;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Tiupan Angin Segar dari The Fed

09 Nov 2024

The Federal Rserve (The Fed) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 4,50%-4,75%, pada Kamis (07/11/2024). Keputusan ini sesuai harapan pasar, terbukti dengan menguatnya bursa di sejumlah negara termasuk Indonesia. Pemangkasan suku bunga ini diprediksi akan diiukuti oleh bank sentral negara lainnya. Bank Indonesia juga diharapkan segera menurunkan suku bunga sehingga segera menurunkan sektor rill di Tanah Air. Tercatat bursa saham Asia naik secara umum pada perdagangan di hari Jumat (08/1102024), mengkuti kenaikan wall street yang memecah rekor tertingginya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup di zoona hijau.

IHSG berjalan konsisten di zona positif hingga ditutup bertambah 43 poin atau 0,60% menjadi 7.287. Kenaikan IHSG hari ini mengakhiri pelemahan selama 2 hari sebelumnya, yang tertekan akibat hasil Pilpres AS 2024 yang dimenangkan oleh Donald Trumph. Saat IHSG menguat, pasar saham Asia bervariasi. Nikkei 225 Index (Jepang) menguat 0,30% dan Straits Times (Singapura) bertambah 1,39%. Sementara indeks S&P 500 naik 0,7%, melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. Indeks Dow Jones hampir tidak berubah, hanya turun tipis di bawah basis poin walaupun sebelumnya sempat menguat lebih tinggi 80 poin yang bertengger di level Rp15.672 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp15.740 per dolar AS. (Yetede)

Saham Grup Barito Kembali Rebound IHSG Setelah Mengalami Penurunan Tajam

09 Nov 2024

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali rebound setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, imbas kencangnya arus keluar (outflow) asing pasca kemenangan kandidat Partai Republik Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), IHSG yang sebelumnya terus berada di zona merah, mampu kambali hijau di akhir pekan ini, dan ditutup menguat 0,6% ke posisi 7.287. Faktor penopang kenaikan IHSG, salah satunya berasal dari saham-saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu yang kompak menguat. "IHSG akhirnya berhasil rebound setelah mengalami koreksi selama sepekan, dengan saham-saham dari grup Prajogo Pangestu menjadi pendorong utama," kata Founder Stocknow.id Hendra Wardana. Tercatat, saham-saham Grup barito seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) serentak menghijau pada penutupan  perdagangan Jumat (8/11/2024). Saham BRPT mampu  menguat 5,62% ke Rp 940, disusul TPIA yang naik 8,58 ke Rp 7.275, BREN melesat 14,58 ke Rp 7.000,dan PTRO naik 2,67% ke Rp18.250. Dua saham Barito  bahkan masuk dalam 10 besar kapitalisasi pasar di BEI, yakni BREN dengan market cap Rp 920 triliun dan TPIA Rp 629 triliun. "Dengan kapitalisasi pasar yang besar, BREN menjadi penopang IHSG yang signifikan, apalagi setelah OJK memberikan klarifikasi bahwa tidak ada masalah terkait konsentrasi kepemilikan BREN meskipiun sahamnya sebelumnya gagal masuk indeks FTSE Russel karena aturan  free float. Hal ini memperkuat sentimen positif terhadap BREN dan menarik minat investor," ungkap Hendra. (Yetede)

PT Geo Dipa Energi Menargetkan Bauran Energi Geothermal Mencapai 260 GW dalam Dua Tahun ke Depan

09 Nov 2024
PT Geo Dipa Energi menargetkan bauran energi geothermal mencapai 260 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan. Banyak investor yang sudah menyatakan minat untuk berinvestasi terkait bauran energi baru terbarukan dengan PT Geo Dipa Energi. "Bauran energi kita sekarang ada 120 GW, total di Indonesia 2.300 GW, sehingga sekitar 1% kurang. Dua tahun ke depan kita akan memiliki 260 GW, sehingga status kita naik menuju ke 10% bauran energi untuk geothermal," kata Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi Geo Dipa Energi Ilen Kardani. Geothermal adalah sumber energi  yang berasal dari panas alamiah di dalam bumi. Ilen mengatakan pihaknya sudah menerima tawaran kerja sama dalam pengembangan geothermal. Apalagi saat ini banyak investor sudah menyadari pentingnya penggunaan energi hijau. "Banyak peminat yang sudah ingin berinvestasi di Geo Dipa, hampir setiap bulan kita menerima tawaran kerja sama untuk pengembangan geothermal. Mengapa? karena dunia sekarang di dorong sedang ke arah green energy. Geo Dipa menerima banyak sekali tawaran untuk investasi sebetulnya, yang tidak bisa disebutkan satu persatu, tetapi jumlahnya jauh dari 10," ungkap Ilen. (Yetede)

Pelindo Siapkan Strategi Tekan Biaya Logistik

09 Nov 2024

Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sedang melakukan serangkaian upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik, dengan fokus utama pada pengurangan waktu dan biaya distribusi. Tokoh kunci dalam upaya ini adalah Ardhy Wahyu Basuki, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, yang mengungkapkan beberapa inisiatif penting yang telah dijalankan Pelindo, seperti mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri dan mengoptimalkan rute logistik melalui konsep hub and spoke. Tujuan dari langkah-langkah ini adalah untuk memudahkan pergerakan barang, mengurangi disparitas kargo, dan menciptakan distribusi barang yang lebih efisien ke seluruh wilayah Indonesia.

Pelindo juga melakukan transformasi layanan operasional, termasuk standardisasi layanan yang telah terbukti meningkatkan produktivitas pelabuhan. Misalnya, di Pelabuhan Sorong, produktivitas pelayanan peti kemas meningkat signifikan, dengan waktu sandar kapal berkurang dari 72 jam menjadi hanya 24 jam. Selain itu, Pelindo menerapkan digitalisasi dalam operasionalnya melalui berbagai sistem yang memungkinkan proses logistik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Semua langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses logistik, menurunkan biaya distribusi, serta mendukung pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.


Investor Asing Ragu Melanjutkan Investasi

09 Nov 2024
Divestasi yang dilakukan oleh sovereign wealth funds (SWF) seperti Temasek dan GIC di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sikap hati-hati investor asing terhadap pasar domestik. Temasek, misalnya, kini hanya memiliki 19,99% saham di PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) setelah sebelumnya menjual 23,39% saham di PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) senilai Rp 563,58 miliar. GIC juga mengurangi kepemilikan di beberapa emiten, termasuk PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan mempertimbangkan divestasi saham lainnya, seperti di Bukalapak (BUKA) dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK).

Namun, aksi investasi tetap terjadi, seperti yang dilakukan oleh Siam Cement Group (SCG) dari Thailand, yang mengakuisisi 44,48% saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) senilai Rp 9,98 triliun. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik bagi investor dengan strategi tertentu. Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama, menilai daya tarik bursa Indonesia tetap kuat berkat stabilitas ekonomi dan potensi pasar domestik yang besar.

Di sisi lain, pengamat pasar modal Teguh Hidayat dan Budi Frensidy mencatat bahwa sikap investor asing masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan pemerintah baru. Mereka cenderung mengadopsi pendekatan wait and see, apalagi dengan volume transaksi harian yang relatif kecil di bursa Indonesia. Agus Pramono, pengamat pasar modal, menyoroti bahwa karakteristik dan strategi investasi institusi besar berbeda-beda. Contohnya, GIC lebih fokus pada pengembalian investasi jangka menengah, sedangkan SCG lebih bersifat strategis untuk mengembangkan sinergi bisnis.

Wawan mengingatkan bahwa investor lokal sebaiknya tidak asal mengikuti jejak investor besar, karena faktor-faktor seperti likuiditas saham sering menjadi pertimbangan mereka yang mungkin berbeda dengan kebutuhan investor ritel. Secara keseluruhan, meskipun beberapa investor asing mengerem langkahnya, potensi pasar Indonesia tetap menarik dengan strategi yang tepat.

Defisit Anggaran Didorong Belanja Negara yang Meningkat

09 Nov 2024
Kementerian Keuangan mencatat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 defisit sebesar Rp 309,2 triliun hingga Oktober tahun ini. Angka defisit tersebut melebar dibandingkan Agustus 2024 yang tercatat Rp 153,7 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit anggaran per Oktober 2024 setara 1,37% terhadap produk domestik bruto (PDB).Defisit APBN ini lantaran pendapatan negara lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang terus meningkat. Sri Mulyani bilang, pendapatan negara per Oktober 2024 mencapai Rp 2.247,5 triliun atau naik 0,3% dibandingkan periode sama tahun lalu. Realisasi ini setara 80,2% target APBN 2024.

Sedangkan realisasi belanja negara senilai Rp 2.556,7 triliun atau meningkat 14,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pencapaian ini setara 76,9 dari target APBN 2024. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan, pelebaran defisit APBN pada 2024 dipicu tiga faktor utama yang saling berkaitan. Kondisi itu perlu dicermati serius karena dapat berefek pada stabilitas fiskal dan ekonomi ke depan.

