Ekonomi
( 40460 )Slamet Triyadi, Kesadaran Bencana bagi Difabel
Tewasnya dua difabel dalam musibah kebakaran di Kota Banjarmasin, Kalsel tak pernah lekang dari ingatan Slamet Triyadi (52), difabel netra. Peristiwa getir itu mendorongnya berbuat sesuatu. Kesempatan pun tiba ketika ada ajakan berkolaborasi membuat panduan kesiapan bencana inklusif. ”Dari kejadian itu, saya lalu berpikir perlu adanya petunjuk atau panduan bagi difabel agar bisa menyelamatkan diri dari bencana atau musibah kebakaran ataupun banjir,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin itu saat ditemui, Minggu (19/5). Bagi Slamet, petunjuk atau panduan kesiapan bencana inklusif difabel sangat penting dan dibutuhkan, mengingat Banjarmasin termasuk kota yang kerap dilanda kebakaran dan pernah dilanda banjir besar tahun 2021. ”Sebagai difabel netra, saya sering bingung harus berbuat apa saat kebakaran. Jangan-jangan bukan lari menjauhi api, tetapi malah mendekati api,” ujarnya.
Slamet ingin agar difabel setidaknya bisa menyelamatkan dirinya sendiri saat terjadi bencana. Jika kondisinya tak memungkinkan, peran serta orang-orang atau warga di sekitarnya sangat diperlukan. Dalam hal ini RT harus berperan dalam penyelamatan difabel. Di samping RT, pemerintah melalui satuan kerja perangkat daerah terkait juga harus berperan. Petugas pemadam kebakaran atau anggota BPBD perlu segera melakukan operasi pertolongan ketika mendapat informasi keberadaan difabel dari RT. Slamet bertemu Desy Pirmasari, wanita berdarah Dayak dan Banjar, dosen di Universitas Leeds, Inggris. Slamet mengutarakan niatnya membangun kesadaran bencana bagi kaum difabel. ”Saya tak menyangka, gayung bersambut. Ibu Desy langsung menindaklanjuti rencana kami,” katanya.
Dengan dukungan dana dari Economic Social Research Council (ESRC) Inggris dan Gender Generation and Climate Change (Generate), Desy bersama Katie McQuaid dari Universitas Leeds berkolaborasi dengan PPDI Kota Banjarmasin dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Banjarmasin mengerjakan proyek Kayuh Baimbai. ”Proyek Kayuh Baimbai mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2023. Kami merekrut 15 disability liaison officers (DLO) untuk survei kepada difabel yang ada di tujuh kelurahan,” ucap bapak dua anak ini. Tujuh kelurahan di Banjarmasin yang disurvei dijadikan sampel survei karena mayoritas anggota PPDI dan HWDI tinggal di daerah tersebut. Berdasar data terakhir tahun 2015, jumlah anggota PPDI Banjarmasin 400 orang. Namun, jumlah keseluruhan difabel di Banjarmasin diperkirakan 3.000 orang. ”Jumlah difabel yang kami survei dalam proyek Kayuh Baimbai lebih dari 300 orang,” ujarnya. Proyek Kayuh Baimbai dilaksanakan dalam tiga tahap.
Pertama, perekrutan DLO dan lokakarya bagi DLO. Kedua, lokakarya peningkatan kapasitas DLO dan pelaksanaan survei. Ketiga, lokakarya rancangan bersama, penyusunan panduan, dan diseminasi. Dokumen Kayuh Baimbai, rancangan bersama panduan kesiapan bencana inklusif difabel diluncurkan pada 25 April 2024. Panduan ini dibuat untuk difabel dan lingkungan sekitarnya, komunitas, tim darurat, masyarakat umum, dan pemangku kebijakan. Harapannya, difabel selalu dilibatkan dalam ragam proses pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan, khususnya yang berhubungan dengan aksesibilitas untuk difabel. Saat terjadi bencana, disebutkan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan difabel, warga sekitar, dan petugas atau tim siaga bencana. Menurut Slamet, kini, mereka masih bekerja menempel stiker di depan rumah warga difabel, yang bertujuan agar warga sekitar dan tim evakuasi bencana mengetahui keberadaan difabel dan bisa secepatnya menolong saat terjadi bencana. Setelah penempelan stiker, akan dilakukan diseminasi panduan kesiapan bencana inklusif difabel ke kelurahan dan sekolah-sekolah. (Yoga)
Revisi Kebijakan FCA jadi Katalis IHSG
Kredit Menganggur di Bank Capai Rp 2.078 Triliun
Dominasi Emiten Boy Thohir di Bisnis Pergudangan
Prospek bisnis pergudangan yang cenderung kebal (defensive) dan industri logistik-transportasi yang bertumbuh pesat selama tiga tahun terakhir, membuat bisnis pergudangan dan penyimpanan kelolaan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) tampak menggiurkan, Peluang itu tampaknya sigap ditangkap oleh PT Provident Investasi bersama Tbk (PALM) untuk menggemukkan portfolio dan mencetak pundi-pundi keuntungan di tahun ini. Tak tanggung-tanggung, emiten Garibaldi 'Boy' Thohir ini pun tengah melancarkan aksinya untuk menjadi pengendali utama MMLP.
Data Biro Pusat Statistik memperlihatkan, selepas pandemi Covid-19, industri logistik dan transportasi yang merepresentasikan 6% dari total ekonomi nasional, menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan paling pesat, mencapai 20% pada 2021-2022 dan 14% di 2022-2023. Tak mengherankan, PT Suwarna Arta Mandiri yang merupakan anak usaha PALM, kepincut menggelar penawaran tender sukarela untuk menjadi satu-satunya pengendali saam MMLP. (Yetede)
Rancangan Revisi Papan Khusus Kurang Nyus
Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menyiapkan revisi ketentuan papan pemantauan khusus dengan skema full periodic call auction (FCA). Tapi, poin-poin revisi dinilai kurang nyus atau serba tanggung dan tambal sulam. Sebagai gambaran, penerapan papan khusus dengan skema FCA mulai 24 Maret 2024 itu telah memicu kontroversi. Apalagi setelah FCA menjerat saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), pemilik market cap terbesar di bursa. Pasar saham sempat terguncang, dan aturan FCA pun dibanjiri protes. Nah, melalui rencana revisi, BEI akan mengubah sejumlah ketentuan papan pemantauan khusus. Berdasarkan draf revisi yang diterima KONTAN, dari 11 kriteria FCA yang bisa menjerat emiten, BEI merevisi empat kriteria, yakni kriteria nomor 1, 6, 7, dan 10. Usai direvisi, BEI menetapkan ketentuan masuk PPK FCA diubah jadi harga dalam tiga bulan terakhir kurang dari Rp 51. Emiten juga telah membagikan dividen tunai yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika revisi kriteria ini kelar, saham BREN bakal lepas dari jerat FCA karena sudah menghuni papan FCA selama 18 hari sejak 29 Mei 2024.
Selain BREN, saham PT MNC Energy Investment Tbk (IATA) dan saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) juga bisa keluar dari mekanisme perdagangan FCA. Dua emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo itu masuk papan khusus pada 31 Mei 2024. Secara umum masih banyak saham yang berpotensi keluar dari jeratan FCA jika BEI merevisi aturan tersebut. Sejauh ini, dalam catatan KONTAN, ada 230 saham dari 927 emiten di bursa yang terjerat FCA dengan berbagai macam kriteria. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan, saat ini BEI menunggu tanggapan dari pelaku pasar terkait revisi aturan Nomor I-X. "Kami masih menunggu tanggapan dari seluruh stakeholders sebelum memberlakukan peraturan," katanya, kemarin. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kehadiran papan khusus bertujuan untuk menciptakan pasar modal yang teratur, wajar, serta meningkatkan perlindungan investor. Ihwal poin-poin revisi kriteria FCA, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menilai rencana revisi FCA masih tanggung dan belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh pelaku pasar.
Kinerja Ekspor Melejit, Emiten Perikanan Bisa Lebih Cuan
Komoditas udang menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja ekspor sektor perikanan Indonesia di tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor udang mencapai US$ 1,73 miliar atau berkontribusi 30,7% terhadap total nilai ekspor komoditas perikanan. Lalu, disusul ekspor tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 927,13 juta (16,5%), cumi-sotong-gurita US$ 762,59 juta (13,5%), rajungan-kepiting US$ 447,65 juta (7,9%), rumput laut sebesar US$ 433,72 juta (7,7%), mutiara US$ 112,90 juta (2,0%), dan tilapia sebesar US$ 81,77 juta (1,5%).
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer melihat, peningkatan ekspor produk perikanan akan membawa sentimen positif bagi kinerja emiten. Terlebih, pemerintah menargetkan, penerimaan ekspor dari sektor perikanan bisa mencapai US$ 7,2 miliar. Miftahul menilai, proyeksi pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh peningkatan produksi produk perikanan, yang diperkirakan bisa mencapai 30,85 juta ton pada akhir 2024. Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mencermati, kinerja sektor perikanan akan melambat tahun ini. Sebab, ada sejumlah sentimen negatif bagi emiten.
Tertekan Perang Dagang
Laba Bank Besar di 2024 Diproyeksi Tumbuh Tipis
Kinerja keuangan dan ekspansi kredit bank-bank besar yang tergabung dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 diperkirakan akan tumbuh melambat tahun ini. Kredit ditargetkan hanya tumbuh satu digit dan laba diproyeksi akan naik tipis. Kondisi ini tak lepas dari besarnya tantangan yang dihadapi perbankan tahun ini. Bank-bank dihadapkan dengan kenaikan biaya dana saat suku bunga acuan tinggi dan meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, bank KBMI 4 telah melaporkan target kredit tahun ini sebesar Rp 3.984 triliun. Angka ini hanya tumbuh 7,4% dari Rp 3.707 triliun pada 2023. Tahun lalu, laju kredit bank KBMI 4 tumbuh 14,5% secara tahunan.
“Sementara laba KBMI 4 ditargetkan Rp 177,75 triliun tahun ini,” ujar Dian, Jumat (14/6). Angka tersebut tumbuh 2,43% dari 2023. Dian melihat, kondisi fundamental perbankan pada April 2024 tetap kuat, resilien dan stabil. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri keuangan secara keseluruhan yang tercatat mencapai 13,09% dan pertumbuhan kredit bank KBMI 4 yang mencapai 15,75%. Target pertumbuhan kredit KBMI 4 sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini. Ia menyebut, kredit dan laba Himbara akan melambat di 2024. “Memang tahun ini pertumbuhan akan single digit,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini, Jumat (7/6). Menilik laporan bulanan per April 2024, laba bank KBMI 4 tumbuh tipis. Kinerja paling apik ditorehkan BBCA dengan laba empat bulan pertama tumbuh 11,62% secara tahunan. Lalu, BRI mencetak laba Rp 17,82 triliun, naik 4,49%. Pendapatan bank ini masih tumbuh tinggi, tapi di saat yang sama biaya provisi melonjak 36,4%
LINTAS RAYA TERPADU : BEREBUT PROYEK ‘ULAR BESI’DI PULAU BALI
Sejumlah negara tertarik mendanai proyek lintas raya terpadu di Pulau Bali tahap 1A senilai Rp14,2 triliun, setelah konsorsium Korea Selatan menyelesaikan studi kelayakan proyek itu. Ibarat gula yang disukai semut, proyek lintas raya terpadu (LRT) Bali diminati banyak investor, baik lokal maupun internasional. Hal tersebut terjadi setelah Kementerian Perhubungan merilis hasil studi kelayakan proyek LRT Bali yang dilakukan oleh Korea National Railways (KNR) dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank belum lama ini. Dari studi tersebut, proyek LRT Bali tahap 1A sepanjang 6,04 kilometer (km) membutuhkan dana sekitar US$876 juta atau setara Rp14,2 triliun. Rencananya, LRT Bali memiliki trase bawah tanah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Sunset Road. Rute LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian. Opsi membangun LRT Bali di bawah tanah diambil salah satunya dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang dilalui trase moda itu.
Sejauh ini, jalur yang dilintasi LRT Bali merupakan kawasan padat penduduk sehingga sulit dibangun sejajar permukaan tanah atau dengan lintasan layang. Proyek itu juga harus dilengkapi dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), serta penyiapan pendanaan. Berkaitan dengan pendanaan, LRT Bali merupakan salah satu bagian dari Bali Urban Railway yang pendanaannya melalui skema pinjaman atau utang. Sejumlah investor asing juga telah menyatakan ketertarikan terlibat dalam proyek itu. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mengungkapkan rencana memenuhi pendanaan proyek prestisius itu melalui pembiayaan pinjaman luar negeri (offshore loan). Sejauh ini, Risal menyebut sudah ada sejumlah calon investor asing yang tertarik mendanai proyek itu. Blue book adalah tahapan proposal proyek tertentu sudah disetujui oleh Bappenas, sementara green book adalah tahapan persetujuan pemberian dana untuk proyek tersebut. “Kami sedang menunggu masuknya itu dalam blue book untuk proses lebih lanjut terhadap pembiayaan LRT Bali Tahap 1A,” jelasnya.
Risal memaparkan LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian yakni Bandara Ngurah Rai, Kuta, Pura Desa Adat, Central Park, dan Sunset Road. Untuk depo LRT, rencananya berada di daerah Seminyak. Khusus jalur LRT menuju Seminyak dibangun sejajar dengan permukaan jalan (at grade). Pada masa mendatang, Pemprov Bali melalui Bali Urban Rail dapat meneruskan pembangunan LRT pada tahap selanjutnya. Saat ini, fokus utama Bali Urban Rail adalah mempermudah akses masyarakat setempat dari dan menuju stasiun LRT Bali. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai pembangunan layanan transportasi publik di Bali sangat urgen. Menurutnya, fasilitas transportasi umum massal dibutuhkan guna mengurai kepadatan di daerah menuju atau dari Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kerap mengalami kemacetan. Akan tetapi, dia menyarankan proyek LRT Bali tidak dibangun di bawah tanah seperti rencana dalam studi kelayakan karena butuh biaya besar. Dia mencontohkan jalur layang LRT bisa dibangun dengan ketinggian maksimal 15 meter.
Adapun, peraturan adat Bali menyebut bangunan tidak diperbolehkan melebihi 15 meter. Untuk itu, dia menilai jalur LRT Bali lebih baik dibangun sejajar dengan permukaan tanah mengingat biaya lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan jalur layang atau bawah tanah.
Selain Bali, Kemenhub menawarkan proyek kereta api perkotaan di Bandung kepada investor China belum lama ini. Risal menjelaskan Pemkot Bandung telah memiliki konsep untuk membangun jaringan perkeretaapian di daerahnya. Saat ini, pemda setempat mencari sistem yang efisien dan optimal dari sisi biaya operasional.
Risal menjelaskan, KA Perkotaan Bandung dipilih menjadi salah satu proyek yang ditawarkan mengingat perannya yang sangat strategis untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang tinggi. Proyek itu sekaligus menghubungkan layanan Kereta Cepat WHOOSH dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di kawasan metropolitan.
PENGENDALIAN INFLASI DAERAH : NTB Fokus ke Cabai & Unggas
Tim Pengendali Infl asi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat memacu produksi cabai dan unggas untuk menjaga laju inflasi agar tetap berada di kisaran 2,5%—3%. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Winda Putri Listya menjelaskan penanaman cabai dan unggas dikemas dalam program Tancapkan Gas atau Tanam Cabe Pelihara Ikan dan Unggas yang terdiri atas kegiatan kampung aneka cabai, kampung unggas, pembenihan ikan, dan NTB MALL. “Program ini merupakan implementasi dari strategi 4K khususnya dari aspek ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga yang outputnya adalah terkendalinya angka infl asi NTB sebesar 3,02% sesuai dengan target angka inflasi nasional tahun 2023 yaitu 3,0 ±1%,” katanya dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.
Menurutnya, upaya peningkatan produksi cabai dan unggas karena selama ini dua komoditas tersebut memberi andil yang besar terhadap inflasi NTB. Selama ini, harga cabai yang bisa melambung tinggi di musim tertentu bisa mendorong naiknya infl asi, begitu juga dengan telur yang harganya fluktuatif karena dipengaruhi oleh produktivitas ayam petelur.
Selain itu, TPID Sidak Pasar Pemantauan Harga Bahan Pokok, Gerakan Operasi Pasar Murah dengan melakukan mobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah minus, sinergi bersama asosiasi dan pengusaha untuk pengendalian inflasi, melakukan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat, serta pembuatan Peraturan Gubernur (Pergub) dalam rangka pengendalian ketersediaan pasokan komoditas di NTB. Untuk mendukung target lumbung pangan, pemerintah membangun sejumlah bendungan di NTB yang akan mengairi sawah dan menyuplai kebutuhan air rumah tangga.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









