;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

HAK PARTISIPASI : BUMD Kepri Siap Kempit North West Natuna

19 Jun 2024

Hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 10% Blok North West Natuna siap dimiliki oleh badan usaha milik daerah (BUMD) energi Provinsi Kepulauan Riau. PT Pembangunan Kepri North West Natuna—anak dari PT Pembangunan Kepri—akan segera menerima pengalihan PI dari PT Bumi Pratiwi Hulu Energi (Prima Energi). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri M. Darwin, Selasa (18/6). Dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Bumi Pratiwi selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola kegiatan usaha di hulu minyak dan gas (migas) di Blok North West Natuna (NWN) di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, baru-baru ini. Dia menambahkan bahwa besaran PI yang akan dikelola BUMD juga termasuk dalam pokok bahasan kesepakatan. “Pembahasan akan segera dilakukan oleh KKKS dengan BUMD. Besaran PI akan tergambar di sana. Mereka akan saling melihat data, rencana produksi, biaya produksi, harga minyak, dan beberapa faktor lain. Faktor itu yang akan menentukan berapa bagian pemerintah daerah,” jelasnya. Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan keterlibatan daerah dalam pengelolaan wilayah kerja migas melalui PI 10% memberikan banyak manfaat. “Untuk itu, dalam pengelolaan dana PI 10% wilayah kerja migas di Kepri, kami butuh BUMD yang sehat, berinovasi, dan kami harus mengikuti perkembangan zaman yang makin hari makin maju” katanya.

China Mau Keamanan Pasokan Logam

19 Jun 2024

Meski telah merajai pasokan logam tanah jarang global, China masih mengamankan rantai pasokannya, dengan memfokuskan kerja sama dengan Australia soal penambangan dan pengolahan logam tanah jarang. Beijing mau perusahaan tambang China tetap leluasa menambang dan mengelola logam tanah jarang di Australia. Adapun Australia menegaskan berhak menjual pasokan logam mereka kepada banyak pihak. Hal itu mengemuka dalam kunjungan PM China Li Qiang ke Perth, Negara Bagian Australia Barat, Selasa (18/6). Li berkunjung ke Tianqi Lithium Energy Australia, pabrik pengolahan litium yang 51 % sahamnya dimiliki perusahaan China dan sisanya oleh perusahaan Australia.

Australia Barat merupakan penghasil 39 % litium dunia. Bersama negara bagian selain Australia Barat, Australia memasok 52 % litium global. Mayoritas dari litium Australia ini diekspor ke China untuk diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik dan komponen peralatan elektronik. Australia baru-baru ini memulai industri pengolahan litium, sebelumnya litium diekspor sebagai mineral mentah. ”China mengharapkan Australia bertindak adil dalam menyediakan kesempatan yang setara bagi perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi. Jangan ada diskriminasi karena kerja sama adalah kunci kita bisa meraih kesejahteraan bersama,” kata Li, dikutip kantor berita nasional China, Xinhua.

PM Australia Anthony Albanese berbicara kepada sejumlah media Australia, salah satunya surat kabar West Australian, menegaskan, Canberra sangat terbuka terhadap investasi asing di semua bidang. Ia menekankan, Australia tidak bermaksud memutus rantai pasok ataupun merobohkan jembatan yang menghubungkan perekonomian dengan negara mana pun. ”Namun, patut dimengerti bahwa Australia juga menginginkan meragamkan pangsa pasar. China memang konsumen nomor satu kita. Akan tetapi, kita tetap perlu mencari negara-negara lain untuk menjadi konsumen dan melakukan diversifikasi,” katanya. (Yoga)


Gejolak Cuaca Ganggu Kalender Tanam

19 Jun 2024

Gejolak cuaca menyebabkan kalender tanam yang biasanya mengikuti perhitungan tradisional pranata mangsa tak bisa diterapkan lagi. Para petani di pusat produksi padi di Pulau Jawa harus berjuang menghadapi ketidakpastian cuaca, nyaris tanpa pendampingan. ”Saat ini mangsa bodho (musim bodoh). Musim kemarau dan panas, tiba-tiba hujan. Musim hujan, bisa panas kering. Jadinya petani sering tertipu musim,” kata Wardiono (58), Ketua Kelompok Tani Manunggal Roso, Desa Sumber, Klaten, Jateng. Ditemui di sanggarnya, bersama belasan petani lain, Jumat (14/6) sore, Wardiono, yang dikenal sebagai penggerak petani alami, menyampaikan kian beratnya beban petani saat ini. ”Petani saat ini semakin terimpit keadaan. Harga jual pa nen tidak pasti, demikian juga cuaca. Sementara hama semakin banyak dan harga-harga kebutuhan semakin meningkat,” katanya.

Menurut Wardiono, perhitungan tradisional ini tak bisa lagi jadi patokan dalam pertanian. Situasi lebih sulit dihadapi para petani yang lahannya tak didukung irigasi dan bergantung pada tadah hujan. Bahkan, prediksi BMKG, menurut Tri Joko (52), petani di lahan tadah hujan dari Temu Wangi, Klaten, sudah tak dapat diandalkan. ”Lima tahun lalu prediksi BMKG soal kemarau panjang ternyata malah hujan. Petani tembakau di Klaten bangkrut, jagung juga hancur,” ucapnya. ”Belakangan, BMKG mulai tepat, tetapi masih sulit juga jadi pegangan karena belum rinci,” ujarnya. Menurut Tri, petani di lahan tadah hujan lebih rentan terhadap gejolak cuaca. ”Tanam padi di sawah kalau dua minggu saja tidak ada hujan bisa kekeringan. Di lahan kering juga gulmanya lebih banyak,” katanya.

Tamrin Khamidi, petani dari Desa Jembayati, Tegal, Jateng, mengatakan, cuaca tak menentu menjadi penyebab petani di wilayahnya gagal tanam padi. ”Tahun lalu hanya 50 % petani di Tegal yang bisa tanam saat MT 2 (musim tanam kedua),” ucap anggota Gerakan Petani Nusantara ini. Semakin sulitnya memprediksi cuaca dan banyaknya serangan hama menyebabkan banyak petani padi beralih menanam hortikultura. Pergeseran komoditas ini juga dipicu perubahan suhu yang kian panas. Fitriawati (45), petani dari Jembayat, Tegal, juga mengungkapkan, daerah tempatnya bertani menyerupai Bumijawa. ”Tanam padi lebih sering ruginya. Selain biaya mahal, cuaca juga tidak menentu. Akhirnya lebih banyak tanam mentimun dan kacang panjang,” katanya. (Yoga)


