Neraca Dagang Indonesia Simpan Problem Struktural
Neraca perdagangan Indonesia pada April 2024 mengalami surplus sebesar US$ 3,56 miliar. Pencapaian ini memperpanjang daftar surplus neraca perdagangan menjadi 48 bulan berturut-turun atau selama empat tahun. Namun demikian, surplus pada April 2024 itu turun 22,3% dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 4,58 miliar serta lebih rendah dari periode sama tahun yang lalu masih di angka Rp 3,94 miliar. Komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) masih menjadi penopang utama dari pencapaian surpus neraca perdagangan dalam empat tahun terakhir, bukan disokong oleh kenaikan nilai ekspor, melainkan lebih karena nilai impor yang lebih konsisten turun, terlebih sepanjang tahun 2024. Head of Industry & Regional PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani menyatakan, ketergantungan terhadap sektor komoditas telah lama menjadi problem struktural ekspor Indonesia yang semestinya sudah dibenahi sejak dulu. "Penyebabnya, industrialisasi di Indonesia ketinggalan jauh sehingga ekspor manufaktur tumbuh lamban dan tidak mengalami peningkatan," ujar Dendi kepada Investor Daily. (Yetede)
Tags :
#Neraca PerdaganganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023