Ekonomi
( 40460 )Anggaran Negara Mulai Mencetak Defisit
Setelah surplus selama empat bulan berturut-turut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Mei 2024 mulai mencetak defisit. Defisit ini akibat pendapatan negara yang masih terkontraksi di tengah belanja yang terus menanjak. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi APBN per akhir Mei 2024, mengalami defisit senilai Rp 21,8 triliun. Angka tersebut setara 0,1% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit Mei tersebut disebabkan oleh pendapatan negara yang mencapai Rp 1.123,5 triliun, setara 40,1% target APBN. Angka ini juga masih mencatatkan penurunan 7,1% year on year (yoy). Seluruh pos penerimaan negara terjadi kontraksi, antara lain penerimaan pajak yang turun 8,4% yoy, setoran kepabeanan dan cukai yang turun 7,8% yoy, serta pendapatan negara bukan pajak (PNBP) turun 3,3% yoy. "Kami melihat pendapatan negara sampai akhir Mei memang mengalami tekanan yaitu pertumbuhan negatif 7,1%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Senin (24/6).
Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani mengingatkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dampaknya ke beban subsidi energi. Ia bilang, jika harga minyak maupun volume subsidi yang sudah ditetapkan di APBN 2024 tidak berubah, sementara rupiah melemah dan dolar AS terus menguat, maka akan terjadi deviasi terhadap anggaran subsidi energi 2024. Yang jelas, pelaksanaan APBN hingga saat ini masih sesuai dengan rencana pemerintah. Dalam APBN 2024, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 522,8 triliun atau setara 2,29% terhadap PDB. "Jadi kalau sekarang (defisit anggaran) masih 0,1% kita masih relatif on track dengan total overall balance tahun ini yang menurut UU APBN 2024 didesain dengan defisit 2,29%," ucap dia. Bank Dunia juga memprediksi, dalam jangka menengah defisit APBN diperkirakan stabil pada kisaran 2,5% dari PDB, sejalan untuk memenuhi peningkatan belanja secara bertahap untuk mengakomodasi program-program pemerintahan mendatang. Termasuk program-program yang terkait dengan investasi publik dan infrastruktur.
PANAS CUAN SAHAM BATU BARA
Kontras dengan merosotnya indeks harga saham gabungan (IHSG), IDX Energy justru melaju dengan menjadi indeks sektoral paling cuan sepanjang tahun berjalan 2024. Tak heran, meski dibayangi risiko volatilitas harga batu bara, saham emiten-emiten energi yang getol mendiversifi kasi portofolio asetnya dinilai menarik untuk dilirik investor.IDX Energy telah menguat 7,91% secara year-to-date(YtD) hingga Senin (24/6) atau outperform terhadap IHSG yang tergelincir turun 5,27% pada periode yang sama ke posisi 6.889,16. Motor pertumbuhan IDX Energy berasal dari lonjakan harga saham sejumlah emiten batu bara a.l. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melejit 198,75% dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang naik 14,29% secara YtD.Kinerja ciamik itu terjadi saat harga batu bara ICE Newcastle bertengger di level US$132,05 per ton atau menguat 8,5% secara tahunan. Merujuk DataIndonesia.id, level tersebut telah menjauh dari posisi harga batu bara yang menyentuh US$404,15 per ton pada akhir 2022. Sejak 2012, batu bara berjangka saat ini telah naik 18,64% dari posisi US$111,30 per ton.Menjelang paruh kedua 2024, mitigasi pun disiapkan emiten ketika normalisasi harga batu bara terus bergulir. Salah satunya, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) yang tetap berfokus pada pengendalian biaya dan mengejar target produksi sebanyak 50 juta ton pada 2024."Strategi kami dengan melakukan pembelanjaan sesuai dengan prinsip cost consciousness dan menjaga kas perseroan dengan hati-hati," kata Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin, Senin (24/6).
Terpisah, Direktur Utama PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) Widada mengungkapkan perseroan bakal memaksimalkan produksi pada tahun ini. Targetnya, BSSR membidik volume produksi hingga 18 juta ton atau lebih rendah dari realisasi 21,57 juta ton pada 2023.Menurut Widada, target produksi itu sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui Kementerian ESDM. Namun, BSSR tengah mempertimbangkan untuk merevisi naik target tersebut.
Widada menambahkan harga batu bara yang cenderung stabil diharapkan berlanjut pada kuartal III/2024 sebelum berpotensi merangkak naik pada 3 bulan terakhir tahun ini.Untuk mendukung pencapaian target produksi tersebut, BSSR menganggarkan belanja modal sebesar US$81 juta pada 2024 yang bersumber dari kas internal. Direktur BSSR Wong Liong Tje menyebut 67% capital expenditureakan digunakan untuk keperluan land clearing, 26% untuk infrastruktur, dan sisanya untuk pembaruan alat-alat kerja.
Menyoal prospek emiten batu bara, Deputi Head of Research Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra memaparkan saham emiten komoditas energi itu masih cukup menarik minat investor pada semester I/2024 karena capaian laba bersih pada triwulan pertama tidak seburuk ekspektasi pasar. Sela-in itu, fenomena upgrade harga saham batu bara juga terpantik oleh kucuran dividen yang cukup tinggi.
Meski demikian, Inav mengatakan investor yang masih berminat untuk emiten di sektor ini dapat melirik korporasi yang giat mediversifikasi bisnis ke luar batu bara, seperti PT Harum Energy Tbk. (HRUM) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).Dihubungi terpisah, analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan menjelaskan saat ini harga komoditas energi tersebut memang tidak sebaik dari tahun lalu. Akan tetapi, hal itu cukup sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan harga batu bara tidak setinggi tahun lalu karena situasi yang berbeda.
Darma memperkirakan harga batu bara bergerak di kisaran US$101—US$150 per ton. Selain harga, volume produksi, permintaan impor India dan China, serta kinerja keuangan masing-masing emiten pada kuartal selanjutnya menjadi sentimen yang akan memengaruhi manuver sahamnya di lantai bursa.
KINERJA INDUSTRI PROTEKSI : PRODUKTIVITAS ASET & MODAL ASURANSI UMUM TURUN
Kontraksi laba perusahaan-perusahaan asuransi umum memicu penurunan rasio pengembalian aset dan ekuitas industri asuransi umum pada kuartal I/2024.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), rasio tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) industri asuransi umum pada Januari—Maret tercatat 0,97% pada kuartal I/2024, lebih rendah dari 1,17% pada kuartal I/2023. Hal yang sama juga terjadi pada rasio tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) yang melandai dari 3,15% pada kuartal I/2023 menjadi 2,54% pada kuartal I/2024. Penurunan kedua rasio ini menggambarkan aset dan modal industri asuransi umum tak seproduktif sebelumnya. Padahal, aset industri asuransi pada kuartal lalu naik 17,4% year-on-year menjadi Rp234,6 triliun. Demikian juga dengan ekuitasnya yang naik 21,3% YoY menjadi Rp90,2 triliun. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto mengatakan laba perusahaan-perusahaan asuransi umum yang menjadi anggota AAUI turun 2,3% YoY menjadi Rp2,3 triliun sepanjang kuartal I/2024. Tidak hanya itu, Bern menyebut penurunan laba juga memengaruhi rasio hasil underwriting, terlihat dari rasio komponen itu pada kuartal I/2024 yang tercatat 14,9%, lebih rendah dibandingkan dengan 16,55% pada kuartal I/2023.
Praktisi Manajemen Risiko dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahyudin Rahman mengatakan penurunan laba asuransi umum pada kuartal I/2024 merupakan rentetan dari lonjakan klaim asuransi kredit dan kendaraan bermotor. Dia menjelaskan penurunan laba dipengaruhi oleh penurunan rasio hasil underwriting dan kenaikan biaya operasional, termasuk beban pajak.
Industri asuransi umum membayarkan klaim Rp11,5 triliun pada kuartal I/2024, naik 16,9% YoY. Asuransi kredit dan kendaraan bermotor menjadi dua penyumbang klaim terbesar, masing-masing Rp1,04 triliun dan Rp302 miliar. Klaim dua lini ini naik 35,5% YoY dan 17,5% YoY. Secara keseluruhan, kinerja premi asuransi umum meningkat 26,1% YoY menjadi Rp32,71 triliun pada kuartal I/2024. Pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor di tengah penjualan otomotif yang lesu pada awal 20024. Anggota Departemen Statistik AAUI Sri Purwaningsih mengatakan asosiasi belum melihat penurunan premi asuransi pada lini bisnis kendaraan di tengah penurunan penjualan kendaraan.
DIGITALISASI PERIZINAN ACARA : ALIRAN DEVISA DI KONSER DUNIA
Pemerintah menargetkan peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, setelah peluncuran digitalisasi layanan perizinan penyelenggaraan acara di Tanah Air. Tidak lama lagi, bisnis penyelenggaraan acara di dalam negeri makin bergeliat setelah pemerintah meluncurkan model baru layanan perizinan penyelenggaraan acara secara digital. Perebutan sebagai penyelenggara acara level dunia, diprediksi juga makin kuat setelah layanan baru itu mampu menyederhanakan proses pengurusan perizinan di Tanah Air. Belum lagi, perputaran uang dalam penyelanggaraan event level dunia bisa mencapai triliunan rupiah. Gurihnya usaha penyelenggaraan acara yang ditangani oleh event organizer (EO) terungkap dalam peluncuran Digitalisasi Layanan Perizinan Penyelenggaraan Event yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (24/6).
Dalam acara itu, Kepala Negara mengungkapkan bahwa Indonesia memang giat menyelenggarakan konferensi tingkat internasional yang memberikan keuntungan signifi kan bagi pemasukan negara. Belum lama ini, Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum yang dikunjungi lebih dari 50.000 orang peserta. Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah pertemuan World Bank dan IMF Annual Meeting dengan peserta mencapai 30.000 peserta. Indonesia juga menerima manfaat dari ajang MotoGP di Mandalika Nusa Tenggara Barat yang memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,3 triliun. Jokowi melihat Taylor Swift yang mengadakan konser selama 6 hari mampu menyedot setidaknya 360.000 orang dengan penonton mayoritas berasal dari Indonesia. Alasannya, penggemar Taylor Swift apabila ditinjau melalui layanan penyiaran musik Spotify di Indonesia mencapai 2,2 juta orang.
“Sekali lagi, saya pastikan separuh dari yang nonton itu orang Indonesia,” ucapnya.
Presiden juga iri melihat konser musik lainnya, yaitu band Coldplay yang mengadakan pertunjukkan di Indonesia hanya 1 hari, sedangkan Singapura mendapatkan jatah 6 hari. “Kenapa? Karena memang urusan perizinan kita ruwet,” paparnya. Berlapisnya birokrasi perizinan tergambarkan dalam pelaksanaan ajang MotoGP di Mandalika. Panitia acara itu sempat kesulitan mendapatkan izin lantaran harus melalui 13 lapis izin.
Oleh karena itu, Presiden berharap digitalisasi layanan perizinan acara bisa mendongkrak bisnis penyelenggaraan acara di Tanah Air. Selain itu, industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa ikut terdongkrak setelah Indeks Kinerja Pariwisata atau Travel and Tourism Development Index (TTDI) naik ke peringkat 22 dunia pada 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap digitalisasi bisa menghasilkan kepastian izin acara di Indonesia. Dengan digitalisasi itu, dia meminta izin harus keluar 14 hari sebelum hari H untuk event nasional, dan 21 hari sebelum hari H untuk event internasional.