Industri Mencari Alternatif Solusi dan Tahan Ekspansi

19 Jun 2024

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan tingginya tingkat suku bunga akan meningkatkan biaya produksi sehingga membuat sektor usaha terpukul. Pengusaha berusaha mencari alternatif solusi agar bisa bertahan dan menahan ekspansi bisnis.Tidak menutup kemungkinan terjadi penyesuaian harga produk ke konsumen. Namun, hal ini juga berpotensi semakin menggerus daya beli warga. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada perdagangan Jumat (14/6), rupiah ditutup pada level Rp 16.374 per dollar AS atau melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023. Sementara, data Bloomberg menunjukkan, indeks dollar AS terhadap mata uang utama per Selasa (18/6) siang tercatat berada pada level 105,4 basis poin (bps) atau menguat 0,09 % dibanding perdagangan hari sebelumnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, depresiasi rupiah meningkatkan biaya produksi. Kenaikan suku bunga juga turut memberikan beban tambahan sehingga semakin menyulitkan para pengusaha, baik yang berorientasi pasar dalam negeri maupun ekspor ”Sedangkan, daya beli masyarakat dalam negeri juga terpuruk dan negara-negara tujuan ekspor juga mengalami persoalan dalam logistik akibat konflik geopolitik yang terjadi. Pada akhirnya, para pengusaha mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut tercermin dari jatuhnya pasar saham saat ini,” katanya, Selasa. Kondisi serupa juga dirasakan industri makanan dan minuman Tanah Air.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan, pelemahan rupiah akan memukul industri lantaran masih banyak bahan baku impor dan biaya-biaya lain yang dibayar dengan dollar AS. Apalagi, biaya pengapalan luar negeri saat ini melonjak hingga 3-4 kali lipat. Sementara pangsa pasar ekspor semakin kompetitif karena para pembeli tertekan sehingga mereka meminta harga lebih murah. ”Industri mengantisipasi dengan efisiensi serta mencari alternatif sumber daya yang berasal dari lokal atau negara lainnya. Selain itu, tentu setiap perusahaan akan menentukan sendiri apakah harus menaikkan harga, resize (memperkecil ukuran), atau alternatif lainnya agar tetap bisa menyesuaikan daya beli konsumen,” ujarnya. (Yoga)


Gen Z Merombak Bisnis Olahraga

19 Jun 2024

Sebuah surat dari Direktur Komite Olimpiade Internasional Mark Adams termuat di rubrik Letter to Editor di Financial Times akhir Mei lalu, mengklarifikasi tulisan yang mengkritik komunikasi Olimpiade Paris 2024. Mark pun menjelaskan bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) terus beradaptasi. Ada olahraga baru yang bakal ditampilkan di Paris, yaitu skateboard, panjat tebing, BMX gaya bebas, bola basket 3x3, dan tari patah (break dance). Semuanya berusaha menghadirkan penonton baru, lebih muda, tetapi juga tetap terhubung dengan penggemar lama. Mark memaparkan bahwa penonton yang lebih muda pasti memilih cara berbeda untuk mengonsumsi olahraga, melalui berbagai platform digital. Namun, dia mengingatkan, jika fundamentalnya bagus, jumlah penontonnya juga bagus. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 ditonton lebih dari 3 miliar penggemar individu melalui berbagai kanal.

Jumlah view mencapai 28 miliar di platform resmi atau naik 139 % dibanding Olimpiade Rio 2016. Sementara, ada lebih dari 6 miliar view di media sosialnya. Panitia Olimpiade juga menyadari keinginan penonton muda. Mereka inilah yang menunjukkan ke mana arah olahraga harus dikembangkan. Mereka itu sering kali bermain di luar stadion dan di jalanan. Generasi Z ini lebih bersifat urban, lebih segar, lebih inklusif, dan lebih berpikiran berkelanjutan. Olimpiade tak bisa menghindar dari perkembangan ini sehingga mereka mengikutinya. Cabang olahraga lama tentu masih dipertahankan, tetapi kenyataan baru memang harus diadopsi. Contohnya tari patah yang memberi suasana lebih segar. Beberapa kalangan mungkin kagok dan melihat perubahan itu terkesan aneh, termasuk soal bagaimana menentukan tari patah itu sebagai pertandingan olahraga. Ada aturan dalam penilaian cabang olahraga yang satu ini. Atlet mendapatkan poin untuk kreativitas, kepribadian, teknik, variasi, performativitas, dan musikalitas.

Keberhasilan dalam olahraga ini memerlukan penggabungan gerakan tarian dari tiga kategori dasar: top rock, down rock, dan freeze. Tari patah dipastikan akan makin menarik para penonton muda dengan melihat gerakan-gerakan dinamis dan menantang. IOC harus melakukan perubahan yang drastis karena Budaya fandom tengah hadir. Fandom diartikan sebagai komunitas atau kelompok penggemar yang memiliki antusiasme yang tinggi terhadap orang, hobi, atau kegiatan yang sama, termasuk olahraga. Sebuah lembaga bernama Youth Lab membuat beberapa saran. Preferensi gen Z terhadap konten berukuran kecil di media sosial menandakan pentingnya membuat konten yang ringkas yang dapat dengan mudah dikonsumsi dan dibagikan. Mereka mendambakan keaslian dan mencari akses di balik layar pada kehidupan atlet. Mereka juga sadar pada isu-isu sosial. Merek perlu berkolaborasi untuk memperkuat jangkauan dan keterlibatan gen Z. (Yoga)


Himbara Kontributor Utama ke Kas Negara

19 Jun 2024

Sektor perbankan diproyeksi akan menjadi tumpuan BUMN untuk merealisasikan setoran dividen kepada negara yang tahun ini ditargetkan sebanyak Rp 85,8 triliun. Proyeksi itu sejalan dengan komitmen Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang memastikan akan mengucurkan dividen berlimpah tahun ini. Pemerintah bersama Panitia Kerja A Badan Anggaran DPR sepakat menaikkan target setoran dividen BUMN pada 2024 menjadi Rp 85,8 triliun, naik Rp 5 triliun dari target sebelumnya yang tertuang dalam RUU APBN 2024, yakni Rp 80,8 triliun. Realisasi setoran dividen BUMN pada 2023 mencapai Rp 82,1 triliun, merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Setoran dividen yang masuk dalam pos Kekayaan Negara Dipisahkan ini juga tumbuh 102,1 % disbanding setoran dividen pada 2022, sebesar Rp 40,6 triliun.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan, jika dilihat dari sisi profitabilitas, gabungan laba keempat anggota Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, hampir separuh dari seluruh laba konsolidasi BUMN. ”Sektor jasa keuangan menyumbang salah satu profitabilitas paling besar dari keseluruhan laba konsolidasi BUMN. Mungkin lebih dari 50 %, sumbangan dari total laba konsolidasi BUMN diperoleh dari bank Himbara,” ujar Toto, Selasa (18/6) di Jakarta. Secara historis, besaran laba yang dihimpun Himbara tegak lurus dengan besaran setoran dividen yang disumbangkan perseroan terhadap negara.

Mengutip Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2022 yang disusun BPK, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyumbang dividen terbesar mencapai Rp 14,04 triliun, disusul Bank Mandiri (Rp 8,75 triliun), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Rp 7,73 triliun), PT Pertamina (Persero) (Rp 2,92 triliun), dan Bank Negara Indonesia (BNI) (Rp 1,63 triliun). Menurut Toto, kontribusi Himbara pada tahun anggaran 2023 dan 2024 tetap besar, mengingat kinerja bisnis dan keuntungan berkat pendapatan dari bunga yang cukup tinggi. Agar kinerja bank Himbara lebih optimal, keempat Bank Himbara perlu menurunkan margin bunga bersih (netinterestmargin/NIM). ”Ini agar biaya capital yang harus ditanggung debitor bisa semakin murah sehingga upaya-upaya melakukan diversifikasi pendapatan dengan masuk ke fee based income ke depan perlu semakin dicermati oleh para anggota bank Himbara,” kata Toto. (Yoga)


Pengeringan Ebi Terganggu

19 Jun 2024

Seorang anak terlihat sedang memisahkan kotoran dari ebi (udang kering) milik orang tuanya yang dijemur di Pantai Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (18/6/2024). Anomali cuaca yang terjadi dalam sepekan terakhir di wilayah itu membuat pengeringan ebi yang mengandalkan sinar matahari terganggu hujan. Hal ini mengakibatkan harga ebi naik dari Rp 30.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 50.000 per kg. (Yoga)

Pajak untuk Hunian di Bawah Rp 2 Miliar

19 Jun 2024

Pemprov DKI Jakarta tak lagi membebaskan PBB-P2 bagi seluruh hunian dengan nilai jual obyek pajak di bawah Rp 2 miliar. Keputusan itu tercantum dalam Pergub No 16 Tahun 2024 tentang Pemberian Keringanan, Pengurangan, dan Pembebasan serta Kemudahan Pembayaran PBB Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2024. Mulai tahun 2024 ini, bebas PBB-P2 hanya berlaku bagi satu hunian dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) terbesar. Penentuannya berdasarkan data dalam sistem perpajakan daerah per 1 Januari 2024. Hunian yang dimaksud dalam beleid ialah bangunan tempat tinggal, rumah tapak atau rusun, dan bangunan tak bersifat komersial atau kegiatan komersial kurang dari 50 % luas bangunan sesuai data perpajakan Bapeda DKI Jakarta. Banyak warga mempertanyakan aturan anyar ini melalui sosial media Bapeda DKI Jakarta, Selasa (18/6). Mereka terkejut ketika muncul pemberitahuan e-SPPT (surat pemberitahuan pajak terutang) PBB-P2.

Julius (43), warga Jakut, salah satunya. Ia menerima e-SPPT setelah bebas PBB-P2 sejak tahun 2015 karena NJOP rumah yang ditinggali di bawah Rp 1 miliar. Selanjutnya ia bertanya kepada admin akun sosial media Bapeda DKI Jakarta. Jawaban yang didapatkan, NIK harus valid atau nama pemilik di sertifikat dan e-SPPT mesti sama dan masih hidup. Ketentuan ini tak sesuai dengannya karena PBB masih atas nama sang kakek yang sudah lama meninggal dunia. ”Tidak ada sosialisasi kalau ada perubahan persyaratan. Sebelum bebas pajak, kami taat bayar dan tidak ada tunggakan,” ucapnya. Supaya bebas pajak, Julius harus mengganti nama sertifikat tanah dari kakek ke dirinya. Pengurusan ini belum bisa dilakukannya karena cukup merepotkan dan butuh biaya yang tidak sedikit. (Yoga)


Isrodin Napas, Pendidikan di Lereng Gunung Slamet

19 Jun 2024

Prihatin atas fenomena putus sekolah dan buta aksara di lingkungannya, Isrodin (42) mengabdikan dirinya di bidang pendidikan. Ia berikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tak mampu di lereng Gunung Slamet, Banyumas, yang ia lakukan sejak masih kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto. Saat itu, tahun 2006, ia mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Satria Tama. Setelah itu, ia aktif di beberapa kegiatan literasi. Belakangan, pada 2013, ia mendirikan sekolah gratis berbasis sukarelawan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis di Desa Gununglurah, Banyumas, Jateng, 18 km sebelah barat laut Alun-alun Purwokerto. Isrodin menceritakan bagaimana ia tergerak mendirikan MTs Pakis.  “Secara pribadi, saya bisa kuliah lalu melihat ada anak tidak sekolah sama sekali, SMA tidak, SMP tidak, rasanya tidak adil saja bagi saya. Masak mereka tidak punya kesempatan, rasanya tidak tega,” kata Isrodin di MTs Pakis, Selasa (4/6).

Bagi Isrodin, pendidikan bukan hanya soal seseorang lulus SD, SMP, dan SMA, melainkan juga soal bagaimana kita bisa hidup. Karena itu, pembelajaran yang dirintis Isrodin bagi siswa-siswinya juga beranjak dari persoalan kehidupan sehari-hari yang biasa ditemui para siswa di sekitar desanya yang berada di pinggir hutan. Soal perburuan burung, diatasi dengan mengajak siswa belajar fotografi, bukan dengan menembak mati atau menangkap burung itu untuk dijualbelikan. Hasil jepretan foto lalu dijadikan desain kaus yang bisa dijual. Sejumlah foto burung karya siswa-siswi dan sukarelawan MTs Pakis juga dipakai di novel berjudul Perahu Negeri: Catatan Sekolah Pinggir Hutan. Di novel karya para siswanya itu, ada foto burung takur tohtor (Psilopogon armillaris), bubut besar (Centropus sinensis), bentet kelabu (Lanius schach), dan elang jawa (Nisaetus bartelsi).

MTs Pakis ini dirintis Isrodin bersama para murid program Paket C di PKBM Argowilis di Baturraden yang Isrodin ajar sejak 2011.Ada sekitar 20 murid berusia 20-25 tahun mengikuti paket C dan tinggal di asrama Boarding School Bangun Desa, tempat Isrodin menjadi kepala sekolah di sana. Prihatin pada kasus putus sekolah, termasuk akibat pernikahan dini di Gununglurah, dia akhirnya mendirikan sekolah itu. ”Mohon maaf ada kecenderungan mereka yang putus sekolah, kalau perempuan biasanya menjadi ART, yang laki-laki menjadi buruh kasar,” kata Isrodin. Tidak ada guru tetap yang mengajar di sekolah ini kecuali Isrodin yang merangkap sebagai penjaga sekolah sekaligus kepala sekolah di MTs Pakis. Sehari-hari sekolah ini terbuka terhadap sukarelawan, seperti mahasiswa dan dosen, untuk mengajar di sekolah ini. ”Sekolah ini berbasis relawan, 60 % praktik di lapangan, 40 % lainnya belajar teori di kelas,” katanya.

Dalam menerapkan pembelajaran berbasis agroforestry ini, selain pengamatan burung sebagai praktik lapangan, sekolah ini juga memiliki peternakan kambing, budidaya kopi, dan produksi gula aren. ”Rohnya adalah bagaimana membangun desa, bukan pendidikannya saja, melainkan benar-benar membangun masyarakat, membangun SDM,” katanya. Pendidikan ini sangat berpengaruh pada nalar peserta didik, baik di sisi ekonomi maupun pergaulannya. Hingga kini ada 200 anak yang pernah belajar di MTs Pakis, 80 orang di antaranya berhasil lulus lalu melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi. Ada juga yang berhenti di tengah jalan lantaran harus bekerja membantu orangtuanya atau menikah. MTs Pakis di lereng Gunung Slamet menjadi oase bagi warga setempat, terutama anak-anak dan keluarga yang terbatas secara ekonomi. Mereka dapat mengenyam pendidikan selepas SD sekaligus belajar tentang kehidupan. (Yoga)


Rilis Daftar The Global 2000, Forbes Kembali Nobatkan BRI Sebagai Perusahaan Terbesar di Indonesia

19 Jun 2024

Forbes Internasional, media keuangan dan ekonomi terkemuka di dunia, menerbitkan daftar perusahaan terbesar dunia,  Forbes Global 2000 tahun 2024 pada Kamis (13/06/2024) di New York. The Global 2000 berisikan 2000 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan  sales, profit, aset, dan market value dengan keempat variabel diberi bobot yang sama.  Mengutip situs resmi Forbes Internasional, dari 2000 perusahaan di seluruh dunia yang masuk dalam daftar tersebut, terdapat 9 perusahaan berasal dari Indonesia dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menduduki peringkat teratas. BRI menduduki peringkat 308, Mandiri (373), BCA (457), Telkom Indonesia (912), BNI (944), Bayan Resources (1.194), Chandra Asri Petrochemical (1.591), Amman Mineral (1.608) dan Adaro Energy (1.738). "Daftar tahunan Forbes The Global 2000 mencerminkan perusahaan global terbesar yang menggerakkan pasar, serta industri  yang sedang tumbuh dan menjadi tren. "Daftar tahun ini menunjukkan bagaimana pasar global terintegrasi satu sama lain dan tren kecerdasan buatan yang berkelanjutan seiring berkembang tercermin dari naiknya peringkat perusahaan semikonduktor," imbuh Hans. (Yetede)