Kategori
Ekonomi
( 40460 )Berburu Saham Unggulan untuk Cuan
11 Nov 2024
Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing terus mendominasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal III-2024, dengan total nilai mencapai Rp 4,50 triliun pekan lalu. Penjualan ini terutama menargetkan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang tergabung dalam indeks Kompas100, seperti saham sektor perbankan BBRI, BMRI, BBCA, dan BRIS. Saham-saham non-bank juga tak luput dari aksi ini, yang menyebabkan indeks Kompas100 turun 4,42% sejak awal tahun ke level 1.120,75.
Meski tekanan jual meningkat, saham Kompas100 tetap menarik karena didominasi emiten dengan fundamental kuat. Miftahul Khaer, Equity Research Analyst dari Kiwoom Sekuritas, menilai indeks Kompas100 masih relevan karena mayoritas emiten dalam indeks tersebut memimpin pasar di sektornya masing-masing.
Optimisme terhadap pemulihan indeks Kompas100 tetap ada. Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, memprediksi indeks ini akan menguat hingga rentang 1.180-1.200 pada akhir 2024. Hal ini didukung oleh prospek keuangan emiten yang lebih positif di kuartal IV-2024. Sektor keuangan dan konsumer menjadi sektor yang menjanjikan, sementara saham teknologi dan properti cenderung memberatkan indeks akibat tingginya suku bunga yang menekan daya beli masyarakat.
Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menyebut sektor media seperti SCMA akan mendapat dorongan dari peningkatan belanja iklan. Sementara itu, Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menambahkan bahwa momentum Pilkada 2024, libur Natal, dan kebijakan moneter The Fed yang berpotensi melonggar akan menjadi katalis positif bagi kinerja emiten Kompas100.
Dengan kondisi ini, saham-saham diskon dalam indeks Kompas100 dapat menjadi peluang investasi menarik, terutama bagi sektor keuangan dan konsumer yang stabil.
Laju Bursa Dipengaruhi Arah Kebijakan Suku Bunga
11 Nov 2024
Pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 bps ke level 4,5%-4,75% pada pertemuan FOMC 6-7 November 2024 memberikan sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. IHSG berhasil rebound sebesar 0,60% ke level 7.287,19 pada Jumat (8/11). Namun, tekanan jual asing yang menghasilkan net sell sebesar Rp 4,50 triliun sepanjang pekan lalu tetap menjadi pemberat, menyebabkan IHSG mencatat penurunan mingguan 2,91%.
Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, pemangkasan FFR membuka peluang arus dana asing kembali ke pasar saham Indonesia. Ia juga memproyeksikan kemungkinan The Fed memangkas FFR lebih lanjut sebesar 25-50 bps pada akhir 2024. Namun, ketidakpastian ekonomi global, terutama setelah kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS, dapat menahan FFR di level tinggi lebih lama dari ekspektasi pasar.
Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, menilai pelemahan IHSG pekan lalu merupakan yang terdalam di Asia Tenggara, meski masih unggul dari PSEi Filipina. Ia memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.150 dan resistance 7.370 pada pekan ini.
William Hartanto, Praktisi Pasar Modal, memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan potensi pelemahan terbatas. Ia mematok support pada 7.195 dan resistance di 7.400. Menurutnya, efek kemenangan Trump terhadap IHSG diperkirakan minimal, karena saat kepemimpinan Trump sebelumnya, pasar saham hanya terdampak secara signifikan akibat pandemi Covid-19.
Audi menambahkan bahwa fluktuasi harga komoditas, terutama minyak dan permintaan dari China, akan menjadi faktor kunci pergerakan IHSG. Ia merekomendasikan saham big bank yang masih undervalued sebagai pilihan menarik bagi investor.
Obligasi Bersaing Ketat dengan SRBI
11 Nov 2024
Kepemilikan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus meningkat, didorong oleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah maupun korporasi. Berdasarkan data PHEI, yield SRBI tenor satu tahun naik dari 6,8% menjadi 7%, lebih menarik dibandingkan yield obligasi pemerintah tenor satu tahun (6,3%) dan obligasi korporasi rating AAA (6,7%).
Menurut Ahmad Nasrudin, Analis Fixed Income Pefindo, SRBI memiliki risiko yang setara atau lebih rendah dibandingkan obligasi pemerintah karena diterbitkan oleh Bank Indonesia, sehingga lebih menarik secara risk-adjusted return. Namun, pemilihan instrumen investasi tetap harus disesuaikan dengan target return, toleransi risiko, dan horizon investasi.
Alvaro Ihsan dari Sucorinvest Asset Management menambahkan, meskipun SRBI menawarkan yield menarik, karakteristiknya sebagai produk pasar uang dengan jatuh tempo di bawah satu tahun berbeda dengan obligasi pemerintah yang lebih likuid dan memiliki tenor beragam. Ia juga mengingatkan bahwa pemangkasan suku bunga, seperti yang baru dilakukan The Fed sebesar 25 bps, dapat mendorong penurunan yield lebih lanjut.
Di sisi lain, obligasi korporasi tetap menarik karena menawarkan yield lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah, terutama untuk obligasi dengan peringkat AAA. Namun, investor harus memperhatikan fundamental perusahaan dan rating kredit untuk mengurangi risiko.
Sumber pasar keuangan menjelaskan bahwa penerbitan SRBI tergantung pada respons BI terhadap stabilitas rupiah, sehingga nilainya fluktuatif. Namun, SRBI tidak secara langsung mendorong peningkatan yield obligasi korporasi karena likuiditas investor masih besar.
Pilkada, Natal, dan Tahun Baru, Pengaruhi Pasar
11 Nov 2024
Emiten barang konsumsi diprediksi akan mencatatkan kinerja positif pada kuartal IV 2024, didorong oleh momentum Natal, Tahun Baru, dan pilkada serentak. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai pilkada sering diiringi peningkatan belanja pemerintah, memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor konsumsi. Hal ini dapat membawa pertumbuhan ekonomi ke 5%, menunjukkan resiliensi perekonomian Indonesia.
Andhika Audrey, Analis Panin Sekuritas, menyebut PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan mendapatkan dampak positif dari pilkada, meskipun kuartal IV biasanya dikenal sebagai low seasonality. Penjualan ICBP diperkirakan tetap solid.
Selain itu, Putu Chantika Putri dari Ciptadana Sekuritas optimistis terhadap PT Mayora Indah Tbk (MYOR), yang tidak hanya diuntungkan oleh penjualan lokal tetapi juga ekspor, terutama ke China menjelang Tahun Baru Imlek. Kinerja MYOR juga akan didukung oleh peluncuran produk baru dan strategi pemasaran yang bijaksana.
James Stanley Widjaja, Analis Buana Capital, menilai PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) masih menunjukkan kinerja kuat berkat inovasi produk yang konsisten. Emiten ini diyakini akan tetap bertumbuh di akhir tahun.
Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan, seperti suku bunga yang meski telah dipangkas, tetap relatif tinggi. Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas mencatat, fluktuasi nilai tukar juga bisa membebani keuangan emiten melalui kenaikan biaya bahan baku.
Kendati demikian, Azis optimistis momentum pilkada, Natal, dan Tahun Baru akan menjadi katalis positif. Ia merekomendasikan saham sektor konsumsi, dengan ICBP dan CMRY sebagai pilihan utama.
Kalau Bulog Berada Dibawah Naungan Presiden Langsung
11 Nov 2024
TELEPON seluler Wahyu Suparyono berdering pada Sabtu siang, 28 Agustus 2024, pukul 11.40 WIB. Panggilan telpon berasal dari presiden terpilih Prabowo Subianto. Wahyu bergegas mengangkatnya. Di ujung telepon, Prabowo meminta Wahyu, yang saat itu menjabat Direktur PT Asabri (Persero), pindah memimpin Perusahaan Umum (Perum) Bulog. "Mas Wahyu masuk Bulog, benahi semua," ujar Wahyu menirukan instruksi Prabowo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 5 November 2024. Tak lama kemudian, Rabu, 9 September 2024, Wahyu resmi ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menjadi Direktur Utama Bulog. Ia menggantikan Bayu Krisnamurthi yang menjabat sejak Desember 2023.