Konfigurasi Baru Pertumbuhan-Inflasi Dunia dan Nilai Tukar
Pola pertumbuhan baru pascapandemi Covid-19 ditandai dengan resurgensi pengeluaran konsumsi yang disebut revenge spending akibat pengeluaran yang tertahan (pent-up demand) pada masa pandemi. Pengeluaran konsumsi praktis menjadi motor pertumbuhan global. Pertumbuhan dunia melejit dari minus 2,1 % pada tahun 2020 ke 6,1 % pada tahun 2021, yang didanai kelebihan tabungan akibat konsumsi yang tertahan sebelumnya. Pertumbuhan ini turun ke pola ”normal” ketika ekses tabungan menipis, sebagaimana terlihat pada tahun 2022 dan 2023, yaitu ke 3,1 %. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pada 2024 pertumbuhan dunia akan mencapai 3,2 %.
Pertumbuhan ekonomi pascapandemi dibarengi dengan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi global naik berturut-turut dari 3,2 % pada tahun 2020 ke 4,7 % dan 8,79 % pada tahun 2021 dan 2022, akibat kombinasi peningkatan permintaan pascapandemi dan fragmentasi rantai pasok dunia, akibat konflik Rusia-Ukraina dan peningkatan ketegangan geopolitik AS-China. Berita baiknya inflasi dunia berangsur turunke 6,78 % pada tahun 2023 dan diperkirakan akan turun ke 5,94 % pada tahun 2024 (Aaron, Statistika, Juni 2024). Namun, proyeksi dari 2025 sampai 2027 mengindikasikan bahwa walaupun trennya menurun, inflasi dunia secara rerata akan lebih tinggi.
Yaitu masing-masing 4,51 %, 3,73 % dan 3,45 %, dibanding masa prapandemi periode 2012-2019 dengan rerata 3 %. Nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk kebijakan negara lain yang dianggap sebagai jangkar (Mark et al 2007). Dollar AS masih dominan sebagai media transaksi dan investasi. Bagi Indonesia implikasinya harus memperhatikan secara saksama fungsi reaksi The Fed terhadap pertumbuhan dan inflasi dalam negerinya. Satu fakta adalah defisit neraca berjalan Indonesia masih dibiayai oleh arus masuk modal portepel. Konsekuensinya kurs rupiah dipengaruhi juga oleh ekspektasi berbagai variable fundamental dalam negeri, seperti pertumbuhan, inflasi, dan defisit APBN. (Yoga)
Ada Uang Jasa Titip Anak di Kartu Keluarga
Dibalik praktik titip anak dalam kartu keluarga atau KK dengan keterangan status ”famili lain” untuk kepentingan penerimaan peserta didik baru, ternyata ada transaksi uang sebagai gantinya. Fakta ini terjadi bertahun-tahun di sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Di Provinsi DI Yogyakarta, Kompas menelusuri dua KK yang memuat anak dengan status famili lain. Anak-anak yang dititipkan berstatus famili lain itu berhasil lulus di sekolah favorit lewat jalur zonasi. Dari pengecekan terhadap nama-nama anak titipan itu di situs resmi arsip.siap-ppdb.com, diketahui sejumlah anak berhasil melenggang ke sejumlah sekolah, seperti SMPN 5 Yogyakarta, SMPN 1 Yogyakarta, dan SMAN 3 Yogyakarta. KK yang dipakai anak-anak titipan itu beralamat di RT 008 RW 002 Jalan Wardani I Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Saat Kompas mendatangi alamat tersebut, Jumat (7/6/2024), rumah itu ternyata berada di dalam kawasan SMPN 5.
Pintu dan jendela rumah itu tertutup, tampak kusam seperti sudah lama tidak dihuni. Dari bangunan rumah yang luasnya 3 x 3 meter itu, mustahil jika banyak anak yang berstatus famili lain tadi tinggal dalam satu rumah. Informasi dari guru dan pegawai sekolah, rumah itu sudah tak lagi ditempati selepas ramai kasus titip anak tahun lalu. Dua dokumen KK yang beralamat di JalanWardani I itu tercatat atas nama P (60) dan AN (41) sebagai kepala keluarga. Kompas menemukan alamat AN di wilayah Gondokusuman, Yogyakarta. AN mengakui tahun lalu menerima anak titipan atas rekomendasi pengurus warga dan kenalan guru di sekolah setempat. AN dan P menerima amplop uang dari orangtua yang menitipkan anak ke KK milik mereka dari Rp 250.000, Rp 300.000, hingga Rp 500.000. Dia mengaku hanya membantu dan tidak memasang tarif. ”Saya terima (uangnya), kalau ini pemberian, hadiah, atau sedekah. Kalau saya tolak,
Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, masalah titip anak sebagai ”famili lain” dalam KK telah menjadi atensi bersama tahun lalu. Tahun ini, atas kesepakatan terbaru, regulasi terkait itu diperketat dalam petunjuk teknis PPDB. ”Sekarang itu diperketat, yaitu calon peserta didik diharuskan dalam satu KK dengan orangtua atau wali. Dan, sekarang ada pernyataan ke- benaran data,” ucap Budi. Dalam Pergub DI Yogyakarta No 25 Tahun 2024 yang merevisi petunjuk teknis PPDB tahun 2023, terdapat ketentuan Pasal 18 yang diubah terkait aturan jalur zonasi. Disebutkan, calon peserta didik baru terdaftar dalam satu KK dengan orangtua/wali calon peserta didik, dengan ketentuan status hubungan dalam keluarga calon peserta didik baru yakni anak atau cucu. Selain itu, nama orangtua/wali dan calon peserta didik baru tercantum sebagai anggota keluarga pada KK. (Yoga)
Daya Saing Meningkat, tetapi Perlu Diwaspadai
Pemerintah mengklaim kenaikan ranking daya saing Indonesia. Namun, fundamental ekonomi Indonesia dinilai pengamat masih tak meningkat signifikan. Presiden Jokowi dengan gembira menyebutkan kenaikan daya saing Indonesia dalam pemeringkatan daya saing yang dikeluarkan Institute for Management Development (IMD). Dari 67 negara, Indonesia berada di posisi ke-27 mengalahkan Inggris di peringkat ke-28, Malaysia di urutan ke-34, Jepang di nomor 38, Filipina di posisi ke-52, dan Turki di urutan ke-53. Dalam situs IMD, imd.org, peringkat teratas tetap Singapura yang diikuti secara berturut-turut Swiss, Denmark, Irlandia, Hong Kong, Swedia, Uni Emirat Arab, Taiwan, Belanda, dan Norwegia. Adapun Thailand ada di posisi ke-25.
”(Posisi) Jepang turun karena pelemahan mata uang dan penurunan produktivitas. Malaysia (turun) karena pelemahan mata uang dan stabilitas politik. Artinya, stabilitas politik penting, stabilitas mata uang penting, peningkatan produktivitas juga penting,” tutur Presiden Jokowi dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6). Presiden menilai kenaikan daya saing Indonesia karena pemerintahan, dunia usaha, dan ekonomi Indonesia dinilai baik. ”Karena UU Cipta Kerja, kita mengalami peningkatan, karena dunia bisnis kita semakin kompetitif, tenaga kerja dan produktivitas kita naik 6,” katanya.Namun, beberapa indikator yang dinilai masih lemah adalah kesehatan, pendidikan, sains, dan teknologi. Seusai sidang kabinet, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kondisi ekonomi tidak menentu di tengah kondisi geopolitik saat ini masih panjang.
Penguatan dollar AS dan suku bunga di negara maju yang masih dipertahankan tinggi masih akan terjadi. Karena itu, depresiasi nilai tukar di seluruh dunia, termasuk rupiah, masih terjadi. Harga beberapa komoditas yang naik, seperti CPO, nikel, dan tembaga, diharapkan dapat mendongkrak nilai ekspor Indonesia. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh di 5,11 %. Adapun kredit restrukturisasi akibat Covid-19 seharusnya jatuh tempo pada Maret 2024. Presiden, kata Airlangga, mengarahkan supaya diusulkan ke OJK melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Gubernur BI supaya diundurkan ke 2025. Langkah lainnya, kata Airlangga, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan penerbitan Sistem Pembayaran BI (SPBI) dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) disinkronkan dengan penerbitan Surat Berharga Negara dari Kemenkeu. ”Dari segi fundamental ekonomi kita dibandingkan negara lain relatif baik,” ujar Airlangga. (Yoga)
LIBURAN SEKOLAH, Jasa Wisata Antisipasi Lonjakan Kunjungan
Libur sekolah menjadi momentum bagi para pelaku jasa pariwisata, baik taman rekreasi maupun perusahaan agen perjalanan, meraih targettahunan. Pemerintah memprediksi akan ada kenaikan tingkat kunjungan masyarakat sebesar 10-20 % pada liburan sekolah tahun ini dibanding kondisi normal. PT Taman Impian Jaya Ancol, misalnya, menambah program-program khusus bagi seluruh anggota keluarga, yang berlangsung 22 Juni 2024 hingga 7 Juli 2024. Perusahaan rekreasi itu menargetkan jumlah pengunjung menyentuh angka 700.000 pada periode tersebut. ”Kalau melihat tren kunjungan pada minggu lalu, sudah terlihat ada peningkatan di Ancol. Pada hari kerja biasanya 10.000-15.000 kunjungan per hari, tetapi minggu lalu ada yang mencapai 20.000 kunjungan sehari,” ujar Kepala Humas Ancol Ariyadi Eko Nugroho saat dihubungi dari Jakarta, Senin (24/6). Pada Sabtu (22/6), kunjungan ke Ancol sebanyak 53.800, kemudian menyusut tipis menjadi 45.900 kunjungan pada Minggu (23/6).
”Bisa dibilang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi bagi beberapa masyarakat. Kalau momen libur sekolah banyak rombongan dari sekolah luar kota, sedangkan Idul Fitri lebih ke keluarga,” kata Ariyadi. Tren serupa dialami PT Panorama Sentrawisata Tbk. Permintaan wisata meningkat saat musim libur sekolah, terutama untuk perjalanan domestik. Begitu pula dengan belanja komponen wisata tiket pesawat atau hotel. Namun, Corporate Strategy Panorama Group AB Sadewa mengatakan, Panorama juga banyak memproses perjalanan luar negeri (outbound) dalam jarak pendek dengan durasi menginap 4-6 hari. Beberapa di antaranya Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sadewa mengatakan, masa cuti orangtua berpengaruh pada lama liburan. ”Karena pada tengah tahun, aktivitas bisnis sulit ditinggal. Jadi, anak-anak banyak berlibur dengan teman-temannya. Kalau akhir tahun, (permintaan) Natal dan Tahun Baru, permintaan wisata jauh lebih tinggi karena satu keluarga yang jalan. Ibu, bapak cuti, anak libur,” kata Sadewa. (Yoga)
Impor Beras Jadi 5,17 Juta Ton
Pemerintah berencana mengimpor 5,15 juta ton beras pada tahun ini untuk menambal penurunan produksi beras yang diperkirakan cukup signifikan. Kuota impor beras itu bertambah dari yang sebelumnya ditetapkan pemerintah sebesar 3,6 juta ton. Merujuk pada Proyeksi Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2024 yang dimutakhirkan pada Mei 2024, Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, realisasi impor beras Januari-April 2024 sebanyak 1,77 juta ton. Pada Mei-Desember 2024, pemerintah melalui Perum Bulog berencana mengimpor 3,4 juta ton beras berdasarkan hasil Rakor terbatas. ”Jadi, total beras yang akan diimpor tahun ini sebanyak 5,17 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 3,6 juta ton telah diterbitkan surat persetujuan impornya,” ujarnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (24/6).
Tahun lalu, pemerintah menetapkan kuota impor beras untuk tahun ini sebanyak 2 juta ton. Pada Februari 2024, kuota impor itu ditambah 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton. Kemudian pada Mei 2024, rencana impor beras itu bertambah menjadi 5,17 juta ton. Edhy juga menyebutkan, jumlah stok beras sampai akhir 2024 diperkirakan sebanyak 9,6 juta ton. Stok itu dapat dipenuhi jika produksi beras nasional mencapai 31,5 juta ton dan rencana impor 5,17 juta ton beras itu terealisasi semua. Target produksi beras sebanyak 31,5 juta ton itu belum memperhitungkan potensi terjadinya banjir, kekeringan, dan serangan hama penyakit. Kendati begitu, total produksi beras pada tahun ini berpotensi turun cukup signifikan. (Yoga)
Beli Saham Bagus di Harga Diskon
Anjloknya mayoritas harga saham di Bursa Efek Indonesia telah membuat banyak investor ketar-ketir. Tahan atau lepaskan, cenderung menjadi pertimbangan ketika menatap portofolio saham mereka kali ini. Padahal, situasi ini bisa menjadi kesempatan emas untuk berinvestasi di produk berkualitas dengan harga diskon. Menjelang pengujung Juni 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh negatif 6 % sejak awal tahun. IHSG sempat mencapai titik terendah di kisaran 6.700 pada pertengahan Juni. Penurunan ini imbas dari keluarnya investor asing dari pasar saham (net foreign sell) di pasar reguler dan negosiasi senilai Rp 10 triliun sejak awal tahun.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan, selama triwulan kedua 2024, perekonomian global masih diliputi ketidakpastian kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang berdampak tingginya suku bunga perbankan dan pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor ini menjadi sentiment negatif bagi sebagian saham di BEI. Di antaranya saham dari sektor perbankan yang kempis setelah ditinggalkan banyak investor asing. Kemudian, saham dari sektor telekomunikasi, properti, dan sektor saham lain yang terpengaruh pelemahan rupiah dan suku bunga tinggi. Nafan menilai, mitigasi risiko terkait anjloknya harga saham beragam tergantung dari tujuan berinvestasi.Menjual saham di kala harganya turun bisa jadi dipilih investor jangka pendek atau trader.
Namun, ini bisa jadi tidak sebijak menahan saham, terlebih jika saham itu dimiliki perusahaan dengan fundamental yang baik dan menunjukkan tren pembalikan harga secara teknikal. ”Kalau saham di perusahaan yang punya fundamental bagus, juga secara teknikal sebenarnya sudah oversold (terlalu banyak dijual). Namun, di sisi lain downtrend-nya terbatas karena beberapa momentum. Hemat saya tahan sahamnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6). Di sisi lain, faktor ekonomi global yang membuat banyak harga saham turun serentak justru menjadi momentum bagus baik untuk trader maupun investor jangka panjang membeli saham di harga diskon. Nafan menilai, pekan terakhir Juni menjadi waktu yang pas untuk memanfaatkan kesempatan ini. Hal ini mengingat IHSG mulai mengarah pada pembalikan indeks.
Sejak 19 Juni hingga 21 Juni 2024, IHSG kembali naik ke kisaran 6.900. Pada pembukaan perdagangan Senin (24/6), IHSG tumbuh 0,3 %. Meski masih ada ketidakpastian terkait ekonomi makro dunia dan peningkatan risiko ekonomi dalam negeri karena masa transisi pemerintahan, potensi penurunan suku bunga The Fed satu kali sampai akhir tahun, kemudian kebijakan BI menahan suku bunga di level 6,25 % bulan ini menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pada saat bersamaan, pelemahan rupiah yang membuat untung pelaku usaha komoditas ekspor dan emiten terkait komoditas tersebut, seperti bahan dasar dan energi, mencegah IHSG turun lebih dalam. Tren pemulihan IHSG, kata Nafan, juga diprediksi berlanjut hingga bulan Juli yang akan lebih kondusif. Hal ini mengacu pada tren IHSG pada bulan tersebut delapan tahun terakhir yang selalu menghijau hingga maksimal 4 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









