;

LINTAS RAYA TERPADU : BEREBUT PROYEK ‘ULAR BESI’DI PULAU BALI

Ekonomi Hairul Rizal 18 Jun 2024 Bisnis Indonesia
LINTAS RAYA TERPADU : BEREBUT PROYEK ‘ULAR BESI’DI PULAU BALI

Sejumlah negara tertarik mendanai proyek lintas raya terpadu di Pulau Bali tahap 1A senilai Rp14,2 triliun, setelah konsorsium Korea Selatan menyelesaikan studi kelayakan proyek itu. Ibarat gula yang disukai semut, proyek lintas raya terpadu (LRT) Bali diminati banyak investor, baik lokal maupun internasional. Hal tersebut terjadi setelah Kementerian Perhubungan merilis hasil studi kelayakan proyek LRT Bali yang dilakukan oleh Korea National Railways (KNR) dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank belum lama ini. Dari studi tersebut, proyek LRT Bali tahap 1A sepanjang 6,04 kilometer (km) membutuhkan dana sekitar US$876 juta atau setara Rp14,2 triliun. Rencananya, LRT Bali memiliki trase bawah tanah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Sunset Road. Rute LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian. Opsi membangun LRT Bali di bawah tanah diambil salah satunya dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang dilalui trase moda itu. 

Sejauh ini, jalur yang dilintasi LRT Bali merupakan kawasan padat penduduk sehingga sulit dibangun sejajar permukaan tanah atau dengan lintasan layang. Proyek itu juga harus dilengkapi dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), serta penyiapan pendanaan. Berkaitan dengan pendanaan, LRT Bali merupakan salah satu bagian dari Bali Urban Railway yang pendanaannya melalui skema pinjaman atau utang. Sejumlah investor asing juga telah menyatakan ketertarikan terlibat dalam proyek itu. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mengungkapkan rencana memenuhi pendanaan proyek prestisius itu melalui pembiayaan pinjaman luar negeri (offshore loan). Sejauh ini, Risal menyebut sudah ada sejumlah calon investor asing yang tertarik mendanai proyek itu. Blue book adalah tahapan proposal proyek tertentu sudah disetujui oleh Bappenas, sementara green book adalah tahapan persetujuan pemberian dana untuk proyek tersebut. “Kami sedang menunggu masuknya itu dalam blue book untuk proses lebih lanjut terhadap pembiayaan LRT Bali Tahap 1A,” jelasnya. 

Risal memaparkan LRT Bali tahap 1A memiliki lima stasiun pemberhentian yakni Bandara Ngurah Rai, Kuta, Pura Desa Adat, Central Park, dan Sunset Road. Untuk depo LRT, rencananya berada di daerah Seminyak. Khusus jalur LRT menuju Seminyak dibangun sejajar dengan permukaan jalan (at grade). Pada masa mendatang, Pemprov Bali melalui Bali Urban Rail dapat meneruskan pembangunan LRT pada tahap selanjutnya. Saat ini, fokus utama Bali Urban Rail adalah mempermudah akses masyarakat setempat dari dan menuju stasiun LRT Bali. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai pembangunan layanan transportasi publik di Bali sangat urgen. Menurutnya, fasilitas transportasi umum massal dibutuhkan guna mengurai kepadatan di daerah menuju atau dari Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kerap mengalami kemacetan. Akan tetapi, dia menyarankan proyek LRT Bali tidak dibangun di bawah tanah seperti rencana dalam studi kelayakan karena butuh biaya besar. Dia mencontohkan jalur layang LRT bisa dibangun dengan ketinggian maksimal 15 meter. 

Adapun, peraturan adat Bali menyebut bangunan tidak diperbolehkan melebihi 15 meter. Untuk itu, dia menilai jalur LRT Bali lebih baik dibangun sejajar dengan permukaan tanah mengingat biaya lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan jalur layang atau bawah tanah. Selain Bali, Kemenhub menawarkan proyek kereta api perkotaan di Bandung kepada investor China belum lama ini. Risal menjelaskan Pemkot Bandung telah memiliki konsep untuk membangun jaringan perkeretaapian di daerahnya. Saat ini, pemda setempat mencari sistem yang efisien dan optimal dari sisi biaya operasional. Risal menjelaskan, KA Perkotaan Bandung dipilih menjadi salah satu proyek yang ditawarkan mengingat perannya yang sangat strategis untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang tinggi. Proyek itu sekaligus menghubungkan layanan Kereta Cepat WHOOSH dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di kawasan metropolitan.

Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :