;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Hasil Pemilu AS Jadi Penentu Ekonomi Indonesia

05 Nov 2024
Suksesi kepemimpinan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024 diprediksi akan berdampak signifikan pada ekonomi global, termasuk Indonesia. Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai hasil Pilpres AS dapat memengaruhi ekspor Indonesia, terutama ke sektor tekstil, furnitur, dan elektronik. Jika Donald Trump menang, kebijakan proteksionisme yang pernah diterapkan di masa kepemimpinannya kemungkinan besar akan berlanjut, berpotensi menambah tarif atau pembatasan perdagangan terhadap produk Indonesia. Sebaliknya, jika Kamala Harris terpilih, pendekatan lebih terbuka terhadap kerja sama internasional, termasuk perubahan iklim, dapat memberikan peluang baru untuk produk berkelanjutan dari Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menekankan pentingnya Indonesia menavigasi hubungan bilateral dengan AS secara strategis, siapa pun presidennya. Menurut Shinta, baik Trump maupun Harris memiliki agenda ekonomi yang berpotensi restriktif bagi perdagangan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus proaktif mengelola surplus perdagangan agar tidak menjadi alasan kebijakan pembatasan dari AS.

Secara keseluruhan, David juga mengingatkan bahwa perubahan kepemimpinan AS dapat meningkatkan risiko fiskal global karena potensi kenaikan utang AS, yang pada gilirannya akan memengaruhi yield obligasi pemerintah Indonesia. Dengan demikian, Indonesia perlu bersiap menghadapi dampak ekonomi global dari hasil Pilpres AS.

Eksportir Butuh Insentif untuk Devisa yang Parkir Lama

05 Nov 2024
Pemerintah Indonesia berencana merevisi aturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE-SDA) guna meningkatkan cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa aturan baru akan memperpanjang jangka waktu wajib penempatan devisa di sistem keuangan domestik, melebihi ketentuan saat ini yang hanya tiga bulan berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2023. Airlangga menegaskan bahwa devisa ini juga dapat dimanfaatkan sebagai modal kerja oleh eksportir.

Menurut Faisal Rachman, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Permata, revisi ini berpotensi meningkatkan cadangan devisa meskipun efeknya masih terbatas. Ia menyoroti perlunya penyesuaian kebijakan karena tren penurunan harga komoditas global dan stagnasi ekonomi di negara mitra dagang utama Indonesia telah menyebabkan penyusutan volume ekspor dan devisa.

Yusuf Rendy Manilet, Ekonom dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, menyarankan agar periode penempatan devisa diperpanjang menjadi tiga hingga enam bulan untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas global dan siklus bisnis ekspor. Namun, perpanjangan ini akan meningkatkan biaya peluang bagi eksportir karena likuiditas mereka tertahan lebih lama. Untuk itu, Yusuf merekomendasikan insentif yang lebih menarik, seperti suku bunga premium, pengurangan pajak, atau kemudahan akses pembiayaan ekspor.

Langkah pemerintah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan cadangan devisa, tetapi juga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah melalui kebijakan yang lebih terintegrasi dan menarik bagi eksportir.

Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan

05 Nov 2024
Mayoritas emiten tambang anggota holding industri pertambangan BUMN, Mind ID, menghadapi tantangan penurunan harga komoditas sepanjang Januari-September 2024, meskipun beberapa di antaranya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membukukan pendapatan Rp 30,65 triliun, naik 10,53% secara tahunan. Namun, laba bersihnya menurun 14,32% menjadi Rp 3,23 triliun akibat koreksi harga batu bara sekitar 28%. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA, menjelaskan bahwa meskipun volume penjualan batu bara meningkat 16%, fluktuasi pasar tetap menjadi tantangan utama.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam mencatat lonjakan pendapatan sebesar 39,85% yoy menjadi Rp 43,20 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,53% menjadi Rp 2,20 triliun, yang menurut Direktur Utama Antam, Nico Kanter, disebabkan oleh kendala operasional terkait perizinan di awal tahun.

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih akibat penurunan rata-rata harga jual nikel (ASP) serta pembengkakan biaya bahan bakar. Sebaliknya, PT Timah Tbk (TINS) justru mencatat kinerja yang solid dalam periode yang sama.

