;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Syaf Anton WR Suarakan Madura lewat Sastra

04 Jul 2024

Orang mengenal Madura dengan stereotipe keras. Melalui sastra, Syaf Anton menyuarakan sisi lembut Madura. Sisi sederhana dan penuh cinta. Kekuatan sastra Madura memang diakui pada sastra lisan. Di Era Balai Pustaka, tahun 1910-1930, ada 35 judul buku sastra Madura diterbitkan. Pencarian buku itu salah satu kegiatan R Syaiful Anwar atau Syaf Anton (68). Perkembangan sastra Madura tak lepas dari Keraton Sumenep, yang memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar, termasuk dalam sastra. Saat itu berbagai jenis sastra, seperti paparegan dan saloka, memanfaatkan kearifan lokal Madura menjadi materi.

Dekade 1970-an hingga 1980-an, lazim terdengar orang di perdesaan Madura berkidung. Kekayaan dan kelembutan sastra Madura yang menjelma dalam kehidupan sehari-hari membuat Syaf Anton mencintai sastra sejak SMP (1973). Sejak itu, ia terus menulis dan mengirimkan karya ke mana-mana. Setamat SMA pada 1977, Syaf Anton pindah ke Surabaya. Ia mengirimkan puisi dan cerpen ke media-media di Surabaya, Yogyakarta, maupun Jakarta. Tahun 1978 ia diminta almarhum penyair Suripan Sadi Hutomo membantu mengasuh rubrik Balada, Harian Bhirawa, khususnya rubrik cerita mini berbahasa Madura.

Di ujung 1981, Syaf Anton kembali ke Sumenep, mendirikan Bengkel Seni Primadona (1984), Sanggar Seni Kembara (1985), Sanggar Sastra Mayang (1985), dan Forum Bias (forum kajian sastra dan budaya) (1994). Ia juga mengoordinasi para seniman dari semua bidang seni dalam Jaringan Seniman Sumenep (JSS) (1999). Pernah pula ia menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Sumenep serta mendirikan Rumah Literasi Sumenep. ”Lewat sastra, orang akan lebih mudah tersentuh. Ungkapan-ungkapan sastrawi bisa mengenakkan bagi pendengarnya sehingga kritik sekalipun akan terdengar santun dan lembut,” ujarnya. Syaf Anton terus menulis puisi. Satu demi satu bukunya terbit hingga mendapat penghargaan.

Karyanya, antara lain, puisi tunggal ”Cermin” (1990), kumpulan puisi Bingkai (1993), kumpulan puisi Langit Suasa Langit Pujangga (2016), dan novel Marlena, Perjalanan Panjang Perempuan Madura (2019).Cinta pada sastra tidak berhenti pada dirinya sendiri. Syaf Anton mengajak banyak orang Madura terus bersastra. Selain mengajari sastra, Syaf Anton juga membina kesenian teater Hilal dan Sanggar Sastra Al-Amien. Belakangan, lahir penulis-penulis Madura dari sini. Syaf Anton tetap memupuk semangatnya menjaga api literasi di Madura dan kini tengah menyiapkan munculnya museum sastra Madura. (Yoga)


Judi Online Harus Menjadi Isu Bersama Asean

04 Jul 2024
Aktivitas judi online (judol) yang kian marak telah menebarkan keresahan di tengah masyarakat Indonesia. Tak hanya di Tanah Air, sejumlah negara di Asean juga diterpa persoalan serupa. Oleh karena itu, tindakan ilegal bagi mayoritas negara-negara di kawasan Asia tenggara tersebut pula diangkat sebagai isu regional dan diberantas bersama-sama, apalagi judol telah menjadi kegiatan lintas batas atau transnasional. Dari sebanyak 10 anggota negara Asean, dua negara tercatat melegalkan akitivtas judi, sedang delapan sisanya melarang atau menganggap judi sebagai aktivitas ilegal. Dua negara yang melegalkan judi tersebut adalah Singapura dan Filipina, sedangkan yang melarang adalah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. (Yetede)

Delisting Makin Marak, Perketat Seleksi IPO

04 Jul 2024
BEI mengeluarkan daftar 50 saham yang terancam dicoret dari pencatatan (delisting), karena sudah disusppensi selama enam bulan lebih. Sejumlah kalangan lantas meminta BEI memperketat seleksi  perusahaan yang berencana  menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Dengan memperketat seleksi IPO, hanya emiten berkualitas yang bisa melantai di bursa. Ini akan mencegah kerugian para investor ritel. Sebab, ketika suatu saham terkena delisting, pemegang saham ritel akan sulit  mendapatkan dananya kembali, apalagi jika perusahaan terkait bangkrut. Pada prinsipnya, perusahaan yang bangkrut dan dilikuidasi, prosesnya harus melalui penetapan pengadilan. (Yetede)

Pertumbuhan Kredit Dua Digit Bakal Tercapai

04 Jul 2024
Memasuki paruh kedua tahun ini, kinerja industri perbankan masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hal tersebut menunjukkan optimisme perbankan dimana pertumbuhan kredit dua digit di akhir 2024 bisa dicapai. CEO Citibank N.A (Citi Indonesia) Batara Sianturi mengatakan, pihaknya meyakini secara keseluruhan industri perbankan masih bisa mencetak  kinerja yang baik. Seperti target dari BI untuk pertumbuhan kredit berkisar 10-12% di akhir tahun ini. "Kredit optimis di double digit 10-12%, cukup terjaga, mungkin DPK (dana pihak ketiga) 5-10% digit, tapi semua price in ada rat cute satu kali atau dua kali proyeksi market, ujungnya lower interest," imbuh Barata. (Yetede)

Keramik Impor Bisa Kena BMAD hingga 199%

04 Jul 2024
Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah merilis hasil laporan akhir penyelidikan antidumping pengenaan Bea Masuk Antidumping (BMAD) terhadap impor Indonesia ubin keramik yang  berasal dari China. Diharapkan gerak cepat pemerintah  untuk segera merilis aturannya. Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menernagkan, pihaknya mendapat info dari Komisi Anti Dumping Indonesia  akan menerapkan besar BMAD mulai 100,12% sampai dengan 155% untuk kelompok berkepentingan yang kooperatif dan 199% untuk mereka yang tidak kooperatif. "Kelompok yang dimaksud tersebut adalah para importir. Asaki memohon atensi dan gerak cepat dari Mendag dan Menkeu untuk segera mengeluarkan PMK BMAD untuk produk ubin keramik impor dari China," kata dia. (Yetede)

Risiko Tinggi Bunga Bank Digital

04 Jul 2024
Belakangan ini, banyak bank digital di Tanah Air berlomba-lomba menawarkan suku bunga deposito setinggi langit. Beberapa bank dengan berani menawarkan suku bunga deposito hingga 10 persen. Padahal tingkat suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) “hanya” 4,25 persen untuk bank umum. 

Berdasarkan pantauan data per awal Juli 2024, ada beberapa bank digital yang menawarkan suku bunga deposito tinggi. Bank Jago, misalnya, menawarkan suku bunga deposito 5,25 persen untuk simpanan di atas Rp 100 juta. Allo Bank sebesar 6 persen untuk simpanan di atas Rp 1 miliar. Lalu ada Bank Raya Indonesia sebesar 4-6 persen, Seabank 5-6 persen untuk simpanan minimal Rp 1 juta, serta Bank Jasa Jakarta (Bank Saqu) sebesar 10 persen untuk simpanan minimal Rp 1 juta. 

Selanjutnya ada Bank Neo Commerce yang menawarkan bunga 5,50-8 persen untuk simpanan minimal Rp 100 ribu. Krom Bank hingga 8,75 persen. Bank Amar hingga 9 persen untuk simpanan minimal Rp 100 ribu. Sedangkan Bank Digital BCA sebesar 4,75 persen untuk simpanan minimal Rp 1 juta. Tingginya suku bunga itu sebetulnya menyimpan risiko. (Yetede)

Risiko Pencucian Uang di Family Office

04 Jul 2024
PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi mengumpulkan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, pada Senin pagi, 1 Juli 2024. Dalam persamuhan itu, Jokowi membahas usul Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ihwal rencana menggaet family office ke Tanah Air. Lewat family office, Luhut yakin pemerintah bisa menarik kekayaan dari negara lain untuk pertumbuhan ekonomi nasional.  Family office merupakan perusahaan bisnis swasta yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan kekayaan setidaknya US$ 50-100 juta. Kebutuhan yang dimaksudkan antara lain manajemen keuangan, perencanaan pajak, dan filantropi. Sejumlah entitas tersebut beroperasi secara privat sehingga dapat melindungi kekayaan keluarga ultrakaya. Perusahaan family office tak perlu terdaftar atau mengajukan izin dari otoritas karena tidak mengelola dana pihak ketiga. 

