Ekonomi
( 40733 )Peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump
Pelaku industri berorientasi ekspor menilai terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS akan menurunkan kinerja ekspor China ke AS. Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump. Potensi penerapan pajak tinggi untuk produk minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah, yang diimpor dari China ke AS, misalnya, membuka potensi pasar ekspor baru bagi negara-negara produsen minyak goreng, termasuk Indonesia. Analis Komoditas Lunak Global Bloomberg, Alvin Tai, menilai, Trump akan memenuhi janji kampanyenya, menaikkan tarif impor produk China hingga 60 %.
Peningkatan tarif juga diterapkan untuk produk minyak jelantah (used cooking oil) asal China yang selama ini pungutan impornya ada di kisaran 15,5 %. ”Saya pikir akan ada kelanjutan dari peningkatan tarif impor, termasuk untuk produk minyak jelantah dari China yang jumlahnya 60 % dari seluruh minyak jelantah impor di AS,” ujar Alvin di sela-sela acara International Palm Oil Conference (IPOC) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/11). Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, menyebut, apa pun kebijakan Trump terkait proteksionisme nantinya tetap akan menguntungkan Indonesia.
”Volume ekspor minyak jelantah China ke AS sangatlah besar. Indonesia harus bisa mengambil keuntungan (dari kebijakan tarif AS),” ujar Joko. Berdasar hasil studi Traction Energy Asia, potensi ketersediaan minyak jelantah di Indonesia mencapai 1 juta kiloliter per tahun. Dari potensi tersebut, 75 % berasal dari industri pengolahan makanan, 25 % berasal dari hotel, restoran, dan kafe. Dilansir dari Reuters, tahun lalu AS mengimpor minyak jelantah hingga 1,36 juta metrik ton (1,53 juta kiloliter) untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel di negara tersebut. (Yoga)
Mulai Jumat, KAI Buka Pemesanan Tiket Natal dan Tahun Baru
Masyarakat yang hendak menggunakan kereta api pada periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dapat memesan tiket perjalanan. Sejauh ini, kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat, khususnya generasi muda. Mulai Jumat (8/11) masyarakat dapat memesan untuk keberangkatan Senin, 23 Desember 2024. Pada Sabtu (9/11), konsumen dapat mulai memesan untuk keberangkatan Selasa, 24 Desember 2024, dan seterusnya.
”KAI juga menawarkan berbagai program, salah satunya tarif reduksi dengan kriteria tertentu. Diskon tarif reduksi ini dapat dimanfaatkan pelanggan, baik hari biasa maupun selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Vice President of Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Anne Purba secara tertulis, Jumat. Ia berharap masyarakat memesan tiket jauh hari untuk berlibur, terutama untuk tanggal keberangkatan favorit, agar tak kehabisan tiket. ”Kami mengimbau para pelanggan agar teliti memastikan tanggal keberangkatan, rute perjalanan, dan data diri di-input dengan benar saat melakukan pemesanan,” kata Anne.
Berkaca pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, KAI mengoperasikan 474 lokomotif dan 1.738 gerbong kereta serta 99 kereta rel diesel. Jumlah penumpang KA mencapai 14 juta atau 13 % dari total penumpang seluruh moda transportasi massal. Tanggal favorit Pada akhir tahun lalu,tanggal favorit keberangkatan arus mudik Natal terjadi pada 23 Desember 2023. Sebaliknya, penjualan tertinggi arus balik terjadi pada 26 Desember 2023, tepat sehari setelah perayaan Natal. Data KAI menunjukkan mayoritas pengguna KA adalah generasi milenial dengan persentase 40,02 % dan generasi Z sebesar 23,66 %. Posisinya diikuti generasi X sebesar 21,18 % dan generasi baby boomer sebanyak 10,79 %. (Yoga)
Perempuan buruh perkebunan sawit dihadapkan pada beban kerja fisik berat dan lingkungan kerja kurang aman
Federasi Serikat Buruh Kebun Sawit (FSBKS) Kalbar mencatat, banyak perempuan buruh di perkebunan sawit tidak punya status yang jelas dalam konteks ketenagakerjaan. Hal itu membuat mereka tak mendapat hak-hak sebagai pekerja. ”Kebanyakan (buruh) perempuan itu bekerja sebagai pekerja harian lepas. Mereka juga tidak diberikan kontrak kerja oleh pihak perusahaan,” ujar Ketua FSBKS Kalbar, Yublina Yuliana Oematan, Jumat (8/11). Hal itu ia sampaikan dalam diskusi daring bertajuk ”Keadilan Gender untuk Industri Sawit Berkelanjutan’’ yang diselenggarakan Sawit Watch. Sawit Watch adalah organisasi nonpemerintah yang fokus pada dampak negatif sistem perkebunan besar sawit.
Yublina mengatakan, beberapa perempuan buruh di perkebunan sawit ada yang diberi kontrak kerja. Namun, mereka tak mendapat salinan perjanjian kerja. Artinya, perempuan buruh tak bisa mengecek isi perjanjian kerja tersebut. Dari pendataan FSBKS Kalbar, banyak perempuan buruh punya beban kerja fisik berat. Dari proses pemupukan, sejumlah perempuan mesti mengangkut pupuk dari gudang ke truk. Proses itu berlanjut sampai pengeceran pupuk di lapangan. ’’Target kerja berkisar 600 kg-700 kg per orang. Jika target itu belum selesai hari ini karena cuaca, misalnya, diselesaikan keesokan hari dengan ditambah target kerja harian 600 kg lagi,” kata Yublina.
Selain contoh tersebut, beberapa perempuan buruh di perkebunan sawit punya jam kerja jelas. Misalnya, dalam sehari diberi waktu kerja 7 jam. Namun, Yublina mengatakan, saat target kerja selesai sebelum waktu kerja habis, perempuan buruh tak bisa langsung pulang. Beberapa perusahaan mengatur mereka mesti ada di lapangan hingga jam kerja selesai. Dari sisi fasilitas kerja, FSBKS Kalbar mencatat sejumlah perempuan buruh tak mendapat alat pelindung diri (APD). Sekalipun ada, tak sesuai dengan lingkungan kerja sehingga membuat buruh perempuan kepanasan. Beberapa perempuan buruh akhirnya membeli APD secara mandiri. Kondisi tersebut membuat perempuan buruh rentan terpapar bahan kimia pupuk saat bekerja.
Di saat bersamaan, tak ada fasilitas pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pekerja. Sekalipun ada, ujar Yublina, hasil pengecekannya kerap kali tidak diberikan. Akibatnya, pekerja tak benar-benar tahu kondisi kesehatannya. Saat perempuan buruh punya keluhan sakit, sejumlah perusahaan tak menyediakan fasilitas klinik dan ambulans. Kalaupun ada dua fasilitas itu, biasanya tidak ada dokter yang berjaga. Ketersediaan obat pun minim. ’’Ketika sakit, kami harus pergi berobat sendiri,” kata Yublina. Kondisi itu ditambah dengan banyaknya perempuan buruh di perkebunan sawit yang tidak mendapat cuti haid dan cuti hamil. Dengan beban kerja berat itu, membuat mereka punya masalah kesehatan serius. (Yoga)
Mengunakan Produk dan Layanan Jasa Keuangan Berbasis Digital dengan Bijak
Perkembangan teknologi informasi berpengaruh ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor jasa keuangan. Kemudahan bertransaksi tanpa dibatasi ruang dan waktu,ada dalam genggaman. Kita dapat membuka rekening atau mengakses layanan perbankan lainnya dengan mudah dari gawai yang dimiliki. Kehadiran aplikasi super (super apps) yang dimiliki perbankan bahkan memungkinkan untuk mengakses produk dan layanan dari sektor jasa keuangan lainnya, seperti pembelian produk reksa dana. Perubahan pola perilaku masyarakat ketika mengakses produk dan layanan jasa keuangan sejak pandemi Covid-19 mendorong industri jasa keuangan terus berinovasi.
Untuk memperluas akses keuangan masyarakat, kolaborasi dengan sektor riil pun dilakukan. Pembelian asuransi mikro, pengajuan pembiayaan dan kemudahan berinvestasi dapat dilakukan melalui toko daring. Namun kemudahan ini dihadapkan dengan berbagai tantangan yang masih menjadi PR bersama, seperti keamanan data pribadi dan berbagai kejahatan di sektor jasa keuangan. Tips yang dapat dilakukan agar dapat memaksimalkan manfaat produk dan layanan jasa keuangan berbasis digital dengan tetap memperhatikan aspek pelindungan konsumen, yaitu: 1. Jaga keamanan data pribadi yang dimiliki. Jangan membagikan username dan kata sandi akun produk atau layanan jasa keuangan yang dimiliki karena rawan disalahgunakan.
2. Ketika mengakses produk dan layanan jasa keuangan melalui gawai yang Anda miliki, pastikan untuk menggunakan jaringan internet pribadi dan bukan internet berbagi (Wi-Fi). Penggunaan jaringan internet pribadi memperkecil kemungkinan penjahat untuk mengakses data. 3. Jangan panik ketika menerima pemberitahuan dari pihak tertentu tentang gangguan atau akses mencurigakan pada produk dan layanan keuangan yang dimiliki. Misalnya, panggilan telepon dari oknum yang mengatakan adanya pendebitan dana di akun perbankan dalam jumlah tertentu. Jangan panic, Pertama, cek akun perbankan. Kedua, bertanya hanya kepada petugas resmi perbankan.
Tanyakan langkah yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Ketiga, jangan takut dan enggan melaporkan kepada pihak berwajib untuk memberi efek jera kepada oknum dimaksud. 4. Pahami produk dan layanan jasa keuangan, Pastikan membaca dengan saksama semua ketentuan tentang produk dan layanan keuangan dimaksud, baik manfaat, risiko, maupun biaya. Dengan demikian, produk dan layanan keuangan yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan, profil risiko, kemampuan bayar, dan tujuan keuangan yang dimiliki. 5. Gunakan layanan yang sudah berizin OJK. 6. Pantau portofolio secara berkala (Yoga)
Sirene Peringatan Kembalinya Trumpisme
Ambisi Iklim Pemerintahan Prabowo dalam COP29 Azerbaijan Kelanjutan atau Gebrakan Baru
Ini penting agar negara-negara dapat memangkas emisi karbon sebesar 43 persen pada 2030 dibanding jumlah emisi pada 2019 sebagai patokan. Namun, alih-alih berkurang, emisi Indonesia kemungkinan besar akan terus meningkat karena penggunaan batu bara yang masih dominan pada pembangkit listrik. Menurut data Dewan Energi Nasional, bauran energi nasional 2023 masih didominasi oleh batu bara, yaitu sebesar 40,46 persen; diikuti oleh minyak bumi (30,18 persen); gas bumi (16,28 persen); dan energi baru terbarukan (13,09 persen). Batu bara juga masih mendominasi pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik, yaitu sebesar 67 persen Menuju COP 29, Presidensi Azerbaijan menyiapkan tiga kerangka aksi yang perlu diperhatikan oleh negara-negara anggota. Pertama, prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi, yakni mencegah pemanasan bumi tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius pada 2030 dengan mengurangi emisi secara mendalam, cepat, dan berkelanjutan. (Yetede)
Mempersiapkan Diri Menghadapi Gejolak Bursa
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 memicu ketidakpastian baru di pasar modal global, termasuk di Indonesia. Kemenangan Trump menciptakan gejolak pasar yang ditandai dengan aksi jual besar-besaran oleh investor asing, yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami penurunan signifikan. Menurut Direktur Perdagangan BEI, Irvan Susandy, kebijakan proteksionisme Trump dan kemungkinan perang dagang dengan China dapat berdampak pada ekonomi Indonesia, mengingat hubungan dagang yang erat dengan kedua negara tersebut.
Namun, meskipun ada ketidakpastian, beberapa analis masih melihat peluang dalam kebijakan ekonomi Trump yang berfokus pada penguatan ekonomi domestik AS. Misalnya, Head of Research NH Korindo Sekuritas, Liza Camelia, berpendapat bahwa Trump kemungkinan akan menaikkan suku bunga dan menerapkan kebijakan yang bisa meningkatkan inflasi dan daya beli masyarakat AS. Selain itu, kebijakan proteksionis Trump yang mungkin menaikkan tarif impor terhadap produk Indonesia juga bisa membatasi ekspor ke AS.
Sementara itu, ekonom lain, seperti Maximilianus Nicode-muus dari Pilarmas Investindo, mencatat bahwa kebijakan Trump yang kontroversial, seperti proteksionisme, dapat mengganggu pemulihan ekonomi global dan menyebabkan aliran dana asing keluar dari pasar Indonesia. Meski demikian, masih ada harapan pada kebijakan ekonomi dalam negeri yang dapat menjaga stabilitas, serta program-program dari pemerintah Indonesia yang dapat mendukung kepercayaan pasar.
Dalam jangka menengah, Satria Sambijantoro dari Bahana Sekuritas optimis bahwa Trump mungkin akan mencapai kesepakatan geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dan inflasi global, yang pada gilirannya bisa menurunkan suku bunga The Fed. Investor disarankan untuk fokus pada saham defensif dan perusahaan berpenghasilan dolar AS, sementara saham-saham seperti BBCA, ADRO, dan MYOR diprediksi akan unggul di pasar.
Secara keseluruhan, meskipun kemenangan Trump memunculkan tantangan dan ketidakpastian, masih ada peluang bagi Indonesia untuk mengelola dampaknya melalui kebijakan domestik yang tepat dan strategi investasi yang hati-hati.
Bayangan Trump di Pasar Modal
Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 memicu kekhawatiran di banyak negara, termasuk Indonesia, terkait dengan potensi kebijakan ekonomi yang lebih agresif, khususnya dalam hal tarif impor. Trump telah mengisyaratkan untuk menerapkan tarif universal 10% terhadap seluruh barang impor, dengan tarif 60% khusus untuk barang dari China. Kebijakan ini dapat memicu perang dagang lebih lanjut, terutama antara AS dan China, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia yang bergantung pada kedua negara tersebut sebagai mitra dagang utama.
