Ekonomi
( 40460 )Awas, Jangan Tertipu Ikan Koi yang Ditato
Koi merupakan salah satu komoditas ikan hias eksotik paling favorit di Indonesia. Ikan hias air tawar ini mendominasi ekspor ikan hias, selain ikan arwana super red, cupang, dan mas koki. Ikan koi yang asalnya dari Jepang, mampu dikembangbiakkan secara masif oleh pembudidaya lokal. Indonesia berambisi jadi eksportir ikan hias terbesar di dunia pada tahun 2025. Ikan koi jadi salah satu komoditas yang diandalkan. Tak pelak, kualitas dan mutu ikan hias menjadi target yang harus digapai untuk mendorong perdagangan dan nilai jualnya.
Merujuk data ITC Trademap, pada 2017-2022, pertumbuhan nilai impor ikan hias global mencapai 2,63 % per tahun. Impor ikan hias dunia didominasi ikan hias air tawar dengan porsi 77,3 %. Pada 2022, Indonesia mampu mencapai pangsa pasar ikan hias global sebesar 11,1 % dan menempati posisi ke-2 eksportir ikan hias terbesar dunia setelah Jepang. Menjelang akhir 2023, Blitar, Jatim, dihebohkan dengan kasus ikan koi ditato. Ikan koi tubuhnya dipoles dan sisiknya ditato sedemikian rupa agar motif dan warnanya ciamik sehingga harganya melonjak menjadi puluhan juta rupiah.
Modus penipuan dengan memodifikasi tubuh ikan koi itu menggemparkan jagat pelaku koi di Blitar yang lekat sebagai sentra budidaya koi dan menuai kecaman dari pehobi koi. Salah satu pegiat koi, Solaris Koi Media, dalam kanal Youtubenya, turut mengangkat kasus itu dan mengingatkan pelaku penipuan untuk tidak mengulangi perbuatannya. ”Kita ancam pelakunya, berhenti segera. Jangan jual (koi ditato) lagi. Kalau tidak, kita perdalam dan akan kita pidanakan,” ujar Hendri Solaris, dalam tayangan Youtube ”Heboh Ikan Koi Tatto! Kreatif atau Penipuan?” pada Oktober 2023. Gilang, pedagang koi di Blitar, menyatakan, terungkapnya kasus koi ditato pengujung tahun lalu itu sangat meresahkan dan menipu banyak orang.
Tubuh dan sisik yang ditato serta penambahan warna membuat koi secara fisik semakin menarik dan mendongkrak nilai jual. Namun, imbasnya citra unggul ikan koi tercemar akibat kasus tersebut. Ia pernah menjadi salah satu korbannya. Seekor ikan koi dengan pola tubuh dan sisik hitam yang unik dia beli seharga Rp 3 juta, lalu ia jual ke konsumen Rp 8 juta. Ternyata, warna hitam di tubuh koi itu luntur. Kecurigaan bahwa ikan koi itu ditato pun mencuat setelah viralnya kasus koi ditato. ”Ini jelas merugikan dan mengabaikan perikehewanan. Pelanggar harus dikejar sampai ketemu,” ujar Gilang. Meski perilaku membuat pola pada tubuh ikan dinilai kreatif, hal ini sangat terlarang dan merugikan konsumen. (Yoga)
Pusat Data Perlu Banyak Tenaga Kerja Terampil
Tenaga kerja terampil semakin banyak dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas pusat data. Di Indonesia, Batam dan Jabodetabek menjadi wilayah target pembangunan pusat data. ”Industri fasilitas pusat data kekurangan suplai tenaga kerja. Pada saat pandemi Covid-19, kebiasaan warga bergeser ke digital dan berbagai industri mengikuti tren itu dengan gencar melakukan transformasi digital,” ujar CEO NeutraDC Nxera Batam Indrama YM Purba seusai sharing session di Jakarta, Jumat (14/6). Transformasi digital terus berlanjut setelah pandemi dan membutuhkan fasilitas pusat data. Kebutuhan talenta terampil untuk pusat data berasal dari berbagai latar pendidikan.
Ini mengikuti komponen-komponen di pusat data, antara lain, bangunan fisik, jaringan, keamanan siber, dan UPS. ”Talenta untuk fasilitas pusat data itu banyak, dari konsultan, tenaga konstruksi, hingga operasional. Baik di Batam atau Jabodetabek sedang (marak) pembangunan pusat data. Ketika ditanya apakah kekurangan talenta, ya, jawabannya kurang,” kata Indrama. Mengutip laporan riset Uptime Institute, 53 % operator fasilitas pusat data di dunia pada 2022 melaporkan kesulitan menemukan karyawan yang memenuhi syarat. Padahal, pada 2021, hanya 47 % operator pusat data yang melaporkan susahnya mencari talenta terampil. Pada 2018, hanya 38 % operator yang kesulitan.
Laporan yang sama menyebut, setidaknya 2,3 juta pekerja penuh waktu akan dibutuhkan untuk menjaga pusat data tetap beroperasi secara global pada 2025. Permintaan itu terutama datang dari raksasa internet dan penyedia kolokasi pusat data di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. Guna mengatasi kekurangan talenta fasilitas pusat data, Uptime Institute menyarankan, para pemimpin industri harus bekerja sama meningkatkan perekrutan dan pelatihan. Strategi perekrutan dan pendampingan tradisional harus diganti dengan pendekatan baru yang memanfaatkan transformasi digital dan tren inovasi terkini. NeutraDC Nxera Batam, kata Indrama, akan mengombinasikan tenaga kerja dari dalam dan luar Batam dengan harapan supaya ada transfer ilmu. (Yoga)
lnflasi Terjaga, Presiden Ajak Waspadai Tantangan Iklim
Presiden Jokowi menyebut inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2024 di 2,84 % merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pencapaian ini dinilai patut diapresiasi karena inflasi pada satu dekade lalu masih di angka 9,6 %. Pertumbuhan ekonomi pun baik, berada di angka 5,11 %. ”Ini segar, segar kalau seperti ini. Tapi, kita harus tetap waspada, hati-hati, tidak boleh lengah. Tantangan ke depan tidak mudah. Saya kira, Bapak, Ibu, emuanya sudah mendengar warning Sekjen PBB bahwa dunia menuju pada neraka iklim. Ngeri,” ujar Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). Dalam TPID Award tersebut, provinsi yang meraih kinerja terbaik tahun 2024 adalah Kepri, Jateng, Kalsel, Sultra, dan NTB.
DKI Jakarta tergolong provinsi dengan inflasi rendah. Adapun kabupaten/kota berkinerja terbaik adalah Pekanbaru, Madiun, Banjarmasin, Bone, dan Mataram. Presiden menyebut tantangan iklim ini sebagai neraka ik lim karena suhu akan mencapai rekor tertinggi pada lima tahun ke depan. ”Hati-hati, satu tahun terakhir ini kita rasakan betul adanya gelombang panas, periode terpanas. Di India bahkan sampai 50 derajat, di Myanmar 45,8 derajat, panas sekali,” tambahnya. Menurut Presiden, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan memprediksi situasi dunia akan mengalami kelaparan berat pada 2050 jika kondisi seperti saat ini dibiarkan.
Bencana kelaparan ini harus mulai diantisipasi karena 50 juta petani akan kekurangan air yang berdampak pada kekurangan pangan. ”Jangan main-main urusan kekeringan, urusan gelombang panas. Larinya bisa ke inflasi. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang, artinya harga pasti akan naik. Hukum pasarnya seperti itu,” kata Presiden. Dalam tiga bulan terakhir, Kementan serta Kementerian PUPR diperintahkan bekerja sama dengan TNI untuk secepatnya memasang 20.000 pompa di sentra produksi beras. Pompanisasi diperlukan sebagai antisipasi kekeringan pada musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga Oktober. (Yoga)
Bantu Urai Isu Sampah, Plastic Odyssey Singgah di Ambon
Masalah sampah jadi isu yang hingga kini belum terpecahkan di banyak daerah, termasuk di Kota Ambon, Maluku. Jumlah sampah yang terus meningkat tidak diiringi peningkatan kapasitas pengelolaan sampah menyebabkan kualitas lingkungan di pesisir Teluk Ambon tercemar. Kapal Plastic Odyssey dari Perancis berlabuh di Ambon, Jumat (14/6) menawarkan solusinya. Kadis Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon Alfredo Hehamahua menjelaskan, sampah plastik memang menjadi pergumulan besar Kota Ambon. Sebanyak 220 ton sampah dihasilkan per hari dengan 185 ton berakhir di TPA. Sisanya terbuang ke laut atau dibuang sembarangan di mana saja. Kehadiran kapal Plastic Odyssey dari Perancis ini disambut baik karena memberi solusi persoalan sampah plastik di ibu kota Provinsi Maluku ini.
Ambon menjadi kota pertama yang disambangi kapal dengan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Selanjutnya, kru kapal akan singgah di beberapa kota lain Indonesia, seperti di Makassar, Sulsel; dan Jakarta. ”Masalah sampah plastik di Ambon belum terpecahkan oleh pemda. Jumlah sampah terus meningkat seiring penambahan jumlah penduduk,” ujarnya di Ambon, Jumat. Selain penambahan penduduk, pemicu darurat sampah di Ambon, adalah sarana dan prasarana yang minim. Masyarakat juga belum memiliki pengetahuan yang tepat soal pengelolaan sampah. Ambon pun kerap menerima sampah dari wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang tidak memiliki angkutan sampah memadai.
Persoalan sampah tak hanya di darat, tetapi hingga pesisir Teluk Ambon. Di kota ini, terdapat 104 saluran terbuka berupa sungai kecil yang bermuara ke Teluk Ambon sehingga sampah yang tidak terangkut masuk ke laut. Ditambah, perilaku buang sampah sembarangan ke sungai. ”PAD dari retribusi sampah tidak signifikan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan untuk mencari solusi,” ujarnya. Pendiri Plastic Odyssey, Simon Bernard, menjelaskan, kehadiran kru kapal Plastic Odyssey di Kota Ambon adalah untuk membekali masyarakat lokal dengan alat dan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah, untuk menciptakan kota yang lebih bersih.
Dengan pendekatan daur ulang, sampah plastik dapat diolah menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi, seperti meja dan kursi. Penerapan teknologi daur ulang skala lokal ini dapat dimulai dengan peralatan yang harganya cukup terjangkau. Selanjutnya, teknologi ini dapat direplikasi oleh pengusaha lokal sehingga bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemilihan Ambon sebagai tujuan ekspedisi karena kota ini sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah plastik. Dari situs resmi Plastic Odyssey disebutkan, setiap menit ada 19 ton sampah plastik dibuang ke laut. Jika tidak ada langkah konkret menangani sampah, terutama sampah plastik, pada 2050 ada lebih banyak plastik daripada ikan. (Yoga)
Audit Berjenjang Keamanan di Kawasan IMIP
Jaminan keamanan dan keselamatan pekerja di kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, kembali disorot setelah terjadi semburan uap panas, Kamis (13/6) pukul 22.00. Lokasi kecelakaan di salah satu area tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS, yang meledak akhir Desember 2023. Dua pekerja terluka sehingga harus dirawat intensif. Ironisnya, kecelakaan kerja ini terjadi saat karyawan berusaha membersihkan lantai tungku yang meledak akhir tahun lalu. Ketua Serikat Buruh Industri, Pertambangan, dan Energi (SBIPE) IMIP Henry, Jumat (14/6), menyampaikan, dua pekerja yang terluka adalah Jekmaryono dan Yudarlan. Keduanya kini dirawat di RSUD Bungku. Saat hendak mencairkan gumpalan baja yang membeku, pekerja diperintah supervisornya untuk menyiram lelehan panas dengan air. Saat proses menyiram, ledakan terjadi.
Kejadian ini menambah panjang kecelakaan kerja di kawasan PT IMIP. Hal ini menunjukkan tidak adanya perbaikan berarti yang dilakukan perusahaan. Situasi tersebut membuat perlindungan terhadap buruh berkurang sehingga kecelakaan terulang, bahkan di bagian dan tempat sama. ”Karena itu, sangat penting dilakukan audit menyeluruh melalui tim independen yang melibatkan serikat buruh sebagaimana yang kami sampaikan saat tragedi ITSS pada Desember 2023,” ucap Henry. Pemerhati kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Andi Erwin memberikan pendapat yang sama. Agar tidak terjadi kecelakaan lagi, menurut dia, perlu dilakukan audit berjenjang, mulai dari penerapan regulasi keselamatan, sistem manajemen K3 yang dibangun oleh pengelola kawasan, hingga penerapan SOP di lapangan.
Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan, kecelakaan kerja terjadi di sekitar tungku yang meledak Desember 2023. Karyawan sedang membersihkan tungku yang menurut rencana digunakan kembali dan sudah berjalan tiga hari. Pada Kamis malam, sejumlah pekerja ditugasi membersihkan lantai pabrik dari lelehan kerak baja yang mengeras dengan alat serupa las. Saat pembersihan, ada inisiatif menyiram kerak baja dengan air. Saat disiram, terjadi semburan uap panas yang mengenai dua pekerja. Dedy membantah insiden itu berupa ledakan. ”Ini adalah semburan uap panas dari pembersihan kerak baja,” katanya. Tim saat ini berusaha mengumpulkan informasi dan menyelidiki kejadian tersebut. Idealnya, pembersihan tidak dilakukan dengan menyiramkan air yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. (Yoga)
Daniel Boinbalan Menjaga Tradisi dengan Sirih
Menginang sudah menjadi tradisi masyarakat Timor, NTT. Sayangnya sirih, komponen penting menginang, belum mendapat perhatian serius masyarakat. Daniel Boinbalan (35) melihat peluang untuk membudidayakan sirih sekaligus menjaga tradisi menginang. Minggu (2/6) siang, Daniel mengurus tanaman sirih di kebunnya di Kampung Sokon, Kupang, NTT. Di kampong yang terpencil itu, Daniel membudidayakan sirih. Tanaman itu berderet rapi, batangnya memanjat jaring atau para-para. Ia siram tanaman itu tiga kali sepekan agar batang sirih tetap lembab dan terus menghasilkan buah. Daniel membudidayakan tanaman hortikultura sejak 2012. Ia mendirikan kelompok tani Oetun, yang berarti ’tunas air’. Anggota Oetun yang ia ketuai saat ini 25 orang.
Kelompok ini pernah dikirim Pemkot Kupang untuk studi banding dua pekan di Makassar, Sulsel, pada 2014. Akan tetapi, budidaya hortikultura buat mereka sangat rumit. Pada 2017, Daniel mulai menanam 10 batang tanaman sirih dsamping rumahnya. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan menginang bagi tetamunya. ”Sebagai ketua RT, saya memiliki banyak tamu. Setiap ada urusan, saya harus menyajikan sirih, pinang, dan kapur kepada mereka. Biaya membeli bahan-bahan ini sampai Rp 100.000. Makanya saya tanam sirih dan pinang,” kata Daniel. Tanaman sirih itu menarik perhatian warga Sokon yang datang dan membelinya untuk menginang. Belakangan, pedagang sirih dan pinang di Kota Kupang juga datang dan membeli hasil panen kebun Daniel. Ia menjual tujuh buah sirih Rp 5.000 kepada warga Sokon, kepada pedagang ia menjual Rp 5.000 per tiga buah.
Melihat sirihnya laku dijual, Daniel memutuskan berhenti membudidayakan tanaman hortikultura dan beralih menanam sirih. Kini, ia memiliki 320 batang tanaman sirih. Dia bisa mendapat untung Rp 4 juta-Rp 6 juta per bulan dari penjualan buah sirih. Tanaman itu pun bisa berbuah sepanjang tahun. Setiap batang muncul dan menjalar, di situ pula muncul buah baru. Setiap bulan selalu ada uang masuk. Menanam sirih pun mudah. Tinggal tancapkan stek di tanah. Perawatannya sederhana dibandingkan tanaman hortikultura. Cukup disiram rutin saat musim kemarau. Dalam 3-4 bulan tanaman baru sudah bisa berbuah. Proses panen bahkan tak perlu biaya besar. Kini, ia memiliki 250 pelanggan tetap. Buah sirih yang bagus dijual Rp 10.000 per lima buah.
Buah kurang bagus dihargai Rp 10.000 untuk 15 buah. ”Dua pekan sekali saya antar ke lapak pedagang yang memesan. rata-rata tiap lapak membeli 2 kg sirih segar. Saya juga punya 200 pohon pinang. Sebagian pohon sudah bisa dipanen satu tahun lagi. Pedagang sedang menunggu pinang ini,” katanya. Peracik jamu pun menjadi pelanggannya, untuk membeli daun sirih. Setiap 20 lembar daun sirih dihargai Rp 10.000. Namun, Daniel membatasi penjualan daun agar tanaman sirih tetap berbuah normal. ”Kami tidak butuh uang, tetapi sirih pinang. Ini bagian dari adat nenek moyang kami. Jika perempuan dihargai dengan uang, itu seperti kami menjual anak gadis,” kata Herman Klau, warga Malaka. Karena itu, membudidayakan tanaman sirih dan pinang bagi Daniel adalah salah satu usaha untuk melestarikan budaya turun-menurun masyarakat Timor. Ia berharap langkahnya bisa diikuti warga lain. (Yoga)
BI Intervensi Hingga Tarik Portofolio Asing
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Lagi
Laba 2023 Meroket, BRPT Siap Menyebar Dividen
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) siap menyebar dividen sebesar US$ 5 juta dari laba bersih tahun buku 2023. Dengan menggunakan asumsi kurs pada penutupan pasar Jumat (14/6) Rp 16.412 per dolar Amerika Serikat, nilai dividen yang dibagi BRPT setara Rp 82,06 miliar. Pembagian dividen tersebut sudah direstui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRPT yang digelar pada Jumat (14/6). Jika dihitung, rasio dividen BRPT jumlahnya setara 19,15% dari laba bersih tahun 2023 sebesar US$ 26,11 juta, naik dari US$ 1,75 juta pada 2022. Sekretaris Perusahaan & Direktur Barito Pacific David Kosasih bilang, para pemegang saham juga menyetujui alokasi sebesar US$ 20,85 juta sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha. Ini setara 79,85% dari laba bersih tahun buku 2023. Sisanya US$ 260.000 atau sekitar 1% disisihkan sebagai cadangan wajib. Selain RUPST, BRPT juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Direktur Barito Pacific Diana Arsiyanti mengungkapkan, dalam agenda tersebut para pemegang saham menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri dengan cara pembagian saham bonus.
Dalam agenda itu, BRPT melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang terakhir, sisa dan hasil pelaksanaan waran Rp 117 miliar. Dana itu akan dipakai untuk modal kerja BRPT dan entitas anak. BRPT juga melaporkan hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp 972,7 miliar. Dana ini untuk membayar sebagian utang jangka panjang dan obligasi. Dari dana itu, realisasi yang telah terpakai Rp 129,6 miliar. Sisa dana Rp 843,1 miliar ditempatkan pada rekening milik BRPT pada bank di Indonesia. Selain itu, BRPT menghimpun dana Rp 991,8 miliar dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2023. Dana itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang jangka panjang dan utang obligasi milik BRPT. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas memproyeksi, prospek kinerja BRPT ada peluang membaik. Terutama, dari sisi perbaikan cost produksi jika harga komoditas bisnis BRPT turun. Dampaknya, harga bahan baku produk BRPT ikut turun, sehingga bisa memperbaiki margin emiten ini. Analis InvestasiKu, Cheril Tanuwijaya sepakat, kinerja BRPT ke depan masih relatif riskan terhadap potensi harga minyak yang volatile di tahun ini.
Tambah Modal Kerja, Emiten RIlis Obligasi
Sejumlah emiten berniat menerbitkan obligasi. Salah satunya PT Sumber Global Energy Tbk (SGER). Emiten batubara ini siap menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2024. Dikutip dari prospektus ringkas di Harian KONTAN, Jumat (14/6), SGER menawarkan obligasi dengan nilai pokok maksimal Rp 500 miliar. Obligasi ini terdiri dari seri A dan B, yang dijamin full commitment. Masing-masing seri ditawarkan 100% dari jumlah pokok obligasi. Dari penerbitan obligasi, SGER membidik dana Rp 1 triliun. Sekitar 25% guna pelunasan penuh utang dan 75% untuk modal kerja. Obligasi Seri A SGER memiliki jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi dan seri B bertenor dua tahun sejak emisi. Bunga obligasi dibayar per tiga bulan.
Bunga obligasi pertama akan dibayar SGER pada 10 Oktober 2024. "Bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayar 20 Juli 2025 untuk obligasi seri A dan 10 Juli 2026 untuk seri B," terang manajamen SGER. Bunga obligasi dibayar tiap tiga bulan. Pembayaran pertama 8 Oktober 2024 dan terakhir sekaligus jatuh tempo pelunasan pokok obligasi masing-masing seri pada 18 Juli 2025 Seri A dan 8 Juli 2027 seri B. Hasil penerbitan obligasi BWPT, sekitar Rp 70 miliar untuk membayar sebagian pinjaman di lembaga keuangan bukan bank. Sisanya untuk modal kerja.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