Menurut Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, tren penurunan ASP membuat kinerja PTBA, ANTM, dan INCO berada di bawah ekspektasi, dengan proyeksi penurunan laba bersih masing-masing hingga 2024. Namun, ia melihat prospek pemulihan kinerja ANTM mulai 2025 seiring perkiraan harga emas yang tetap tinggi.

Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimis bahwa peluang kenaikan harga komoditas dapat memperbaiki kinerja anggota Mind ID di sisa tahun ini. Ia merekomendasikan wait and see untuk saham ANTM, INCO, dan PTBA, serta trading buy untuk TINS dengan target harga Rp 1.410 per saham. Rizal merekomendasikan hold untuk saham INCO, PTBA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 4.000, Rp 2.900, dan Rp 1.700.

BBCA Pacu Kredit di Penghujung Tahun

05 Nov 2024
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja yang positif hingga kuartal ketiga 2024 dengan pertumbuhan laba bersih dua digit, didukung penyaluran kredit yang solid di semua segmen. Menurut Andrey Wijaya, Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, laba bersih BBCA mencapai Rp 41 triliun selama Januari-September 2024, tumbuh 13% year-on-year (yoy). Penyaluran kredit BBCA juga meningkat 14,5% yoy menjadi Rp 877 triliun, dengan kontribusi signifikan dari segmen korporasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terutama di luar Pulau Jawa.

Analis Binaartha Sekuritas, Achmadi Hangradhika, menyoroti pendapatan bunga bersih BBCA yang naik 9,62% yoy menjadi Rp 60,93 triliun, didukung pertumbuhan kredit yang selaras dengan prinsip keberlanjutan (environmental, social, governance). Pembiayaan hijau BBCA tumbuh 40,65%, sementara pembiayaan sosial melonjak 59,35%. Achmadi memproyeksikan kredit konsolidasi BBCA akan mencapai Rp 899,99 triliun pada akhir 2024 dengan laba bersih diperkirakan mencapai Rp 55,66 triliun.

Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi, menilai BBCA berhasil menjaga kualitas kredit dan mencatat margin bunga bersih (NIM) yang lebih ekspansif, naik 30 basis poin menjadi 5,8% per kuartal III-2024. BBCA juga memperbarui panduan NIM menjadi 5,7%-5,8%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.

Dengan proyeksi pertumbuhan yang kuat, para analis menyarankan pembelian saham BBCA. Achmadi menetapkan target harga Rp 11.975, Andrey di Rp 12.060, dan Leonardo memberikan rating overweight dengan target Rp 11.750. Strategi BBCA, termasuk penggelaran Expoversary untuk mendorong kredit konsumen, diprediksi akan menopang pertumbuhan lebih lanjut di kuartal IV-2024.

Pemimpin AS terpilih berdampak bagi Indonesia

05 Nov 2024

Hampir 78 juta warga AS telah menggunakan hak pilih mereka ketika pemungutan suara pendahuluan ditutup pada Minggu (3/11). Sisanya akan memilih pada hari puncak pemilu, Selasa (5/11). Siapa pun pilihan mereka, apakah Wapres Kamala Harris (Demokrat) atau mantan Presiden Donald Trump (Republik) publik ”Negeri Paman Sam” itu akan menorehkan sejarah baru. Bagi negara-negara lain, termasuk   kawasan Asia Tenggara, pemimpin AS terpilih akan membawa dampak meski akan dipengaruhi dinamika hubungan dengan China. ”Siapa pun yang akan dipilih warga AS, negara-negara yang ditekan oleh China dan berupaya membalas tekanan itu kepada China bakal menjalin hubungan baik dengan AS beberapa tahun ke depan,” kata Zack Cooper, senior fellow lembaga think tank American Enterprise Institute, di Washington DC.

