;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Rupiah Masih Akan Melemah

24 Jun 2024
Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Senin (24/6). Pada Jumat (21/6), rupiah stop ditutup pada level Rp 16.450 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah sekitar 0,23% dan turun sekitar 0,12% secara harian. Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Lukman Leong mengatakan, investor di pekan ini akan mengantisipasi data price consumplation expenditure (PCE) AS Data Indeks Manager Pembelian (PMI) AS dari S&P Global menunjukkan aktivitas ekonomi tetap kuat pada Juni yang dirilis Jumat (21/6). Rupiah pun diperkirakan masih akan tertekan terhadap dolar AS. " Rupiah sebenarnya tidak perlu melemah panjang jika dolar AS dari surplus neraca perdagangan mengalir ke pasar," ujar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Jumat (21/6).

IBU KOTA NUSANTARA : PEMANIS UNTUK INVESTOR ASING

24 Jun 2024

Pemerintah tengah menyiapkan formula baru untuk mempercepat realisasi investasi asing di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur yang cenderung sepi sejak megaproyek diluncurkan pada pertengahan 2022. Pimpinan puncak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah serius menggelar rapat untuk membahas nasib investasi perusahaan asing dan konsorsium asal luar negeri di Nusantara. Rapat secara marathon itu salah satunya membahas surat minat investasi atau letter of intent (LoI) milik perusahaan asing dan konsorsium yang sudah masuk ke kantor Otorita IKN di Jakarta. Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa investor asing yang telah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di IKN umumnya menyasar kerja sama pada sektor hunian. Setidaknya terdapat tiga calon investor asing yang disebut komitmennya untuk membangun 90 rumah susun (rusun) di IKN. Perinciannya, satu perusahaan asal China yakni Citic Cobstruction dan dua perusahaan properti asal Malaysia yakni Maxim dan IJM. 

Citic Construction yang juga tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfi eld Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Selanjutnya, perusahaan properti asal Malaysia yakni IJM Corporation Berhad juga siap membangun 20 tower hunian ASN di IKN dan Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN. Minat investasi asing yang bakal dibangun lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk sektor hunian di IKN itu masih terganjal masalah biaya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita (IKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan nilai pengembalian investasi asing di IKN masih terlalu mahal. Basuki yang juga menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghitung biaya pengembalian investasi untuk sektor hunian jauh lebih mahal dibandingkan dengan bunga kredit sindikasi perbankan. “Jadi masih kita hitung betul, mendingan loan karena masih kecil bunganya,” tegasnya. Oleh karena itu, Basuki tengah mencari cara calon investor asing yang umumnya membidik IRR di atas 12% bisa terpenuhi. 

Sejauh ini, investasi asing di IKN masih nihil kendati Otorita IKN menargetkan total investasi yang parkir sepanjang tahun ini bisa menembus Rp100 triliun. Rencananya, Presiden Joko Widodo melangsungkan rapat kabinet guna membahas dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap proyek infrastruktur salah satunya IKN. Akan tetapi, Basuki menjelaskan tidak akan tinggal diam melihat situasai itu. Menurutnya, pemerintah bakal mengambil keputusan kahar nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi jika pelemahan nilai rupiah berlanjut. Basuki juga tak menampik bahwa sejumlah kontrak yang telah diteken di IKN bakal mengalami eskalasi. Dalam kesempatan lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus bergerak guna merealisasikan IKN. Rencananya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rute pelayaran kapal pinisi untuk wisata ke IKN. Saat ini, dua rute kapal pinisi disiapkan berlayar ke IKN. Pertama, trayek Pelabuhan Semayang—Jembatan Pulau Balang (passing)—Dermaga PT ITCI KU (memutar)—Pelabuhan Semayang. Kedua, Dermaga PT ITCI KU—Jembatan Pulau Balang (passing)—Pelabuhan Semayang (memutar)—Dermaga PT ITCI KU.

INDUSTRI PROPERTI : Rumah Subsidi Perlu Angkot

24 Jun 2024

Masyarakat Transportasi Indonesia mengusulkan pemberian subsidi angkutan umum untuk menggairahkan perumahan untuk masyarakat berpenghasil rendah (MBR) yang terbengkalai akibat akses yang minim dan tanpa angkutan umum. Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan anggaran subsidi bisa disiapkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk angkutan umum. Menurutnya, akses dan layanan angkutan umum yang memadai menjadi krusial untuk mengurai persoalan kemacetan, polusi dan efisiensi biaya hidup. Dia mencatat kondisi angkutan perkotaan (angkot) maupun perdesaan makin terpuruk sejak beberapa tahun belakangan. Dari 38 ibu kota provinsi di Indonesia, baru terdapat 15 kota yang berupaya membenahi angkutan umum berbadan hukum dan memberikan subsidi. Bahkan, ada beberapa kota yang menggratiskan tarif angkot. Sejauh ini, porsi anggaran subsidi Ditjen Perhubungan Darat pada 2024 hanya sebanyak Rp1,49 triliun, terdiri atas 367 trayek bus perintis Rp212,28 miliar, 35 trayek antarmoda Rp63,9 miliar, subsidi angkutan barang di enam lintasan Rp22,2 miliar, 270 lintasan kapal perintis penyeberangan Rp622,6 miliar, dua lintasan feri jarak jauh Rp18 miliar, subsidi angkutan perkotaan 10 kota Rp500 miliar dan angkutan perkotaan mendukung IKN Rp50 miliar.

Memanfaatkan Depresiasi Rupiah

22 Jun 2024

Depresiasi rupiah terhadap dollar AS sempat mencapai Rp 16.400 akhir pekan lalu, terendah sepanjang tahun 2024. Pada tahun 1990-an, depresiasi rupiah ditanggapi baik oleh pemerintah dan dunia usaha karena membantu meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia. Saat ini depresiasi rupiah tidak serta-merta meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia dan menambah devisa karena proporsi ekspor komoditas masih cukup besar, hampir 40 %. Ekspor komoditas rentan terhadap gejolak harga di pasar internasional, sementara sektor manufaktur lambat berkembang. Proporsi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun, dari 25,3 % pada tahun 2001 (tertinggi sejak 2000) dan menjadi 18,3 % pada 2022. Meskippenguatan dollar AS dialami banyak negara dan dampak pada Indonesia termasuk sedang, Indonesia tetap harus mengupayakan perbaikan perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi sektor domestik dan peran perdagangan masih minimal. Perdagangan internasional harus meningkat disertai perbaikan kinerja sektor manufaktur. Pernyataan pers 14 Juni 2024 staf Dana Moneter Internasional (IMF) dalam konsultasi dengan Pemerintah Indonesia menyebutkan, prediksi pertumbuhan Indonesia 5 % tahun 2024 dan 5,1 % pada 2025. Tim konsultasi IMF menyebut, Indonesia memerlukan reformasi struktural yang ambisius untuk menaikkan pertumbuhan potensial serta meningkatkan modal manusia, fisik, dan kelembagaan; memastikan lingkungan bisnis yang sehat dan dapat diprediksi, terbuka pada perdagangan dan investasi.

Banyak masukan sudah disampaikan kepada pemerintah dan tim ekonomi presiden terpilih untuk meningkatkan pertumbuhan berkualitas. Salah satunya, menjaga nilai tukar pada aras yang tepat untuk mendorong ekspor, memberi kepastian hukum dan lingkungan bisnis untuk mendorong investasi domestic dan asing, dan mencari pasar baru, antara lain, ke Afrika dan Eropa Timur yang sedang bertumbuh. Fokus perlu diberikan pada sektor yang menyerap banyak tenaga serta yang menjadi keunggulan komparatif dan kompetitif, seperti pertanian, perkebunan, dan manufaktur. Indonesia perlu menguatkan perdagangan luar negeri dengan menjadi bagian dari rantai nilai tambah global, dimulai dari meningkatkan kerja sama antar negara ASEAN. Apabila PR ini diselesaikan, pelemahan nilai rupiah akan memberi manfaat bagi penguatan ekspor dan pertumbuhan ekonomi. (Yoga)


Banyak Rumah Bersubsidi Mangkrak

22 Jun 2024

Bergulirnya program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih menghadapi tantangan, seperti proyek yang mangkrak dan hunian ditinggalkan penghuninya. Skema pencegahan hingga sanksi perlu diterapkan guna mencegah munculnya rumah tak layak huni dan tak tepat sasaran. Adapun program rumah bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang bergulir sejak tahun 2010 diperuntukkan bagi warga berpenghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan untuk mendapatkan rumah pertama. Proyek perumahan bersubsidi yang mangkrak, di antaranya, Villa Kencana, Cikarang, Bekasi. Perumahan diresmikan Presiden Jokowi pada 2017. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengemukakan, hunian yang terbengkalai dipicu beberapa hal, yakni pembeli baru sadar rumah yang dibeli jauh dari transportasi umum sehingga menimbulkan beban biaya tambahan transportasi. Akibatnya, penghuni kembali kos atau sewa di tempat yang dekat dengan kerja.

”Kerap terjadi, pembangunan rumah subsidi mengejar target fisik dan bukan manfaat,” kata Ali, Jumat (21/6). Persoalan lainnya, lanjut Ali, peruntukan hunian salah sasaran, yakni konsumen memodifikasi data agar bisa mendapatkan rumah pertama. Selain itu, konsumen memperoleh perbaikan penghasilan sehingga bisa membeli rumah yang lebih baik Agar kasus proyek rumah mangkrak tidak berulang, diperlukan sejumlah pembenahan kriteria atau seleksi pengembang agar sesuai dan dekat dengan transportasi umum. Pendataan mulai dari wilayah terkecil RT/RW. Perbankan juga harus selektif dalam menyeleksi nasabah KPR bersubsidi agar tidak salah sasaran. Mangkraknya proyek rumah bersubsidi menjadi ironis di tengah kekurangan rumah di Indonesia mencapai 10 juta unit. Akses KPR bersubsidi diakui semakin sulit dan kerap ditolak perbankan karena konsumen terjerat pinjaman daring. Menurut Direktur Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo, penyebab rumah mangkrak, antara lain, peruntukan rumah subsidi salah sasaran menjadi sarana investasi, konsumen atau penghuni terkena PHK, atau hunian tak layak karena jauh dari akses transportasi. (Yoga)


Literasi Keuangan bagi Disabilitas

22 Jun 2024

Para penyandang disabilitas masih menghadapi kesenjangan akses keuangan dan literasi keuangan yang memadai. Padahal, keduanya adalah aspek penting yang dapat menunjang sisi ekonomi para penyandang disabilitas. Hasil survei Yayasan Menembus Batas yang dirilis pada Januari 2024 menunjukkan, 55,3 % responden kalangan penyandang disabilitas tidak pernah mendengarkan atau mempelajari literasi keuangan secara mendalam. Meski sebagian besar memiliki kesadaran mengenai pentingnya mengelola keuangan, mereka belum mendapat pengetahuan yang cukup tentang produk-produk keuangan. Staf Khusus Presiden Jokowi, Angkie Yudistia mengatakan, para penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat rentan yang indeks literasinya juga masih rendah lantaran belum menjadi salah satu fokus sasaran edukasi.

Selama ini, terdapat hambatan upaya literasi keuangan, khususnya bagi mereka yang sulit dijangkau sekalipun dengan digitalisasi, seperti masyarakat yang tidak terafiliasi pada ikatan atau komunitas tertentu, seperti mereka. Maka, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam memberikan akses yang terbuka bagi para penyandang disabilitas. Apalagi, mereka rata-rata lulusan sekolah luar biasa yang kerap merasa bingung dengan potensi yang dimiliki. ”Secara produksi, cakep banget ini semuanya, bisa bikin baju, bisa bikin sepatu, bisa bengkel, bisa bikin kue, bisa masak, semua punya potensi bagus banget. Tapi, what next?” katanya dalam acara bertajuk ”Semua Bisa #FinanciallyFit: Disabilitas Menyala Tanpa Batas” di Jakarta, Kamis (20/6). Dalam praktiknya, kemampuan untuk mengelola keuangan bukanlah sekadar menabung dan mengelola, dibutuhkan juga akses bagaimana mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan.

Dalam kondisi ekonomi yang serba tidak pasti, kemampuan untuk mengelola keuangan dibutuhkan agar seseorang bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Dante Rigmalia menambahkan, pihaknya akan memastikan dan memantau pelaksanaan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak para penyandang disabilitas. Untuk itu, KND secara aktif melakukan advokasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait akses pendidikan yang setara. Salah satu lembaga yang mendukung literasi keuangan tersebut, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC), menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para penyandang disabilitas. Selama satu sesi, penyandang disabilitas memperoleh pelatihan dasar dan tips terkait bagaimana mengelola keuangan dengan baik, seperti alokasi kebutuhan, alokasi untuk tabungan, alokasi dana darurat, dan pentingnya berinvestasi. (Yoga)


Wenefrida Tulit Ina Pemberi Terang dan Pengharapan

22 Jun 2024

Mengalami kepincangan kaki kanan sejak usia dua tahun, Wenefrida Tulit Ina (47) tak menyesali kondisi fisiknya itu. Ia menatap masa depannya dengan optimistis dan menjadi dosen serta terus berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada perempuan dan anak-anak dengan disabilitas. Dalam pandangan Wenefrida, kaum difabel juga bisa memberi. Ia bilang, kala ditemui di Kupang, NTT, pada Senin (17/6) semua orang ingin hidup sempurna. Kenyataannya, banyak yang fisiknya saja tidak sempurna. Di balik kekurangan, ia percaya ada kelebihan yang diberikan oleh Tuhan. Meski cacat, ia tumbuh dan berkembang dalam kebahagiaan. Kedua orangtuanya menerima keadaannya, mendidik dan membimbingnya meraih mimpi hingga lulus perguruan tinggi.

Padahal, pada 1980-an, banyak orangtua di kampung terpencil NTT yang malu punya anak difabel. ”Saya sekolah seperti kebanyakan anak normal. Kebiasaan mem-bully di sekolah saat itu hampir tidak ada,” ujar Wenefrida. Lulus pada 2003 dari Universitas Nusa Cendana, Kupang, Wenefrida bekerja di universitas itu, mengajar teknik elektro. Sudah 21 tahun ia menjadi dosen dan berencana melanjutkan ke program doktoral di UNHAS, Makassar. Wenefrida menilai banyak anak NTT perlu dibantu menggapai mimpinya. Mereka lulus sekolah menengah atas dengan nilai bagus. Namun, begitu memasuki perguruan tinggi, banyak kesulitan mengikuti kegiatan di kampus. Sejak awal Wenefrida mengajar, minat mahasiswa pada jurusan teknik elektro sangat terbatas. Hanya 20 mahasiswa tertarik dan mendaftar per tahun. Mungkin karena mata kuliah ini dinilai sulit. Ada praktikum mengutak-atik rangkaian listrik, ada hitung-hitungan yang rumit.

Namun, kini sudah lebih dari 100 mahasiswa mendaftar setiap tahun. Memahami kondisi mahasiswa, ia berusaha mengajar dengan cara terbaik. Ia selalu berupaya memberikan penjelasan sedetail mungkin menggunakan contoh-contoh konkret yang dialami mahasiswa sehari-hari. Itulah mengapa di setiap mata kuliah yang diberikan Wenefrida, mahasiswa selalu hadir utuh, kecuali benar-benar berhalangan. Mereka selalu gembira mengikuti mata kuliah yang diajarkan Wenefrida. Mahasiswa hasil didikannya berhasil bekerja di sejumlah perusahaan, seperti PLN, Pertamina, dan Telkomsel. Ada juga yang bekerja di kantor gubernur, bupati, dan wali kota. Banyak pula yang membuka usaha sendiri.

Selain menjadi dosen, Wenefrida juga melatih perempuan dan anak-anak penyandang disabilitas menjahit. Pesertanya kebanyakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan selain mengurus rumah tangga. Mereka, ujar Wenefrida, tidak boleh bergantung kepada suami semata. Apalagi jika merupakan orangtua tunggal. Wenefrida melatih mereka secara cuma-cuma. Ia memiliki keterampilan menjahit yang ditekuni sejak lama. Belajar dari orangtua yang memiliki mesin jahit di rumah. Keterampilannya itu terus dikembangkan melalui internet, mempelajari mode-mode terbaru yang muncul tahun itu. Ia juga belajar memodifikasi kain tenun dengan kain pabrikan hingga menjahit gaun pengantin dengan berbagai mode. Selain untuk membangun kepercayaan diri dan bisa tampil leluasa di masyarakat. Lebih dari itu, mereka bisa mandiri secara ekonomi dan membangun masa depan. (Yoga)


Ancaman Mengintai Saham GOTO

22 Jun 2024

Saham PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan masih menapaki jalan terjal untuk bangkit kembali, setelah harganya masuk jajaran saham 'gocap' alias Rp 50. Proyeksi terburuknya, GOTO dapat masuk Papan Pemantauan Khusus dan terdepan dari indeks MSCL. Founder Stock.id Hendra Wardana mengatakan, jika kinerja saham GOTO terus menurun dan masuk dalam papan pemantauan khusus, nasib saham tersebut bisa menghadapi beberapa konsekuensi serius. Pertama, masuknya ke papan pemantauan khusus akan berdampak negatif  pada persepsi investor karena papan ini biasanya diisi oleh saham-saham dengan masalah serius, serta kinerja keuangan yang buruk atau ketidakpastian operasional yang tinggi. "Hal ini bisa menyebabkan investor makin ragu untuk mempertahankan atau membeli saham GOTO, memperburuk tekanan jual dan menyebabkan harga saham terus turun," jelas dia kepada Investor Daily. Kedua, lanjut Hendra, saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus akan diperdagangkan dengan mekanisme ini berarti saham hanya dapat diperdagangkan pada waktu-waktu tertentu, dalam sehari, yang mengurangi likuiditas dan membuat saham kurang menarik bagi investor yang mengingkan fleksibilitas dalam perdagangan. (Yetede)

Kuartal I, Laba Astra Financial Tumbuh 12%

22 Jun 2024

Kinerja Astra Finansial tercatat tumbuh secara berkesinambungan. Pada kuartal pertama 2024, Astra Finansial  mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,1 triliun, atau meningkat 12% secara yoy dari Rp 1,8 triliun. Peningkatan ini didukung oleh pengelolaan portfolio yang baik di sektor pembiayaan otomotif, komersial, retail, dan asuransi. Astra Finansial merupakan salah satu dari tujuh pilar bisnis Astra yang bergerak di jasa keuangan yang menaungi 14 unit bisnis di 8 sektor, yaitu: pembiayaan, asuransi, perbankan, dana pensiun, teknologi finansial, uang elektronik, digital ventura, dan modal ventura. Berdasarkan data kuartal I-2024, Astra Finansial mengelola aset sebesar Rp192,6 triliun dengan didukung oleh lebih dari 22 ribu karyawan dengan 912 cabang, serta mengelola 31,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia. "Sesuai dengan visi Astra Finansial, untuk menjadi jasa penyedia keuangan ritel yang terdepan, Astra Finansial terus berupaya  untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen yang didukung oleh integrasi berbagai layanan dalam ekosistem Astra," kata Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Finansial 1, Suparno Djasmin. (Yetede)

China Sudah Investasikan US$ 230 M Bangun Industri EV

22 Jun 2024

China dilaporkan sudah menginvetasikan US$ 230,8 miliar selama lebih dari satu dekade mengembangkan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Temuan ini muncul disaat Uni Eropa (UE) berencana mengenakan  tarif impor untuk mobil listrik China, yang diduga karena subsidi berlebihan dari pemerintah dalam produksinya. Sementara pada bulan lalu, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bakal menaikkan bea masuk impor kendaraan listrik China menjadi 100%. Menurut Scott Kennedy, ketua pengawas Ekonomi dan Bisnis China di Pusat Studi strategis dan internasional yang berbasis di AS, dukungan pemerintah China terhadap  total penjualan  mobil listrik antara  2009 dan 2023 sebesar 18,8%. Rasio dukungan  itu telah turun jauh dari 40% lebh pada tahun-tahun sebelum 2017. Dan pada 2023 hanya sedikit di atas 11%. (Yetede)