Ekonomi
( 40733 )Kekhawatiran Pasar Terhadap Pemilu AS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,46% sepanjang pekan lalu, dipengaruhi oleh keluarnya dana asing yang cukup besar dari pasar saham Indonesia. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pemodal asing mencatatkan jual bersih senilai Rp2,65 triliun antara 28 Oktober hingga 1 November 2024, yang turut memperburuk aliran dana keluar yang telah mencapai Rp12,58 triliun sepanjang bulan Oktober. Meskipun demikian, IHSG masih menunjukkan ketahanan atau resiliensi, meskipun pergerakannya fluktuatif.
Tantangan selanjutnya datang dari ketidakpastian politik global, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat yang semakin mendekati hasil akhirnya. Pasar cenderung merespons negatif terhadap ketidakpastian ini, terutama jika hasil pemilu memunculkan ketegangan atau kemenangan tipis antara kandidat Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Situasi politik yang tidak stabil dapat meningkatkan volatilitas pasar saham global, termasuk di Indonesia.
Perekonomian Indonesia, meskipun dipengaruhi oleh dinamika global, harus tetap fokus pada penguatan fundamental ekonomi domestik agar dapat meningkatkan resiliensi pasar modal di dalam negeri. Meskipun ada risiko yang terkait dengan kebijakan ekonomi yang berbeda antara kedua calon presiden AS, stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang pro-pasar menjadi faktor yang sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus memantau perkembangan ini dan memperkuat daya tahan ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global.
BBN Airlines Diminta Penuhi Hak Penumpang Rute Jakarta-Balikpapan
Kementerian Perhubungan mengimbau BBN Airlines Indonesia untuk mengembalikan uang tiket secara penuh kepada penumpang yang terpengaruh oleh penutupan rute Jakarta–Balikpapan. Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa BBN Airlines memutuskan untuk menutup rute tersebut sejak 29 Oktober 2024, dengan alasan rendahnya permintaan pasar yang tercermin pada load factor rata-rata hanya 20%–25%. Keputusan ini dianggap wajar, namun Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya pemenuhan hak penumpang, termasuk pengembalian tiket secara penuh dan memastikan tidak ada penjualan ulang tiket.
Lukman juga menegaskan bahwa maskapai sebaiknya menyesuaikan layanan mereka dengan permintaan pasar dan menjaga kepuasan pelanggan. Meskipun menghentikan rute tersebut, Kementerian berharap BBN Airlines Indonesia tetap dapat memberikan pilihan penerbangan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi pada kemajuan sektor penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan juga mendorong maskapai untuk tetap menjaga transparansi dalam komunikasi dengan penumpang dan berupaya meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Danantara: Raksasa Investasi Baru untuk Negara
Minim Katalis Baru, Daya Beli Kian Tertekan
Dana Asing Menguap Rp 8 Miliar
Optimisme Kinerja Saham BUMN
Harga Emas Dongkrak Laba BRMS
Kemkomdigi Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Judol
Transparasi dan pasar terbuka untuk menarik investasi Perusahaan AS
Perang tarif AS dan China lima tahun terakhir membuat perusahaan-perusahaan AS menoleh ke Asia Tenggara dan memperbesar investasi mereka di kawasan itu. Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo diharapkan melanjutkan kebijakan terkait investasi asing, transparansi, dan pasar terbuka jika ingin ikut menikmati investasi perusahaan-perusahaan AS. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asia Tenggara Kadin AS John Goyer di Washington DC, AS, Senin (4/11). Ia memberikan keterangan bersama Senior Vice President Asia Kadin AS Charles W Freeman III kepada 11 wartawan Asia Tenggara, termasuk Kompas, dalam Program Tur AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN.
”Terus terang, kami masih menghadapi tantangan-tantangan di Indonesia dalam hal transparansi regulasi dan proses pembuatan aturan. Kami ingin ada pelibatan yang lebih mendalam dan lebih sistematis dengan sektor swasta dalam proses pembuatan aturan itu,” ujar Goyer. Pada 26 November mendatang akan digelar ajang tahunan Pertemuan Puncak Investasi AS-Indonesia di Jakarta sebagai bagian dari upaya membahas tantangan-tantangan tersebut. ”Kami telah mengundang Presiden Prabowo dan para menteri kabinetnya serta Sekjen OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) Mathias Cormann,” lanjut Goyer. Saat ini lebih dari 6.200 perusahaan AS beroperasi di Asia Tenggara. (Yoga)
Visi Kemaritiman Prabowo-Gibran Dipertanyakan
Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang terpilih memimpin Indonesia untuk periode 2024–2029 memutuskan untuk mengeliminasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dari struktur kabinetnya. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat peran strategis Kemenko Marves dalam mengelola kebijakan kelautan dan kemaritiman yang sangat penting bagi Indonesia. Kemenko Marves, yang selama ini berfungsi sebagai koordinasi lintas kementerian terkait isu kelautan, investasi, dan geopolitik maritim, tidak lagi ada dalam kabinet baru Prabowo-Gibran, meskipun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap dipertahankan.
Salah satu alasan yang mungkin mendasari penghapusan Kemenko Marves adalah prioritas baru pemerintahan Prabowo-Gibran yang lebih fokus pada sektor pangan, dengan dibentuknya Kemenko Pangan, untuk mengatasi masalah ketahanan pangan yang menjadi urgensi setelah Indonesia mengalami peringkat moderat dalam Global Food Security Index dan Global Hunger Index 2023. Keputusan ini juga bisa dipandang sebagai respons terhadap ancaman geopolitik global, seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, yang mempengaruhi kestabilan pasokan pangan.
Namun, penghapusan Kemenko Marves juga diwarnai oleh kekhawatiran akan dampaknya terhadap peran Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang telah menjadi cita-cita besar sejak era Presiden Jokowi. Dalam hal ini, beberapa pihak, termasuk para pemangku kepentingan di sektor kemaritiman, menganggap bahwa penghilangan Kemenko Marves bisa mengurangi daya saing Indonesia dalam geopolitik regional, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang strategis.
Sebagai solusi, artikel ini menyarankan agar pemerintahan Prabowo-Gibran mempertimbangkan untuk merevitalisasi Kemenko Marves dengan fokus pada pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia. Kemenko Marves yang lebih kuat dan efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun geopolitik, mengingat posisi Indonesia yang sangat strategis di kawasan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









