;

Memanfaatkan Depresiasi Rupiah

Ekonomi Yoga 22 Jun 2024 Kompas
Memanfaatkan Depresiasi Rupiah

Depresiasi rupiah terhadap dollar AS sempat mencapai Rp 16.400 akhir pekan lalu, terendah sepanjang tahun 2024. Pada tahun 1990-an, depresiasi rupiah ditanggapi baik oleh pemerintah dan dunia usaha karena membantu meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia. Saat ini depresiasi rupiah tidak serta-merta meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia dan menambah devisa karena proporsi ekspor komoditas masih cukup besar, hampir 40 %. Ekspor komoditas rentan terhadap gejolak harga di pasar internasional, sementara sektor manufaktur lambat berkembang. Proporsi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun, dari 25,3 % pada tahun 2001 (tertinggi sejak 2000) dan menjadi 18,3 % pada 2022. Meskippenguatan dollar AS dialami banyak negara dan dampak pada Indonesia termasuk sedang, Indonesia tetap harus mengupayakan perbaikan perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi sektor domestik dan peran perdagangan masih minimal. Perdagangan internasional harus meningkat disertai perbaikan kinerja sektor manufaktur. Pernyataan pers 14 Juni 2024 staf Dana Moneter Internasional (IMF) dalam konsultasi dengan Pemerintah Indonesia menyebutkan, prediksi pertumbuhan Indonesia 5 % tahun 2024 dan 5,1 % pada 2025. Tim konsultasi IMF menyebut, Indonesia memerlukan reformasi struktural yang ambisius untuk menaikkan pertumbuhan potensial serta meningkatkan modal manusia, fisik, dan kelembagaan; memastikan lingkungan bisnis yang sehat dan dapat diprediksi, terbuka pada perdagangan dan investasi.

Banyak masukan sudah disampaikan kepada pemerintah dan tim ekonomi presiden terpilih untuk meningkatkan pertumbuhan berkualitas. Salah satunya, menjaga nilai tukar pada aras yang tepat untuk mendorong ekspor, memberi kepastian hukum dan lingkungan bisnis untuk mendorong investasi domestic dan asing, dan mencari pasar baru, antara lain, ke Afrika dan Eropa Timur yang sedang bertumbuh. Fokus perlu diberikan pada sektor yang menyerap banyak tenaga serta yang menjadi keunggulan komparatif dan kompetitif, seperti pertanian, perkebunan, dan manufaktur. Indonesia perlu menguatkan perdagangan luar negeri dengan menjadi bagian dari rantai nilai tambah global, dimulai dari meningkatkan kerja sama antar negara ASEAN. Apabila PR ini diselesaikan, pelemahan nilai rupiah akan memberi manfaat bagi penguatan ekspor dan pertumbuhan ekonomi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :