;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Kekhawatiran Pasar Terhadap Pemilu AS

06 Nov 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,46% sepanjang pekan lalu, dipengaruhi oleh keluarnya dana asing yang cukup besar dari pasar saham Indonesia. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pemodal asing mencatatkan jual bersih senilai Rp2,65 triliun antara 28 Oktober hingga 1 November 2024, yang turut memperburuk aliran dana keluar yang telah mencapai Rp12,58 triliun sepanjang bulan Oktober. Meskipun demikian, IHSG masih menunjukkan ketahanan atau resiliensi, meskipun pergerakannya fluktuatif.

Tantangan selanjutnya datang dari ketidakpastian politik global, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat yang semakin mendekati hasil akhirnya. Pasar cenderung merespons negatif terhadap ketidakpastian ini, terutama jika hasil pemilu memunculkan ketegangan atau kemenangan tipis antara kandidat Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Situasi politik yang tidak stabil dapat meningkatkan volatilitas pasar saham global, termasuk di Indonesia.

Perekonomian Indonesia, meskipun dipengaruhi oleh dinamika global, harus tetap fokus pada penguatan fundamental ekonomi domestik agar dapat meningkatkan resiliensi pasar modal di dalam negeri. Meskipun ada risiko yang terkait dengan kebijakan ekonomi yang berbeda antara kedua calon presiden AS, stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang pro-pasar menjadi faktor yang sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus memantau perkembangan ini dan memperkuat daya tahan ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global.


BBN Airlines Diminta Penuhi Hak Penumpang Rute Jakarta-Balikpapan

06 Nov 2024

Kementerian Perhubungan mengimbau BBN Airlines Indonesia untuk mengembalikan uang tiket secara penuh kepada penumpang yang terpengaruh oleh penutupan rute Jakarta–Balikpapan. Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa BBN Airlines memutuskan untuk menutup rute tersebut sejak 29 Oktober 2024, dengan alasan rendahnya permintaan pasar yang tercermin pada load factor rata-rata hanya 20%–25%. Keputusan ini dianggap wajar, namun Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya pemenuhan hak penumpang, termasuk pengembalian tiket secara penuh dan memastikan tidak ada penjualan ulang tiket.

Lukman juga menegaskan bahwa maskapai sebaiknya menyesuaikan layanan mereka dengan permintaan pasar dan menjaga kepuasan pelanggan. Meskipun menghentikan rute tersebut, Kementerian berharap BBN Airlines Indonesia tetap dapat memberikan pilihan penerbangan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi pada kemajuan sektor penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan juga mendorong maskapai untuk tetap menjaga transparansi dalam komunikasi dengan penumpang dan berupaya meningkatkan kepercayaan pelanggan.


Danantara: Raksasa Investasi Baru untuk Negara

06 Nov 2024
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 7 November 2024, sebagai pengelola dana kekayaan negara dengan skala global. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muliaman Darmasyah Hadad sebagai Kepala Danantara, yang bertugas mengelola dana investasi di luar APBN melalui skema sovereign wealth fund (SWF). Wakil Kepala Danantara, Kaharudin Djenod Daeng Manyambeang, menambahkan bahwa berbagai regulasi tengah disiapkan untuk mendukung operasional lembaga ini.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pembentukan Danantara adalah langkah transformasi dalam tata kelola BUMN. Danantara merupakan evolusi dari Indonesia Investment Authority (INA) dengan skala lebih besar, berfungsi mengonsolidasikan aset BUMN untuk mendanai proyek besar tanpa ketergantungan pada APBN. Dengan nilai awal dana kelolaan (AUM) sebesar US$ 10,8 miliar, Danantara menargetkan menjadi SWF terbesar ke-4 di dunia dengan AUM hingga US$ 982 miliar.

Namun, Associate Director BUMN Research Group FEB UI, Toto Pranoto, menekankan perlunya amandemen UU No. 19/2003 agar kelembagaan Danantara optimal. Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, mengingatkan pentingnya tata kelola, manajemen risiko, dan pengawasan untuk mencegah korupsi atau kerugian seperti yang pernah terjadi pada dana BUMN sebelumnya.

Dengan visi ambisius untuk bersaing di level global seperti Temasek Holdings, Danantara berpotensi menjadi pilar investasi strategis yang mendongkrak ekonomi nasional. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada profesionalisme, integritas, dan pengelolaan risiko yang ketat.

Minim Katalis Baru, Daya Beli Kian Tertekan

06 Nov 2024
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 melambat menjadi 4,95% year-on-year (yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal II-2024 yang sebesar 5,05%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, melaporkan bahwa PDB atas harga berlaku mencapai Rp 5.638,9 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.279,6 triliun. Perlambatan ini mencerminkan tekanan pada daya beli masyarakat dan stagnasi harga komoditas.

Konsumsi rumah tangga, yang menjadi motor utama pertumbuhan, tumbuh 4,91% yoy, melambat dari kuartal sebelumnya. Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, mencatat penurunan daya beli masyarakat sejak Maret, dengan masyarakat mulai mengandalkan tabungan untuk kebutuhan dasar. Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, menambahkan bahwa deflasi selama lima bulan berturut-turut turut melemahkan daya beli, meskipun tren deflasi mulai berakhir pada Oktober.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyoroti melemahnya daya beli kelas menengah sebagai penyebab utama perlambatan ini. Ia merekomendasikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperbaiki iklim investasi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Meski pertumbuhan kuartal III melambat, perekonomian diperkirakan akan lebih dinamis di kuartal IV-2024 dengan proyeksi 5,0%-5,2%. Dukungan terhadap daya beli masyarakat dan peningkatan investasi akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Dana Asing Menguap Rp 8 Miliar

06 Nov 2024
Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan akibat aliran dana asing yang keluar cukup besar selama sebulan terakhir, dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 8,56 triliun. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah level psikologis 7.500, dengan saham perbankan, infrastruktur, dan pertambangan menjadi sektor yang paling banyak dilepas investor asing.

Menurut Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, arus keluar dana asing dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga sekali lagi, serta ketidakpastian hasil pemilihan presiden AS. Jika Donald Trump menang, kebijakan ketat terkait imigrasi dan perdagangan dengan China bisa memicu inflasi global, tetapi dampaknya pada pasar domestik diperkirakan hanya bersifat jangka pendek.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai volatilitas ini tidak akan berlangsung lama karena fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Nico juga mencatat peluang pemangkasan suku bunga The Fed, yang jika terjadi dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), hanya akan sebesar 25 basis poin.

Meski IHSG tertekan, window dressing di akhir tahun memberikan harapan masuknya kembali dana asing. Martha menyarankan investor tetap hati-hati dan memegang uang tunai untuk memanfaatkan peluang saham di harga rendah. Sementara itu, Nico merekomendasikan saham di sektor keuangan, konsumen primer, properti, energi, serta transportasi dan logistik, yang secara historis menunjukkan penguatan menjelang akhir tahun.

Optimisme Kinerja Saham BUMN

06 Nov 2024
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) pada 8 November 2024 sebagai superholding BUMN. Superholding ini dirancang untuk mengelola sejumlah perusahaan negara besar seperti PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Telkom Indonesia (TLKM), PLN, Pertamina, Mind Id, dan Indonesia Investment Authority (INA). Dengan perkiraan dana kelolaan awal sebesar US$ 600 miliar yang berpotensi meningkat hingga US$ 982 miliar, Danantara diproyeksikan menjadi SWF terbesar keempat di dunia.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, pembentukan Danantara merupakan katalis positif bagi perusahaan-perusahaan di bawahnya. Koordinasi investasi yang lebih terpadu akan memperkuat pengelolaan aset negara dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Namun, Nico menekankan pentingnya kajian mendalam untuk memastikan dampak positif terhadap entitas yang tergabung.

Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menyebutkan bahwa Danantara memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara, melanjutkan upaya integrasi sejak era Presiden Joko Widodo. Namun, sentimen ini belum sepenuhnya memengaruhi pergerakan saham BUMN yang tergabung dalam superholding, karena pelaku pasar masih menanti kejelasan lebih lanjut terkait rencana tersebut.

Sementara itu, Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, memandang pembentukan Danantara sebagai peluang investasi. Ia menyarankan investor untuk mempertimbangkan membeli saham BMRI, BBRI, BBNI, dan TLKM, terutama jika integrasi ini berhasil meningkatkan nilai aset dan memoles harga saham BUMN.

Hingga saat ini, beberapa saham seperti BMRI dan BBNI sudah menunjukkan pergerakan positif di zona hijau, sementara BBRI dan TLKM masih mengalami pelemahan.

Harga Emas Dongkrak Laba BRMS

06 Nov 2024
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksikan akan terus menikmati keuntungan dari kenaikan harga emas yang mencapai 33% sejak awal 2024, yang didorong oleh kontraksi ekonomi global dan ketidakpastian politik seperti pilpres AS. Emiten tambang emas ini menonjol karena cadangan emas yang besar dan rencana ekstensifikasi produksi yang ambisius.

Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai BRMS sebagai salah satu emiten paling menarik di sektor emas. BRMS berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 4.000 ton per hari melalui pabrik baru dan menargetkan tambang bawah tanah di Blok-1 Poboya dengan kadar bijih lebih tinggi, yakni 4,9 gram per ton.

Farras Farhan dari Samuel Sekuritas menyoroti aset strategis Citra Palu Mineral (CPM) di Sulawesi Tengah sebagai tulang punggung operasi BRMS. Ryan Winipta dari Indo Premier Sekuritas menyebut potensi masuknya BRMS ke indeks MSCI pada Februari 2025, tergantung pada kapitalisasi pasar dan harga saham yang stabil di atas Rp 360.

Kiswoyo Adi Joe dari Nawasena Abhipraya Investama merekomendasikan buy dengan target harga Rp 500, menyebut momentum lonjakan harga emas mendukung penambahan kapasitas smelter. M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga menyarankan accumulative buy dengan target harga Rp 484. Farras Farhan optimistis pada target Rp 500, seiring kenaikan kapasitas dan fundamental yang kokoh.

