;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Laba Meroket, Prospek Emiten Energi Terbarukan Cerah

02 Nov 2024
Laporan kinerja emiten sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan laba meski pendapatan sedikit tertekan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten EBT dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami penurunan pendapatan 0,89% secara tahunan menjadi USD 441,29 juta, tetapi berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 1,87% menjadi USD 86,05 juta. Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa gangguan pada segmen panas bumi yang memengaruhi output telah diatasi pada September 2024, sehingga ada peluang peningkatan kinerja ke depan.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) juga mencatat kinerja serupa, dengan pendapatan yang sedikit menurun tetapi laba bersih masih bertumbuh. Hendra Wardana, pendiri Stocknow.id, menilai bahwa pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan menunjukkan kemampuan perusahaan EBT dalam mengelola efisiensi dan menjaga profitabilitas.

Miftahul Khaer, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimistis dengan prospek jangka panjang sektor EBT, terutama karena potensi dukungan kebijakan dari pemerintahan baru yang mendorong swasembada energi melalui EBT. Namun, ia mengingatkan investor untuk waspada terhadap valuasi yang cenderung overvalue pada beberapa saham EBT, sementara William Wibowo dari Kanaka Hita Solvera dan Hendra memberikan rekomendasi beli untuk beberapa saham EBT, seperti PGEO dan ARKO.

United Bike Genjot Produksi Kendaraan Listrik

02 Nov 2024
PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), perusahaan yang berdiri sejak 1988 dan dikenal melalui produk United Bike, terus memperkuat posisi dalam tren kendaraan listrik global. Dalam beberapa tahun terakhir, UNTD memperluas lini produk dengan memasukkan sepeda listrik dan motor listrik, serta membuka fasilitas manufaktur khusus kendaraan listrik pada 2023. Langkah ini didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik, terutama di pasar internasional seperti Jerman, AS, dan Singapura.

Direktur UNTD, Andrew Mulyadi, menyatakan bahwa perusahaan akan berfokus pada produksi sepeda, sepeda listrik, dan motor listrik untuk jangka panjang, seiring dengan tren pasar yang bergerak ke arah kendaraan listrik. UNTD juga melakukan penawaran saham di Bursa Efek Indonesia pada awal 2024, mengumpulkan dana Rp 400 miliar untuk modal kerja dan bahan baku.

UNTD menargetkan pendapatan Rp 700 miliar pada 2024, dengan laba Rp 15 miliar, dan terus berupaya memperluas pasar domestik serta internasional. Meski target penjualan motor listrik tahun ini belum tercapai, UNTD tetap optimis, dengan rencana membuka 50 toko resmi di akhir 2024 dan menambah kapasitas produksi dengan belanja modal sebesar Rp 50 miliar.

Performa Cemerlang Bank Digital

02 Nov 2024
Meskipun beban bunga yang tinggi, bank digital tetap mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), misalnya, mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 149,4% menjadi Rp 677,94 miliar. Namun, laba bersihnya hanya naik 9,54% menjadi Rp 107,13 miliar karena beban bunga yang melonjak drastis. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa bank ini mampu bertahan dengan strategi yang tepat.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan laba bersih 130,9% menjadi Rp 33,9 miliar, didukung net interest margin (NIM) yang naik menjadi 4,35%. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut, optimistis dengan strategi produk mereka yang dinilai efisien.

Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 10,69% menjadi Rp 302,59 miliar akibat peningkatan biaya pencadangan, meskipun pendapatan bunga bersihnya naik 8,18%. Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, menyatakan bahwa mereka akan disiplin dalam mengelola biaya.

M Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa konsistensi bank digital dalam mencetak laba bisa menarik investor, terutama dengan adanya potensi inovasi di masa depan.

Menghargai Pekerja dengan Makan Siang Gratis

02 Nov 2024

Dalam dunia kerja, ada perusahaan yang menyediakan makanan gratis untuk karyawannya. Salah satunya raksasa teknologi AS, Google. Institusi lain yang menerapkan hal serupa, ialah perusahaan jaringan profesional LinkedIn, perusahaan kartu ucapan Hallmark, dan kampus bioteknologi di wilayah selatan San Francisco. The Economic Times, Kamis (24/10) memaparkan penjelasan CEO Google Sundar Pichai tentang kebijakan perusahaan tersebut di stasiun televisi Bloomberg bertajuk The David Rubenstein Show, awal Oktober 2024, Pichai menjelaskan, penyediaan makanan gratis itu memiliki makna mendalam dari sekadar fasilitas dari kantor. ”Saat tim berkumpul untuk makan, ide-ide cemerlang muncul. Makan bersama mendorong kolaborasi dan inovasi. Hal ini menjadi bagian integral dari budaya Google,” katanya.

Situasi serupa ditemukan di kantor Hallmark. The New York Times pada 23 Januari 2023 melaporkan, JC Hall, pendiri perusahaan kartu ucapan, sengaja mendirikan kafetaria di kompleks perusahaan, karena di Kansas, Missouri, tak ada tempat makan lain selain restoran mahal. JC Hall mendirikan kafetaria yang diberi nama Crown Hall pada 1956. Banyak juru masak dipekerjakan di kafetaria itu. ”Kartu ucapan melambangkan perhatian. Sudah sepantasnya mereka yang membuatnya bekerja dalam kondisi terbaik yang dapat kami sediakan,” kata Hall saat itu. Jennifer A Chatman dari Sekolah Bisnis Haas, Universitas California, Berkeley, menjelaskan, penyediaan makanan oleh perusahaan menjadi salah satu cara merekrut karyawan dan juga mempertahankan karyawan.

”Makanan gratis menawarkan penghargaan psikologis. Ada nilai simbolis bahwa Anda diperhatikan oleh perusahaan,” ujarnya. Pichai mengungkapkan, inisiatif ramah karyawan ala Google berdampak positif pada dinamika di tempat kerja. Sebagai raksasa teknologi yang mempekerjakan bakat-bakat terbaik, adanya inisiatif ramah karyawan membuat 90 % kandidat pekerja menerima tawaran di sana. Di Indonesia, tidak banyak perusahaan menyediakan makan siang gratis bagi karyawan mereka. Sejumlah perusahaan memilih memberikan tunjangan uang makan. Di Indonesia, saat perusahaan tak menyediakan fasilitas makan gratis, karyawan menyiasatinya dengan memasak dan membawa bekal sendiri ke kantor. Selain makanan yang dibawa lebih sehat, dompet pun relatif aman. (Yoga)


Pengadaan Rumah Gratis dari Hibah

02 Nov 2024

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencanangkan Gerakan Nasional Gotong Royong Bangun Rumah untuk Rakyat sebagai bagian program pembangunan 3 juta rumah per tahun. Sebagai proyek percontohan, konsep kolaborasi dunia usaha dan pemerintah pusat-daerah tersebut mengambil lokasi di Kabupaten Tangerang, Banten. Pencanangan program ditandai dengan peletakan batu pertama pada pembangunan rumah gratis di Desa Sukawali, Kabupaten Tangerang, Jumat (1/11). Lahan seluas 2,5 hektar merupakan hibah dari PT Bumi Samboro Sukses dan pembangunan rumah merupakan hibah dari Agung Sedayu Group.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, rumah gratis direncanakan sebanyak 250 unit dengan luas bangunan 36 meter persegi ditanah seluas 60 meter persegi. Proyek ini akan dijadikan percontohan gerakan gotong royong pembangunan rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Warga sasaran rumah gratis yang berlokasi 20 km dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta itu akan diutamakan bagi guru, anggota TNI-Polri, dan ASN yang berpangkat dan bergaji rendah, generasi milenial yang bergaji rendah, serta rakyat kecil dengan penghasilan tidak tetap.

Program gotong royong bantuan rumah, menurut Maruarar, akan berlanjut di daerah-daerah lain. Ia mengaku sudah bertemu sejumlah pengembang dan pengusaha lain, seperti Adaro, Barito Group, Sinar Mas Group, dan Harum Energi. Ia juga mengatakan menerima tawaran tanah di Palangka Raya (Kalteng) dan Kalbar untuk kontribusi pembangunan rumah rakyat. ”Intinya kolaborasi dengan berbagai pihak. Gerakan ini seikhlasnya, dari kita, oleh kita, dan untuk rakyat kita. Kalau ada yang punya tanah 1.000-2.000 meter mau diserahkan ke tim kami untuk rumah rakyat, dipersilakan,” ujarnya. (Yoga)


Bisnis Hidangan Pencuci Mulut yang menjamur di Seantero Jakarta

02 Nov 2024

Selasa (22/10) pukul 17.00, di Flor, dessert shop di Jalan Gunawarman, Jakarta, ada delapan pengunjung. Ada yang membuka laptop dan ada pula yang duduk berempat berbincang santai sambil makan croissant dan kreasi viennoiserie lainnya. Kevin Krisna Pratama, chef di Flor, mengatakan, pada hari biasa, pengunjung Flor yang datang kebanyakan pekerja kantoran, termasuk pekerja ekspatriat dari Korsel dan Jepang, pada hari biasa, pengunjung yang datang umumnya keluarga. ”Kalau akhir pekan, pengunjung yang datang lebih banyak menikmati hidangan di tempat sekaligus pesan untuk dibawa pulang,” ujarnya. Rata-rata pengunjung berasal dari kelas menengah ke atas. Sebagian di antara mereka sudah terpapar informasi mengenai patiseri internasional dan terbiasa menikmatinya sehari-hari. Untuk urusan harga, kelompok itu tidak terlalu peduli. Bahkan, ada pengunjung belanja sampai Rp 9 juta per sekali pengeluaran.

Flor memanggang croissant, pain au chocolat, dan kreasi viennoiserie tiga kali, yakni pada pukul 07.00 WIB, pukul 11.00, dan terakhir pukul 14.00, untuk menjaga standar kesegaran produk roti. Pengunjung yang dating ke toko, selain bisa makan di tempat sambil bincang santai atau rapat semiformal, dapat melihat langsung proses pembuatan roti melalui jendela kaca besar di bagian kanan ruangan. Per sekali pemanggangan terdapat 70-100 roti, sehari terdapat rata-rata 300 roti. Varian yang paling disukai pengunjung adalah croissant. Dalam sebulan bisa terjual 1.000-2.000 buah. Fenomena kumpul sambil makan hidangan pencuci mulut, khususnya varian patiseri internasional, terbilang baru di Indonesia.Hingga sekarang, masih populer di Jakarta dibandingkan kota-kota besar lainnya, tetapi berpotensi menyebar.

Founder dan Chef Oma Elly, resto gelato, Andry Susanto berpendapat, gelato sekarang bersaing dan relatif mampu menyubstitusi minuman kopi, karena harga satu sekop gelato sudah bisa menyamai satu cangkir kopi. ”Harga dua sekop gelato di bawah Rp 40.000 sudah jamak ditemukan. Kualitas rasanya pun bersaing dengan gelato impor,” katanya. Andry menciptakan aneka rasa gelato untuk dijual di Gelateria Oma Elly sejak enam tahun lalu. Total varian rasa mencapai 300.Andry telah memiliki tujuh gerai di Jakarta. Semuanya berada di dalam mal. Dalam sebulan, dia bisa menjual 25.000 kg lebih gelato. Setiap bulan dia membuka satu gerai baru di dalam mal. Oma Elly juga aktif mempromosikan gelato di pameran, seperti festival UMKM kreatif. (Yoga)