”Anda menjalin hubungan baik dengan AS karena kepentingan pada AS sebagai kekuatan penyeimbang. (Presiden Joe) Biden telah melakukannya. Trump juga akan melakukan hal itu, begitu pula Harris,” kataCooper dalam pertemuan dengan 11 wartawan Asia Tenggara dalam program Tur Reporter AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN. Berkaitan dengan Indonesia, dosen di Universitas Princeton itu menyebutkan, sulit bagi Indonesia dan negara-negara lain, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan bahkan Singapura, untuk berhubungan yang benar-benar baik dengan AS tanpa gencatan senjata di Gaza dan Lebanon. ”Indonesia secara khusus berharap pada investasi perdagangan. Saya benar-benar khawatir, jika Trump (terpilih) dan menetapkan tarif global 10 p%, hal itu akan mengirim pesan cukup buruk pada Indonesia tentang kemauan AS memperdalam hubungan perdagangan,” tutur Cooper. (Yoga)


Stok Cadangan Beras Terjaga Sebanyak 2 Ton

05 Nov 2024

Para pekerja terlihat sedang mengemas beras premium di Sentra Pengolahan Beras Jakarta, kompleks pergudangan Bulog, Sunter Timur, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/11/2024). Tempat tersebut memiliki kapasitas pengemasan 6 ton per jam. Pemerintah optimistis dengan cadangan beras minimal 2 juta ton hingga akhir tahun 2024 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia. (Yoga)

Mempertanyakan Program Pembangunan 3 Juta Rumah

05 Nov 2024

Ambisi pemerintah untuk membangun 3 juta rumah per tahun dipertanyakan karena dinilai kurang realistis. Skema gotong royong penyediaan rumah yang dicanangkan pemerintah perlu diimbangi regulasi dan strategi yang jelas. Kebijakan pembiayaan juga perlu diperbarui. Beragam pertanyaan dan keraguan terkait program 3 juta rumah per tahun mengemuka dalam Raker Komisi V DPR dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (4/11). Dalam rapat itu, anggota Komisi V DPR, Lasarus, mengatakan, masalah kekurangan (backlog) rumah adalah problem menahun. Angka kekurangan rumah tidak berkurang signifikan meski program penyediaan rumah terus digulirkan. Lima tahun terakhir, alokasi anggaran pemerintah untuk pembiayaan perumahan Rp 119 triliun, tapi total penyediaan rumah hanya bisa dicapai 2,17 juta unit.

Pada periode 2024-2029, pemerintah justru kenargetkan penyediaan 3 juta unit rumah tiap tahun. ”Untuk bisa mencapai 3 juta rumah per tahun, setiap hari harus bisa membangun 8.220 unit rumah. Untuk mencapai 3 juta rumah pada tahun 2025 dengan anggaran pemerintah Rp 5 triliun, tentu jauh panggang dari api,” ujar anggota Fraksi PDI-P DPR tersebut. Ia mengilustrasikan, kebutuhan anggaran untuk bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 3 juta unit mencapai Rp 60 triliun, tidak termasuk pembangunan rumah tapak. Sementara, hingga saat ini belum ada dokumen terkait peta jalan pencapaian 3 juta rumah per tahun. Menurut Lasarus, penyediaan lahan merupakan hal mendasar dari proses penyediaan perumahan rakyat. Namun, penyediaan lahan perumahan kerap menuai persoalan hukum. Karena itu, masalah lahan perlu disikapi hati-hati, terutama lahan yang dihibahkan untuk perumahan rakyat. (Yoga)


PTPN dan Perhutani Akan Digabung untuk Menopang Swasembada

05 Nov 2024

Kementerian BUMN berencana menggabungkan PT Perkebunan Nusantara Group dengan Perum Perhutani. Penggabungan atau merger dilakukan sebagai bentuk rasionalisasi untuk mendukung program swasembada pangan yang jadi prioritas Presiden Prabowo. Rencana itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam raker Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (4/11). ”Jika PTPN merger dengan Perhutani, luas lahan yang dikelola 2,2 juta hektar. Kami bisa memetakan kembali mana yang mendukung swasembada pangan,” ujarnya. Saat ini, target swasembada pangan memiliki masalah kurangnya lahan. ”Hal ini yang sedang kita coba remapping. Apalagi, beberapa industri memang sudah mulai kalah bersaing. Rasionalisasi ini yang kami coba lakukan,” kata Erick. Akhir tahun lalu, Holding Perkebunan Nusantara atau PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) meresmikan pembentukan subholding PalmCo yang bergerak di sektor hilirisasi produk sawit dan SupportingCo yang bergerak mengoptimalisasi aset perkebunan milik PTPN Group.

Sub-holding PalmCo dibentuk melalui penggabungan anak usaha PTPN Group, yakni PTPN V, VI, dan XIII, ke dalam PTPN IV sebagai entitas yang bertahan (surviving entity). Adapun sub-holding SupportingCo dibentuk melalui peng- gabungan anak usaha PTPN Group, yakni PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV, ke dalam PTPN I. PalmCo digadang-gadang bisa menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan lahan seluas 700.000 hektar serta menghasilkan 3,3 juta ton minyak sawit mentah (CPO), 1,8 juta ton minyak goreng, dan 433.000 ton biodiesel setiap tahun. Sementara SupportingCo akan menjadi perusahaan pengelola aset perkebunan yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi dan divestasi aset, pengelolaan tanaman perkebunan, diversifikasi usaha lainnya, serta green business yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. (Yoga)


Perombakan jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina

05 Nov 2024

Kementerian BUMN mengubah susunan direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero) pada Senin (4/11). Simon Aloysius Mantiri, yang sebelumnya Komisaris Utama, menjadi Dirut menggantikan Nicke Widyawati. Sementara Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menjadi Komisaris Utama Pertamina. Pergantian dihasilkan melalui RUPS dengan SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan (Persero) PT Pertamina. Diputuskan Wamen BUMN, Dony Oskaria sebagai Wakil Komut dan Raden Adjeng Sondaryani sebagai Komisaris Independen. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pengangkatan serta pemberhentian direksi dan komisaris BUMN, termasuk Pertamina, adalah kewenangan pemerintah sebagai pemegang saham, diwakili Menteri BUMN.

”Pergantian kepemimpinan perusahaan merupakan proses normal dan wajar sebagaimana ketentuan yang  ada,” kata Fadjar melalui siaran pers, Senin (4/11). Fadjar menambahkan, kehadiran pemimpin baru akan menjadi energi baru untuk memastikan keberlanjutan Pertamina di masa mendatang. Kepemimpinan sebelumnya menjadi landasan untuk mencapai kemajuan perusahaan serta mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Tim Prabowo-Gibran Pada Pilpres 2024, Simon Aloysius menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Berdasar Keputusan Menkumham No M.HH-23.AH.11.01TAHUN 2020 tentang Pengesahan Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Simon Aloysius tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra. Simon diangkat menjadi Komisaris Utama Pertamina pada Juni 2024. (Yoga)


Target Pertumbuhan Ekonomi Sulit Dicapai

05 Nov 2024

Mesin utama perekonomian Indonesia, seperti konsumsi rumah tangga dan industri manufaktur, melambat signifikan sepanjang triwulan III-2024, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2024 diperkirakan di bawah 5 %. Target pertumbuhan ekonomi 5,2 % sepanjang 2024 sulit dicapai. Kinerja industri manufaktur mengalami perlambatan empat bulan berturut-turut, sejak Juli dan berlanjut hingga Oktober 2024. Pada Oktober, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur Indonesia pada level 49,2 alias kontraksi. Posisi itu sama dengan level September 2024 (49,2), tetapi lebih rendah dari Juli (49,3) dan di atas Agustus (48,9).

Perlambatan disebabkan turunnya permintaan yang memicu penurunan produksi industri pengolahan. Sepanjang triwulan III-2024, pelemahan juga diperkirakan terjadi pada konsumsi rumah tangga selaku mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Indikasi itu terlihat dari deflasi yang terjadi hingga lima bulan berturut-turut sejak Mei sampai September 2024. Juli-September 2024, konsumsi diperkirakan melemah karena absennya faktor musiman, seperti hari raya keagamaan, yang bisa mendongkrak permintaan seperti pada triwulan I dan II.

Di tengah melemahnya motor-motor utama perekonomian itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, ekonomi pada triwulan III-2024 berpotensi tumbuh di bawah 5 %, melambat dibanding triwulan II-2024 (5,05 %) dan triwulan I-2024 (5,11 %). Pelemahan ekonomi pada triwulan III-2024 dinilai akan memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024. Target pertumbuhan ekonomi yang dipasang pemerintah tahun ini 5,2 persen. Kondisi mesin-mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lemah akan mempersulit target itu dicapai. (Yoga)