Faktor pertama, pelebaran defisit APBN disebabkan perlambatan pendapatan negara dibandingkan tahun sebelumnya. Bhima menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah penurunan drastis pada Pendapatan Pajak Penghasilan (PPh) Migas yang disebabkan oleh penurunan harga minyak global.  Faktor kedua adalah lemahnya kinerja sektor industri manufaktur, yang berimbas pada penurunan pendapatan pajak dari sektor ini. Pajak dari industri manufaktur melemah 7,87% secara tahunan atau year on year (yoy). Faktor ketiga adalah membengkaknya belanja pemerintah, terutama terkait belanja modal untuk infrastruktur. Selain itu, meskipun tidak disebutkan secara rinci, Bhima mengingatkan kenaikan beban belanja bunga utang juga turut berkontribusi pada peningkatan defisit APBN.

Kendati begitu, dia memperkirakan defisit APBN 2024 masih lebih rendah dibandingkan outlook pemerintah sebesar 2,7% PDB. Bhima memprediksi, defisit APBN tahun ini berkisar 2%-2,4% PDB. Ekonom Universitas Indonesia, Teguh Dartanto menyebut defisit anggaran pada Oktober 2024 merupakan sebuah pola umum yang terjadi setiap tahun. Kondisi ini biasanya terjadi menjelang akhir tahun ketika banyak program dan proyek pemerintah sudah memasuki tahap penyelesaian, sehingga mendorong adanya lonjakan pembayaran.

BUMN Konstruksi Berupaya Pulihkan Kondisi

09 Nov 2024
Empat emiten BUMN Karya mencatatkan kinerja beragam pada kuartal III-2024, dengan hanya PT PP Tbk (PTPP) yang berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. PTPP meraih pendapatan Rp 14,54 triliun, naik 14,54% secara tahunan, dan laba bersih meningkat 11,49% menjadi Rp 267,28 miliar. Joko Raharjo, Sekretaris Perusahaan PTPP, mengungkapkan peningkatan laba bersih terutama didukung kenaikan laba ventura bersama sebesar Rp 482 miliar dan divestasi aset senilai Rp 31 miliar.

Di sisi lain, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 19,97% yoy menjadi Rp 9,16 triliun. Namun, laba bersih ADHI melesat 194,51% yoy berkat pendapatan dari proyek joint operation (JO) yang meskipun tidak tercatat secara langsung, tetap signifikan jika digabungkan, mencapai Rp 17 triliun. Rozi Sparta, Sekretaris Perusahaan ADHI, menegaskan kontribusi besar dari proyek non-JO dan laba ventura bersama.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengalami penurunan pendapatan 16,78% yoy. Namun, efisiensi dan pengelolaan utang yang baik berhasil mengembalikan posisi WIKA dari kerugian menjadi laba. Agung Budi Waskito, Direktur Utama WIKA, menyatakan bahwa upaya pembenahan internal menjadi faktor utama perbaikan kinerja.

Sebaliknya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan kerugian yang semakin membesar, dengan pendapatan turun 13,22% yoy menjadi Rp 6,78 triliun. Menurut Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas, masalah tata kelola dan lambatnya restrukturisasi utang menjadi penyebab utama kerugian WSKT.

Meski masih ada tantangan, Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas melihat tren perbaikan kinerja BUMN Karya, didukung perolehan kontrak baru dan pembenahan internal. Namun, ia menyarankan investor untuk "wait and see" atau melakukan trading sell hingga terdapat dukungan harga saham yang ideal.

Proyek Kabel Jumbo Cable Terus Meluas

09 Nov 2024
PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) optimis dapat bersaing di industri kabel listrik dan telekomunikasi melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi segmen penjualan, serta perluasan wilayah pemasaran. Direktur JECC, Antonius Benady, menjelaskan bahwa perusahaan fokus memperbarui teknologi mesin dan mengoptimalkan efisiensi operasional untuk meningkatkan kapasitas produksi. Investasi sebesar Rp 75 miliar dialokasikan untuk pengadaan mesin baru yang didukung oleh fasilitas bank dan dana internal.

JECC, yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, memproduksi berbagai jenis kabel seperti kabel medium voltage, low voltage, fire resistant cables, dan fiber optic. Produk-produk ini telah mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkemuka dan memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Antonius menekankan bahwa perusahaan akan memperluas fokus penjualan ke segmen energi, listrik, minyak dan gas, serta pertambangan, selain melayani distributor, pasar bebas, dan ekspor.

Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi ke kota-kota besar di Indonesia, dengan target pendapatan tahun 2024 sebesar Rp 3,4 triliun. Strategi ini didukung oleh tren meningkatnya permintaan kabel akibat pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Antonius menyebut segmen industri, korporasi, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai kontributor utama permintaan kabel.

Hingga kuartal III-2024, JECC mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 3,66% menjadi Rp 45,3 miliar, sementara penjualan bersih mencapai Rp 2,4 triliun, naik 15,85% dibandingkan tahun lalu. Antonius menegaskan bahwa persaingan di industri kabel domestik bukan ancaman bagi JECC, melainkan peluang untuk terus memperkuat pasar. Dengan berbagai langkah strategis ini, JECC optimis dapat terus tumbuh dan mendukung kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan produk berkualitas dan inovatif.

Laba Anak Usaha Menopang Kinerja Perusahaan

09 Nov 2024
Pertumbuhan kinerja bank besar tak lepas dari kontribusi anak-anak usaha. Maklum, bank besar memiliki anak usaha di berbagai sektor jasa keuangan. Salah satu bank dengan kinerja anak usaha yang cukup impresif adalah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Hingga September 2024, kinerja anak usaha BRI tumbuh 23% secara tahunan menjadi Rp 6,4 triliun per September.

Kontribusi anak usaha BRI mencapai 14,2% dari total laba bersih yang dicatatkan BRI dalam sembilan bulan di 2024 senilai Rp 45,06 triliun. Anak usaha yang menjadi kontributor terbesar pendapatan bagi BRI adalah PT Pegadaian, yakni sebesar 69,2%. Selanjutnya ada Perusahaan Nasional Madani (PNM) sebesar 15,3%. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mendapat kontribusi dari anak usaha sebesar Rp 339,2 miliar per September 2024, naik 7% dari tahun sebelumnya. Direktur Keuangan BNI Novita W. Anggraini menyebutkan, BNI Finance menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup, terutama di segmen kredit konsumer di kredit kendaraan bermotor (KKB). 

Per September 2024, Bank Mandiri Tbk mendapat laba dari anak usahanya Rp 4,5 triliun, naik 6,93% secara tahunan. Kinerja anak usaha tersebut berkontribusi 10,71% dari laba bersih Bank Mandiri, yakni Rp 42 triliun per September 2024. Anak usaha Bank Mandiri yang jadi penopang utama masih PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Bank Mandiri mendapat laba senilai Rp 2,63 triliun dari BSI, naik 21,76% secara tahunan. "Kinerja Bank Mandiri yang baik tidak lepas dari kontribusi kinerja anak perusahaan," ujar Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank Mandiri.

Bank Central Asia Tbk tak merinci kontribusi anak usaha yang mereka miliki. EVP Corporate and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn hanya bilang, entitas anak yang menjadi kontributor besar adalah BCA Finance.

Puntun, Palangka Raya, Kalteng dirancang Jadi Kawasan Wisata

09 Nov 2024

Seusai dikunjungi Wapres Gibran, Kampung Puntun di Palangka Raya, Kalteng, mencoba berbenah. Dikenal sebagai kampung narkoba, Puntun dirancang jadi kampung wisata. Dalam bahasa setempat, puntun berarti penyimpan barang para penebang kayu. Sejak 1960-an, Puntun pernah menjadi tempat persinggahan pedagang dan penebang kayu Banjarmasin, Kalsel. Di atas hutan rawa gambut, mereka tinggal di rumah lanting khas Banjar yang mengapung di sungai. Tak heran sebagian besar penduduknya adalah perantau Banjarmasin yang masih bekerja dalam bisnis pemotongan kayu.Pulangnya Saleh (37), warga Puntun, dari perantauan tahun 2016, mengubah wajah daerah itu ke titik terendahnya.

Di pinggir Sungai Kahayan, Saleh menjalankan bisnis narkobanya. Butuh 8 tahun untuk menghentikan aksinya. Petugas BNN menangkapnya pada Selasa (10/9). Istana kecil Saleh di atas rumah terapung di Puntun digerebek. Kini, ia ditahan di Nusakambangan. Dua bulan setelah Saleh hengkang dari Puntun, Wapres Gibran datang. Dalam kunjungan pada Senin (4/11) itu, tercetus rencana revitalisasi mengubah wajah Puntun. Dari kampung narkoba menjadi obyek wisata. Haji Juhri, Ketua RW 027 di Kampung Puntun, Jumat (8/11), mengatakan, kehadiran narkoba berdampak buruk. Banyak anak usia SMP dan SMA terbiasa mengonsumsi pil zenith (Carnophen) atau ”pil jin”.

Zenith obat untuk penyakit tulang yang memiliki efek halusinasi saat dikonsumsi. Plt Asisten I Sekda Kota Palangka Raya, Mahdi Suryanto mengatakan, rencana menuntun Puntun menjadi kampong wisata adalah inisiatif Pemkot Palangka Raya dengan BNN Kalteng, untuk mengubah citra dan kesan orang melihat Puntun. ”Lebih dari itu, ini penting untuk generasi berikutnya. Ini bisa jadi wisata air dan berbagai obyek lain,” ujarnya. Tak jauh dari kampung itu terdapat Pelabuhan Rambang yang sudah lebih dulu dijadikan kawasan wisata kuliner. Kadis Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga Kota Palangka Raya, Lin Hendrayati Idris mengatakan, pihaknya serius mewujudkan keinginan menekan stigma ini. (Yoga)