Ekonomi
( 40554 )Forum Bisnis Indonesia: Dampak Positif Hilirisasi
Dampak positif dari penghiliran nikel terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua. Direktorat Regional III Kementerian PPN/Bappenas, yang dipimpin oleh Ika Retna Wulandary, mencatat bahwa pengolahan nikel menjadi salah satu faktor utama yang mengakselerasi ekonomi wilayah ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penghiliran nikel telah mendorong perkembangan sektor industri pengolahan, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah seperti Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Maluku dan Papua, sebagai wilayah yang sebelumnya memiliki ketergantungan pada sektor pertanian, kini mulai bertransformasi dengan adanya industri pengolahan nikel, yang mengubah struktur perekonomian mereka. Kawasan industri di Pulau Obi, Maluku Utara, misalnya, telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, dengan desa sekitar seperti Kawasi mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, termasuk dalam sektor non-tambang seperti perdagangan dan restoran.
Namun, meski ada pertumbuhan yang luar biasa, tantangan tetap ada, terutama dalam hal penyediaan fasilitas publik dan pengurangan kemiskinan. Ika Retna Wulandary mengingatkan bahwa meskipun sektor industri memberikan dampak positif bagi ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap perlu diperhatikan.
Sementara itu, pengembangan penghiliran nikel juga menghadapi dilema terkait penggunaan energi. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, menyoroti ketergantungan industri smelter pada batu bara sebagai sumber energi yang murah, meskipun hal ini bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi. Tantangan lain di sisi hulu adalah peningkatan tata kelola sumber daya mineral dan eksplorasi nikel yang lebih baik.
Secara keseluruhan, meskipun penghiliran nikel memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah, pemerintah, melalui Kementerian PPN/Bappenas dan pemangku kepentingan lainnya, perlu mengatasi tantangan terkait sosial, energi, dan tata kelola agar potensi penghiliran nikel dapat dimanfaatkan secara maksimal, berkelanjutan, dan inklusif.
Trump Uji Ketahanan Pasar
Kabar terbaru dari Amerika Serikat (AS) menyebabkan para pelaku pasar keuangan di Tanah Air kembali waspada. Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Republik, dipastikan memenangkan pemilihan presiden AS tahun 2024. Trump meraup 277 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi Presiden Negeri Uwak Sam. Kabar kemenangan Trump membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol 1,44% ke 7.383,87 pada Rabu (6/11). Dari pasar keuangan, rupiah terpental ke Rp 15.830 per dolar AS. Ini karena indeks dolar menguat sekitar 1,28% hingga penutupan sesi perdagangan di Kawasan Asia. Dana asing pun kembali hengkang. Kemarin, asing tercatat melakukan aksi jual dengan nilai bersih Rp 1,09 triliun di pasar saham reguler. Dalam sebulan, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) turun Rp 4,06 triliun. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, kemenangan Trump dalam Pilpres AS 2024 membawa sejumlah dampak signifikan bagi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia, khususnya terkait kebijakan proteksionis, hubungan dagang AS-China, dan potensi penguatan dolar AS.
Josua menuturkan, sekalipun Federal Reserve tetap melanjutkan penurunan suku bunga, kemenangan Trump kali ini akan membuat bank sentral lebih berhati-hati.
Sementara treasury bank Eropa d Singapura melihat, tekanan rupiah bukan cuma faktor AS. "Tahun 2025 utang jatuh tempo besar, jadi harus prudent," katanya, kemarin. Ia memperkirakan rupiah di akhir tahun 2024 berada di level Rp 16.100 per dolar AS.
Senior Economist
KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, sepanjang dolar AS masih berotot, investor akan mengalihkan dana ke negara tersebut.
Setali tiga uang,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, kemenangan Trump bakal memperkuat ekonomi AS. "Sehingga meyakinkan pasar berinvestasi di AS," paparnya.
Nico meramal pasar saham dalam negeri bakal bergerak lebih volatil usai kabar ini. Target IHSG tidak terlalu optimistis lagi.
