dan mempelajari adanya kemungkinan pertumbuhan ekonomi tersebut. Kuncinya, menurut dia, berkaitan dengan sektor pertanian serta produksi dan distribusi pangan, tanpa menjelaskan detailnya. Faktor lain adalah efektivitas belanja pemerintah. Dia berencana berfokus pada anggaran untuk mendukung program pendorong ekonomi. 

Tapi optimisme yang sama tidak tampak dari sejumlah ekonom setelah mendengar pernyataan Prabowo itu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai ekonomi Indonesia memang berpotensi tumbuh hingga 8 persen, tapi tidak dalam waktu dekat.  "Tidak ada sejarahnya kita bisa melakukan lompatan sebanyak 3 persen dalam waktu satu hingga tiga tahun," katanya kepada Tempo, kemarin. Mengacu pada pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 yang hanya 5,05 persen, menurut Faisal, ekonomi Indonesia harus naik 3 persen per tahun. 

Padahal proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini pun tak berbeda jauh dibanding pada tahun lalu. Pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2 persen selama 2024. Sejumlah institusi memasang angka serupa. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi tumbuh 4,7-5,5 persen dan Bank Dunia memasang angka 4,9 persen.  Sementara itu, Bank Pembangunan Asia atau ADB dan Dana Moneter Internasional alias IMF sama-sama memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen. Sedangkan proyeksi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) lebih tinggi, yaitu 5,2 persen. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :