Ekonomi
( 40733 )Syaf Anton WR Suarakan Madura lewat Sastra
Orang mengenal Madura dengan stereotipe keras. Melalui sastra, Syaf Anton menyuarakan sisi lembut Madura. Sisi sederhana dan penuh cinta. Kekuatan sastra Madura memang diakui pada sastra lisan. Di Era Balai Pustaka, tahun 1910-1930, ada 35 judul buku sastra Madura diterbitkan. Pencarian buku itu salah satu kegiatan R Syaiful Anwar atau Syaf Anton (68). Perkembangan sastra Madura tak lepas dari Keraton Sumenep, yang memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar, termasuk dalam sastra. Saat itu berbagai jenis sastra, seperti paparegan dan saloka, memanfaatkan kearifan lokal Madura menjadi materi.
Dekade 1970-an hingga 1980-an, lazim terdengar orang di perdesaan Madura berkidung. Kekayaan dan kelembutan sastra Madura yang menjelma dalam kehidupan sehari-hari membuat Syaf Anton mencintai sastra sejak SMP (1973). Sejak itu, ia terus menulis dan mengirimkan karya ke mana-mana. Setamat SMA pada 1977, Syaf Anton pindah ke Surabaya. Ia mengirimkan puisi dan cerpen ke media-media di Surabaya, Yogyakarta, maupun Jakarta. Tahun 1978 ia diminta almarhum penyair Suripan Sadi Hutomo membantu mengasuh rubrik Balada, Harian Bhirawa, khususnya rubrik cerita mini berbahasa Madura.
Di ujung 1981, Syaf Anton kembali ke Sumenep, mendirikan Bengkel Seni Primadona (1984), Sanggar Seni Kembara (1985), Sanggar Sastra Mayang (1985), dan Forum Bias (forum kajian sastra dan budaya) (1994). Ia juga mengoordinasi para seniman dari semua bidang seni dalam Jaringan Seniman Sumenep (JSS) (1999). Pernah pula ia menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Sumenep serta mendirikan Rumah Literasi Sumenep. ”Lewat sastra, orang akan lebih mudah tersentuh. Ungkapan-ungkapan sastrawi bisa mengenakkan bagi pendengarnya sehingga kritik sekalipun akan terdengar santun dan lembut,” ujarnya. Syaf Anton terus menulis puisi. Satu demi satu bukunya terbit hingga mendapat penghargaan.
Karyanya, antara lain, puisi tunggal ”Cermin” (1990), kumpulan puisi Bingkai (1993), kumpulan puisi Langit Suasa Langit Pujangga (2016), dan novel Marlena, Perjalanan Panjang Perempuan Madura (2019).Cinta pada sastra tidak berhenti pada dirinya sendiri. Syaf Anton mengajak banyak orang Madura terus bersastra. Selain mengajari sastra, Syaf Anton juga membina kesenian teater Hilal dan Sanggar Sastra Al-Amien. Belakangan, lahir penulis-penulis Madura dari sini. Syaf Anton tetap memupuk semangatnya menjaga api literasi di Madura dan kini tengah menyiapkan munculnya museum sastra Madura. (Yoga)
Judi Online Harus Menjadi Isu Bersama Asean
Delisting Makin Marak, Perketat Seleksi IPO
Pertumbuhan Kredit Dua Digit Bakal Tercapai
Keramik Impor Bisa Kena BMAD hingga 199%
Risiko Tinggi Bunga Bank Digital
Risiko Pencucian Uang di Family Office
Dilema Hubungan Dagang Indonesia-China
Alarm keras berbunyi dari industri manufaktur Indonesia! Industri tekstil bahkan jauh-jauh hari sudah berteriak SOS, kencang. Impor tekstil dari bahan baku sampai pakaian jadi menyerbu pasar Indonesia. Kelebihan pasokan di Negara Panda itu membuat mereka mencari pasar baru. Indonesia menjadi pasar empuk bagi China. Regulasi yang longgar serta pengawasan yang loyo membikin serbuan tekstil dana barang-barang lain dari China sulit dibendung. Apalagi Indonesia juga membuka lebar-lebar pintu investasi langsung dari China. Kondisi ini menjadi dilematis. Satu sisi, Indonesia membutuhkan investasi langsung, sisi lain jika tanpa pengaturan serius, industri manufaktur kita sulit bisa mengembang. Penanaman modal asing (PMA) asal China menempati posisi ketiga pada kuartal I-2024 senilai US$ 1,87 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya, PMA asal China selalu menempati urutan kedua setelah pemodal dari Singapura. Pun dengan hubungan dagang, China selama ini menjadi mitra utama dagang kita. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor nonmigas Indonesia ke China dari Januari-Mei 2024 senilai US$ 22,37 miliar atau 22,92% total ekspor nonmigas, terbesar dibanding negara lain. Purchasing Managers Index (PMI) bulan Juni yang dirilis S&P Global juga menunjukkan, meski dustri manufaktur kita masih berada dalam zona ekspansi (tecermin dari angka indeks di atas 50), PMI Juni itu mendekati ambang batas menuju kontraksi, yakni 50,7.
Salah satu kebijakan yang jadi momok industri adalah Peraturan Menteri Perdagangan No 8/2024, yang merevisi Permendag No. 37/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Aturan ini menjadi bumerang industri nasional, terutama di sektor tekstil, alas kaki, barang elektronik, hingga keramik.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyodorkan enam poin masukan. Salah satunya, merekomendasikan pemerintah membentuk Satgas Pemberantasan Impor Ilegal untuk menertibkan barang impor ilegal yang kini membanjiri pasar. "Kami berharap jalur masuk ilegal (illegal import) ditindak tegas," kata Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi dan Himpunan Kadin Indonesia Wisnu W. Pettaloloa, kemarin.
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) juga minta pemerintah bergerak cepat, termasuk merilis BMAD untuk ubin keramik impor dari China. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto bilang, mendapat laporan dari Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) bahwa China terbukti melakukan dumping berdasarkan serangkaian proses penyelidikan dan verifikasi lapangan ke negara itu.
Meski begitu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan kebijakan bea masuk tak dapat menjawab masalah untuk menangkal gempuran impor. Bukan mustahil, malah menimbulkan masalah baru.
Ekonomi Sirkular Dorong PDB Rp 600 Triliun
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong Indonesia untuk bisa mengimplementasikan ekonomi sirkular untuk mewujudkan ekonomi hijau. Menteri PPN/.Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bilang, penerapan ekonmi sirkular pada lima prioritas yaitu pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi dan tekstil akan mendorong produk domestik bruto (PDB) Indonesia, "Peningkatan PDB hingga Rp 638 Triliun pada tahun 2030," kata dia, Rabu (3/7).
Emiten Industri Kena Efek Penurunan PMI
Kinerja industri manufaktur Indonesia melambat. Tercermin dari penurunan Purchasing Manager's Index (PMI). S&P Global merilis PMI Manufaktur Indonesia Juni 2024 turun ke level 50,7, anjlok 1,4 poin dibandingkan Mei yang masih di level 52,1.
Penurunan PMI menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan PMI bisa jadi sentimen prospek kinerja dan saham emiten di sektor industri. Terlebih, di semester I-2024, indeks saham sektor industri masih terkoreksi -15,08%.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menyoroti tiga faktor yang menyebabkan penurunan PMI Manufaktur Indonesia.
Pertama, tertahannya suku bunga acuan di level tinggi, dimana pasca kenaikan suku bunga, PMI menunjukkan tren menurun. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, pemulihan ekspor yang masih lambat.
Equity Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menimpali, penurunan PMI dapat menimbulkan kekhawatiran atau dampak psikologis di kalangan investor.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani ikut memprediksi, sentimen dari penurunan PMI hanya jangka pendek. "Dampak ke pasar hanya sementara, akan ada koreksi satu atau dua hari.Setelah itu IHSG akan melanjutkan rally," terang Arjun.
Sektor barang konsumsi primer performanya bisa lebih stabil dengan produk yang tetap dibutuhkan masyarakat. Sedangkan konsumsi non-primer rawan tekanan saat ekonomi melambat. Masyarakat akan membatasi konsumsi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









