;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Gaikindo Bidik Penjualan 1 Juta Unit Otomotif pada 2025

08 Nov 2024

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil mencapai 1 juta unit pada 2025, dengan optimisme pasar otomotif yang diproyeksi akan pulih. Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi, menjelaskan bahwa meskipun industri otomotif menghadapi tantangan pada tahun ini, pada 2025 terdapat peluang besar untuk mencapai target tersebut, didorong oleh kehadiran model-model baru dan teknologi inovatif seperti mobil listrik, hybrid, dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Selain itu, pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di luar Jawa-Bali, serta penurunan suku bunga acuan yang dapat meringankan kredit kendaraan, diyakini akan mendukung penjualan mobil, terutama mobil listrik. Yohanes juga mengungkapkan bahwa pada 2025, situasi politik yang lebih stabil setelah pemilu diharapkan dapat mendorong perekonomian dan meningkatkan permintaan mobil. Gaikindo berharap penjualan mobil bulanan dapat mencapai 80.000 hingga 85.000 unit, dengan pengalaman masa lalu yang menunjukkan potensi penjualan mencapai 90.000 hingga 100.000 unit per bulan.

Namun, capaian penjualan mobil pada tahun ini tidak begitu menggembirakan, yang menyebabkan Gaikindo merevisi target penjualan mobil 2024 menjadi 850.000 unit, lebih rendah dari target awal 1,1 juta unit. Meski demikian, prospek positif untuk 2025 memberikan harapan besar bagi kebangkitan industri otomotif Indonesia.


Harga Saham Banyak Dijual, Jangan Terburu Diskon

08 Nov 2024
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat memberikan dampak negatif pada pasar saham Indonesia, terutama dengan meningkatnya aksi jual oleh investor asing. Total nilai jual bersih asing mencapai Rp 1,62 triliun, dengan saham-saham bank berkapitalisasi besar menjadi target utama. Saham Bank Central Asia (BBCA) mencatat net sell terbesar senilai Rp 551,04 miliar, menyebabkan penurunan harga saham sebesar 2,63% ke level Rp 10.175. Selain itu, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mengalami aksi jual asing sebesar Rp 385,35 miliar, dengan harga saham turun 1,09% ke Rp 4.550. Saham lainnya seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga dilepas dengan nilai masing-masing Rp 268,48 miliar dan Rp 86,51 miliar.

Meski demikian, Bank Syariah Indonesia (BRIS) tetap menunjukkan kenaikan harga saham sebesar 63,79% sejak awal tahun, meskipun mengalami aksi jual asing senilai Rp 12,35 miliar kemarin. Menurut Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, dampak aksi jual ini hanya sementara, karena kinerja bank besar secara umum masih positif.

Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa kemenangan Trump dapat memengaruhi kebijakan moneter AS, dengan kemungkinan suku bunga Federal Reserve tetap tinggi. Jika Trump benar-benar menurunkan tarif pajak perusahaan, inflasi AS mungkin tidak dapat dinormalisasi sepenuhnya, yang mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Saat ini, Fed Fund Rate berada di kisaran 4,75%-5,00%, dan pasar memperkirakan penurunan suku bunga hingga akhir 2025.

Audi merekomendasikan beberapa saham perbankan seperti BBCA, BMRI, dan BRIS untuk dikoleksi. Ia menilai saham BRIS menarik karena pembiayaannya meningkat 15,32% per September 2024, meskipun telah naik tajam sejak awal tahun. Target harga yang direkomendasikan untuk BRIS adalah Rp 3.140 per saham, sementara BBCA dan BMRI masing-masing ditargetkan di Rp 11.150 dan Rp 7.200.

Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, juga mendukung pembelian saham-saham bank KBMI 4, termasuk BNGA, BRIS, dan ARTO, dengan syarat fundamental yang kuat. Namun, ia mengingatkan pentingnya memastikan valuasi saham untuk potensi jangka panjang.

Adityo menyarankan investor untuk berhati-hati dan mengambil pendekatan wait and see, terutama jika kondisi pasar eksternal tetap tidak stabil hingga akhir tahun. Capital outflow yang terus berlanjut dapat memberikan tekanan tambahan pada pasar saham domestik.

Kemenangan Trump Tantang Kekuatan Rupiah

08 Nov 2024
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 menambah tantangan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski begitu, BI masih memiliki cadangan devisa yang cukup kuat untuk mendukung stabilitas ekonomi. Pada akhir Oktober 2024, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 151,2 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, cadangan devisa ini mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas sistem keuangan.

Namun, tantangan global makin meningkat. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menjelaskan bahwa ketidakpastian global setelah kemenangan Trump memicu sentimen risk-off, yang berpotensi membatasi arus modal masuk. Selain itu, kebijakan proteksionisme Trump dapat memicu perang dagang dan perang mata uang baru, yang menyebabkan inflasi AS meningkat. Kondisi ini kemungkinan besar akan membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, meningkatkan daya tarik aset dolar AS, serta mendorong pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Saat ini, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.840 per dolar AS, posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.

Josua juga mencatat bahwa agenda pemotongan pajak Trump dapat memperlebar defisit fiskal AS, meningkatkan imbal hasil US Treasury, dan memperkuat dolar AS. Meski begitu, Josua optimistis BI dapat menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan pasar valas dan nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan berada di kisaran US$ 148 miliar–US$ 153 miliar pada akhir 2024, lebih tinggi dibandingkan akhir 2023 sebesar US$ 146,38 miliar.

Pandangan serupa diutarakan oleh Myrdal Gunarti, Global Markets Economist Maybank Indonesia, yang memprediksi cadangan devisa Indonesia dapat naik hingga US$ 3,6 miliar pada akhir tahun ini. Peningkatan tersebut didorong oleh masuknya modal asing ke pasar keuangan, tren penurunan suku bunga global, surplus neraca dagang yang konsisten, serta kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam yang lebih intensif.

Perubahan Indeks MSCI Disorot Investor

08 Nov 2024
Hasil evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk indeks Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap Index menunjukkan rotasi yang memengaruhi tiga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Avia Avian Tbk (AVIA) masuk ke dalam MSCI Indonesia Small Cap Index, sementara PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dikeluarkan dari indeks tersebut. Perubahan ini akan berlaku efektif pada 26 November 2024.

Menurut Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, peningkatan likuiditas dan kinerja fundamental AVIA yang solid menjadi faktor utama masuknya emiten cat milik taipan Surabaya Hermanto Tanoko ini ke dalam indeks MSCI. Dampaknya, saham AVIA melonjak 4,34% menjadi Rp 505 pada perdagangan 7 November 2024.

Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menambahkan bahwa rotasi ini menarik perhatian investor asing. Meski AVIA sempat mencatat aksi jual asing pekan lalu, prospek pembelian kembali oleh investor institusi asing menjadi lebih besar setelah masuknya saham ini ke MSCI. Sebaliknya, BTPS dan SCMA menghadapi tekanan jual jangka pendek karena investor yang berorientasi pada indeks MSCI kemungkinan akan mengurangi kepemilikan mereka.

Masuknya AVIA ke MSCI Indonesia Small Cap mencerminkan kinerja fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan di sektor konstruksi. Menurut Budi Frensidy, perubahan ini dapat meningkatkan minat investor asing dan domestik pada saham AVIA. Sebaliknya, keluarnya BTPS dan SCMA dari MSCI menciptakan tekanan jual jangka pendek, tetapi kedua saham ini tetap memiliki prospek jangka panjang yang menarik menurut Hendra Wardana. Rebalancing indeks MSCI menunjukkan pentingnya evaluasi kinerja fundamental dan likuiditas dalam menarik perhatian investor institusi.

BUKA Fokus Benahi Strategi Bisnis

08 Nov 2024
Kinerja PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga September 2024 masih mengalami tekanan, meski restrukturisasi yang sedang dilakukan diharapkan menjadi titik balik bagi perusahaan teknologi ini. Pendapatan BUKA hanya naik tipis 1,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,4 triliun, dengan kerugian yang berhasil dikurangi dari Rp 776 miliar menjadi Rp 597 miliar.

Sementara itu, pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O) turun 18,7% yoy menjadi Rp 455,7 miliar, dengan total processing value (TPV) O2O turun 6% yoy menjadi Rp 18,4 triliun. Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, menyebut penurunan permintaan di sektor gaming sebagai penyebab utamanya.

Selain dari Pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O), pendapatan dari juga marketplace turun menjadi 10,8% yoy menjadi Rp 531 miliar, dengan TPV marketplace menurun 2,49% pada kuartal III-2024 menjadi Rp 22,6 triliun. 

Menurut Henry Wibowo dari JP Morgan, manajemen Bukalapak saat ini memprioritaskan penghentian produk tidak menguntungkan untuk menekan biaya operasional. Restrukturisasi ini diproyeksikan menurunkan sekitar 30%-40% TPV dalam jangka pendek, tetapi diharapkan dapat memperbaiki kinerja secara keseluruhan.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai kondisi ekonomi makro yang kondusif dapat mendorong kinerja BUKA. Jika Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga, konsumsi rumah tangga sebagai motor ekonomi diperkirakan akan meningkat, yang secara tidak langsung mendukung pendapatan BUKA.

BUKA juga resmi bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memperkuat inklusi keuangan dan digital, terutama di pasar tier II. Sarkia Adelia optimistis restrukturisasi ini dapat memperbaiki performa perusahaan secara bertahap.

Meski masih menghadapi tantangan, langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh Bukalapak, seperti fokus pada produk unggulan dan ekspansi layanan keuangan, menjadi kunci perbaikan kinerja. Dukungan ekonomi makro dan kerja sama strategis, seperti dengan Bill & Melinda Gates Foundation, memperkuat prospek jangka panjang BUKA. Analis seperti Sarkia Adelia dan Nafan Aji Gusta optimistis terhadap potensi pemulihan kinerja, meski dalam jangka pendek tantangan masih ada.

Sektor Energi Terimbas Efek Trump

08 Nov 2024
Saham sektor energi dan tambang mineral logam di sektor barang baku menghadapi tekanan signifikan, seperti tercermin dari koreksi indeks sektor energi sebesar 0,91% ke 2.681,44 dan indeks sektor barang baku yang anjlok 3,47% ke 1.340,66 pada Kamis (7/11). Penurunan ini turut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang melemah 1,90% ke level 7.243,86. Analis menilai volatilitas ini dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, mencatat bahwa volatilitas saham berbasis komoditas dipengaruhi oleh perubahan harga emas dan respons pasar terhadap kebijakan Trump. Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa kemenangan Trump mendorong investor untuk beralih dari aset safe haven seperti emas ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi, yang menyebabkan penurunan harga emas ke level US$ 2.670 per ons troi. Produksi minyak AS yang meningkat dan stabilisasi pasokan global juga memberikan tekanan pada harga minyak dan gas. Harga batubara melandai akibat produksi China, namun berpotensi naik karena permintaan musim dingin dan kebijakan Trump yang mendukung energi berbasis fosil.

Ayu Dian dari Reliance Sekuritas menilai kebijakan Trump yang pro-energi fosil dapat menjadi katalis positif bagi sektor energi. Emil Fajrizki dari Stocknow.id menyarankan strategi trading saham dengan rekomendasi beli saham MDKA dan ADRO, sementara investor diminta untuk menunggu momentum pada saham seperti TINS. Heru Mustofa merekomendasikan buy on support untuk MDKA dan ANTM, tetapi menyarankan wait and see untuk saham INCO dan INDY. Miftahul Khaer mengusulkan trading buy untuk ANTM dan UNTR, serta wait and see untuk saham seperti MDKA dan ITMG.

Pasar Tradisional di Kota Malang menjelma menjadi Pusat Kuliner

08 Nov 2024

Selasa (22/10) Pasar Klojen, Malang, Jatim, semarak. Hilir mudik pengunjung berbelanja sayur dan kebutuhan pokok harian. Banyak juga yang datang untuk melihat-lihat dan berwisata kuliner. ”Ayolah Pak, dua saja masak tidak ada. Ngidam ini. Saya dari Tulungagung, kapan hari ke sini Sabtu kehabisan. Masak hari ini yang bukan akhir pekan juga habis,” kata seorang pengunjung memesan pada Sugeng (69), penjual pisang goreng di sana. Karena, si ibu gigih membujuk si penjual, akhirnya keinginannya dipenuhi. ”Dua saja, ya Bu, ini soalnya pesanan orang. Kalau Ibu tidak ngidam, juga tidak bakal saya kasih karena kasihan yang sudah pesan,” kata Sugeng. Sugeng tidak menyangka, lima bulan ini pisang goreng jualannya laris manis diburu pembeli dalam dan luar kota. ”Sekarang jadi pusat kuliner, makanya banyak yang cari. Tentu ini sangat menguntungkan bagi kami,” kata pria yang berjualan sejak tahun 1980 itu.

Pasar Kojen sekarang jauh berbeda dengan bertahun lalu. Sekarang, pasar yang tak jauh dari Stasiun Malang ini menjelma jadi pusat kuliner pada pagi hingga siang hari dan tongkrongan anak muda pada malam hari. Lebih dari 30 stan di tengah dan sisi kanan pasar, yang merupakan stan kuliner yang dijalankan anak-anak muda berusia 20-30 tahun. Mereka menjual menu, mi singapore, mi beijing, gyoza, ataupun mi kolagen. Salah satu stan misalnya Warung Cendana, yang menjual aneka mi dengan harga murah meriah Rp 15.000 per porsi. Mereka berjualan mulai pukul 07.30 WIB dan pada pukul 11.00 WIB biasanya sudah habis. ”Untuk hari-hari biasa seperti ini, kami menjual 200 porsi per hari. Akhir pekan biasanya porsi dijual ditambah jadi 300-an porsi,” kata Chepy, pekerja di sana.

Lapak kuliner lain, Eng Ing Eng, menjual aneka mi, dari mi beijing, mi singapura, wonton, dan menu kekinian lain dengan harga rata-rata Rp 15.000 per porsi. Lapak Ahmad Iswahyudi (50) adalah perintis pusat kuliner di Pasar Klojen. ”Saya terbiasa belanja di pasar ini sehingga tahu pasar benar-benar sepi. Padahal, pasar bersih seperti Pasar Oro-Oro Dowo. Itu sebabnya saya ingin jualan di sana. Ternyata benar, Pasar Klojen sekarang ramai dan jadi tujuan kuliner wisatawan,” kata laki-laki yang dikenal sebagai Didik Sapari itu. Ia buka usaha Maret 2024, bulan pertama, Eng Ing Eng rugi Rp 3 juta. Bulan kedua, rugi Rp 2,8 juta. Bulan ketiga, kedai dengan konsep gabungan Melayu-Tionghoa tersebut sudah untung Rp 600.000. Cuan mulai besar pada bulan kelima. Sejak pasar ramai pengunjung, ada pedagang sayur yang awalnya omzet harian sekitar Rp 150.000, kini omzetnya naik 2-3 kali lipat setelah pasar ramai menjadi pusat kuliner. (Yoga)


Sentimen Negatif IHSG atas Kemenangan Trump

08 Nov 2024

Kemenangan Partai Republik di AS dalam Pilpres 2024 menjadi sentiment negatif pasar keuangan di dalam negeri. IHSG terjerembap karena persepsi pasar akan kebijakan calon presiden yang unggul dalam penghitungan tak resmi, Donald Trump, yang dapat merugikan Indonesia nanti. Trump telah mengklaim kemenangannya atas Capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, pada Pilpres, Selasa (5/11). Kabar itu membuat pasar keuangan Indonesia bergejolak hingga Kamis (7/11). IHSG dibuka di posisi 7.383 setelah pada Rabu (6/11) rontok 1,4 % dalam satu hari perdagangan, kemudian melanjutkan penurunan, dan ditutup di 7.243,86. Posisi ini membuat pertumbuhan IHSG sejak awal 2024 nyaris 0 %. Mengutip situs RTI Business, koreksi sehari lalu dipicu larinya modal asing dengan nilai jual bersih Rp 1,15 triliun.

Eastspring Investments Indonesia, perusahaan manager investasi, menganalisis, pasar finansial Indonesia tidak luput dari sentimen negatif terpilihnya Trump, yang dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil surat utang AS atau US Treasury dan nilai mata uang USD. Di tengah sentimen ini, pasar saham berjangka AS telah menguat, demikian dengan imbal hasil US Treasury melonjak 16 basis poin menjadi 4,41 % dan indeks USD naik lebih dari 2 % atau mengalami kenaikan harian tertinggi sejak Maret 2020. Kemenangan Trump dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan USD lebih lanjut akibat beberapa pendekatan kebijakan yang diantisipasi, seperti pemangkasan pajak, peningkatan belanja pemerintah, serta tarif dan kebijakan perdagangan.

Namun, menurut Eastspring, perekonomian Indonesia yang berorientasi pada konsumsi domestik akan lebih terlindungi dari dampak negatif tersebut. Tameng lainnya adalah rasio ekspor terhadap PDB Indonesia merupakan salah satu yang terendah di kawasan Asia. Membaiknya stabilitas eksternal selama beberapa tahun terakhir, yang terlihat dari penurunan defisit transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, dan terkendalinya tingkat utang, membuat Indonesia lebih siap menghadapi potensi guncangan pasar global. ”Dalam jangka panjang, fundamental akan menjadi pendorong utama kinerja pasar finansial. Kami yakin bahwa outlook perekonomian Indonesia akan tetap positif,” ujar tim analis Eastspring. (Yoga)