Menurut Luhut, untuk mendatangkan family office ke Tanah Air, Indonesia akan membentuk wealth management centre (WMC). Pilihannya di antaranya di Bali ataupun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pemerintah sepakat membentuk satuan tugas untuk merancang dan menyiapkan implementasi program dalam sebulan ke depan. Luhut menilai Indonesia punya peluang untuk mengembangkan WMC. Sebab, peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal diproyeksikan terus meningkat. Ia merujuk pada data The Wealth Report yang menyebutkan populasi individu superkaya di Asia diperkirakan tumbuh sebesar 38,3 persen pada 2023-2028. Tercatat sekitar US$ 11,7 triliun dana kelolaan family office di dunia.  (Yetede)


Dilema Hubungan Dagang Indonesia-China

04 Jul 2024

Alarm keras berbunyi dari industri manufaktur Indonesia! Industri tekstil bahkan jauh-jauh hari sudah berteriak SOS, kencang. Impor tekstil dari bahan baku sampai pakaian jadi menyerbu pasar Indonesia. Kelebihan pasokan di Negara Panda itu membuat mereka mencari pasar baru. Indonesia menjadi pasar empuk bagi China. Regulasi yang longgar serta pengawasan yang loyo membikin serbuan tekstil dana barang-barang lain dari China sulit dibendung. Apalagi Indonesia juga membuka lebar-lebar pintu investasi langsung dari China. Kondisi ini menjadi dilematis. Satu sisi, Indonesia membutuhkan investasi langsung, sisi lain jika tanpa pengaturan serius, industri manufaktur kita sulit bisa mengembang. Penanaman modal asing (PMA) asal China menempati posisi ketiga pada kuartal I-2024 senilai US$ 1,87 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya, PMA asal China selalu menempati urutan kedua setelah pemodal dari Singapura. Pun dengan hubungan dagang, China selama ini menjadi mitra utama dagang kita. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor nonmigas Indonesia ke China dari Januari-Mei 2024 senilai US$ 22,37 miliar atau 22,92% total ekspor nonmigas, terbesar dibanding negara lain. Purchasing Managers Index (PMI) bulan Juni yang dirilis S&P Global juga menunjukkan, meski dustri manufaktur kita masih berada dalam zona ekspansi (tecermin dari angka indeks di atas 50), PMI Juni itu mendekati ambang batas menuju kontraksi, yakni 50,7. 

Salah satu kebijakan yang jadi momok industri adalah Peraturan Menteri Perdagangan No 8/2024, yang merevisi Permendag No. 37/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Aturan ini menjadi bumerang industri nasional, terutama di sektor tekstil, alas kaki, barang elektronik, hingga keramik. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyodorkan enam poin masukan. Salah satunya, merekomendasikan pemerintah membentuk Satgas Pemberantasan Impor Ilegal untuk menertibkan barang impor ilegal yang kini membanjiri pasar. "Kami berharap jalur masuk ilegal (illegal import) ditindak tegas," kata Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi dan Himpunan Kadin Indonesia Wisnu W. Pettaloloa, kemarin. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) juga minta pemerintah bergerak cepat, termasuk merilis BMAD untuk ubin keramik impor dari China. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto bilang, mendapat laporan dari Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) bahwa China terbukti melakukan dumping berdasarkan serangkaian proses penyelidikan dan verifikasi lapangan ke negara itu. Meski begitu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan kebijakan bea masuk tak dapat menjawab masalah untuk menangkal gempuran impor. Bukan mustahil, malah menimbulkan masalah baru.

Ekonomi Sirkular Dorong PDB Rp 600 Triliun

04 Jul 2024

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong Indonesia untuk bisa mengimplementasikan ekonomi sirkular untuk mewujudkan ekonomi hijau. Menteri PPN/.Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bilang, penerapan ekonmi sirkular pada lima prioritas yaitu pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi dan tekstil akan mendorong produk domestik bruto (PDB) Indonesia, "Peningkatan PDB hingga Rp 638 Triliun pada tahun 2030," kata dia, Rabu (3/7).

Emiten Industri Kena Efek Penurunan PMI

04 Jul 2024

Kinerja industri manufaktur Indonesia melambat. Tercermin dari penurunan Purchasing Manager's Index (PMI). S&P Global merilis PMI Manufaktur Indonesia Juni 2024 turun ke level 50,7, anjlok 1,4 poin dibandingkan Mei yang masih di level 52,1. Penurunan PMI menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan PMI bisa jadi sentimen prospek kinerja dan saham emiten di sektor industri. Terlebih, di semester I-2024, indeks saham sektor industri masih terkoreksi -15,08%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menyoroti tiga faktor yang menyebabkan penurunan PMI Manufaktur Indonesia. Pertama, tertahannya suku bunga acuan di level tinggi, dimana pasca kenaikan suku bunga, PMI menunjukkan tren menurun. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, pemulihan ekspor yang masih lambat. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menimpali, penurunan PMI dapat menimbulkan kekhawatiran atau dampak psikologis di kalangan investor. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani ikut memprediksi, sentimen dari penurunan PMI hanya jangka pendek. "Dampak ke pasar hanya sementara, akan ada koreksi satu atau dua hari.Setelah itu IHSG akan melanjutkan rally," terang Arjun. Sektor barang konsumsi primer performanya bisa lebih stabil dengan produk yang tetap dibutuhkan masyarakat. Sedangkan konsumsi non-primer rawan tekanan saat ekonomi melambat. Masyarakat akan membatasi konsumsi.