;

Konsumsi Rumah Tangga Masih Akan Melambat

Ekonomi Hairul Rizal 15 May 2024 Kontan
Konsumsi Rumah Tangga Masih Akan Melambat

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan sulit menembus level 5% year-on-year (yoy) setelah momen pemilihan umum dan Ramadan berlalu. Kondisi ini akan mempengaruhi perekonomian nasional mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Beberapa indikasinya, pertama, Indeks Penjualan Riil (IPR) berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2024 diperkirakan 243,2, atau hanya tumbuh 0,1% yoy menjadi 243,2. Padahal pada Maret 2024, IPR tercatat 235,4 atau tumbuh menanjak 9,3% yoy. Bahkan, Indeks Ekspektasi Penjualan Eceran (IEP) pada Juni 2024 hanya 127,5, lebih rendah dari 147,8 di periode sebelumnya.

Hal ini lantaran adanya musim ujian sekolah serta berakhirnya program diskon di periode itu. Kedua, Indeks Nilai Belanja maupun Indeks Frekuensi Belanja berdasarkan Mandiri Spending Index per 5 Mei 2024 menurun masing-masing ke level 229,6 dan 639,2 dari level tertinggi pada satu pekan sebelum Idulfitri 2024. Ketiga, melambatnya ekspansi manufaktur yang ditandai Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur April 2024 tercatat 52,9, melorot 1,3 poin dari bulan sebelumnya. Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menilai, outlook konsumsi rumah tangga ke depan masih cukup baik. Pada Juli nanti akan ada belanja terkait pendidikan. Selain itu, pilkada mulai akhir kuartal ketiga menuju kuartal keempat 2024 akan menopang konsumsi rumah tangga.

Namun ramalan Ekonom Bank Permata Faisal Rachman, pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2024 masih di bawah 5% year on year (yoy), (yoy), yakni di kisaran 4,9% atau stagnan dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,91%. Bank Mandiri maupun Bank Permata meramal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini melambat daripada kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 5,11% yoy. "Perkiraan kami (pertumbuhan ekonomi kuartal II) akan relatif lebih rendah dibandingkan kuartal pertama karena puasa dan pemilu ada di kuartal pertama," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini sedikit melambat menjadi 5,1% yoy. Sementara sepanjang 2024, ekonomi diperkirakan hanya tumbuh 5,07% yoy.

Tags :
#Makro
Download Aplikasi Labirin :