Jika kebijakan ini benar-benar dijalankan, dampak langsung bagi Indonesia dapat terlihat dalam perlambatan ekspor, terutama ke China dan AS, yang akan menyulitkan sektor manufaktur domestik. Selain itu, tarif yang lebih tinggi akan mengarah pada inflasi global, yang berisiko meningkatkan suku bunga di banyak negara, termasuk Indonesia. Suku bunga yang tinggi berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah melambat, tercermin dari angka pertumbuhan PDB yang hanya mencapai 4,95% pada kuartal III/2024.
Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah antisipatif jangka panjang, terutama dalam kebijakan ekspor. Perluasan kemitraan dagang dengan negara-negara non-tradisional dapat menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada mitra dagang utama yang terpengaruh kebijakan Trump. Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung, meskipun dengan kebijakan proteksionisme Trump, investasi dari AS kemungkinan akan terbatas.
Secara keseluruhan, Indonesia harus menavigasi ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik dengan langkah-langkah strategis, seperti diversifikasi mitra dagang dan meningkatkan daya tarik investasi, agar tetap menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan di tengah situasi yang penuh tantangan.
Pilpres AS: Investasi AS Dibayangi Kebijakan Trump
Indonesia menghadapi tantangan dalam menarik investasi asing langsung, terutama dari Amerika Serikat (AS), di bawah kebijakan proteksionis "America First" yang diusung oleh Presiden Donald Trump. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi penurunan investasi AS ke luar negeri, mengingat kebijakan Trump yang lebih memprioritaskan pembangunan ekonomi domestik AS. Hal ini berpotensi memengaruhi Indonesia, karena AS merupakan mitra ekonomi penting, terutama dalam sektor energi dan industri hijau.
Meski demikian, Rosan menambahkan bahwa Indonesia terus berupaya untuk menarik investasi, termasuk dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan AS seperti ExxonMobil yang tertarik pada teknologi carbon capture and storage (CCS) dan energi bersih. Pemerintah Indonesia juga menargetkan investasi langsung sebesar Rp13.528 triliun untuk periode 2025–2029 guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Indonesia juga berfokus pada sektor hilirisasi, seperti yang terlihat dalam sinergi antara Freeport Indonesia dan Antam untuk meningkatkan produksi logam mulia dan mengurangi ketergantungan pada impor. Inisiatif ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi domestik, menciptakan lapangan kerja, dan menghemat devisa negara.
Meskipun ada kekhawatiran terkait kebijakan Trump, langkah-langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mempercepat reformasi regulasi, memperluas kemitraan dengan negara non-tradisional, dan mengembangkan sektor hilirisasi diharapkan dapat menjaga daya tarik investasi dan memperkuat ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
UEA Jadi Target Besar Bagi Investor Migas
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah Indonesia, melalui SKK Migas, dengan perusahaan migas kelas dunia untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Indonesia. Dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan energi nasional yang diperkirakan akan mencapai 1.012 juta ton setara minyak (MTOE) pada 2025, dengan 43,5% di antaranya harus dipenuhi oleh migas, kerja sama global dianggap krusial. Hudi Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menegaskan bahwa kemitraan internasional dapat mempercepat penemuan cadangan baru, transfer teknologi, serta mendukung inovasi dan pengembangan kapasitas nasional.
Selain itu, Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan bahwa masih terdapat potensi besar di sektor hulu migas Indonesia yang dapat dikembangkan, termasuk 301 struktur yang memiliki potensi sekitar 1,8 miliar barel minyak dan 13,4 triliun kaki kubik gas, serta potensi peningkatan produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan waterflood. Pembaruan regulasi kontrak bagi hasil juga bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dengan memberikan kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor.
Di sisi lain, perusahaan seperti Medco E&P dan Pertamina Hulu Energi terus berfokus pada pengembangan potensi migas di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan produksi dan efisiensi. PT Pertamina Hulu Energi, misalnya, berhasil mencatatkan produksi sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari pada 2024, berkat penerapan teknologi seperti multi-stage fracturing dan artificial intelligence. Mubadala Energy juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan Blok South Andaman dengan rencana eksplorasi yang matang dan pengembangan pada tahun 2028.
Kesimpulannya, sektor hulu migas Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimaksimalkan melalui kemitraan strategis dengan perusahaan internasional, penerapan teknologi modern, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan kepentingan antara pemerintah dan kontraktor. Semua upaya ini diharapkan dapat memastikan ketahanan energi nasional di masa depan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









