Ekonomi
( 40460 )Pilpres AS: Investasi AS Dibayangi Kebijakan Trump
Indonesia menghadapi tantangan dalam menarik investasi asing langsung, terutama dari Amerika Serikat (AS), di bawah kebijakan proteksionis "America First" yang diusung oleh Presiden Donald Trump. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi penurunan investasi AS ke luar negeri, mengingat kebijakan Trump yang lebih memprioritaskan pembangunan ekonomi domestik AS. Hal ini berpotensi memengaruhi Indonesia, karena AS merupakan mitra ekonomi penting, terutama dalam sektor energi dan industri hijau.
Meski demikian, Rosan menambahkan bahwa Indonesia terus berupaya untuk menarik investasi, termasuk dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan AS seperti ExxonMobil yang tertarik pada teknologi carbon capture and storage (CCS) dan energi bersih. Pemerintah Indonesia juga menargetkan investasi langsung sebesar Rp13.528 triliun untuk periode 2025–2029 guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Indonesia juga berfokus pada sektor hilirisasi, seperti yang terlihat dalam sinergi antara Freeport Indonesia dan Antam untuk meningkatkan produksi logam mulia dan mengurangi ketergantungan pada impor. Inisiatif ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi domestik, menciptakan lapangan kerja, dan menghemat devisa negara.
Meskipun ada kekhawatiran terkait kebijakan Trump, langkah-langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mempercepat reformasi regulasi, memperluas kemitraan dengan negara non-tradisional, dan mengembangkan sektor hilirisasi diharapkan dapat menjaga daya tarik investasi dan memperkuat ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
UEA Jadi Target Besar Bagi Investor Migas
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah Indonesia, melalui SKK Migas, dengan perusahaan migas kelas dunia untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Indonesia. Dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan energi nasional yang diperkirakan akan mencapai 1.012 juta ton setara minyak (MTOE) pada 2025, dengan 43,5% di antaranya harus dipenuhi oleh migas, kerja sama global dianggap krusial. Hudi Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menegaskan bahwa kemitraan internasional dapat mempercepat penemuan cadangan baru, transfer teknologi, serta mendukung inovasi dan pengembangan kapasitas nasional.
Selain itu, Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan bahwa masih terdapat potensi besar di sektor hulu migas Indonesia yang dapat dikembangkan, termasuk 301 struktur yang memiliki potensi sekitar 1,8 miliar barel minyak dan 13,4 triliun kaki kubik gas, serta potensi peningkatan produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan waterflood. Pembaruan regulasi kontrak bagi hasil juga bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dengan memberikan kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor.
Di sisi lain, perusahaan seperti Medco E&P dan Pertamina Hulu Energi terus berfokus pada pengembangan potensi migas di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan produksi dan efisiensi. PT Pertamina Hulu Energi, misalnya, berhasil mencatatkan produksi sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari pada 2024, berkat penerapan teknologi seperti multi-stage fracturing dan artificial intelligence. Mubadala Energy juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan Blok South Andaman dengan rencana eksplorasi yang matang dan pengembangan pada tahun 2028.
Kesimpulannya, sektor hulu migas Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimaksimalkan melalui kemitraan strategis dengan perusahaan internasional, penerapan teknologi modern, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan kepentingan antara pemerintah dan kontraktor. Semua upaya ini diharapkan dapat memastikan ketahanan energi nasional di masa depan.
Gaikindo Bidik Penjualan 1 Juta Unit Otomotif pada 2025
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil mencapai 1 juta unit pada 2025, dengan optimisme pasar otomotif yang diproyeksi akan pulih. Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi, menjelaskan bahwa meskipun industri otomotif menghadapi tantangan pada tahun ini, pada 2025 terdapat peluang besar untuk mencapai target tersebut, didorong oleh kehadiran model-model baru dan teknologi inovatif seperti mobil listrik, hybrid, dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Selain itu, pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di luar Jawa-Bali, serta penurunan suku bunga acuan yang dapat meringankan kredit kendaraan, diyakini akan mendukung penjualan mobil, terutama mobil listrik. Yohanes juga mengungkapkan bahwa pada 2025, situasi politik yang lebih stabil setelah pemilu diharapkan dapat mendorong perekonomian dan meningkatkan permintaan mobil. Gaikindo berharap penjualan mobil bulanan dapat mencapai 80.000 hingga 85.000 unit, dengan pengalaman masa lalu yang menunjukkan potensi penjualan mencapai 90.000 hingga 100.000 unit per bulan.
Namun, capaian penjualan mobil pada tahun ini tidak begitu menggembirakan, yang menyebabkan Gaikindo merevisi target penjualan mobil 2024 menjadi 850.000 unit, lebih rendah dari target awal 1,1 juta unit. Meski demikian, prospek positif untuk 2025 memberikan harapan besar bagi kebangkitan industri otomotif Indonesia.
Harga Saham Banyak Dijual, Jangan Terburu Diskon
Kemenangan Trump Tantang Kekuatan Rupiah
Perubahan Indeks MSCI Disorot Investor
BUKA Fokus Benahi Strategi Bisnis
Sektor Energi Terimbas Efek Trump
Pasar Tradisional di Kota Malang menjelma menjadi Pusat Kuliner
Selasa (22/10) Pasar Klojen, Malang, Jatim, semarak. Hilir mudik pengunjung berbelanja sayur dan kebutuhan pokok harian. Banyak juga yang datang untuk melihat-lihat dan berwisata kuliner. ”Ayolah Pak, dua saja masak tidak ada. Ngidam ini. Saya dari Tulungagung, kapan hari ke sini Sabtu kehabisan. Masak hari ini yang bukan akhir pekan juga habis,” kata seorang pengunjung memesan pada Sugeng (69), penjual pisang goreng di sana. Karena, si ibu gigih membujuk si penjual, akhirnya keinginannya dipenuhi. ”Dua saja, ya Bu, ini soalnya pesanan orang. Kalau Ibu tidak ngidam, juga tidak bakal saya kasih karena kasihan yang sudah pesan,” kata Sugeng. Sugeng tidak menyangka, lima bulan ini pisang goreng jualannya laris manis diburu pembeli dalam dan luar kota. ”Sekarang jadi pusat kuliner, makanya banyak yang cari. Tentu ini sangat menguntungkan bagi kami,” kata pria yang berjualan sejak tahun 1980 itu.
Pasar Kojen sekarang jauh berbeda dengan bertahun lalu. Sekarang, pasar yang tak jauh dari Stasiun Malang ini menjelma jadi pusat kuliner pada pagi hingga siang hari dan tongkrongan anak muda pada malam hari. Lebih dari 30 stan di tengah dan sisi kanan pasar, yang merupakan stan kuliner yang dijalankan anak-anak muda berusia 20-30 tahun. Mereka menjual menu, mi singapore, mi beijing, gyoza, ataupun mi kolagen. Salah satu stan misalnya Warung Cendana, yang menjual aneka mi dengan harga murah meriah Rp 15.000 per porsi. Mereka berjualan mulai pukul 07.30 WIB dan pada pukul 11.00 WIB biasanya sudah habis. ”Untuk hari-hari biasa seperti ini, kami menjual 200 porsi per hari. Akhir pekan biasanya porsi dijual ditambah jadi 300-an porsi,” kata Chepy, pekerja di sana.
Lapak kuliner lain, Eng Ing Eng, menjual aneka mi, dari mi beijing, mi singapura, wonton, dan menu kekinian lain dengan harga rata-rata Rp 15.000 per porsi. Lapak Ahmad Iswahyudi (50) adalah perintis pusat kuliner di Pasar Klojen. ”Saya terbiasa belanja di pasar ini sehingga tahu pasar benar-benar sepi. Padahal, pasar bersih seperti Pasar Oro-Oro Dowo. Itu sebabnya saya ingin jualan di sana. Ternyata benar, Pasar Klojen sekarang ramai dan jadi tujuan kuliner wisatawan,” kata laki-laki yang dikenal sebagai Didik Sapari itu. Ia buka usaha Maret 2024, bulan pertama, Eng Ing Eng rugi Rp 3 juta. Bulan kedua, rugi Rp 2,8 juta. Bulan ketiga, kedai dengan konsep gabungan Melayu-Tionghoa tersebut sudah untung Rp 600.000. Cuan mulai besar pada bulan kelima. Sejak pasar ramai pengunjung, ada pedagang sayur yang awalnya omzet harian sekitar Rp 150.000, kini omzetnya naik 2-3 kali lipat setelah pasar ramai menjadi pusat kuliner. (Yoga)
Sentimen Negatif IHSG atas Kemenangan Trump
Kemenangan Partai Republik di AS dalam Pilpres 2024 menjadi sentiment negatif pasar keuangan di dalam negeri. IHSG terjerembap karena persepsi pasar akan kebijakan calon presiden yang unggul dalam penghitungan tak resmi, Donald Trump, yang dapat merugikan Indonesia nanti. Trump telah mengklaim kemenangannya atas Capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, pada Pilpres, Selasa (5/11). Kabar itu membuat pasar keuangan Indonesia bergejolak hingga Kamis (7/11). IHSG dibuka di posisi 7.383 setelah pada Rabu (6/11) rontok 1,4 % dalam satu hari perdagangan, kemudian melanjutkan penurunan, dan ditutup di 7.243,86. Posisi ini membuat pertumbuhan IHSG sejak awal 2024 nyaris 0 %. Mengutip situs RTI Business, koreksi sehari lalu dipicu larinya modal asing dengan nilai jual bersih Rp 1,15 triliun.
Eastspring Investments Indonesia, perusahaan manager investasi, menganalisis, pasar finansial Indonesia tidak luput dari sentimen negatif terpilihnya Trump, yang dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil surat utang AS atau US Treasury dan nilai mata uang USD. Di tengah sentimen ini, pasar saham berjangka AS telah menguat, demikian dengan imbal hasil US Treasury melonjak 16 basis poin menjadi 4,41 % dan indeks USD naik lebih dari 2 % atau mengalami kenaikan harian tertinggi sejak Maret 2020. Kemenangan Trump dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan USD lebih lanjut akibat beberapa pendekatan kebijakan yang diantisipasi, seperti pemangkasan pajak, peningkatan belanja pemerintah, serta tarif dan kebijakan perdagangan.
Namun, menurut Eastspring, perekonomian Indonesia yang berorientasi pada konsumsi domestik akan lebih terlindungi dari dampak negatif tersebut. Tameng lainnya adalah rasio ekspor terhadap PDB Indonesia merupakan salah satu yang terendah di kawasan Asia. Membaiknya stabilitas eksternal selama beberapa tahun terakhir, yang terlihat dari penurunan defisit transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, dan terkendalinya tingkat utang, membuat Indonesia lebih siap menghadapi potensi guncangan pasar global. ”Dalam jangka panjang, fundamental akan menjadi pendorong utama kinerja pasar finansial. Kami yakin bahwa outlook perekonomian Indonesia akan tetap positif,” ujar tim analis Eastspring. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









