Permintaan Baja Masih Bisa Tumbuh
Kinerja emiten baja masih berat di awal tahun. Terlihat dari pencapaian beberapa emiten baja di kuartal I-2024. Misalnya PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,37 triliun per kuartal I-2024. Hasil ini susut 20,95% secara tahunan dari semula Rp 1,73 triliun per kuartal I-2023. Untungnya, ISSP mencatatkan kenaikan tipis laba ke pemilik entitas induk sebesar 1,73% menjadi Rp 108,84 miliar di periode tersebut. Di periode serupa 2023 raihan labanya Rp 106,99 miliar. "Penggerak utama kinerja kami masih dari proyek pemerintah. Penyerapan capex baru sekitar 10% di kuartal I 2024," ujar Johannes W Edward, Sekretaris Korporat Steel Pipe Industry Indonesia ke KONTAN, Senin (13/5).
Untuk mendongkrak kinerja, ISSP bakal melakukan penetrasi pasar ke pengguna langsung. Maklum, sebagaian besar pasar perusahaan baja ini ada di pasar domestik. Yakni sekitar 60%. Sementara, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mencatatkan penjualan bersih sebesar US$ 162,55 juta di kuartal I 2024. Hasil terebut tergerus sebesar 22,68% secara tahunan dari periode sama tahun lalu yang mencatatkan hasil sebesar US$ 210,25 juta. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada melihat kinerja ISSP dan GGRP masih lumayan baik. Ini tercermin dari peningkatan laba di tengah penurunan penjualan di kuartal I 2024.
Secara industri Reza melihat pasar baja masih mengalami penurunan. Ini imbas dari berkurangnya permintaan produk olahan baja. Penyebabnya belum banyak perusahaan yang melakukan ekspansi pembangunan pabrik. Meskipun begitu, konsumsi baja nasional di tahun 2024 diproyeksikan tumbuh. Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) memproyeksikan konsumsi baja nasional tumbuh 5,2% menjadi 18,3 juta ton pada 2024, dari realisasi sebanyak 17,4 juta ton pada tahun lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama sependapat, harga baja masih tertekan akibat oversupply yang disebabkan adanya perlambatan ekonomi global. Kondisi yang sama pun terjadi di pasar dalam negeri.
Tags :
#BajaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023