Ekonomi
( 40460 )Lima Bank Besar Memelihara Profitabilitasnya
Agresif, Petrindo Agresif Mencaplok Tambang Batu Bara
Trump Menang, Waspada Capital Outflow
Donald Trump dipastikan keluar sebagai pemenang melawan rivalnya Kemala Harris dalam pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS). Kemenangan Trump ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian global juga Indonesia. Penguatan mata uang dolar Amerika harus diantisipasi karena akan berimbas pada terjadinya capital outflow. Trump berhasil meraih hati para pemilih AS dengan janji-janji berani akan populisme ekonomi yang akan menomorsatukan Amerika. Dan budaya konservatifnya untuk membuat hati rakyat Amerika lebih baik. Namun kepemimpinannya yang akan datang bakal segera diuji, mengingat usulan Trump atas kebijakan deportasi massal para imigran ilegal dan usulan tarif tinggi atas barang impor.
Trump juga mempunyai hubungan buruk dengan China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China akan semakin tertekan dan menyebabkan ekonomi negara lain juga melambat. Termasuk ekonomi Indonesia. kebijakan Trump berupa American First, menghambat arus masuk produk ke pasar domestik US. Barang tekstil Indonesia bisa semakin tertekan. Di sisi lain, ternyata kepemimpinan Demokrat pun juga tidak mampu menggenjot daya beli. Daya beli masyarakat US tertekan karena global inflation plus kondisi perang. (Yetede)
PP 47, Bank Masih Tunggu Juknis untuk Implementasi Peraturan
Presiden Prabowo Subianto telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan serta UMKM lainnya. Namun, bangkir masih menunggu petunjuk teknis (juknis) untuk bisa mengimplementasikan aturan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Supari mengatakan, perseroan menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat pemerintah dengan terbitnya PP 47/2024. "Saat ini BRI tengah menunggu salinan PP tersebut dan selanjutnya BRI akan mempersiapkan perangkat kebijakan internal agar kebiajakan dimaksud dapat diimplementasikan dengan baik," jelas Supari.
Dengan adanya kebijakan ini maka pelaku UMKM yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan pembiayaan karena masuk dalam daftar hitam (blacklist) namun masih memiliki potensi usaha kini dapat memeiliki kesempatan kembali untuk mengakses pembiayaan sehingga bisa melanjutkan dan mengembangkan usahanya. Disamping itu kebijakan ini juga diharapkan dapat menguntungkan pelaku UMKM dan dapat juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI. "BRI optimis bahwa dengan adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan sektor keuangan dapat mendorong pelaku usaha UMKM Indonesia, serta mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan," ucap Supari. (Yetede)
IMA Jakarta Akan Gelar Rakernas 2024 yang Diselenggaranakn pada 5-7 Desember 2024
DPR Meminta PKP untuk Berinovasi Sumber Pendanaan Capai Target 3 Juta Rumah
BI Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah pada triwulan IV-2024 sebesar Rp15.825 per dolar AS. Adapun nilai tukar rupiah relatif stabil di tengah gejolak global yang terus berlanjut. Pada akhir perdagangan Rabu (6/11/2024), rupiah melemah 84 poin atau 0,53% menjadi Rp 15.833 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.749 per dolar AS. "Sejauh ini rata-rata nilai tukar itu pada triwulan III adalah Rpp 15789 per dolar AS, kemudian secara keseluruhan untuk tahun ini di triwulan IV Rp 15.825 per dolar AS. Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas rupiah sebagai mandat kami," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
Menurut Perry, nilai tukar rupiah relatif stabil di tengah gejolak global yang terus berlanjut sesuai dengan komitmen untuk terus melakukan intervensi di pasar. Selain itu, optimalisasi dari intrusmen moneter Sekuritas Rupiah BI untuk menarik aliran masik portfolio asing dan menjaga imbal hasil rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Adapun di tengah dinamika Pemilihan Presiden AS dengan keunggulan Donald Trump pada perhitungan sementara, dia menyoroti adanya potensi mata uang dolar akan kuat, suku bunga AS akan tetap tinggi dan perang dagang berlanjut. (Yetede)
Menyelaraskan Pandangan antara RI-Singapura
Presiden Prabowo menerima kunjungan resmi kenegaraan PM Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/11). Selain membahas kerja sama bilateral, kedua pemimpin sepakat bahwa Indonesia dan Singapura punya pandangan sama terkait situasi global. Prabowo menegaskan, Singapura adalah salah satu tetangga terdekat dan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. ”Kita memiliki kerja sama yang baik secara bilateral dan dalam kerangka ASEAN. Kita juga memiliki pandangan yang sejalan dalam banyak isu, khususnya untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan. Saya berharap kunjungan ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kerja sama yang lebih baik lagi di saat yang akan datang,” kata Prabowo.
PM Wong juga menyebut Indonesia dan Singapura memiliki banyak perspektif strategis yang sama tentang situasi dunia. ”Kita berdua ingin menjadi sahabat bagi semua orang. Kita berdua ingin menjadi tetangga yang baik. Kita berdua ingin dapat memiliki hubungan dekat dengan AS dan China,” ujarnya. Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional. Mereka punya pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan regional dan internasional di tengah situasi geopolitik yang makin kompleks. Dalam wawancara khusus kepada Kompas, Wong mengatakan, saat ini beragam rambu dan norma lama sedang terkikis.
Namun, pada saat yang sama, tatanan baru belum ada. Menurut dia, ada negara yang melakukan kekerasan, tetapi tidak ada konsekuensi atas tindakan tersebut. ”Sebab, tidak ada yang mengatakan berhenti. Dan, bahkan jika seseorang mengatakan berhenti, siapa yang akan menegakkannya,” kata Wong Hubungan regional menjadi lebih penting dan itulah mengapa ASEAN juga menjadi lebih penting,” ucap Wong. Wong melihat relasi baik RI-Singapura menjadi bekal berharga untuk menjawab tantangan regional dan global. Indonesia di bawah Presiden Prabowo merupakan mitra yang dapat diandalkan. (Yoga)
Pemerintah Inggris berkomitmen mendukung akses vaksin global
Pemerintah Inggris berkomitmen mendukung akses vaksin yang adil secara global di masa depan. Inggris bekerja sama dengan banyak negara, termasuk Indonesia, untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi menjangkau kelompok rentan dan membutuhkan. Hal tersebut disampaikan Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey dalam keterangannya kepada Kompas, Rabu (6/11). Pernyataan itu sekaligus mengklarifikasi pemberitaan Kompas, 3 November 2024. ”Kami bekerja sama dengan negara-negara, termasuk Indonesia, untuk memastikan bahwa vaksin kami, yang dikembangkan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjangkau mereka yang palingmembutuhkan,” katanya. Tahun 2021, kata Jermey, Pemerintah Inggris menyumbang 1 juta dosis vaksin ke Indonesia. Inggris juga mendonasikan peralatan pendukung berupa oksigen senilai 1 juta pound sterling.
Pada Juli 2021, Inggris juga menggelontorkan dana 548 juta pound sterling atau Rp 10,5 triliun kepada pelantar kerja sama penyedia vaksin global, Covax. Angka itu, menurut Jermey, menjadikan Inggris sebagai donor bilateral keempat terbesar Covax. Lewat Covax, disediakan vaksin bagi 92 negara berkembang. Hingga Juni 2022, Inggris menyediakan lebih dari 80 juta dosis untuk Covax. Jermey mengatakan, Pemerintah Inggris juga memberikan dukungan pengembangan vaksin mandiri untuk Indonesia, lewat Pusat Program Vaksin InggrisAsia Pasifik yang dipimpin peneliti dari Universitas Sheffield. ”Upaya ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesehatan global dan menunjukkan tanggung jawab Inggris dalam perang melawan Covid-19,” katanya. (Yoga)
Realisasi Penyediaan Perumahan
Foto udara memperlihatkan pemandangan kawasan perumahan di daerah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/11/2024). Dalam waktu 5 tahun terakhir, alokasi anggaran pemerintah untuk pembiayaan perumahan mencapai Rp 119 triliun. Namun, total realisasi penyediaan rumah hanya bisa mencakup 2,17 juta unit. Sedangkan target penyediaan perumahan tahun 2025 adalah 3 juta unit. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