Aset kripto melonjak akibat Kemenangan Trump

08 Nov 2024

Harga berbagai aset kripto melonjak begitu sejumlah laporan memperkirakan Donald Trump bakal memenangi Pilpres AS pada Selasa atau Rabu (6/11) waktu Indonesia. Bitcoin mencapai puncaknya dengan nilai lebih dari 75.000 dollar AS atau naik 7 %. Ethereum naik 8 % dan Dogecoin yang merupakan ”anak emas” Elon Musk naik 25-30 %. Para pendukung aset kripto bersorak sorai begitu Trump mulai mengungguli Kamala Harris. Total kapitalisasi pasar semua aset kripto meningkat 11 % menjadi 2,5 triliun dollar AS dengan volume perdagangan kripto melonjak 77 % menjadi 138,48 miliar USD dalam 24 jam terakhir. Trump dianggap bakal mendukung pengembangan asset kripto, sementara Harris dari Demokrat dicitrakan menghambat pengembangan aset digital tersebut.

Harris lebih tepat disebut korban dari kebijakan Presiden Joe Biden yang dianggap sangat hati-hati dan menyerang mereka yang selama ini berada di dalam pengembangan aset kripto. Para pelaku industri kripto menyambut baik kemenangan Trump dengan harapan bahwa ia akan mampu mendorong perubahan legislatif dan peraturan yang telah lama mereka lobi. Laporan Associated Press menyebutkan, Trump telah berjanji bahwa jika terpilih, dirinya memecat Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Gary Gensler yang selama ini disebut telah memimpin langkah-langkah keras Pemerintah AS terhadap industri kripto. ”Malam ini para pemilih kripto telah berbicara dengan tegas, lintas partai dan pemilihan umum di seluruh negeri. Orang Amerika sangat peduli dengan kripto dan menginginkan aturan yang jelas untuk aset digital. Kami berharap dapat bekerja sama dengan kongres baru untuk mewujudkannya,” kata CEO Coinbase Brian Armstrong di akun X-nya. (Yoga)


KPPU mencecar Google LCC dengan 130 pertanyaan terkait dugaan monopoli

08 Nov 2024

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU mencecar Google LCCdengan130 pertanyaan dalam sidang pemeriksaan terkait dugaan monopoli penerapan Google PlayBilling System pada toko aplikasi Google Play Store. Sidang berlangsung Kamis (7/11) pada pukul 09.00 hingga 16.35 WIB di Jakarta. Sidang pemeriksaan dipimpin Majelis Investigator yang diketuai Hilman Pujana dengan dua anggota majelis, yaitu Mohammad Reza dan Eugenia Mardanugraha. Tim investigator yang hadir adalah Richardo Frans Adiatma, Melita Kristin, Wisnu Nugroho, dan Lamhot D Sagala. Pihak manajemen Google LLC didampingi tim kuasa hukum mereka, yakni firma pengacara Assegaf Hamzah & Partners dan Ginting & Reksodiputro yang berafiliasi dengan A&O Shearman.

Pertanyaan itu dijawab oleh Vice President Google Play Eng Google LLC Paul Feng. Fokus pertanyaan Richardo berkaitan dengan Google Play Store dan hubungannya dengan Google Play Billing System serta seberapa besar pendapatan yang Google terima dari bisnis Google Play Store.Pertanyaan Melita lebih banyak berkutat pada pasal-pasal di UU No 5 Tahun 1999 yang diduga dilanggar Google LLC dalam menjalankan Google Play Store dan Google Pay Billing. Pasal-pasal yang dimaksud ialah pasal 17 (terkait monopoli), pasal 19 (penguasaan pasar), dan pasal 25 (posisi dominan). Sementara   Wisnu fokus pada ada-tidaknya ruang negosiasi perjanjian antara pengembang dan Google.

Sedang Lamhot focus pada bagaimana produk Google hadir di gawai. Paul tidak menjabarkan secara rinci berapa pendapatan Google. Pertanyaan apakah pendapatan Google Play Store dari sumber service fee naik dalam lima tahun terakhir dan berapa peningkatannya dalam lima tahun terakhir, hanya dijawab Paul, dirinya yakin memang terjadi peningkatan pendapatan dari service fee dalam lima tahun terakhir, tetapi grafik kenaikan tidak selalu bergerak ke atas. Salah satu pertanyaan Wisnu yang tidak bisa dijawab Paul adalah apakah dalam perjanjian distributor aplikasi di Google Play Store ada perjanjian pembatasan. Maka, jajaran Majelis Investigasi memerintahkan investigator untuk meminta jawaban tertulis dari pihak Google LLC atas pertanyaan-pertanyaan seputar perjanjian. Apalagi, pihak terlapor yang diwakili oleh Paul kurang menguasai seputar isu perjanjian. (Yoga)