Kinerja BRMS diprediksi terus bersinar berkat kenaikan harga emas, strategi ekspansi, dan potensi masuk ke indeks besar seperti MSCI. Dengan dukungan proyek baru seperti pabrik heap leach dan tambang bawah tanah CPM, serta rekomendasi positif dari analis, BRMS diharapkan mampu memperkuat posisinya di pasar saham.

Kemkomdigi Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Judol

06 Nov 2024
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan kesiapannya jika Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkondigi) menjadi garda terdepan dalam pemberantasan  judi online di Tanah Air. terkuaknya kasus 11 pegawai Kemkomdigi dalam pusaran aktivitas judi online  pun diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk memberantas judi online  lebih masif. Hal tersebut disampaikan oleh Menkomdigi ketika dicecar oleh Kmisi I DPR RI terkait maraknya kasus judi online (Judol) dan juga terkuaknya kasus 11 pegawai Kemkomdigi, dari 16 tersangka, dalam pusaran aktivitas haram tersebut. Sebab mereka bukan memblokir website/aplikasi judol, tapi malah melindunginya. "Kemkomdigi adalah pintu masuk. Dan ini, kalau demi untuk kebaikan bangsa  dan negara, kami rela menjadi pintu masuk," ungkap Meutya. Namun Kemkomdigi juga bekerja sama dengan stakeholder terkait, yakni OJK, Perbankan, Lembaga Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta ekosistem digital lainnya, seperti penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk memberantas judol. (Yetede)

Transparasi dan pasar terbuka untuk menarik investasi Perusahaan AS

06 Nov 2024

Perang tarif AS dan China lima tahun terakhir membuat perusahaan-perusahaan AS menoleh ke Asia Tenggara dan memperbesar investasi mereka di kawasan itu. Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo diharapkan melanjutkan kebijakan terkait investasi asing, transparansi, dan pasar terbuka jika ingin ikut menikmati investasi perusahaan-perusahaan AS. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asia Tenggara Kadin AS John Goyer di Washington DC, AS, Senin (4/11). Ia memberikan keterangan bersama Senior Vice President Asia Kadin AS Charles W Freeman III kepada 11 wartawan Asia Tenggara, termasuk Kompas, dalam Program Tur AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN.

”Terus terang, kami masih menghadapi tantangan-tantangan di Indonesia dalam hal transparansi regulasi dan proses pembuatan aturan. Kami ingin ada pelibatan yang lebih mendalam dan lebih sistematis dengan sektor swasta dalam proses pembuatan aturan itu,” ujar Goyer. Pada 26 November mendatang akan digelar ajang tahunan Pertemuan Puncak Investasi AS-Indonesia di Jakarta sebagai bagian dari upaya membahas tantangan-tantangan tersebut. ”Kami telah mengundang Presiden Prabowo dan para menteri kabinetnya serta Sekjen OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) Mathias Cormann,” lanjut Goyer. Saat ini lebih dari 6.200 perusahaan AS beroperasi di Asia Tenggara. (Yoga)


Visi Kemaritiman Prabowo-Gibran Dipertanyakan

05 Nov 2024

Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang terpilih memimpin Indonesia untuk periode 2024–2029 memutuskan untuk mengeliminasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dari struktur kabinetnya. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat peran strategis Kemenko Marves dalam mengelola kebijakan kelautan dan kemaritiman yang sangat penting bagi Indonesia. Kemenko Marves, yang selama ini berfungsi sebagai koordinasi lintas kementerian terkait isu kelautan, investasi, dan geopolitik maritim, tidak lagi ada dalam kabinet baru Prabowo-Gibran, meskipun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap dipertahankan.

Salah satu alasan yang mungkin mendasari penghapusan Kemenko Marves adalah prioritas baru pemerintahan Prabowo-Gibran yang lebih fokus pada sektor pangan, dengan dibentuknya Kemenko Pangan, untuk mengatasi masalah ketahanan pangan yang menjadi urgensi setelah Indonesia mengalami peringkat moderat dalam Global Food Security Index dan Global Hunger Index 2023. Keputusan ini juga bisa dipandang sebagai respons terhadap ancaman geopolitik global, seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, yang mempengaruhi kestabilan pasokan pangan.

Namun, penghapusan Kemenko Marves juga diwarnai oleh kekhawatiran akan dampaknya terhadap peran Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang telah menjadi cita-cita besar sejak era Presiden Jokowi. Dalam hal ini, beberapa pihak, termasuk para pemangku kepentingan di sektor kemaritiman, menganggap bahwa penghilangan Kemenko Marves bisa mengurangi daya saing Indonesia dalam geopolitik regional, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang strategis.

Sebagai solusi, artikel ini menyarankan agar pemerintahan Prabowo-Gibran mempertimbangkan untuk merevitalisasi Kemenko Marves dengan fokus pada pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia. Kemenko Marves yang lebih kuat dan efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun geopolitik, mengingat posisi Indonesia yang sangat strategis di kawasan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.