Ekonomi
( 40554 )Kinerja Ekspor Melejit, Emiten Perikanan Bisa Lebih Cuan
Komoditas udang menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja ekspor sektor perikanan Indonesia di tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor udang mencapai US$ 1,73 miliar atau berkontribusi 30,7% terhadap total nilai ekspor komoditas perikanan. Lalu, disusul ekspor tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 927,13 juta (16,5%), cumi-sotong-gurita US$ 762,59 juta (13,5%), rajungan-kepiting US$ 447,65 juta (7,9%), rumput laut sebesar US$ 433,72 juta (7,7%), mutiara US$ 112,90 juta (2,0%), dan tilapia sebesar US$ 81,77 juta (1,5%).
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer melihat, peningkatan ekspor produk perikanan akan membawa sentimen positif bagi kinerja emiten. Terlebih, pemerintah menargetkan, penerimaan ekspor dari sektor perikanan bisa mencapai US$ 7,2 miliar. Miftahul menilai, proyeksi pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh peningkatan produksi produk perikanan, yang diperkirakan bisa mencapai 30,85 juta ton pada akhir 2024. Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mencermati, kinerja sektor perikanan akan melambat tahun ini. Sebab, ada sejumlah sentimen negatif bagi emiten.
Tertekan Perang Dagang
Laba Bank Besar di 2024 Diproyeksi Tumbuh Tipis
Kinerja keuangan dan ekspansi kredit bank-bank besar yang tergabung dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 diperkirakan akan tumbuh melambat tahun ini. Kredit ditargetkan hanya tumbuh satu digit dan laba diproyeksi akan naik tipis. Kondisi ini tak lepas dari besarnya tantangan yang dihadapi perbankan tahun ini. Bank-bank dihadapkan dengan kenaikan biaya dana saat suku bunga acuan tinggi dan meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, bank KBMI 4 telah melaporkan target kredit tahun ini sebesar Rp 3.984 triliun. Angka ini hanya tumbuh 7,4% dari Rp 3.707 triliun pada 2023. Tahun lalu, laju kredit bank KBMI 4 tumbuh 14,5% secara tahunan.
“Sementara laba KBMI 4 ditargetkan Rp 177,75 triliun tahun ini,” ujar Dian, Jumat (14/6). Angka tersebut tumbuh 2,43% dari 2023. Dian melihat, kondisi fundamental perbankan pada April 2024 tetap kuat, resilien dan stabil. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri keuangan secara keseluruhan yang tercatat mencapai 13,09% dan pertumbuhan kredit bank KBMI 4 yang mencapai 15,75%. Target pertumbuhan kredit KBMI 4 sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini. Ia menyebut, kredit dan laba Himbara akan melambat di 2024. “Memang tahun ini pertumbuhan akan single digit,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini, Jumat (7/6). Menilik laporan bulanan per April 2024, laba bank KBMI 4 tumbuh tipis. Kinerja paling apik ditorehkan BBCA dengan laba empat bulan pertama tumbuh 11,62% secara tahunan. Lalu, BRI mencetak laba Rp 17,82 triliun, naik 4,49%. Pendapatan bank ini masih tumbuh tinggi, tapi di saat yang sama biaya provisi melonjak 36,4%
LINTAS RAYA TERPADU : BEREBUT PROYEK ‘ULAR BESI’DI PULAU BALI
Sejumlah negara tertarik mendanai proyek lintas raya terpadu di Pulau Bali tahap 1A senilai Rp14,2 triliun, setelah konsorsium Korea Selatan menyelesaikan studi kelayakan proyek itu. Ibarat gula yang disukai semut, proyek lintas raya terpadu (LRT) Bali diminati banyak investor, baik lokal maupun internasional. Hal tersebut terjadi setelah Kementerian Perhubungan merilis hasil studi kelayakan proyek LRT Bali yang dilakukan oleh Korea National Railways (KNR) dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank belum lama ini. Dari studi tersebut, proyek LRT Bali tahap 1A sepanjang 6,04 kilometer (km) membutuhkan dana sekitar US$876 juta atau setara Rp14,2 triliun. Rencananya, LRT Bali memiliki trase bawah tanah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Sunset Road. Rute LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian. Opsi membangun LRT Bali di bawah tanah diambil salah satunya dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang dilalui trase moda itu.
Sejauh ini, jalur yang dilintasi LRT Bali merupakan kawasan padat penduduk sehingga sulit dibangun sejajar permukaan tanah atau dengan lintasan layang. Proyek itu juga harus dilengkapi dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), serta penyiapan pendanaan. Berkaitan dengan pendanaan, LRT Bali merupakan salah satu bagian dari Bali Urban Railway yang pendanaannya melalui skema pinjaman atau utang. Sejumlah investor asing juga telah menyatakan ketertarikan terlibat dalam proyek itu. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mengungkapkan rencana memenuhi pendanaan proyek prestisius itu melalui pembiayaan pinjaman luar negeri (offshore loan). Sejauh ini, Risal menyebut sudah ada sejumlah calon investor asing yang tertarik mendanai proyek itu. Blue book adalah tahapan proposal proyek tertentu sudah disetujui oleh Bappenas, sementara green book adalah tahapan persetujuan pemberian dana untuk proyek tersebut. “Kami sedang menunggu masuknya itu dalam blue book untuk proses lebih lanjut terhadap pembiayaan LRT Bali Tahap 1A,” jelasnya.
Risal memaparkan LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian yakni Bandara Ngurah Rai, Kuta, Pura Desa Adat, Central Park, dan Sunset Road. Untuk depo LRT, rencananya berada di daerah Seminyak. Khusus jalur LRT menuju Seminyak dibangun sejajar dengan permukaan jalan (at grade). Pada masa mendatang, Pemprov Bali melalui Bali Urban Rail dapat meneruskan pembangunan LRT pada tahap selanjutnya. Saat ini, fokus utama Bali Urban Rail adalah mempermudah akses masyarakat setempat dari dan menuju stasiun LRT Bali. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai pembangunan layanan transportasi publik di Bali sangat urgen. Menurutnya, fasilitas transportasi umum massal dibutuhkan guna mengurai kepadatan di daerah menuju atau dari Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kerap mengalami kemacetan. Akan tetapi, dia menyarankan proyek LRT Bali tidak dibangun di bawah tanah seperti rencana dalam studi kelayakan karena butuh biaya besar. Dia mencontohkan jalur layang LRT bisa dibangun dengan ketinggian maksimal 15 meter.
Adapun, peraturan adat Bali menyebut bangunan tidak diperbolehkan melebihi 15 meter. Untuk itu, dia menilai jalur LRT Bali lebih baik dibangun sejajar dengan permukaan tanah mengingat biaya lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan jalur layang atau bawah tanah.
Selain Bali, Kemenhub menawarkan proyek kereta api perkotaan di Bandung kepada investor China belum lama ini. Risal menjelaskan Pemkot Bandung telah memiliki konsep untuk membangun jaringan perkeretaapian di daerahnya. Saat ini, pemda setempat mencari sistem yang efisien dan optimal dari sisi biaya operasional.
Risal menjelaskan, KA Perkotaan Bandung dipilih menjadi salah satu proyek yang ditawarkan mengingat perannya yang sangat strategis untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang tinggi. Proyek itu sekaligus menghubungkan layanan Kereta Cepat WHOOSH dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di kawasan metropolitan.
PENGENDALIAN INFLASI DAERAH : NTB Fokus ke Cabai & Unggas
Tim Pengendali Infl asi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat memacu produksi cabai dan unggas untuk menjaga laju inflasi agar tetap berada di kisaran 2,5%—3%. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Winda Putri Listya menjelaskan penanaman cabai dan unggas dikemas dalam program Tancapkan Gas atau Tanam Cabe Pelihara Ikan dan Unggas yang terdiri atas kegiatan kampung aneka cabai, kampung unggas, pembenihan ikan, dan NTB MALL. “Program ini merupakan implementasi dari strategi 4K khususnya dari aspek ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga yang outputnya adalah terkendalinya angka infl asi NTB sebesar 3,02% sesuai dengan target angka inflasi nasional tahun 2023 yaitu 3,0 ±1%,” katanya dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.
Menurutnya, upaya peningkatan produksi cabai dan unggas karena selama ini dua komoditas tersebut memberi andil yang besar terhadap inflasi NTB. Selama ini, harga cabai yang bisa melambung tinggi di musim tertentu bisa mendorong naiknya infl asi, begitu juga dengan telur yang harganya fluktuatif karena dipengaruhi oleh produktivitas ayam petelur.
Selain itu, TPID Sidak Pasar Pemantauan Harga Bahan Pokok, Gerakan Operasi Pasar Murah dengan melakukan mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah minus, sinergi bersama asosiasi dan pengusaha untuk pengendalian inflasi, melakukan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat, serta pembuatan Peraturan Gubernur (Pergub) dalam rangka pengendalian ketersediaan pasokan komoditas di NTB. Untuk mendukung target lumbung pangan, pemerintah membangun sejumlah bendungan di NTB yang akan mengairi sawah dan menyuplai kebutuhan air rumah tangga.
PASAR MODAL : Perbedaan Investasi & Trading
Dalam dunia pasar modal, terdapat dua strategi yang biasanya digunakan oleh pelaku pasar, yaitu investasi dan trading. Meskipun keduanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi ada perbedaan dalam cara kerja, tujuan, dan strategi yang digunakan. Dikutip dari Dataindonesia.id, investasi adalah kegiatan membeli dan menyimpan sebuah instrumen dengan tujuan membangun kekayaan secara perlahan, melalui kenaikan harga atau apresiasi nilai aset (modal) serta dividen atau bunga yang diakumulasikan selama masa investasi. Adapun, trading merujuk pada kegiatan membeli dan menjual aset keuangan, seperti saham, mata uang asing (forex), atau komoditas untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga. Investasi cenderung fokus untuk menyimpan dalam jangka panjang. Sementara trading fokus dalam jangka pendek. Para trader pada umumnya menggunakan jangka waktu mingguan, harian, jam, bahkan menit untuk menyimpan sebuah instrumen trading.
Pasar Berdandan, Anak Muda Tercengang
Inilah era baru pasar tradisional Kota Yogyakarta. Selamat tinggal tempat kumuh, padat, dan kotor. Selamat datang tempat keren yang asyik untuk nongkrong, belajar, dan bekerja. Anak muda saja sampai rajin pergi ke pasar. ”Enggak nyangka, sih, kita bakal nongkrong di pasar buat kerja. Tempatnya nyaman,” kata Farhan Kristianto (26), karyawan swasta, di Mergangsan, Yogyakarta, Jumat (7/6) siang. Farhan melayangkan pandangan ke ruangan coworking space di Studio 103, sebuah ruang ekonomi kreatif di atap Pasar Prawirotaman yang masih sepi. Menjelang sore, ruang kerja bersama itu biasanya penuh anak muda yang sibuk mengerjakan tugas. Farhan rutin mendatangi ruang kerja bersama itu bersama temannya, Fitri Lestari (23), mahasiswa Universitas Janabadra. Mereka bisa datang empat sampai lima kali sepekan. Farhan sibuk menyelesaikan pekerjaan, sedang Fitri fokus menggarap skripsi. Di Studio 103, mereka cukup membayar Rp 10.000 untuk mendapat akses internet selama enam jam. Jika lapar, ada beberapa lapak warung yang menjual makanan Barat atau Nusantara dengan harga terjangkau yang siap mengganjal perut. ”Keren tempatnya,” tutur Fitri.
Farhan merupakan orang lokal, sedangkan Fitri sudah merantau ke kota ini sejak 2019. Namun, keduanya tidak pernah tertarik ke Pasar Prawirotaman. Ketika melihat pasar dengan wujud baru ini di Instagram, mereka tercengang dan akhirnya mau berkunjung. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Wajah suram Pasar Prawirotaman berubah setelah proses revitalisasi selesai pada 2020. Gedung dengan arsitektur khas Yogyakarta ini punya empat lantai. Lantai 1 sampai 3 merupakan area pasar rakyat dengan sentuhan modern untuk menjual kebutuhan pokok. Sementara itu, Studio 103 di lantai atas menjadi ruang ekonomi kreatif dengan slogan ”tempat nongkrong anak senja”. Tempat ini punya area kuliner dengan pemandangan senja Kota Yogyakarta dan lampu-lampu kota pada malam hari. Ada pertunjukan musik setiap hari Jumat. Fasilitas lain untuk disewakan juga tersedia, seperti studio foto, ruang siniar, studio musik, kantor, dan ruang rapat.
Pasar lain tidak mau kalah bersolek. Tahun ini, Pasar Sentul, Pakualaman, selesai direvitalisasi. Gedung pasar ini terdiri atas tiga lantai dengan arsitektur bergaya Indis sebab berada dalam kawasan cagar budaya Selain modernisasi tampilan pasar rakyat, pasar tersebut kini punya tempat makan di lantai paling atas. Ada lebih dari 20 warung makan, yang sebelumnya berada di Lapangan Sewandanan, berjualan di sana. Di tengah area makan, terdapat plaza atap terbuka yang terbagi menjadi dua lokasi untuk kegiatan kebudayaan. ”Sekarang pasarnya rapi dan tertata, ya, jadi belanja juga nyaman. Lihat gedungnya juga enak karena putih bersih. Wah, kalau dulu tampilannya beda jauh,” ucap Raden Baehaqi(38), warga sekitar yang pada Sabtu (8/6) bersama keluarganya berburu kuliner untuk makan siang di Pasar Sentul. Seusai berbelanja mingguan di lantai bawah, mereka menyantap ludes lontong sayur dan rujak es krim yang dijual di tempat makan tersebut. (Yoga)
Ilusi Sukses di Masa Muda yang Menyuburkan Diskriminasi Umur
Bryan Johnson menolak menjadi tua. Ia membangun program dengan slogan ”Jangan Mati” (Don’t Die) dan bereksperimen pada dirinya sendiri. Pengusaha kaya raya pertengahan 40 tahun itu mengatur makan, berolah raga rutin, pola tidur teratur, mengonsumsi suplemen, dan menjalani program lain dengan biaya Rp 29 miliar per tahun. Tiga tahun melakukan Blue-print-nya, Johnson menyatakan dirinya memuda. Dari hasil tes kebugaran dan kesehatan, beberapa fungsi organ tubuhnya bekerja sangat baik setara remaja 18 tahun. Klaim itu disebut hasil dari eksperimen berbasis sains. Ujung-ujungnya, Johnson menghasilkan berbagai produk terkait gaya hidup barunya lalu dijual ke khalayak ramai. Selain Johnson, sederet multimiliarder dunia berlomba menemukan formula penangkal proses penuaan, pencegah penyakit mematikan, dan pembuat awet muda tanpa takut mati, seperti Jeff Bezoz, Elon Musk, dan pendiri Google, Larry Page.
Keinginan senantiasa hidup dalam keemasan masa muda mengendap dalam benak manusia sejak dulu. Tujuannya agar bisa mengulang kesukesan dan kesenangan saat kondisi tubuh sangat fit. Sebagian lagi ingin mendapat kesempatan kedua untuk berbuat hal berbeda dan mencapai impian terpendam. Pemuja masa muda tak surut. Muncullah target pencapaian di usia tertentu. Usia sekian harus lulus sarjana, bekerja mapan, punya rumah, menikah, dan berkeluarga. Perempuan menikah sebelum usia 30 tahun dan segera punya anak. Dengan persiapan matang di usia muda, masa tua tak perlu bekerja. Orang di usia 50-60 tahun ke atas seakan hanya ditakdirkan menunggu waktunya berakhir. Mengikuti tren umum itu, ada tren orangtua menetapkan standar tinggi bagi anak-anak yang mengorbankan keceriaan masa kecil mereka.
Dunia kerja melihat orang muda sebagai aset utama. Di Indonesia, lowongan pekerjaan memasukkan batas usia pelamar sebagai salah satu syarat utama. Untuk menjadi pekerja di gerai minimarket saja harus di bawah 25 tahun. Pemilihan 30 pengusaha atau CEO perusahaan top dunia di bawah 30 tahun berlangsung setiap tahun. Seakan menjadi patokan kesuksesan yang pantas diikuti kaum muda lain. Dunia industri mengapitalisasi dan menjual mimpi awet muda lewat kampanye produknya, misalnya, iklan kosmetik atau perawatan tubuh, suplemen, alat olahraga, produk busana, bahkan paket wisata. Menjadi ironi ketika pemujaan pada usia muda itu tidak disertai sokongan penuh agar kaum muda bisa benar-benar sukses.
Di Indonesia, belum semua anak usia sekolah dapat ditampung di sekolah negeri yang dibiayai pemerintah. Saat hendak meraih sarjana, uang kuliah tunggal (UKT) kampus negeri makin mahal. Menepis ilusi sukses di usia muda yang menyesatkan perlu lebih banyak kebijakan hingga rekayasa sosial yang merekonstruksi ulang pola pikir masyarakat. Hidup tidak selalu bisa dianalogikan bak jenjang anak tangga yang selalu berorientasi naik ke atas menjadi makin baik, makin mapan. Hidup kadang terpaksa kembali menuruni tangga, bak jalan bergelombang, dan kadang berombak besar. Keinginan mencapai hidup bermakna inilah yang berarti seseorang berhasil menjaga nyala hasrat berapi-api layaknya anak muda. Bukan sekadar ilusi semu untuk hidup abadi, ia pun tetap muda secara nyata dengan sendirinya. (Yoga)
Selidiki Kecelakaan Berulang di IMIP, Pemerintah Harus Tegas
Kepolisian menyelidiki semburan uap panas yang menyebabkan terlukanya dua karyawan di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMP), Morowali, Sulteng, pada Kamis (13/6). Kecelakaan di area tungku itu juga terjadi pada Desember 2023. Hingga kini, penyebabnya masih didalami. ”Sampai hari ini, kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Tim masih berada di lapangan untuk melakukan olah TKP dipimpin Kasat Reskrim. Mereka mengecek TKP dan mengumpulkan barang bukti,” kata Kapolres Morowali AKBP Suprianto, Sabtu (15/6). Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan terjadi pukul 22.00 Wita. Saat itu pekerja sedang membersihkan kerak baja di lantai tungku PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS). Tungku tersebut adalah lokasi sama yang meledak pada Desember 2023. Menurut dia, polisi belum bisa menyimpulkan faktor penyebab utama hingga semburan terjadi.
”Apakah ini murni kecelakaan atau kelalaian, semuanya masih berproses. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan tentunya pihak manajemen, mulai dari pengawas, yang bertanggung jawab terhadap keamanan, dan manajemen,” tuturnya. Kecelakaan yang menyebabkan dua pekerja terluka ini terjadi kurang dari enam bulan dari ledakan dahsyat pada Desember 2023. Saat itu, 21 orang tewas dan 30 orang lainnya terluka. Pasca insiden, polisi menetapkan dua tenaga kerja asal China sebagai tersangka, yaitu ZG (41), pengawas keuangan sekaligus supervisor furnace (tungku pembakaran di PT Zhao Hui Nikel), dan Z (35), wakil supervisor di PT Ocean Sky Metal Indonesia (OSMI). Dalam hal ini, PT ITSS meminta keduanya untuk membantu di PT ITSS. Adapun PT ITSS adalah salah satu penyewa dan rekanan yang beroperasi di kawasan PT IMIP.
