;

70 Negara di Seluruh Penjuru Dunia yang Menyelenggarakan Pemilihan Umum

70 Negara di Seluruh Penjuru Dunia yang Menyelenggarakan Pemilihan Umum
PADA 2024, ada setidaknya 70 negara di seluruh penjuru dunia yang menyelenggarakan pemilihan umum, termasuk Indonesia pada Februari lalu. Berbagai upaya dilakukan para kandidat, baik sebelum, selama, maupun setelah masa kampanye, untuk memikat para pemilih agar mempercayakan suara kepada mereka. Para kandidat menggunakan narasi-narasi dan slogan-slogan kampanye yang tidak hanya bertujuan menyampaikan visi serta misi, tapi juga memoles dan membangun persona individu. Tujuannya agar mereka terlihat sebagai kandidat yang paling layak untuk dipilih sebagai pemimpin tertinggi negara. Termasuk di antaranya adalah memastikan agar dosa atau kesalahan masa lalu tidak akan menyakiti atau mengurangi potensi perolehan suara.

Pada pemilu Filipina 2022, misalnya, nuansa menutupi dosa masa lalu begitu kental saat Ferdinand "Bongbong" Romualdez Marcos Jr. mencalonkan diri sebagai kandidat presiden. Bongbong adalah putra mantan presiden Ferdinand Marcos yang terkenal akan kekejamannya selama masa darurat militer pada 1972-1981. Catatan Amnesty International menunjukkan, pada masa itu, sebanyak 70 ribu orang—termasuk pendeta, pejuang hak asasi manusia, pimpinan kelompok buruh, dan jurnalis—yang dianggap menentang Marcos dipenjara. Lebih dari 34 ribu orang disiksa dan lebih dari 3.000 orang dibunuh pada periode itu. 

Keluarga Marcos juga terkenal akan korupsi serta gaya hidup super-mewahnya. Mahkamah Agung Filipina bahkan pernah memutuskan bahwa keluarga Marcos menjarah keuangan negara paling tidak sebanyak US$ 658 juta, yang dikumpulkan saat utang negara terus menumpuk dan berjuta warga Filipina hidup dalam kemiskinan. Akibat kerakusan dan kekejaman Marcos, kemarahan rakyat Filipina memuncak dalam pemberontakan People’s Power pada 1986. Peristiwa ini memaksa Marcos kabur ke Hawaii. Ia meninggal setelah tiga tahun menetap di sana. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :