Likuiditas Hingga Daya Beli Jadi tantangan Perbankan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai industri perbankan tahun ini memiliki sejumlah tantangan yang mengintai,mulai dari sisi likuiditas hingga daya beli masyarakat melambat yang akan memengaruhi kinerja perbankan. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, tahun ini perbankan memiliki faktor pendorong dan juga tantangan yang akan dihadapi. Dimana pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) akan menjadi pemicu karena akan ada perebutan dana di era suku bunga tinggi. "Pertama, likuiditas akan menjadi tantangan yang akan memengaruhi pertumbuhan kredit, terutama bank-bank besar pertumbuhannya low double digit, sementara DPK mid single digit. Ini tantangan likuiditas yang perlu diantisipasi 2024 ini," ujar Andry. Tantangan kedua, rencana pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diproyeksikan baru akan terjadi pada akhir tahun ini. Hal tersebut juga tergantung kondisi ekonomi global, salah satunya adalah suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan belum ada titik terang untuk turun. "Ketiga, pengusaha masih wait and see, banyak yang menunggu struktur kabinet baru setelah pada Oktober nanti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Keempat, ini jdi concern kami terutama daya beli kelas bawah ini bagaimana kita perlu antisipasi agar tidak semakin memburuk," urai Andry. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023