Wahyu mengatakan Prabowo memintanya menyiapkan transformasi kelembagaan Bulog. Perusahaan pelat merah di bawah Kementerian BUMN itu direncanakan kembali menjadi badan otonom atau lembaga pemerintah lain di bawah presiden. Artinya, secara kelembagaan, posisi Bulog akan kembali seperti pada masa Orde Baru. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Bulog berstatus lembaga pemerintah non-departemen (LPND) di bawah presiden. Pada 2003, pemerintah mengubah status Bulog menjadi perusahaan pelat merah di bawah Kementerian BUMN.
Jaminan Stok jika Prabowo Lanjutkan Bantuan Pangan Menurut Wahyu, gagasan Prabowo menjadikan Bulog sebagai badan otonom tersebut bertujuan mengefektifkan kinerja lembaga. Sebab, posisi Bulog sebagai BUMN justru membatasi gerak lembaga tersebut dalam mengelola bidang pangan. Sejak berada di bawah Kementerian BUMN, Bulog hanya bertindak selaku operator yang menunggu perintah regulator. Salah satu contohnya, saat akan melakukan operasi pasar, Bulog harus menunggu hasil rapat koordinasi terbatas kementerian dan lembaga terkait. Sistem ini, menurut Wahyu, tidak efisien. Setelah menerima perintah Prabowo, Wahyu segera membentuk tim untuk menyusun rencana transformasi Bulog. Termasuk mengkaji Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perum Bulog. (Yetede)
70 Negara di Seluruh Penjuru Dunia yang Menyelenggarakan Pemilihan Umum
11 Nov 2024
PADA 2024, ada setidaknya 70 negara di seluruh penjuru dunia yang menyelenggarakan pemilihan umum, termasuk Indonesia pada Februari lalu. Berbagai upaya dilakukan para kandidat, baik sebelum, selama, maupun setelah masa kampanye, untuk memikat para pemilih agar mempercayakan suara kepada mereka. Para kandidat menggunakan narasi-narasi dan slogan-slogan kampanye yang tidak hanya bertujuan menyampaikan visi serta misi, tapi juga memoles dan membangun persona individu. Tujuannya agar mereka terlihat sebagai kandidat yang paling layak untuk dipilih sebagai pemimpin tertinggi negara. Termasuk di antaranya adalah memastikan agar dosa atau kesalahan masa lalu tidak akan menyakiti atau mengurangi potensi perolehan suara.
Pada pemilu Filipina 2022, misalnya, nuansa menutupi dosa masa lalu begitu kental saat Ferdinand "Bongbong" Romualdez Marcos Jr. mencalonkan diri sebagai kandidat presiden. Bongbong adalah putra mantan presiden Ferdinand Marcos yang terkenal akan kekejamannya selama masa darurat militer pada 1972-1981. Catatan Amnesty International menunjukkan, pada masa itu, sebanyak 70 ribu orang—termasuk pendeta, pejuang hak asasi manusia, pimpinan kelompok buruh, dan jurnalis—yang dianggap menentang Marcos dipenjara. Lebih dari 34 ribu orang disiksa dan lebih dari 3.000 orang dibunuh pada periode itu.
Keluarga Marcos juga terkenal akan korupsi serta gaya hidup super-mewahnya. Mahkamah Agung Filipina bahkan pernah memutuskan bahwa keluarga Marcos menjarah keuangan negara paling tidak sebanyak US$ 658 juta, yang dikumpulkan saat utang negara terus menumpuk dan berjuta warga Filipina hidup dalam kemiskinan. Akibat kerakusan dan kekejaman Marcos, kemarahan rakyat Filipina memuncak dalam pemberontakan People’s Power pada 1986. Peristiwa ini memaksa Marcos kabur ke Hawaii. Ia meninggal setelah tiga tahun menetap di sana. (Yetede)
Indonesia dan China Menandatangani Komitmen Kerja Sama Senilai Total US$ 10,07 Miliar
11 Nov 2024
Sekitar 20 perusahaan dari Indonesia dan China menandatangani komitmen kerja sama senilai total US$ 10,07 miliar atau setara Rp 157,81 triliun di bidang manufaktur canggih, energi terbarukan, kesehatan, hilirisasi, ketahanan pangan, dan keuangan. Penandatanganan yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut dilakukan dalam acara Indonesia-China Bussines Forum 2024 di Beijing, Minggu (10/11/2024). Sehari sebelumnya, juga telah ditandatangani delapan kerja sama di antara dua negara atau governance to governance to governance (G to G) yang salah satunya adalah soal dukungan pemerintah China terhadap program makan bergizi gratis yang merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo. Terkait ini, disepakati kerja sama pendanaan Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia. Sedangkan tujuh kesepakatan kerja sama G to G yang lain adalah meliputi Protokol Persyaratan Fitosanitari untuk Ekspor Buah Kelapa Segar dari Indonesia ke Tingkok, Pedoman Kerja Teknis untuk Mempromosikan Perikanan Tangkap Berkelanjutan, dan Memorandum Saling Pengertian tentang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Biru. (Yetede)
SuperApp BYOND by BSI Resmi Diluncurkan
11 Nov 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan SuperApp BYOND by BSI sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan jasa perbankan dan keuangan yang semakin kompleks di era digital. BYOND by BSI merupakan SuperApp layanan finansial, sosil, dan spiritual komprehensif yang lebih mudah dan nyaman di akses, dengan keamanan yang semakin maksimal. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan antusiasme atas peluncuran aplikasi BYOND. Erick juga mengapresiasi langkah BSI yang terus melakukan inovasi dan transformasi tanpa henti, sehingga mampu terus bertumbuh dan berkembang serta membalikkan stigma yang selama ini banyak melekat pada industri perbankan syariah. Dia menegas bahwa pemerintah akan terus mendukung BSI dalam upaya membangun ekosistem Islam yang terintegrasi dan inklusi. "InsyaAllah, BYOND by BSI dapat memenuhi harapan kita semua, memberikan solusi komprehensif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat terkait layanan perbankan syariah dan eksosistem ekonomi Islam. Kemudian hal-hal terkait layanan umroh dan haji juga bisa disinergikan dengan accesbility BSI ke depan. Apalagi saat ini BSI sedang menjajaki peluang untuk, membuka cabang di Arab Saudi, setelah sebelumnya berhasil di Dubai," ungkap Erick. (Yetede)
Raksasa Teknologi AS dan Rusia Investasi Teknologi AI di Indonesia
11 Nov 2024
Menteri Komukasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap, perusahaan raksasa teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yaitu Microsoft, dan Yandex Group, perusahaan teknologi yang berbasis di Rusia, berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Keduanya tertarik untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia. Meutya mengaku banyak perusahaan teknologi informasi global yang berminat investasi mengembangkan ekosistem AI di Indonesia Menurut Meutya, keterikan kedua perusahaan tersebut, karena melihat potensi pengembangan teknologi AI sangat besar dan stratgeis untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia. "AI berkembang sangat cepat di dunia. Peran AI bagi manusia pun terus meningkat di berbagai sektor. Kami mengapresiasi minat yandex Group dan Microsoft untuk menanamkan investasi di Indonesia," ungkap Meutya.
Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Beri Efek Negatif ke Manufaktur
11 Nov 2024
Kebijakan proteksionisme yang kemungkinan akan kembali dilakukan Donald Trump saat kembali jadi Presiden AS, dapat memberikan efek negatif ke industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, kebijakan tersebut dapat membuat China mencari tujuan ekspor lainnya karena dihadang AS dan ujungnya membanjiri pasar Indonesia. "Kita harus waspadai jangan sampai over production China semakin membanjiri market yakni dengan memperkuat dengan Trade Remedies untuk melindungi pasar domestik Indonesia di tengah utilitas industry TPT yang masih lemah," ucap dia. Kebijakan proteksionisme ini merupakan kebijakan ekonomi Trump dalam melindungi industri dalam negerinya. Trump berencana akan meningkatkan tarif impor hingga 10% untuk barang-barang asing. Angkat itu diklaim bisa meningkat, seandainya pihak mitra dagang terbukti memanipulasi atau terlibat perdagangan tak adil. Oleh karena itu, terang Jemmy, pemerintah Indonesia perlu melakukan negosiasi dalam mendorong kegiatan ekspor ke Amerika Serikat. Di sisi lain Indonesia harus mencoba menegosiasi Trade Agreement dengan Amerika Serikat. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









