Ekonomi
( 40460 )Ekspansi Bisnis Diperkuat Melalui Akuisisi
Kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diproyeksi bakal tumbuh. Ini seiring akuisisi saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang akan menambah lahan untuk ekspansi. Kinerja BSDE pada kuartal III-2024 juga cukup baik. Pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun atau meningkat 17,8% secara tahunan alias year-on-year (yoy), tetapi secara kuartalan (qoq) terkoreksi 23,8%. Secara kumulatif pendapatan sembilan bulan 2024 BSDE sebesar Rp 10,1 triliun, meningkat 37,7% yoy. Aqil Triyadi, Analis Panin Sekuritas mencermati, penurunan secara kuartalan disebabkan oleh musim serah terima produk komersial yang lebih rendah pada kuartal III. Kemudian kenaikan recurring income seperti sewa, hotel, pengelolaan gedung, jalan tol, dan lainnya sebesar 3,3% yoy menjadi Rp 1,3 triliun. Sementara segmen komersial berkontribusi 36% dan penjualan tanah 8%. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo menambahkan, kinerja BSDE ditopang peningkatan marketing sales di kuartal III sebesar 2% yoy menjadi Rp 2 triliun. Pertumbuhan ini didorong kontribusi kuat dari penjualan ruko yang mencapai Rp 566 miliar, naik 59% yoy.
"Serta membantu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen perumahan yang hanya Rp 1,2 triliun atau terkoreksi 15% yoy," tulis Niko dalam riset 4 November 2024.
Kinerja kuartal III-2024 juga mendapat dorongan dari beberapa peluncuran properti yaitu ruko Northridge Ultimate di BSD Fase 3 dengan tingkat penyerapan 67% dan pendapatan sebesar Rp 213 miliar. Lalu, The Kaia "Yara" di Grand Wisata Bekasi dengan tingkat penyerapan 47% yang menyumbang Rp 118 miliar. Serta Townville di Grand City Balikpapan dengan tingkat penyerapan 50% yang menambah Rp 52 miliar.
Head of Investment
Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai, SMDM memiliki lahan kosong yang besar, hal ini bisa dimanfaatkan BSDE untuk memperluas wilayah pembangunan properti. "Kinerja SMDM bisa berkontribusi 10% - 20% di tahun depan," kata Kiswoyo, (6/11).
Pemangkasan bunga acuan juga menjadi katalis positif bagi emiten properti, termasuk BSDE. Kiswoyo memproyeksi laba BSDE akan tumbuh di atas 25% di akhir 2024. Sementara Nico memprediksi pendapatan BSDE pada akhir tahun sebesar Rp 12,19 triliun.
Pelatihan Usaha Kecil untuk Karang Taruna di Semarang
Sejumlah anak muda terlihat sedang mengikuti pelatihan membatik yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang di Gedung Monod Huis, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/11/2024). Pelatihan dasar membatik untuk karang taruna ini dilakukan untuk melatih mereka membuka peluang usaha kecil, salah satunya yaitu kerajinan batik untuk tas. (Yoga)
Perekonomian melambat karena mesin utama melambat
BPS mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2024 tumbuh 4,95 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan tumbuh melambat. Konsumsi rumah tangga yang masih jadi konntributor utama pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III-2024 tumbuh 4,91 %, lebih rendah dibanding triwulan III-2023 sebesar 5,05 %. Konsumsi rumah tangga juga melambat dibanding triwulan II-2024 sebesar 4,93 %. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, konsumsi rumah tangga melambat karena tidak ada efek musiman, seperti hari raya keagamaan dan liburan sekolah yang bisa mendongkrak konsumsi.”Jadi, kalau dibandingkan dengan triwulan II-2024, level konsumsi menurun karena pada triwulan II-2024 itu sudah terjadi puncak konsumsi masyarakat yang bertepatan dengan Lebaran, Idul Fitri, dan Idul Adha,” kata Amalia dalam konferensi pers yang digelar hibrida, Selasa (5/11).
Industri pengolahan yang juga kontributor utama perekonomian pun melambat. Industri manufaktur tumbuh 4,72 % secara tahunan pada triwulan III-2024, melambat dari 5,19 % pada triwulan III-2023 dan lebih rendah dari 4,83 % pada triwulan III-2022. Di saat konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan melambat, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2024 tertolong oleh kinerja ekspor yang mampu tumbuh hingga 9,09 % secara tahunan. Sementara impor tumbuh 11,47 % secara tahunan. Seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi triwulan III-2024, BPS mencatat,tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 4,91 % atau 7,47 juta orang, meningkat tipis dibanding 0,82 % atau 7,20 juta orang pada Februari 2024. (Yoga)
Pilih tunai atau non tunai
Inovasi sistem pembayaran berbasis digital yang menginisiasi berbagai platform, seperti dompet digital dan QRIS, kerap dianggap sebagai terobosan mumpuni. Sebab, platform tersebut menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam aktivitas jual-beli sehari-hari. BI mencatat, hingga triwulan III-2024, volume transaksi uang elektronik tumbuh 29,11 % secara tahunan mencapai 4 miliar transaksi dengan nominal transaksi Rp 188,36 triliun, sedang transaksi QRIS tumbuh 209,61 % secara tahunan. Adapun jumlah pengguna QRIS mencapai 53,3 juta atau 20 % total penduduk Indonesia, sedang jumlah merchant QRIS mencapai 34,2 juta. Meski transaksi digital terus bertumbuh, bukan berarti keberadaan uang tunai atau uang kartal benar-benar tergantikan.
Data BI menunjukkan, jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat pada September 2024 pun masih bertumbuh 10,6 % secara tahunan menjadi Rp 957,2 triliun. Kini, masyarakat disodorkan oleh dua pilihan tatkala bertransaksi, antara membayar secara nontunai dan tunai. Tidak ada yang salah dalam menyikapi kedua pilihan itu. Persoalannya muncul ketika masyarakat dipaksa untuk memilih salah satu di antaranya. Kejadian tak nyaman dialami Sakti Darma (24), pekerja swasta di Jakarta. Beberapa waktu lalu, ia pergi ke salah satu kedai kopi di bilangan Jakbart untuk bekerja. Setelah tiga jam, ia menuju meja kasir untuk membayar.
”Kasir hanya terima pembayaran cash asal uang pas soalnya enggak ada atau enggak nyiapin uang kembalian. Akhirnya, terpaksa pakai QRIS. Padahal, di akun rekening utama itu lagi enggak ada saldo, maklum akhir bulan. Ujung-ujungnya terpaksa pakai QRIS dari bank digital yang buat tabungan,” katanya, Selasa (5/11). Potret kecil fenomena transaksi di masyarakat tersebut mengindikasikan munculnya salah kaprah. Meski digitalisasi pembayaran terus didorong, rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia, baik itu dalam tunai maupun nontunai. Berbagai hal perlu disikapi dengan bijak, termasuk dalam bertransaksi. Lantas, pilih yang mana, tunai atau nontunai? (Yoga)
Terobosan bagi Ekonomi Indonesia
Utang 1 Juta UMKM Dihapuskan Pemerintah
Sektor 1 juta UMKM di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, hingga kelautan menikmati penghapusan utang dari pemerintah, dengan nilai maksimal Rp500 juta untuk usaha dan Rp 300 juta untuk perorangan. Adapun aturan teknisnya bakal ditindaklanjuti oleh kementerian/lembaga terkait. kebijakan penghapusan utang ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 20204 tentang Penghapusan Kredit Piutang Macet kepada UMKM di bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kelautan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/11/2024).
Presiden Prabowo Subianto menyatakan penandatangan PP ini dilakukan setelah mendengat saran dan aspirasi berbagai pihak. "Pada hari Selasa 5 November 2024, saya tandatangani PP Nomor 47 tanggal 5 November 2024 tentang Penghapusan Kredit Piutang macet kepada UMKM di Bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kelautan dan UMKM lainnya," katanya. Presiden berharap kebiakan ini akan membantu memuluskan UMKM di sektor tersebut. "Dengan ini pemerintah berharap dapat membantu saudara kita para produsen yang bekerja di pertanian, UMKM dan nelayan yang merupakan produsen pangan yang penting mereka bisa memuluskan usaha mereka dan bisa lebih berdaya guna bagi negara. Tentang hak teknis akan ditindaklanjuti oleh kementerian/lembaa terkait, jelasnya. (Yetede)
Diantara Dua Pilihan Berat
Masa kampanye yang sengit, penuh pergolakan, dan juga dendam berlalu sudah. Rakyat Amerika Serikat (AS), yang sebagian tapi mencapai 82 juta lebih telah memilih lebih awal, menjatuhkan pilihannya pada hari pemilihan, Selasa (05/11/2024) waktu setempat. Meski memutuskan apakah akan mengirim Donald Trump kembali ke Gedung Putih atau mengangkat Kamala Harris ke Ruang Oval. Bilik-bilik suara di seluruh negeri dibuka pada Selasa pagi waktu setempat. Para pemilihan yang sulit antara dua kandidat yang sangat berbeda untuk negara ekonomi terbesar di dunia.
"Ini penting. Ini tugas saya sebagai warga negara dan penting bagi saya untuk memilik diri saya sendiri dan saya memilih demokrasi, dan negara yang saya dukung selama 22 tahun terakhir hidup saya," kata Rons Kessler. Ia seorang veteran Angkatan Udara dari Pennsylvania, yang mengaku baru dua kali memilih untuk pilpres. Persaingan ketat kedua capres diwarnai oleh berbagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yakni dua kali upaya pembunuhan terhadap Trump, Presiden Joe Biden yang mendadak mundur dari pencalonan, dan Harris yang ujung-ujungnya menggantikannya. hasil pilpres 2024 ini masih terlalu ketat untuk diprediksi , bahkan setelah menghabiskan miliaran dolar dan berbulan-bulan kampanye yang penuh ingar bingar. (Yetede)
PT Astra Internasional Tbk Menunjukkan Kinerja Menggembirakan
PT Astra Internasional Tbk (ASII) menunjukkan kinerja menggembirakan pada kuartal ketiga dengan kenaikan laba 21% menjadi Rp9,9 triliun, yang mampu membalikkan rugi menjadi laba secara keseluruhan pada Januari-September 2024 sebesar Rp25,8 triliun. Penguatan kinerja yang didorong dari lini-lini bisnis strategi, menimbulkan optimisme baru di kalangan anaslis terhadap prospek bisnis konglomerasi besar di Tanah Air ini. Selain kinerja keuangan yang direvisi naik, target harga sahamnya pun diupgrade hingga ke Rp 5.900. "Astra mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada sembilan bulan 2024 sejalan dengan pemulihan di segmen otomotif, keuangan, dan alat berat.
Kami menaikkan target pertumbuhan pendapatan Astra untuk FY24F/25/26 menjadi 8%/9%/10% dan laba bersih 10%/13%/10%," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dan Sabela Nur Amalina. Richard mengungkapkan, Astra Internasional mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,8 triliun dalam sembilan bulan 20024 (9M24) atua tumbuh 1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Raihan ini satara 85% dan 84% dari estimasi BRI Danareksa dan konsensus untuk FY24, dengan laba bersih pada kuartal III-2024 mencapai Rp 9,9 triliun atau tumbuh 19% secara kuartalan (qoq) dan 21% secara tahunan (yoy). (Yetede)
Ekspansi Bisnis UMKM pada Kuartal III-2024 Menyusut yang Disebabkan Daya Beli Masyarakat Menurun
Ekspansi bisnis UMKM pada kuartal III-2024 menyusut yang disebabkan daya beli masyarakat menurun. Oleh karena itu, perlu memperkuat daya beli untuk mendorong ekspansi UMKM. Hal tersebut tercantum dalam Indeks Bisnis UMKM kuartal III-2024 yang dipublikasikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada Senin (4/11/2024). Ekspansi bisnis UMKM melambat tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang berada pada level 102,6 atau lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II-2024 sebelumnya yakni 109,9. Direktur Bisnis Mikro BSI Supari mengungkapkan bahwa pada kuartal II-2024 Indeks Bisnis UMKM masih berada pada level 102,6 di atas 100, yang berarti ekspansi bisnis UMKM masih berlanjut.
Hal ini ditopang oleh aktivitas masyarakat kembali normal pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), ditambah libur sekolah. Kemudian, adanya peningkatan panen komoditas perkebunan, aktivitas proyek-proyek pemerintah dan swasta makin meningkat jelang akhir tahun, serta banyak acara pesta (pernikahan) dan aktivitas politik menjelang pilkada. Namun, apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ekspansi bisnis UMKM pada kuartal III-2024 melambat, tercermin dari penurunan Indeks Bisnis UMKM dari i09,9 menjadi 102,6. "Penurunan ini disebabkan turunnya daya beli masyarakat, normalisasi permintaan pasca panen raya, kenaikan harga barang input, dan persaingan yang semakin ketat," imbuh Supari. (Yetede)
Kandidat Pro Thaksin Percaya Pemilu Thailand Adil
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