Kinerja emiten Indonesia yang tumbuh moderat tak bisa banyak mengangkat IHSG. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto memperkirakan, IHSG di 7.850-7.900 pada akhir 2024.
Trump dan Dampak Inflasi Global pada Suku Bunga BI
Dividen Jadi Andalan di Tengah Ketidakpastian Bursa
Musim pembagian dividen interim bergulir usai rilis laporan keuangan periode sembilan bulan 2024. Aksi ini bisa menjadi pemanis di tengah bursa saham yang sedang menukik cukup dalam. Terbaru, ada tiga emiten yang mengumumkan pembayaran dividen interim. Pertama, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang akan membagikan dividen sebesar Rp 20 per saham. Selanjutnya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang akan membayar dividen interim Rp 5 per saham. Selain itu, ada PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) dengan dividen interim senilai Rp 0,75 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi untuk ketiga emiten itu dijadwalkan pada 14 November 2024. Selain deretan deviden interim tersebut, ada PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang akan menebar tambahan dividen tunai final dengan jumlah jumbo. Totalnya mencapai US$ 2,63 miliar atau sekitar Rp 41,42 triliun. Selanjutnya ada PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang akan membagikan dividen saham dengan rasio 12:1. Artinya, setiap 12 saham lama akan mendapat 1 saham baru. Praktisi Pasar Modal & Founder Warkop Saham, Raden Bagus Bima mengatakan, pembagian dividen maupun dividen saham umumnya bakal menjadi sentimen positif yang bisa mendongkrak harga saham emiten tersebut. Hanya saja, dampak saat ini kemungkinan tidak akan langsung terasa. Bima menambahkan, pelaku pasar akan lebih memperhatikan pembagian dividen sekaligus aksi korporasi yang dilakukan ADRO.
Di samping besaran dividen yang jumbo, investor kemungkinan akan tertarik mengikuti Penawaran Umum oleh Pemegang Saham (PUPS) dalam proses divestasi AAI.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai, kemungkinan pelaku pasar akan lebih selektif. Di tengah musim pembagian dividen interim, ada sentimen eksternal yang perlu dicermati. Mulai efek Pemilihan Presiden Amerika Sertikat (AS) hingga harga komoditas.
Investor dapat memanfaatkan momentum pembagian dividen dan potensi penguatan harga pada saham-saham tersebut. Rekomendasinya
speculative buy
ASSA dan TAPG dengan target harga Rp 770 dan Rp 1.000. Kemudian
trading buy
MARK untuk target Rp 1.220.
Founder
WH Project, William Hartanto mengingatkan, pembagian dividen tidak selalu meningkatkan minat pelaku pasar. Apalagi jika
dividend yield
-nya mini. Ada beberapa saham yang harganya naik sesaat, seperti PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Ada juga yang sebelumnya sudah naik signifikan seperti KLAS. Kemudian, ada saham yang sedang melandai seperti SCMA. Nah, dengan adanya pembagian dividen, William melihat SCMA berpeluang naik hingga ke level Rp 145.
Kawasan Industri Catatkan Laba Besar
Emiten properti kawasan industri terus membukukan kinerja positif hingga akhir kuartal III-2024. Terbaru, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan kinerja pendapatannya mencapai Rp 3,86 triliun sepanjang Januari-September 2024.
Pendapatan SSIA itu naik 27,85% secara tahunan dari Rp 3,76 triliun di periode sama tahun 2023. Alhasil, SSIA berhasil membalikkan kerugian Rp 23,69 miliar pada periode Januari-September 2023 jadi laba bersih Rp 228,41 miliar di sembilan bulan 2024.
Vice President of Investor Relations & Corporate Communications
Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman bilang, pertumbuhan pendapatan pada periode yang berakhir 30 September 2024, terutama didorong melonjaknya pendapatan segmen konstruksi sebesar 26,7% secara tahunan menjadi Rp 532,9 miliar.
Laba bersih emiten pengembang kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) juga berhasil melesat 84,7% secara tahunan menjadi Rp 1,12 triliun per kuartal III-2024. Laba ini ditopang pendapatan usaha DMAS Rp 1,68 triliun hingga kuartal III-2024, naik 71,79% secara tahunan.
Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto menjelaskan, segmen industri menjadi penyumbang utama pundi-pundi pendapatan Rp 1,5 triliun atau sekitar 91,1% dari pendapatan usaha DMAS. "Hingga saat ini, sektor data center masih menjadi primadona di segmen industri," jelas Tondy.
Sementara itu, PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan total Rp 3,367 triliun di periode Januari-September 2024, naik 47% secara tahunan. Dus, hingga akhir September 2024, KIJA mencatat laba bersih Rp 769,69 miliar, meningkat dari Rp 231,9 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Senior Market Chartist
Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama melihat, kinerja emiten kawasan industri per kuartal III-2024 dipengaruhi sentimen positif terkait investasi di sektor industri.
Pemerintah juga baru memperpanjang fasilitas tax holiday
industri pionir hingga Desember 2025. Kebijakan ini dinilai mampu menarik investasi ke dalam negeri. Ini terlihat dari proporsi investasi penanaman modal asing yang masuk dari pemberian insentif
tax holiday
mencapai 25% dari realisasi investasi.
Ekspansi Bisnis Diperkuat Melalui Akuisisi
Kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diproyeksi bakal tumbuh. Ini seiring akuisisi saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang akan menambah lahan untuk ekspansi. Kinerja BSDE pada kuartal III-2024 juga cukup baik. Pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun atau meningkat 17,8% secara tahunan alias year-on-year (yoy), tetapi secara kuartalan (qoq) terkoreksi 23,8%. Secara kumulatif pendapatan sembilan bulan 2024 BSDE sebesar Rp 10,1 triliun, meningkat 37,7% yoy. Aqil Triyadi, Analis Panin Sekuritas mencermati, penurunan secara kuartalan disebabkan oleh musim serah terima produk komersial yang lebih rendah pada kuartal III. Kemudian kenaikan recurring income seperti sewa, hotel, pengelolaan gedung, jalan tol, dan lainnya sebesar 3,3% yoy menjadi Rp 1,3 triliun. Sementara segmen komersial berkontribusi 36% dan penjualan tanah 8%. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo menambahkan, kinerja BSDE ditopang peningkatan marketing sales di kuartal III sebesar 2% yoy menjadi Rp 2 triliun. Pertumbuhan ini didorong kontribusi kuat dari penjualan ruko yang mencapai Rp 566 miliar, naik 59% yoy.
"Serta membantu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen perumahan yang hanya Rp 1,2 triliun atau terkoreksi 15% yoy," tulis Niko dalam riset 4 November 2024.
Kinerja kuartal III-2024 juga mendapat dorongan dari beberapa peluncuran properti yaitu ruko Northridge Ultimate di BSD Fase 3 dengan tingkat penyerapan 67% dan pendapatan sebesar Rp 213 miliar. Lalu, The Kaia "Yara" di Grand Wisata Bekasi dengan tingkat penyerapan 47% yang menyumbang Rp 118 miliar. Serta Townville di Grand City Balikpapan dengan tingkat penyerapan 50% yang menambah Rp 52 miliar.
Head of Investment
Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai, SMDM memiliki lahan kosong yang besar, hal ini bisa dimanfaatkan BSDE untuk memperluas wilayah pembangunan properti. "Kinerja SMDM bisa berkontribusi 10% - 20% di tahun depan," kata Kiswoyo, (6/11).
Pemangkasan bunga acuan juga menjadi katalis positif bagi emiten properti, termasuk BSDE. Kiswoyo memproyeksi laba BSDE akan tumbuh di atas 25% di akhir 2024. Sementara Nico memprediksi pendapatan BSDE pada akhir tahun sebesar Rp 12,19 triliun.
Pelatihan Usaha Kecil untuk Karang Taruna di Semarang
Sejumlah anak muda terlihat sedang mengikuti pelatihan membatik yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang di Gedung Monod Huis, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/11/2024). Pelatihan dasar membatik untuk karang taruna ini dilakukan untuk melatih mereka membuka peluang usaha kecil, salah satunya yaitu kerajinan batik untuk tas. (Yoga)
Perekonomian melambat karena mesin utama melambat
BPS mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2024 tumbuh 4,95 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan tumbuh melambat. Konsumsi rumah tangga yang masih jadi konntributor utama pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III-2024 tumbuh 4,91 %, lebih rendah dibanding triwulan III-2023 sebesar 5,05 %. Konsumsi rumah tangga juga melambat dibanding triwulan II-2024 sebesar 4,93 %. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, konsumsi rumah tangga melambat karena tidak ada efek musiman, seperti hari raya keagamaan dan liburan sekolah yang bisa mendongkrak konsumsi.”Jadi, kalau dibandingkan dengan triwulan II-2024, level konsumsi menurun karena pada triwulan II-2024 itu sudah terjadi puncak konsumsi masyarakat yang bertepatan dengan Lebaran, Idul Fitri, dan Idul Adha,” kata Amalia dalam konferensi pers yang digelar hibrida, Selasa (5/11).
Industri pengolahan yang juga kontributor utama perekonomian pun melambat. Industri manufaktur tumbuh 4,72 % secara tahunan pada triwulan III-2024, melambat dari 5,19 % pada triwulan III-2023 dan lebih rendah dari 4,83 % pada triwulan III-2022. Di saat konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan melambat, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2024 tertolong oleh kinerja ekspor yang mampu tumbuh hingga 9,09 % secara tahunan. Sementara impor tumbuh 11,47 % secara tahunan. Seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi triwulan III-2024, BPS mencatat,tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 4,91 % atau 7,47 juta orang, meningkat tipis dibanding 0,82 % atau 7,20 juta orang pada Februari 2024. (Yoga)
Pilih tunai atau non tunai
Inovasi sistem pembayaran berbasis digital yang menginisiasi berbagai platform, seperti dompet digital dan QRIS, kerap dianggap sebagai terobosan mumpuni. Sebab, platform tersebut menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam aktivitas jual-beli sehari-hari. BI mencatat, hingga triwulan III-2024, volume transaksi uang elektronik tumbuh 29,11 % secara tahunan mencapai 4 miliar transaksi dengan nominal transaksi Rp 188,36 triliun, sedang transaksi QRIS tumbuh 209,61 % secara tahunan. Adapun jumlah pengguna QRIS mencapai 53,3 juta atau 20 % total penduduk Indonesia, sedang jumlah merchant QRIS mencapai 34,2 juta. Meski transaksi digital terus bertumbuh, bukan berarti keberadaan uang tunai atau uang kartal benar-benar tergantikan.
Data BI menunjukkan, jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat pada September 2024 pun masih bertumbuh 10,6 % secara tahunan menjadi Rp 957,2 triliun. Kini, masyarakat disodorkan oleh dua pilihan tatkala bertransaksi, antara membayar secara nontunai dan tunai. Tidak ada yang salah dalam menyikapi kedua pilihan itu. Persoalannya muncul ketika masyarakat dipaksa untuk memilih salah satu di antaranya. Kejadian tak nyaman dialami Sakti Darma (24), pekerja swasta di Jakarta. Beberapa waktu lalu, ia pergi ke salah satu kedai kopi di bilangan Jakbart untuk bekerja. Setelah tiga jam, ia menuju meja kasir untuk membayar.
”Kasir hanya terima pembayaran cash asal uang pas soalnya enggak ada atau enggak nyiapin uang kembalian. Akhirnya, terpaksa pakai QRIS. Padahal, di akun rekening utama itu lagi enggak ada saldo, maklum akhir bulan. Ujung-ujungnya terpaksa pakai QRIS dari bank digital yang buat tabungan,” katanya, Selasa (5/11). Potret kecil fenomena transaksi di masyarakat tersebut mengindikasikan munculnya salah kaprah. Meski digitalisasi pembayaran terus didorong, rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia, baik itu dalam tunai maupun nontunai. Berbagai hal perlu disikapi dengan bijak, termasuk dalam bertransaksi. Lantas, pilih yang mana, tunai atau nontunai? (Yoga)
Terobosan bagi Ekonomi Indonesia
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