Juru kampanye energi Trend Asia, Arko Tarigan, menyampaikan, insiden berulang ini seharusnya tidak terjadi jika mekanisme keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ditegakkan. Seharusnya kecelakaan kerja di PT ITSS sebelumnya memberikan pelajaran yang cukup untuk perbaikan kinerja keselamatan di lapangan. Trend Asia mencatat, selama 2015-2023 terjadi 93 insiden kecelakaan kerja di semua smelter nikel di Indonesia. PT ITSS penyumbang tertinggi angka kematian pekerja. ”Hal ini menitikberatkan masalah impunitas yang dialami perusahaan dalam isu keamanan, termasuk atas insiden-insiden yang lalu. Peme- rintah seharusnya membuat perusahaan jera,” katanya. Ia mendesak agar kepolisian, kementerian, dan dinas terkait harus mampu memaksa ada perubahan praktik industri yang lebih baik dan dilakukan secara transparan. (Yoga)
Kuliner Viral Penambah Denyut Pasar
Di era media sosial, kuliner legendaris di pasar-pasar tradisional Yogyakarta Berjaya berkat fenomena viral. Hubungan transaksional antara penjual dan pembeli menjadi lebih beraneka ragam. Denyut pasar pun terus hidup, tanpa putus. Bu Sirep (75) sibuk menggarit tumpukan tempe untuk digoreng di depan warung makannya di Pasar Ngasem, Yogyakarta, Sabtu (8/6). Jam menunjukkan pukul 07.30, tapi antrean pembeli terus mengular panjang. Puluhan orang yang kelaparan tidak sabar menyendokkan bubur atau nasi hangat beserta lauk pilihan ke piring untuk sarapan. ”Saya tidak kebayang warung saya akan seramai ini, mikirnya santai gitu. Dulu memang saya minta sama Allah agar warung saya laris, tapi maksudnya yang biasa-biasa aja, enggak seperti ini,” kata Sirep dengan wajah bahagia. Warung Makan Bu Sirep merupakan salah satu tujuan wisata kuliner untuk sarapan yang populer di kota pelajar ini. Tersedia lebih dari 30 menu masakan tradisional Jawa, mulai dari ayam goreng, lele mangut, tempe gembus, hingga berbagai macam sayur.
Selain lezat, harga makanannya murah meriah. Menu termurah seharga Rp 10.000. Sirep sudah berjualan di sana sejak 2011. Dulu ia cukup memasak 10 kg beras sehari, sekarang ia membutuhkan sekitar 30-40 kg beras sehari. Bahkan, 50 kg sehari saat akhir pekan. Soalnya, bukan hanya warga lokal saja yang datang, tetapi juga wisatawan luar daerah. Titik puncak keramaian baru terasa tiga tahun belakangan ini. Dia sampai bingung sendiri kenapa hal ini bisa terjadi. ”Pembeli-pembeli ada yang ngasih tahu kalau tahu warung dari Tiktok. Katanya viral dan sampai sekarang juga banyak yang sering datang rekam,” tutur Sirep yang mempekerjakan 10 orang untuk membantunya. Setelah doa Sirep terjawab, rezekinya bertambah. Dalam sebulan, ibu empat anak ini mampu meraup keuntungan bersih sedikitnya Rp 10 juta setiap bulan. Setimpal dengan pengorbanannya yang harus bangun pukul 02.00 setiap hari untuk memasak.
Viralnya warung Bu Sirep di medsos masih terasa sekarang. Setiawati (48), warga Yogyakarta, untuk kali pertama menginjakkan kaki di Pasar Ngasem pagi itu demi menyantap bubur yang dia lihat di Tiktok beberapa bulan lalu. ”Saya penasaran yang mana sih warungnya. Ternyata rasanya enak karena saya juga senang bubur dan masakan Jawa,” kata Wati bersemangat. Medsos membuat relasi timbal balik antara penjual dan pembeli semakin bervariasi. Penjual dan pembeli di masa lalu hanya bertransaksi dalam bentuk penukaran makanan dan uang. Sekarang, penjual mendapat keuntungan promosi di medsos pembeli, sedang pembeli menggunakan penjual dan makanan untuk kebutuhan konten. Kadis Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, kuliner legendaris di pasar tradisional berkontribusi besar pada keberlangsungan pasar. Hampir setiap pasar di Yogyakarta punya kuliner tradisional. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









