Obligasi Bersaing Ketat dengan SRBI
Kepemilikan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus meningkat, didorong oleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah maupun korporasi. Berdasarkan data PHEI, yield SRBI tenor satu tahun naik dari 6,8% menjadi 7%, lebih menarik dibandingkan yield obligasi pemerintah tenor satu tahun (6,3%) dan obligasi korporasi rating AAA (6,7%).
Menurut Ahmad Nasrudin, Analis Fixed Income Pefindo, SRBI memiliki risiko yang setara atau lebih rendah dibandingkan obligasi pemerintah karena diterbitkan oleh Bank Indonesia, sehingga lebih menarik secara risk-adjusted return. Namun, pemilihan instrumen investasi tetap harus disesuaikan dengan target return, toleransi risiko, dan horizon investasi.
Alvaro Ihsan dari Sucorinvest Asset Management menambahkan, meskipun SRBI menawarkan yield menarik, karakteristiknya sebagai produk pasar uang dengan jatuh tempo di bawah satu tahun berbeda dengan obligasi pemerintah yang lebih likuid dan memiliki tenor beragam. Ia juga mengingatkan bahwa pemangkasan suku bunga, seperti yang baru dilakukan The Fed sebesar 25 bps, dapat mendorong penurunan yield lebih lanjut.
Di sisi lain, obligasi korporasi tetap menarik karena menawarkan yield lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah, terutama untuk obligasi dengan peringkat AAA. Namun, investor harus memperhatikan fundamental perusahaan dan rating kredit untuk mengurangi risiko.
Sumber pasar keuangan menjelaskan bahwa penerbitan SRBI tergantung pada respons BI terhadap stabilitas rupiah, sehingga nilainya fluktuatif. Namun, SRBI tidak secara langsung mendorong peningkatan yield obligasi korporasi karena likuiditas investor masih besar.
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023