Ekonomi
( 40554 )Babak Baru Divestasi Anak Usaha Jasa Marga
Mei, DPK Perbankan Tumbuh 8,5%
Ekonomi Tergerus Judi Online
Rupiah Melemah, Manufaktur Ketar-ketir
Program Populis Tambah Beban Anggaran Negara
Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 bakal berat. Di tengah kondisi ekonomi masih labil, anggaran negara tahun depan akan menggotong program populis pemerintah baru, selain membiayai belanja rutin hingga mandatori seperti gaji pegawai, dana pendidikan, kesehatan hingga bayar utang. Salah satu program populis yang pasti akan diusung adalah makan bergizi gratis. Pemerintah bahkan sudah menetapkan pagu anggaran program ini untuk tahun pertama, yakni Rp 71 triliun dalam RAPBN 2025.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, pemerintah sudah menetapkan belanja, mulai dari belanja pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga infrastruktur. Angkanya meningkat dibandingkan tahun 2024. Belum lagi, pemerintah harus membayar utang jatuh tempo yang nilainya fantastis tahun depan, yakni Rp 800 triliun. Belanja-belanja ini tentu bakal membebani APBN di saat kemampuan menggali penerimaan negara lemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, anggaran program makan gratis akan masuk pencadangan dalam anggaran Bendahara Umum Negara (BUN), lantaran belum memiliki deskripsi alokasi anggaran.
Namun, pemerintah akan melakukan sinkronisasi sampai program ini disusun tim presiden terpilih. Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono menegaskan, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tetap berkomitmen atas target defisit yang sudah direncanakan pemerintah dan DPR. Thomas juga bilang, pihaknya terus mengikuti siklus pembahasan RAPBN 2025 yang bergulir antara pemerintah saat ini dan DPR, termasuk alokasi anggaran makan gratis. Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengkritisi banyaknya belanja yang ingin dicapai pemerintah baru.
Dengan rencana belanja negara 2025 sekitar Rp 3.500 triliun - Rp 3.540 triliun, pemerintah mengalokasikan Rp 840 triliun untuk belanja pegawai dan Rp 500 triliun belanja subsidi dan kompensasi. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti menilai anggaran program makan gratis di tahun pertama Prabowo - Gibran membebani APBN. Ekonom Celios Nailul Huda melihat, beban anggaran 2025 tak diikuti kemampuan penerimaan negara yang kuat. Otomatis anggaran 2025 masih akan mengandalkan utang. Padahal, estimasi dia, rasio pembayaran bunga utang saat ini telah mencapai 14%-15% APBN.
Anggaran Negara Mulai Mencetak Defisit
Setelah surplus selama empat bulan berturut-turut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Mei 2024 mulai mencetak defisit. Defisit ini akibat pendapatan negara yang masih terkontraksi di tengah belanja yang terus menanjak. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi APBN per akhir Mei 2024, mengalami defisit senilai Rp 21,8 triliun. Angka tersebut setara 0,1% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit Mei tersebut disebabkan oleh pendapatan negara yang mencapai Rp 1.123,5 triliun, setara 40,1% target APBN. Angka ini juga masih mencatatkan penurunan 7,1% year on year (yoy). Seluruh pos penerimaan negara terjadi kontraksi, antara lain penerimaan pajak yang turun 8,4% yoy, setoran kepabeanan dan cukai yang turun 7,8% yoy, serta pendapatan negara bukan pajak (PNBP) turun 3,3% yoy. "Kami melihat pendapatan negara sampai akhir Mei memang mengalami tekanan yaitu pertumbuhan negatif 7,1%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Senin (24/6).
Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani mengingatkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dampaknya ke beban subsidi energi. Ia bilang, jika harga minyak maupun volume subsidi yang sudah ditetapkan di APBN 2024 tidak berubah, sementara rupiah melemah dan dolar AS terus menguat, maka akan terjadi deviasi terhadap anggaran subsidi energi 2024. Yang jelas, pelaksanaan APBN hingga saat ini masih sesuai dengan rencana pemerintah. Dalam APBN 2024, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 522,8 triliun atau setara 2,29% terhadap PDB. "Jadi kalau sekarang (defisit anggaran) masih 0,1% kita masih relatif on track dengan total overall balance tahun ini yang menurut UU APBN 2024 didesain dengan defisit 2,29%," ucap dia. Bank Dunia juga memprediksi, dalam jangka menengah defisit APBN diperkirakan stabil pada kisaran 2,5% dari PDB, sejalan untuk memenuhi peningkatan belanja secara bertahap untuk mengakomodasi program-program pemerintahan mendatang. Termasuk program-program yang terkait dengan investasi publik dan infrastruktur.
PANAS CUAN SAHAM BATU BARA
Kontras dengan merosotnya indeks harga saham gabungan (IHSG), IDX Energy justru melaju dengan menjadi indeks sektoral paling cuan sepanjang tahun berjalan 2024. Tak heran, meski dibayangi risiko volatilitas harga batu bara, saham emiten-emiten energi yang getol mendiversifi kasi portofolio asetnya dinilai menarik untuk dilirik investor.IDX Energy telah menguat 7,91% secara year-to-date(YtD) hingga Senin (24/6) atau outperform terhadap IHSG yang tergelincir turun 5,27% pada periode yang sama ke posisi 6.889,16. Motor pertumbuhan IDX Energy berasal dari lonjakan harga saham sejumlah emiten batu bara a.l. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melejit 198,75% dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang naik 14,29% secara YtD.Kinerja ciamik itu terjadi saat harga batu bara ICE Newcastle bertengger di level US$132,05 per ton atau menguat 8,5% secara tahunan. Merujuk DataIndonesia.id, level tersebut telah menjauh dari posisi harga batu bara yang menyentuh US$404,15 per ton pada akhir 2022. Sejak 2012, batu bara berjangka saat ini telah naik 18,64% dari posisi US$111,30 per ton.Menjelang paruh kedua 2024, mitigasi pun disiapkan emiten ketika normalisasi harga batu bara terus bergulir. Salah satunya, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) yang tetap berfokus pada pengendalian biaya dan mengejar target produksi sebanyak 50 juta ton pada 2024."Strategi kami dengan melakukan pembelanjaan sesuai dengan prinsip cost consciousness dan menjaga kas perseroan dengan hati-hati," kata Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin, Senin (24/6).
Terpisah, Direktur Utama PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) Widada mengungkapkan perseroan bakal memaksimalkan produksi pada tahun ini. Targetnya, BSSR membidik volume produksi hingga 18 juta ton atau lebih rendah dari realisasi 21,57 juta ton pada 2023.Menurut Widada, target produksi itu sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui Kementerian ESDM. Namun, BSSR tengah mempertimbangkan untuk merevisi naik target tersebut.
Widada menambahkan harga batu bara yang cenderung stabil diharapkan berlanjut pada kuartal III/2024 sebelum berpotensi merangkak naik pada 3 bulan terakhir tahun ini.Untuk mendukung pencapaian target produksi tersebut, BSSR menganggarkan belanja modal sebesar US$81 juta pada 2024 yang bersumber dari kas internal. Direktur BSSR Wong Liong Tje menyebut 67% capital expenditureakan digunakan untuk keperluan land clearing, 26% untuk infrastruktur, dan sisanya untuk pembaruan alat-alat kerja.
Menyoal prospek emiten batu bara, Deputi Head of Research Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra memaparkan saham emiten komoditas energi itu masih cukup menarik minat investor pada semester I/2024 karena capaian laba bersih pada triwulan pertama tidak seburuk ekspektasi pasar. Sela-in itu, fenomena upgrade harga saham batu bara juga terpantik oleh kucuran dividen yang cukup tinggi.
Meski demikian, Inav mengatakan investor yang masih berminat untuk emiten di sektor ini dapat melirik korporasi yang giat mediversifikasi bisnis ke luar batu bara, seperti PT Harum Energy Tbk. (HRUM) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).Dihubungi terpisah, analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan menjelaskan saat ini harga komoditas energi tersebut memang tidak sebaik dari tahun lalu. Akan tetapi, hal itu cukup sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan harga batu bara tidak setinggi tahun lalu karena situasi yang berbeda.
Darma memperkirakan harga batu bara bergerak di kisaran US$101—US$150 per ton. Selain harga, volume produksi, permintaan impor India dan China, serta kinerja keuangan masing-masing emiten pada kuartal selanjutnya menjadi sentimen yang akan memengaruhi manuver sahamnya di lantai bursa.
KINERJA INDUSTRI PROTEKSI : PRODUKTIVITAS ASET & MODAL ASURANSI UMUM TURUN
Kontraksi laba perusahaan-perusahaan asuransi umum memicu penurunan rasio pengembalian aset dan ekuitas industri asuransi umum pada kuartal I/2024.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), rasio tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) industri asuransi umum pada Januari—Maret tercatat 0,97% pada kuartal I/2024, lebih rendah dari 1,17% pada kuartal I/2023. Hal yang sama juga terjadi pada rasio tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) yang melandai dari 3,15% pada kuartal I/2023 menjadi 2,54% pada kuartal I/2024. Penurunan kedua rasio ini menggambarkan aset dan modal industri asuransi umum tak seproduktif sebelumnya. Padahal, aset industri asuransi pada kuartal lalu naik 17,4% year-on-year menjadi Rp234,6 triliun. Demikian juga dengan ekuitasnya yang naik 21,3% YoY menjadi Rp90,2 triliun. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto mengatakan laba perusahaan-perusahaan asuransi umum yang menjadi anggota AAUI turun 2,3% YoY menjadi Rp2,3 triliun sepanjang kuartal I/2024. Tidak hanya itu, Bern menyebut penurunan laba juga memengaruhi rasio hasil underwriting, terlihat dari rasio komponen itu pada kuartal I/2024 yang tercatat 14,9%, lebih rendah dibandingkan dengan 16,55% pada kuartal I/2023.
Praktisi Manajemen Risiko dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Wahyudin Rahman mengatakan penurunan laba asuransi umum pada kuartal I/2024 merupakan rentetan dari lonjakan klaim asuransi kredit dan kendaraan bermotor. Dia menjelaskan penurunan laba dipengaruhi oleh penurunan rasio hasil underwriting dan kenaikan biaya operasional, termasuk beban pajak.
Industri asuransi umum membayarkan klaim Rp11,5 triliun pada kuartal I/2024, naik 16,9% YoY. Asuransi kredit dan kendaraan bermotor menjadi dua penyumbang klaim terbesar, masing-masing Rp1,04 triliun dan Rp302 miliar. Klaim dua lini ini naik 35,5% YoY dan 17,5% YoY. Secara keseluruhan, kinerja premi asuransi umum meningkat 26,1% YoY menjadi Rp32,71 triliun pada kuartal I/2024. Pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor di tengah penjualan otomotif yang lesu pada awal 20024. Anggota Departemen Statistik AAUI Sri Purwaningsih mengatakan asosiasi belum melihat penurunan premi asuransi pada lini bisnis kendaraan di tengah penurunan penjualan kendaraan.
DIGITALISASI PERIZINAN ACARA : ALIRAN DEVISA DI KONSER DUNIA
Pemerintah menargetkan peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, setelah peluncuran digitalisasi layanan perizinan penyelenggaraan acara di Tanah Air. Tidak lama lagi, bisnis penyelenggaraan acara di dalam negeri makin bergeliat setelah pemerintah meluncurkan model baru layanan perizinan penyelenggaraan acara secara digital. Perebutan sebagai penyelenggara acara level dunia, diprediksi juga makin kuat setelah layanan baru itu mampu menyederhanakan proses pengurusan perizinan di Tanah Air. Belum lagi, perputaran uang dalam penyelanggaraan event level dunia bisa mencapai triliunan rupiah. Gurihnya usaha penyelenggaraan acara yang ditangani oleh event organizer (EO) terungkap dalam peluncuran Digitalisasi Layanan Perizinan Penyelenggaraan Event yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (24/6).
Dalam acara itu, Kepala Negara mengungkapkan bahwa Indonesia memang giat menyelenggarakan konferensi tingkat internasional yang memberikan keuntungan signifi kan bagi pemasukan negara. Belum lama ini, Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum yang dikunjungi lebih dari 50.000 orang peserta. Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah pertemuan World Bank dan IMF Annual Meeting dengan peserta mencapai 30.000 peserta. Indonesia juga menerima manfaat dari ajang MotoGP di Mandalika Nusa Tenggara Barat yang memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,3 triliun. Jokowi melihat Taylor Swift yang mengadakan konser selama 6 hari mampu menyedot setidaknya 360.000 orang dengan penonton mayoritas berasal dari Indonesia. Alasannya, penggemar Taylor Swift apabila ditinjau melalui layanan penyiaran musik Spotify di Indonesia mencapai 2,2 juta orang.
“Sekali lagi, saya pastikan separuh dari yang nonton itu orang Indonesia,” ucapnya.
Presiden juga iri melihat konser musik lainnya, yaitu band Coldplay yang mengadakan pertunjukkan di Indonesia hanya 1 hari, sedangkan Singapura mendapatkan jatah 6 hari. “Kenapa? Karena memang urusan perizinan kita ruwet,” paparnya. Berlapisnya birokrasi perizinan tergambarkan dalam pelaksanaan ajang MotoGP di Mandalika. Panitia acara itu sempat kesulitan mendapatkan izin lantaran harus melalui 13 lapis izin.
Oleh karena itu, Presiden berharap digitalisasi layanan perizinan acara bisa mendongkrak bisnis penyelenggaraan acara di Tanah Air. Selain itu, industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa ikut terdongkrak setelah Indeks Kinerja Pariwisata atau Travel and Tourism Development Index (TTDI) naik ke peringkat 22 dunia pada 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap digitalisasi bisa menghasilkan kepastian izin acara di Indonesia. Dengan digitalisasi itu, dia meminta izin harus keluar 14 hari sebelum hari H untuk event nasional, dan 21 hari sebelum hari H untuk event internasional.
Konfigurasi Baru Pertumbuhan-Inflasi Dunia dan Nilai Tukar
Pola pertumbuhan baru pascapandemi Covid-19 ditandai dengan resurgensi pengeluaran konsumsi yang disebut revenge spending akibat pengeluaran yang tertahan (pent-up demand) pada masa pandemi. Pengeluaran konsumsi praktis menjadi motor pertumbuhan global. Pertumbuhan dunia melejit dari minus 2,1 % pada tahun 2020 ke 6,1 % pada tahun 2021, yang didanai kelebihan tabungan akibat konsumsi yang tertahan sebelumnya. Pertumbuhan ini turun ke pola ”normal” ketika ekses tabungan menipis, sebagaimana terlihat pada tahun 2022 dan 2023, yaitu ke 3,1 %. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pada 2024 pertumbuhan dunia akan mencapai 3,2 %.
Pertumbuhan ekonomi pascapandemi dibarengi dengan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi global naik berturut-turut dari 3,2 % pada tahun 2020 ke 4,7 % dan 8,79 % pada tahun 2021 dan 2022, akibat kombinasi peningkatan permintaan pascapandemi dan fragmentasi rantai pasok dunia, akibat konflik Rusia-Ukraina dan peningkatan ketegangan geopolitik AS-China. Berita baiknya inflasi dunia berangsur turunke 6,78 % pada tahun 2023 dan diperkirakan akan turun ke 5,94 % pada tahun 2024 (Aaron, Statistika, Juni 2024). Namun, proyeksi dari 2025 sampai 2027 mengindikasikan bahwa walaupun trennya menurun, inflasi dunia secara rerata akan lebih tinggi.
Yaitu masing-masing 4,51 %, 3,73 % dan 3,45 %, dibanding masa prapandemi periode 2012-2019 dengan rerata 3 %. Nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk kebijakan negara lain yang dianggap sebagai jangkar (Mark et al 2007). Dollar AS masih dominan sebagai media transaksi dan investasi. Bagi Indonesia implikasinya harus memperhatikan secara saksama fungsi reaksi The Fed terhadap pertumbuhan dan inflasi dalam negerinya. Satu fakta adalah defisit neraca berjalan Indonesia masih dibiayai oleh arus masuk modal portepel. Konsekuensinya kurs rupiah dipengaruhi juga oleh ekspektasi berbagai variable fundamental dalam negeri, seperti pertumbuhan, inflasi, dan defisit APBN. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









