Rupiah Melemah, Manufaktur Ketar-ketir
Industri manufaktur bakal menjadi salah satu sektor yang paling terdampak usai rupiah mengalami tren pelemahan. Pemerintah diharapkan segera mengintervensi agar nilai rupiah tidak menembus Rp16.500 per dolar AS. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pelemahan rupiah memang belum berdampak ke harga jual, namun sudah berdampak pada peningkatan biaya operasi pabrik. Kebutuhan industri makanan dan minuman (mamin) seperti gandum, susu, garam, dan gula saat ini masih bergantung pada impor. Dia menyebut, berdasarkan Badan Data Pusat Statistik (BPS) nilai impor 4 komoditas tersebut mencapai US$ 9 miliar per tahun. Pelemahan rupiah sebesar 6,5% secara tahun berjalan membuat nilai impor keempat komoditas tersebut berpotensi menjadi Rp 5 triliun-6 triliun. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023