Nasi Lauk, dan Kopi Akhiri Deflasi akibat Deflasi Emas

02 Nov 2024

Inflasi pada Oktober 2024 mengakhiri deflasi lima bulan beruntun sejak Mei 2024. Inflasi tersebut terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan, nasi lauk, dan kopi yang juga menjadi bagian dari inflasi inti. Inflasi inti mencerminkan hubungan antara harga barang dan jasa dengan tingkat pendapatan konsumen. Jika pendapatan konsumen tidak berubah, konsumen akan memiliki daya beli yang lebih rendah. Begitu pula sebaliknya. BPS, Jumat (1/11) merilis tingkat inflasi nasional pada Oktober 2024 sebesar 0,08 % secara bulanan dan 1,71 % secara tahunan. Sebelumnya pada Mei-September 2024, Indonesia mengalami deflasi beruntun sebesar 0,03 %, 0,08 %, 0,18 %, 0,03 %, dan 0,12 %.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, inflasi bulanan pada Oktober 2024 didorong inflasi komponen inti sebesar 0,22 %. Untuk komponen harga yang diatur pemerintah dan yang bergejolak, masih deflasi masing-masing 0,25 % dan 0,11 %. Komoditas yang dominan mengalami dan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan, nasi lauk, dan kopi bubuk. Secara bulanan, tingkat inflasi emas perhiasan sebesar 4,44 %, nasi lauk 0,67 % dan kopi bubuk 2,31 %. ”Secara tahunan, emas perhiasan mengalami inflasi 35,28 %, kopi 17,53 %, dan nasi lauk 2,54 %,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. Menurut Amalia, kenaikan harga emas di dalam negeri dipengaruhi kenaikan harga emas dunia. Begitu harga emas dunia naik, harga emas di Indonesia naik secara otomatis. (Yoga)


Menjadi Investor yang Sabar

02 Nov 2024

Dalam kamus investasi dikenal istilah casino mentality, yang sangat berbahaya bagi kesehatan keuangan serta mental para investor. Casino mentality atau mentalitas kasino dalam investasi adalah kecenderungan perilaku investor untuk berspekulasi tinggi dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat, mirip berjudi di kasino. Mentalitas ini berbahaya karena didorong oleh emosi dan insting jangka pendek, alih-alih analisis yang matang dan strategi jangka panjang. Mengutip pernyataan Warren Buffett, ”Pasar sekarang menunjukkan perilaku investor yang lebih mirip berjudi dibandingkan ketika saya masih muda. Mesin kasino sekarang berada di banyak rumah (dalam bentuk platform trading, bahkan aplikasi judi daring), setiap hari menggoda penghuninya yang tidak memiliki mental investor.”

Pengelolaan keuangan sejatinya tentang menjalankan hidup hari ini dengan sederhana sesuai kemampuan keuangan dan senantiasa mempersiapkan kehidupan di masa depan agar tetap sejahtera. Literasi keuangan mengajarkan bahwa simpanan, tabungan, dan investasi adalah tiga kombinasi strategi yang perlu dilakukan oleh investor untuk mencapai tujuan keuangannya. Pertama, tetapkan tujuan berinvestasi. Secara umum, seorang investor dapat menetapkan tujuan, dari menjaga nilai kekayaan atas inflasi, mencari sumber penghasilan pasif dari aset investasi, hingga mencapai target dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun.

Hal ini akan membantu menghindari keputusan spekulatif yang terlalu berisiko. Maka, investor perlu memulai dengan menetapkan durasi tujuannya dan menentukan toleransi risiko serta sumber modal untuk berinvestasi menggunakan dana non-operasional. Kedua, fokus pada diversifikasi portofolio investasi. Selain produk pasar modal, investor juga memiliki opsi aset alternatif, seperti emas ataupun properti. Praktik diversifikasi akan mengurangi ketergantungan pada satu asset yang berisiko tinggi. Ketiga, berinvestasi berdasarkan data dan analisis yang bertanggung jawab. Keputusan investasi diambil berdasarkan data dan analisis yang matang, bukan hanya karena dorongan emosional atau tren pasar sesaat. Mentalitas kasino berpotensi membawa kerugian besar bagi investor Indonesia. (Yoga)


Irfania Ramadhani Lubis Melestarikan Songket Melayi Deli

02 Nov 2024

Beberapa tahun lalu, kebudayaan songket Melayu Deli mati suri. Tak ada lagi yang menenun, menjual, atau memakai songket Deli. Irfania Ramadhani Lubis (31) tak tinggal diam. Dia melatih orang menenun, menggali motif, membangun pasar, dan menghidupkan lagi budaya memakai songket Deli di tengah masyarakat. Irfania, Jumat (25/10) memakai Songket Melayu Deli berwarna emas dengan motif daun tembakau Deli di bahu. ”Motif tembakau Deli ini digali kembali oleh ibu saya, lalu kami kembangkan melalui desain digital. Ini salah satu motif songket Deli yang sangat disukai,” kata Irfania, lulusan Jurusan Animasi Universitas Binus, Jakarta, pada 2014. Irfania awalnya ragu menuruti permintaan ibunya, menghidupkan songket Deli. Namun, setelah mendengar songket Deli mati suri, dia berkomitmen ikut merevitalisasinya, terlebih, Ia keturunan Kesultanan Deli dari garis ibu.

Irfania dan sang ibu awalnya kesulitan karena tak ada lagi petenun songket Deli. Mereka lalu mulai mengumpulkan apa pun yang tersisa dari kebudayaan songket Deli. Mereka menemukan foto-foto sultan terdahulu mengenakan songket Deli, yang penting untuk menggali motif klasik. Irfania juga menemukan literatur tentang tenun di Kesultanan Deli dalam buku Mission to The East Coast of Sumatra karya John Anderson pada 1826. ”Dari sejarah itu, kami percaya, dulu Kesultanan Deli mempunyai kebudayaan tenun kain songket yang maju,” kata Irfania. Irfania lalu membangun IR Songket. Dia berhasil mengumpulkan beberapa motif klasik songket Deli dan mengembangkannya menjadi motif-motif baru yang lebih modern melalui ilmu animasi digital yang diperolehnya dari kuliah. Dia juga merekrut dan melatih beberapa orang untuk bertenun. Banyak yang mengikuti pelatihan, tetapi sedikit yang bertahan.

Irfania pun membangun pasar songket yang menghargai petenun dengan upah lebih layak. Dengan memanfaatkan teknologi digital media sosial, pemasarannya berkembang pesat. Irfania mengembangkan songket Deli setelah mendapat dukungan pemerintah, BI dan PT Astra Internasional. Dia mendapat penghargaan Satu Indonesia Awards dari Astra pada 2017. Pengembangan songket Deli juga mendapat dukungan dari program Desa Sejahtera Astra pada 2019 sampai 2022. Dengan itu, dia mengembangkan rumah produksi serta mendirikan lembaga kursus dan pelatihan menenun di Desa Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Di rumah produksi IR Songket di Bandar Khalipah, Kamis (24/10) para petenun songket Deli sudah sibuk sejak pagi. Suasana ramai dengan suara kletak-kletuk alat tenun bukan mesin (ATBM) yang sedang digunakan untuk membuat songket Deli motif batik kotak catur.

Ada pula yang masih memakai gedokan, alat tenun yang lebih konvensional. Di rumah produksi itu juga dipajang beberapa pakaian siap pakai berbahan kain songket Deli, khususnya busana luaran (outer). Irfania menyebut, hal yang paling penting dalam menghidupkan kembali songket Deli adalah melatih dan meregenerasi petenun. Mereka harus menempatkan petenun sebagai artisan, yakni sebagai pekerja seni dengan upah yang layak. IR Songket membangun pasar yang bisa menghargai songket Deli sebagai karya seni. Mereka menjual kain songket Deli dengan harga Rp 800.000 hingga Rp 7 juta per lembar. Ia yakin, songket Deli akan terus berkembang dan kembali dihidupi masyarakatnya. Kini, sedikitnya 12 petenun di Deli Serdang dan 10 petenun di Kabupaten Batubara memproduksi songket Melayu Deli setiap hari. (Yoga)


Waspadai Pelemahan Sektor Manufaktur

02 Nov 2024

Pemerintah diminta waspadai pelemahan sektor manufaktur dalam empat bulan beruntun, karena menjadi sinyal kuat perlambatan ekonomi nasional. Sebab, manufaktur merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar menurut lapangan usaha. Pelemahan manufaktur juga bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memangkas pemerimaan pajak. Ini perlu diantisipasii oleh pemerintah. Berdasarkan data S&P Global, indeks manager pembelian (purchasing managers index/PMI) Indonesia mencapai 49,2 pada Oktober 2024.