Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan
Mayoritas emiten tambang anggota holding industri pertambangan BUMN, Mind ID, menghadapi tantangan penurunan harga komoditas sepanjang Januari-September 2024, meskipun beberapa di antaranya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membukukan pendapatan Rp 30,65 triliun, naik 10,53% secara tahunan. Namun, laba bersihnya menurun 14,32% menjadi Rp 3,23 triliun akibat koreksi harga batu bara sekitar 28%. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA, menjelaskan bahwa meskipun volume penjualan batu bara meningkat 16%, fluktuasi pasar tetap menjadi tantangan utama.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam mencatat lonjakan pendapatan sebesar 39,85% yoy menjadi Rp 43,20 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,53% menjadi Rp 2,20 triliun, yang menurut Direktur Utama Antam, Nico Kanter, disebabkan oleh kendala operasional terkait perizinan di awal tahun.
Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih akibat penurunan rata-rata harga jual nikel (ASP) serta pembengkakan biaya bahan bakar. Sebaliknya, PT Timah Tbk (TINS) justru mencatat kinerja yang solid dalam periode yang sama.
Menurut Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, tren penurunan ASP membuat kinerja PTBA, ANTM, dan INCO berada di bawah ekspektasi, dengan proyeksi penurunan laba bersih masing-masing hingga 2024. Namun, ia melihat prospek pemulihan kinerja ANTM mulai 2025 seiring perkiraan harga emas yang tetap tinggi.
Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimis bahwa peluang kenaikan harga komoditas dapat memperbaiki kinerja anggota Mind ID di sisa tahun ini. Ia merekomendasikan wait and see untuk saham ANTM, INCO, dan PTBA, serta trading buy untuk TINS dengan target harga Rp 1.410 per saham. Rizal merekomendasikan hold untuk saham INCO, PTBA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 4.000, Rp 2.900, dan Rp 1.700.
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
24 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023